pengertian manajemen

Pengertian Manajemen

Diposting pada 191 views

Pengertian Manajemen, Apa itu manajemen? Manajemen adalah sebuah seni untuk mengatur dan mengelola sumber daya secara efektif dan efisien guna mencapai tujuan yang telah disepakati.

Manajemen dibutuhkan oleh semua tipe perusahaan atau organisasi, tujuan utamanya adalah agar organisasi dapat mencapati tujuannya. Selain itu manajemen juga berguna untuk menjaga keseimbangan diantara tujuan-tujuan yang saling bertentangan didalam tubuh organisasi.

Diharapkan dengan menerapkan strategi manajemen yang tepat akan tercipta efisiensi dan efektifitas perusahaan.

Istilah manajemen hampir selalu digunakan dalam segala aktivitas kerja ataupun kegiatan sehari-hari.

Sayangnya sebagian besar orang sering menggunakan kata manajemen namun tidak mengerti artinya. Padahal, untuk memaksimalkan fungsinya maka pengertian manajemen wajib diketahui.

Beriku ini kitapunya.net bahas sebuah fundamentals of management atau dasar-dasar manajemen dimulai dari pengertian manajemen sampai dengan konsep manajemen.

A. Pengertian Manajemen

Untuk mengetahui definisi manajemen yang lebih mendasar, terdapat beberapa pengertian yang bisa diambil dari para ahli ataupun asal katanya. Berikut beberapa makna manajemen yang harus dipahami.

1. Arti Manajemen secara harafiah

Secara bahasa, manajemen berasal dari bahasa Prancis yaitu “management” yang berasal dari kata “manage”, sehingga memiliki arti mengatur/mengelola.

Dalam bahasa Italian, manajemen berasal dari kata maneggiare yang memiliki arti “mengendalikan”

Sementara dalam bahasa Inggris kata management memiliki arti pengelolaan, mengurus.

2. Pengertian Manajemen Secara Umum

Manajemen diartikan sebagai sebuah cara yang dilakukan seseorang untuk menyelesaikan tujuan pekerjaan. Cara ini menggunakan beberapa tahapan utama yakni perencanaan, pengaturan, pengendalian, dan pengawasan.

Secara umum pengertian manajemen adalah seni dalam memimpin, mengelola atau mengurus sebuah organisasi secara efisien dan efektif untuk mewujudkan tujuan (visi/misi) organisasi tersebut.

Manajemen juga diartikan sebagai proses perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengarahan (actuating) dan pengawasan (controlling) olah para pelaku / anggota perusahaan dan penggunaan sumberdaya organisasi untuk mencapai tujuan organisasi yang telah ditetapkan.

Diatas disebutkan bahwa pengelolaan perusahaan perlu dilakukan secara efisien dan efektif, tujuannya tentu agar tercipta efisiensi dan efektifitas alam perusahaan.

Efisiensi merupakan kemampuan menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar, dalam konsep matematika efisiensi berarti perbandingan antara (output) dengan pengorbanan yang dilakukan. Dimana infput perusahaan bisa berupa tenaga kerja, bahan baku, uang, mesin dan waktu. Sementara output perusahaan dapat berupa hasil, produktivitas, performance.

Kinerja perusahaan dikatakan efisien ketika mencapai output yang lebih tinggi (optimal) daripada input yang digunakan.

Sementara itu, efektifitas merupakan kemampuan untuk memilih tujuan/goals yang tepat, memilih peralatan yang tepat, waktu yang tepat untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Memang agak susah untuk membedakan dua hal ini, untuk memudahkan Peter Drucker sudah memberikan perbandingan bahwa efektifitas berarti melakukan pekerjaan yang benar, efisiensi berarti melakukan pekerjaan dengan benar.

Jadi efektifitas berfokus pada jenis/tujuan/langkah/kebijakan yang dilakukan perusahaan. Sementara efisiensi adalah bagaimana melakukan pekerjaan tersebut.

3. Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

Ada banyak ahli yang mendefinisikan manajemen dengan makna yang yang tidak jauh berbeda. Beberapa di antaranya adalah:

a. Mary Parker F

Manajemen adalah sebuah ilmu seni yang sengaja dilakukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang membutuhkan bantuan orang lain.

b. James A.F. Stoner

Tokoh ini lebih memaknai manajemen dalam sebuah organisasi, di mana manajemen berarti perencanaan dan penggunaan sebuah sumber daya untuk mencapai tujuan dari sebuah organisasi.

c. George R Terry

Manajemen adalah kegiatan yang terdiri dari proses menggerakkan, mengorganisasikan, merencanakan, serta melakukan pengawasan untuk mencapai target dan tujuan.

d. Van Fleet and Peterson

Dalam bukunya berjudul “Contemprary Management” karya David D. Van Fleet dan Tim O. Peterson mengungkapkan bahwa manajemen adalah :

Management as a set activities directed at the efficient and effective utilization of resources in the pursui of one or more goals..

Manajemen sebagai satu set aktivitas yang diarahkan pada pemanfaatan sumber daya yang efisien dan efektif dalam mengejar satu atau lebih tujuan.

e. Megginson, Mosley dan Pietri

Management as ‘working with human, financial and physical resources to achieve organizational objectives by performing the planning, organizing, leading and controlling functions‘.

Mereka mendefinisikan manajemen merbekerja dengan sumber daya manusia, keuangan dan fisik untuk mencapai tujuan organisasi dengan melakukan fungsi perencanaan, pengorganisasian, memimpin dan mengendalikan.

f. Follet (2003)

Menurut Follet definisi manajemen adalah seni menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain. Definisi ini berarti bahwa seorang manajer bertugas mengatur dan mengarahkan orang lain untuk mencapai tujuan organisasi.

g. Griffin (2006)

Menurut Griffin pengertian manajemen adalah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran secara efektif dan efesien.

B. Perkembangan Teori Manajemen

Pemikiran manajemen dibagi menjadi 3 aliran yaitu aliran klasik, aliran hubungan manusiawi (neo klasik) dan aliran manajemen modern. Setiap aliran memiliki tokohnya masing-masing. Berikut ini adalah ringkasan materinya :

1. Aliran Klasik

a. Robert Owen (1771-1858)

Menekankan pentingnya :

  • Umur manusia dalam produksi
  • Perbaikan dalam kondisi kerja
  • Melalui perbaikan kondisi karyawan akan menaikkan produksi dan keuntungan. Investasi paling menguntungkan adalah pada karyawan atau “vital machines”.

b. Charles Babbage (1792 – 1871)

Menekankan pentingnya :

  • Pembagian kerja melalui spesialisasi
  • Setiap tenaga kerja harus diberi latihan ketrampilan sesuai operasi pabrik.
  • Mengembangkan program-program permainan.
  • Menganjurkan kerjasama yang saling menguntungkan antara kepentingan karyawan dan pemilik pabrik.
  • Merencanakan skema pembagian keuntungan.

c. Henry Fayol (1841 – 1925)

Henry fayol membagi operasi organisasi menjadi kegiatan yang semuanya saling berkaitan :

  • Teknik : produksi & manufacturing produk.
  • Komersial : pembelian bahan baku dan penjualan produk.
  • Keuangan : perolehan dan penggunaan modal.
  • Keamanan : perlindungan karyawan dan kekayaan.
  • Akuntansi : pelaporan, pencatatan biaya, laba dan hutang, pembuatan neraca, pengumpulan data.
  • Manajerial : perencanaan, pengorganisasian, perintah, pengkoordinasian dan pengawasan.

2. Aliran Hubungan Manusiawi (Neo Klasik)

a. Elton Mayo (1880 – 1949)

Seorang manajer harus mampu memahami karyawan mengapa mereka bertindak, dan faktor sosial dan psikologi apa yang menjadi motivasi mereka. Hal ini bertujuan untuk menciptakan hubungan manusiawi yang baik antara manajer dan karyawan.

3. Aliran Manajemen Modern

Prinsip dasar dan perilaku organisasi dari para tokoh modern menekankan bahwa :

  • Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknik secara keta.
  • Manajemen harus sitematik dan pendekatan yang digunakan harus dengan pertimbangan secara hti-hati.
  • Organisasi/perusahaan merupakan suatu keseluruhan dan pendekatan manajer individual untuk pengawasan harus sesuai situasi.
  • Pendekatan motivasional yang menghasilkan komitmen pekerja terhadap visi misi perusahaan sangat diperlukan.

