pengertian manajemen risiko

Pengertian Manajemen Risiko: Tujuan, Konsep, Prinsip dan Manfaat

Diposting pada 26 views

Apa itu manajemen risiko? – Risiko merupakan sebuah kemungkinan yang bisa saja akan terjadi dari semua tindakan atau kegiatan tertentu. Oleh sebab itu, keberadaannya merupakan hal wajar dan tidak bisa dihindari. Namun, risiko masih bisa dikendalikan dan diperkecil menggunakan pengelolaan atau yang sering disebut sebagai manajemen risiko. 

Risiko muncul dikarenakan adanya kondisi ketidakpastian. Kita hanya sebatas memprediksi dan memperkecil kerugian akibat risiko yang datang.

Sebagai contoh, hari ini bisa hujan bisa juga tidak. BMKG mungkin bilang hari ini cuaca cerah, tapi siapa yang tahu jika tiba-tiba hujan bisa juga terjadi.

Begitu juga dalam sebuah bisnis, hari ini bisa untung dan bisa rugi. Kita hanya bisa mengupayakan agar untung dan tidak mengalami kerugian. Ada pepatah mengatakan “Kepastian dalam dunia ini adalah ketidakpastian itu sendiri”.

Dalam dunia bisnis manajemen ini memiliki posisi yang sangat penting. Penggunaannya sangat memengaruhi sebuah keputusan yang akan diambil perusahaan. Jika tidak ada proses manajemen, maka keputusan yang diambil mudah terkena risiko tidak terduga yang merugikan perusahaan.

Pengertian Manajemen dan Risiko

1. Pengertian Manajemen

Dalam artikel sebelumnya tentang pengertian manajemen menurut para ahli kita sudah membahas tentang pengertian manajemen, salah satunya adalah menurut Handoko (1995) yang mengartikan bahwa manajemen adalah suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan usaha-usaha para anggota organisasi dan penggunaan sumber daya organisasi lainnya agar mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan

Berbeda dengan Menurut Mary Parker Follet (1997) yang mengartikan manajemen sebagai sebuah seni dalam menyelesaikan pekerjaan/tugas melalui orang lain (Management is the art of getting thing done through people).

2. Pengertian Risiko dan Macam-macamnya

Risiko adalah kesempatan kerugian (risk is the chance of loss), Chance of loss biasanya dipergunakan untuk menunjukkan suatu keadaan dimana terdapat suatu keterbukaan (exposure) terhadap kerugian atau suatu kemungkinan kerugian.

Baca lebih lanjut : Pengertian Risiko Usaha Menurut Para Ahli

H Abbas Salim (1998) didalam bukunya mendefinisikan risiko adalah ketidakpastian atau Uncertainaly yang bisa saja menimbulkan kerugaian.

macam macam risiko
Tipe-tipe Risiko

Secara umum risiko terbagi kedalam dua jenis yaitu risiko spekulatif (speculative risk) dan risiko murni. Lalu apa yang dimaksud dengan 2 jenis risiko ini?

Risiko murni (pure risk) adalah risiko yang kemungkinan kerugiannya ada, tetapi keuntungannya tidak ada. Sehingga risiko dalam jenis ini harus diantisipasi dan dilakukan pencegahan.

Contoh-contoh yang termasuk risiko murni adalah kebakaran, kecelakaan, tanah longsor dan bencana alam lainnya.

Kemudian risiko spekulatif adalah jenis risiko yang memiliki dua kemungkinan yaiut untung atau rugi. Contoh tipe risiko ini adalah usaha bisnis, dimana ketika usaha pasti ada dua kemungkinan entah itu untung ataupun rugi. Contoh lain adalah membeli saham, sewaktu-waktu harga saham bisa saja berubah entah itu naik ataupun turun.

Terkadang kerugian akibat risiko spekualitf akan memberikan keuntungan buat individu yang lain. Misalkan, ketika jualan tidak laku bisa saja karena berpindah ke pedagang yang lain

Baca juga : 4 Macam Penyebab Utama Munculnya Resiko Usaha

Pengertian Manajemen Risiko

Sebagai cabang dari ilmu manajemen, jenis manajemen yang satu ini terbilang unik karena fokus dalam pengelolaan risiko yang belum terjadi atau mungkin terjadi di masa mendatang. Untuk menambah wawasan Anda, berikut adalah pengertian manajemen risiko secara lebih mendalam.

1. Pengertian secara Umum

Secara umum, manajemen terhadap risiko bisa dipahami sebagai proses yang dilakukan untuk mengatur dan mengelola sebuah risiko agar kemungkinan buruknya bisa diminimalisir. Bahkan proses ini bisa mencegah timbulnya risiko tersebut.

Dalam dunia bisnis, proses manajemen ini bisa mencegah perusahaan dari masalah yang merugikan. Misalnya kondisi pengeluaran yang lebih besar dari pemasukan, ataupun kebangkrutan akibat salah mengambil keputusan bisnis.

2. Pengertian Menurut Para Ahli

Para ahli juga mendefinisikan manajemen risiko secara terpisah dengan pengertian manajemen secara umum. Beberapa pengertian yang bisa dijadikan bahan rujukan  di antaranya:

1. Smith

Merupakan sebuah proses mengidentifikasi dan mengontrol keuangan dari kemungkinan risiko yang akan terjadi dan mengancam perusahaan. Risiko yang dimaksud adalah dampak merugikan yang bisa menimbulkan kerusakan pada perusahaan.

Misalnya penghasilan perusahaan yang anjlok, aset yang tidak fungsional, hingga kebangkrutan dalam jangka panjang. 

2. Siagian dan Sekarsari

Manajemen terhadap risiko menurut dua tokoh ini adalah pengelolaan sebuah risiko yang sifatnya lebih luas, yakni terkait pengelolaan semua risiko yang mungkin terjadi dalam sebuah organisasi. 

3, Djojo Soedarso

Djojo memaknai manajemen ini dengan artisan yang lebih umum, tidak hanya dalam ranah perusahaan saja. Manajemen risiko diartikan sebagai pengaplikasian dari segala fungsi yang ada dalam manajemen. Kegiatan ini dilakukan untuk memetakan masalah dan membuat solusinya.

4. Bramantyo

Manajemen sebuah risiko merupakan proses yang sudah terstruktur dengan baik dan sistematis untuk mengidentifikasi serta memetakan cara alternatif dalam menangani risiko. 

5. Soffyan (2010)

Manajemen resiko adalah suatu cara, metode, atau ilmu pengetahuan yang mempelajari berbagai jenis resiko. Bagaimana resiko itu terjadi dan mengelola resiko tersebut dengan tujuan agar terhindar dari kerugian, atau usaha untuk menggunakan sumber daya secara efektif untuk mencapai sasaran dan usaha seorang manajer untuk mengatasi kerugian secara rasional agar tujuan yang diinginkan dapat tercapai secara efektif dan efisien.

Fungsi dan Tujuan Manajemen Risiko

Secara umum fungsi manajemen risiko adalah untuk mengendalikan dan mengelola resiko secara ekonomis berbagai resiko yang mengancam perusahaan. Tujuannya adalah untuk :

a. Menjaga perusahaan tetap hidup dengan perkembangan dan berkesinambungan
b. Memberikan rasa aman
c. Biaya risk manajement yang efisien dan efektif
d. Menjaga pendapatan (keuangan) perusahaan stabil.

Selain beberapa tujuan manajemen risiko di atas, berikut adalah beberapa tujuan adanya manajemen risiko dalam sebuah perusahaan :

1. Menjamin Keamanan Perusahaan

Tujuan utama yang paling mudah dilihat dari proses ini adalah untuk menjamin keamanan perusahaan. Melalui kegiatan manajemen, segala pencapaian perusahaan dijamin lebih aman karena hambatan yang mungkin terjadi bisa dihindari.