C. Unsur-Unsur Manajemen (6 M)

Demi mewujudkan sebuah tujuan dari sebuah organisasi, ada 6 unsur manajemen yang wajib dipenuhi. Unsur tersebut dikenal dengan istilah 6 M, yaitu:

1. Man (Manusia)

Unsur utama dan yang paling berpengaruh dalam proses manajemen adalah sumber daya manusia. Manusialah yang nantinya akan menjalankan pengaturan meliputi perencanaan, pengendalian, dan pengawasan. Tanpa manusia, proses manajemen tidak akan bisa berjalan. 

Pernah dengar pepatah, secanggih apapun alat itu tergantung manusianya. Kita punya alat, tapi tidak bisa mengoperasikan ya sama saja tidak ada gunanya.

Dalam manajemen, pemilihan sumber daya manusia yang berkualitas sangat berperan penting dalam menunjang keberhasilan dan kesuksesan mencapai tujuan.

SDM yang memiliki kinerja tinggi dengan skills hebat akan memberikan kontribusi yang berarti dan mempercepat pertumbuhan bisnis.

2. Money (Uang)

Uang berperan dalam membantu berjalannya proses manajemen oleh beberapa sumber daya yang digunakan. Agar manajemen bekerja maksimal, harus ada uang yang digunakan untuk membayar sumber daya manusia serta membeli dan merawat bahan utama yang dipakai.

Uang sebagai modal perusahaan bisa didapat melalui beberapa cara, selain menggunakan uang pemilik perusahaan juga bisa melalui jalur lain seperti membuka investasi, pinjam bank dll.

3. Material (Bahan)

Untuk menjalankan proses kerja yang dilakukan, maka bahan wajib digunakan demi memberikan hasil produksi. Kualitas bahan atau material akan sangat berpengaruh terhadap kualitas hasil produksi

Bahkan material/bahan ini dapat menjadi salah satu keuntungan perusahaan jika memang terbukti material yang dipakai benar-benar berkualitas dan memiliki diferensiasi dengan produk lain.

4. Method (Metode)

Metode memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap proses manajemen. Semakin baik metode yang digunakan, kinerja manajemen akan semakin maksimal. Unsur metode ini tidak bisa lepas dengan unsur manusia yang menciptakannya.

5. Machine (Mesin)

Mesin menjadi salah satu unsur yang berperan dalam mempermudah proses pekerjaan. Unsur ini berkaitan dengan teknologi yang berkembang. Semakin canggih mesin yang digunakan, pekerjaan bisa diselesaikan dengan lebih efektif dan cepat.

6. Market (Pasar)

Semua unsur yang sudah digunakan tidak akan berguna tanpa adanya pasar. Jika tidak ada pasar, segala pekerjaan yang dilakukan tidak akan memberikan hasil. Pasar juga sangat dipengaruhi oleh unsur bahan dan metode yang digunakan demi meningkatkan kualitas produksi.  

D. Fungsi Manajemen

Manajemen juga memiliki 4 fungsi utama yang memiliki manfaat serta proses berbeda antara satu dengan lainnya. Empat fungsi yang wajib dipenuhi tersebut meliputi:

1. Fungsi Perencanaan (Planning)

Perencanaan/planning adalah pemilihan sekumpulan kegiatan dan pemutusan selanjutnya apa yang harus dilakukan, kapan, bagaimana dan oleh siapa.

Fungsi ini berkaitan dengan proses perencanaan dalam menentukan tujuan organisasi serta target-target yang ingin dicapai. Selain itu, pada fungsi perencanaan juga disusun strategi yang tepat untuk memenuhi tujuan dan target tersebut.

Contoh aktivitas manajemen yang berkaitan dengan fungsi ini adalah menentukan sumber daya manusia dan alam yang digunakan. Contoh lainnya adalah membuat standar kesuksesan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

a. 4 Tahap dasar planning (perencanaan)

Tahap 1 perencanaan : Menetapkan tujuan (ini bisa dimulai dengan merancang keinginan atau kebutuhan organisasi//kelompok kerja.

Tahap 2 perencanaan : Merumuskan keadaan sekarang (meliputi keadaan keuangan, sumber daya, modal termasuk dengan data-data statistik yang mendukung.