2. Membuat Kerangka Kerja yang Jauh dari Risiko

Kerangka kerja akan memudahkan langkah dan tindakan yang akan diambil perusahaan agar lebih terstruktur. Proses manajemen ini bisa menghasilkan kerangka kerja yang jauh dari risiko serta dampak negatif.

3. Memperkecil Kemungkinan Risiko yang akan Terjadi

Walaupun sudah dilakukan manajemen, beberapa risiko perusahaan masih sulit untuk dihindari. Namun kegiatan ini mampu memperkecil risiko tersebut, sehingga perusahaan tidak akan mengalami kerugian besar.

4. Meningkatkan Efektivitas Manajemen

Dalam proses manajemen, semua risiko telah diidentifikasi sebelumnya, lengkap dengan solusi untuk mengatasinya. Jadi, ketika sewaktu-waktu perusahaan terancam salah satu dari risiko yang diidentifikasi, bisa segera mengatasinya sesuai manajemen yang sudah direncanakan sebelumnya.

5. Membantu Pengambilan Keputusan oleh Perusahaan

Proses manajemen bisa menghasilkan gambaran berbagai risiko yang sudah direkap dalam bentuk data tertulis. Data ini menjadi informasi penting bagi perusahaan sehingga bisa memilah langkah yang memiliki dampak lebih kecil.

Selanjutnya keputusan yang diambil perusahaan berdasarkan  tindakan yang memiliki risiko terkecil, di mana data tersebut sudah berdasarkan data yang dibandingkan sebelumnya.  

6. Meningkatkan Kinerja dari Perusahaan

Dengan mengetahui data risiko yang diperoleh, perusahaan bisa meningkatkan kinerjanya. Caranya dengan membuat sebuah strategi yang paling sesuai untuk mengurangi risiko tersebut. Selain itu, perusahaan juga bisa lebih aktif dalam melakukan perbaikan demi meningkatkan kinerja.

7. Memberi Pemahaman terkait Risiko yang Mungkin Terjadi

Dalam manajemen, risiko wajib dipahami oleh seluruh anggota organisasi yang berhubungan Pemahaman ini berfungsi untuk meningkatkan kewaspadaan masing-masing anggota terhadap ancaman tersebut. Ini membantu mereka untuk lebih aktif dalam bergerak menjauhi ancaman.

8. Menjamin Sasaran Pencapaian Perusahaan

Pencapaian perusahaan akan mudah diperoleh sesuai target yang sudah ditentukan. Hal ini disebabkan karena setiap pihak yang terlibat dan sudah mengetahui kemungkinan risiko tersebut akan bertindak lebih hati-hati dan tidak gegabah ketika ancaman buruk perusahaan datang. 

Konsep Manajemen Risiko

Manajemen risiko berdasarkan berbagai prinsip dan pendekatan yang mampu membantu mengendalikan sebuah risiko. Oleh karenanya, dapat ditemukan beberapa konsep terkait manajemen ini seperti berikut.

1. Pendekatan yang Digunakan

  • Identifikasi, yakni proses mencari dan mengumpulkan kemungkinan risiko berdasarkan penelitian yang dilakukan.
  • Analisis dan evaluasi, yakni kegiatan menganalisis risiko yang sudah ditemukan serta membuat evaluasinya.
  • Reaksi atau respons, merupakan kelanjutan dari analisis untuk membuat tindakan mengatasi risiko yang sudah dianalisis.

2. Prinsip yang Digunakan 

  • Transparansi, di mana dalam manajemen  ini harus ada keterbukaan terhadap risiko untuk mempermudah melakukan tindakan.
  • Pengukuran, yakni berdasarkan pengukuran yang sudah akurat agar tidak salah prediksi.
  • Informasi berkualitas, karena berkaitan dengan pengambilan keputusan untuk menghadapi risiko.
  • Diversifikasi, terkait asumsi akan risiko yang bisa datang kapan saja sesuai perubahan.
  • Independensi, manajemen untuk menanggulangi risiko tidak boleh bergantung pada kelompok lain.
  • Pola keputusan yang dibuat secara teratur dan disiplin.
  • Kebijakan, merupakan prinsip terakhir yang menjadi penentu arah  dari kerangka kerja yang dilakukan perusahaan. Ini menjadi sebuah kebijakan yang diambil dan diterapkan seluruh anggota.

3. Klasifikasi Risiko

  • Risiko ekonomi, adalah risiko yang berkaitan dengan keuangan perusahaan seperti inflasi ataupun fluktuasi.
  • Risiko sosial, berasal dari tindakan manusia atau masyarakat yang merugikan kelangsungan perusahaan.
  • Risiko fisik, disebabkan karena fenomena dan kejadian alam yang berpengaruh terhadap kemajuan perusahaan, seperti gempa karena pembangunan yang terlalu dalam dan sebagainya.

Prinsip Manajemen Risiko

Dalam pelaksanaan manajemen risiko kalau bisa berpedoman pada pinsip-prinsipnya, dengan begitu diharapkan kinerja perusahaan menjadi lebih baik dan bisa terhindar dari berbagai macam risiko yang dapat merugikan perusahaan. Beberapa prinsip manajemen risiko antara lain sebagai berikut :

1. Perumusan tujuan

Tujuan yang selaras dengan visi misi perusahaan akan menjadi pedoman dasar dalam menentukan berbagai langkah strategis perusahaan, salah satunya pada manajemen risiko perusahaan. Antisipasi melalui manajemen risiko perusahaan tentu saja dibutuhkan guna menghindari berbagai bentuk kerugian/pemboroan yang dapat menghambat tercapainya visi misi perusahaan.

2. Kesatuan arah

Kesatuan arah adalah antara manajer risiko dengan manajer yang lain beserta dengan pimpinan memiliki arah dan tujuan yang sama. Tentu saja tujuan yang dimaksud harus selaras dengan visi misi perusahaan.

Ketika antara satu pimpinan dan pimpinan yang lain tidak memiliki arah yang sama, bisa-bisa menimbulkan risiko lain yang tidak terduga.

c. Pembagian kerja dan pendelegasian wewenang

Pembagian kerja kedalam beberapa kelompok aktivitas berfungsi untuk terciptanya efisiensi dalam menyelesaikan pekerjaan, ketika setiap unit memiliki komitmen terhadap wewenang dan tanggung jawab yang diembannya diharapkan dapat tercapai hasil akhir yang diinginkan oleh setiap pimpinan.

Dalam manajemen risiko, masing-masing karyawan memiliki kewajiban untuk bersama-sama meminimalisir risiko yang mungkin saja terjadi.

Seperti halnya ketika di jalan raya, masing-masing pengendara memiliki tugas dan tanggung jawab untuk tertib terhadap peraturan lalu lintas. Kecelakaan bisa saja terjadi ketika ada salah satu pengendara yang tidak hati-hati. Disitulah pentingnya manajemen risiko tidak hanya dibebankan pada manajer risiko saja, tapi juga menjadi tanggung jawab bersama.

d. Koordinasi

Dijelaskan di atas bahwa manajemen risiko seyogyanya dilakukan juga oleh seluruh karyawan, karena pada dasarnya di setiap jabatan memiliki risiko kerja masing-masing. Setiap karyawan juga memiliki tugas dan wewenang yang saling berkaitan, karena itu diperlukan sebuah koordinasi.

Koordinasi merupakan proses mengintegrasikan, menyinkronisasikan dan menyederhanakan pelaksanaan tugas yang terpisah-pisah guna mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Koordinasi diperlukan agar tidak terjadi kesalahan atau terjadi tumpang tindih sebuah pekerjaan. Tidak adanya koordinasi bisa menyebabkan tidak terciptanya keefektifan dan keefisiennya sebuah perusahaan, bahkan bisa berbahaya bagi perusahaan.

e. Pengawasan

Pengawasan merupakan salah satu fungsi manajemen, tujuan pengawasan adalah agar setiap pelaksanaan dari apa yang direncanakan berlangsung dengan sebagaimana mestinya. Dengan fungsi pengawasan pula, hasil sementara yang dicapai akan diketahui.

Jadi, dengan pengawasan dapat mengukur seberapa jauh hasil yang telah dicapai sesuai dengan apa yang telah direncanakan. Dan pengawasan juga perlu dilakukan setiap tahap agar mudah diadakan perbaikan jika terjadi penyimpangan-penyimpangan. [sumber]

Manfaat Manajemen Risiko

Manajemen sebuah risiko memberikan banyak manfaat bagi keberlangsungan perusahaan atau organisasi di masa yang akan datang. Beberapa manfaat tersebut di antaranya:

  • Membantu perusahaan dalam mengambil sebuah keputusan paling tepat terkait masalah yang sulit diselesaikan.
  • Membantu memberikan masukan terhadap keputusan yang diambil terkait cara kerjanya yang aman dari risiko.
  • Menyediakan beberapa informasi yang dibutuhkan untuk membantu menyelesaikan masalah.
  • Membantu memberikan analisis yang cermat dan tepat sasaran terkait pilihan alternatif yang dipilih perusahaan.
  • Membantu prediksi atau estimasi biaya yang dibutuhkan untuk mengantisipasi risiko yang mungkin terjadi.
  • Membantu pembuat keputusan untuk mempersiapkan menghadapi risiko berupa ancaman perusahaan.
  • Memberikan pendekatan yang lebih logis dalam membantu membuat keputusan.
  • Mengurangi kerugian dari risiko tidak terduga yang sudah diprediksi.
  • Membantu proses perencanaan strategi baru untuk mengurangi ancaman dan mencari peluang baru. 

Proses Manajemen Risiko

Di atas telah dijelaskan bahwa tujuan manajemen risiko adalah untuk mengelola risiko sehingga terhindar dari berbagai risiko yang mengancam dan bisa saja menimbulkan kerugian. Secara umum, manajamen risiko dilakukan melalui 3 proses yaitu :

  • Identifikasi risiko.
  • Evaluasi dan Pengukuran Risiko, dan
  • Pengelolaan risiko.

Dan berikut ini adalah penjelasan masing-masing proses :

1. Identifikasi Risiko

Langkah pertama adalah melakukan identifikasi risiko, yaitu mengidentifikasi risiko-risiko apa saja yang mungkin akan dihadapi oleh perusahaan. Tentu masing-masing perusahaan memiliki risiko-risiko yang berbeda.

Beberapa risiko yang umum terjadi antara lain adanya penyelewengan oleh karyawan, ditipu oleh rekan bisnis, kerugian, gagal produksi, produk tidak laku, kecelakaan kerja sampai risiko-risiko lain seperti kebakaran sampai bencana alam.

2. Evaluasi dan Pengukuran Risiko

Setelah mengetahui risiko-risiko apa saja yang mungkin mengancam bisnis kita, proses kedua adalah evaluasi dan pengukuran risiko.

Evaluasi bertujuan untuk memahami secara lebih mendalam terkait karakteristik risiko, sehingga akan lebih mudah dalam menentukan pengendalian risiko. Selain evaluasi, dilakukan juga pengukuran risiko. Seberapa besar atau seberapa pengaruh risiko tersebut terhadap keberlangsungan bisnis.

Teknik yang dilakukan untuk pengukuran risiko pun bermacam-macam, tergantung dari jenis risiko tersebut. Salah satunya adalah dengan menggunakan perkiraan probabilitas (kemungkinan) risiko atau suatu kejadian yang buruk terjadi.

Semakin besar probabilitasnya, maka risiko tersebut harus semakin ekstra untuk diperhatikan. Sebagai contoh, risiko kebakaran di SPBU tentu lebih besar dibandingkan dengan risiko kebakaran di restoran. Untuk itu di SPBU perlu mendapatkan perhatian khusus.

3. Pengelolaan Risiko

Setelah risiko diketahui, dievaluasi dan diukur maka perusahaan harus mengelola risiko-risiko tersebut agar tidak terjadi dan merugikan. Misalkan saja di SPBU yang memiliki risiko kebakaran lebih besar, perlu dilakukan berbagai pengelolaan seperti melarang untuk merokok, menyiapkan alat pemadam, hingga membuat keamanan ekstra pada mesin dan tangkinya.

Langkah-langkah untuk mencegah risiko menjadi kenyataan disebut sebagai pengelolaan risiko. Beberapa pengelolaan risiko antara lain sebagai berikut :

a. Penghindaran

Cara paling mudah untuk mengelola risiko adalah menghindar, menghindar disini berarti juga menghindar dari risiko yang lebih besar ke risiko yang lebih kecil. Sebagai contoh, risiko kecelakaan pesawat dengan kecelakaan kereta tentu saja berbeda. Ada orang yang lebih memilih kereta, karena menghindari risiko jatuh naik pesawat.

b. Ditahan (retention)

Dalam beberapa situasi, retention (menahan) risiko diperlukan. Misalkan saja, daya beli masyarakat sedang menurun maka perlu menahan untuk launching produk baru dan menunggu sampai daya beli meningkat lagi.

c. Diversifikasi

Diversifikasi berarti menyebar eksposur yang kita miliki sehingga tidak terkonsentrasi pada satu atau dua eksposur saja. Sebagai contoh, kita membeli saham dari perusahaan A, B, C, dan D. Ketika satu saham dari perusahaan A turun kita masih punya saham dari perusahaan B, C, dan D yang diharapkan dapat menutup kerugian di perusahaan A.

d. Transfer Risiko

Jika kita tidak ingin menanggung risiko tertentu, kita bisa mentransfer risiko tersebut ke pihak lain yang lebih mampu menghadapi risiko tersebut. Sebagai contoh, kita bisa membeli asuransi kecelakaan. Jika terjadi kecelakaan, perusahaan asuransi akan menanggung kerugian dari kecelakaan tersebut.

f. Pendanaan Risiko

Pendanaan risiko salah satu pengendalian risiko dengan ‘mendanai’ kerugian yang terjadi jika suatu risiko muncul. Sebagai contoh, jika terjadi kebakaran, bagaimana menanggung kerugian akibat kebakaran tersebut, apakah dari asuransi, ataukah menggunakan dana cadangan? Menyiapkan dana atau mengasuransikan adalah termasuk kedalam pendanaan risiko.

Manajemen risiko sangat berguna bagi kelangsungan organisasi dan perusahaan. Tidak heran jika beberapa perusahaan kecil justru unggul karena memiliki manajemen yang sangat baik terhadap risiko. Walaupun peminat produk tidak banyak, perusahaan ini tidak akan mengalami kebangkrutan.

Artikel terkait manajemen risiko :

Daftar Pustaka :

  • Ernie Tisnawati Sule, Pengantar manajemen, (Jakarta: Kencana, 2010), h. 6
  • T. Hani Handoko, Manajemen, ( Yogyakarta: BPFE,1995), h. 8
  • H Abbas Salim, Asuransi dan Manajemen Resiko, (Jakarta:PT. Raja Grafindo Persada 1998), h.4
  • Kasidi, Manajemen Resiko, (Bogor: Ghalia Indonesia, 2010), h.4
  • Iban Sofyan, Manajemen Risiko, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2005), h. 2
  • http://repository.uin-suska.ac.id/6650/4/BAB%20III.pdf

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.