Tahap 3 perencanaan : Mengidentifikasikan kemudahan dan hambatan ( bisa disebut juga analisis SWOT tentang kekuatan, kelemahan, peluang dan ancaman untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mencapai tujuan)

Tahap 4 perencanaan : Mengembangkan rencana (pengembangan apa-apa yang harus dilakukan, termasuk strategi apa yang akan dipakai beserta pilihan alternatifnya.

b. Manfaat Perencanaan

Fungsi perencanaan memiliki banyak manfaat bagi perusahaan maupun organisasi. Semua hal yang dipersiapkan dan direncanakan dengan baik, biasanya akan memiliki hasil yang lebih memuaskan dibandingkan dengan yang tidak.

Perencanaan juga akan mencegah terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, sebagai contoh kerugian/bangkrut. Hal tersebut karena setiap hal diperhitungkan secara matang, termasuk kemungkinan untung dan ruginya. Berikut ini adalah manfaat fungsi perencanaan :

  • Membantu perubahan untuk menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan dan kondisi sekarang.
  • Memungkinkan perusahaan mengetahui kapasitas saat ini (kekuaran).
  • Memungkinkan perusahaan melakukan langkah yang tepat.
  • Memungkinkan pimpinan perusahaan memahami keseluruhan gambaran operasi lebih jelas.
  • Membantu penempatan tanggung jawab lebih cepat.
  • Memungkinkan perusahaan melakukan langkah antisipasi terhadap risiko-risiko yang mungkin saja terjadi.
  • Meminimkan pekerjaan yang tidak pasti dan kurang berguna.
  • Karena pembagian tugas sudah jelas, maka perencanaan akan memudahkan dalam melakukan koordinasi di antara bagian organisasi.
  • Menghemat waktu, usaha dan dana.

c. Kelemahan Perencanaan

Perencanaan yang dilakukan secara cepat akan memiliki manfaat yang sangat banyak, namun bukan berarti perusahaan juga bisa melakukan kesalahan dalam hal perencanaan.

Karena adanya kemungkinan ini, maka perencanaan dalam fungsi manajemen juga memiliki kelemahan diantaranya adalah sebagai berikut :

  • Cenderung menunda pekerjaan (perencanaan yang terlalu lama, hanya akan menunda eksekusi sehingga bisa saja hanya menjadi wacana).
  • Membatasi para anggota perusahaan untuk berinisiatif dan berinovasi jika hanya terpaku pada perencanaan yang dibuat. Padahal seringkali, dilapangan berbeda dengan yang direncanakan.
  • Kadang-kadang hasil yang maksimal didapatkan oleh penyesuaian di lapangan (modifikasi dari perencanaan yang dilakukan).
  • Kadang-kadang ada hal-hal yang tidak terduga.

2. Fungsi Pengorganisasian (Organizing)

Pengorganisasian adalah proses penyusunan struktur organisasi yang sesuai dengan tujuan organisasi, sumber daya yang dimiliki dan lingkungan yang melingkupinya.

Fungsi ini adalah tahap lanjutan dari fungsi perencanaan. Jika rencana kerja sudah ditetapkan, selanjutnya masuk dalam fungsi pengorganisasian. Semua tenaga manusia dan sumber daya lain yang sudah disiapkan diatur agar bisa menjalankan rencana untuk mencapai tujuan.

Kegiatan pengorganisasian biasanya terdiri dari pengelompokan beberapa sumber daya yang ada sesuai dengan tugas dan kemampuannya. Jadi, proses pengarahan dan pengawasan nantinya bisa dilakukan dengan mudah.

Dalam proses pengorganisasian ini umumnya terdapat 2 aspek yang perlu diperhatikan yaitu :

  • Departementalisasi : membagi kedalam berbagai departemen seperti departermen produksi, pemasaran, keuangan dll.
  • Pembagian kerja : setiap tugas dan pekerjaan akan dibagi kesetiap orang di masing-masing departemen sesuai dengan kemampuannya.

Fungsi perngorganisasian ini dapat dikatakan sebagai proses pembuatan stuktur organisasi yang terbaik. Pengertian struktur organisasi adalah kerangka dan susunan perwujudan pola tetap hubungan-hubungan diantara fungsi, bagian atau posisi maupun orang-orang yang menunjukan kedudukan, tugas, wewenang dan tanggung jawab. Biasanya yang paling atas adalah owner/pemilik atau CEO kemudian dibawahnya ada pimpinan-pimpinan mulai dari manajer, supervisor, hingga staff perusahaan.

Struktur organisasi ini tidak hanya tentang menggambar bagan saja, tapi juga mencakup berbagai hal penting lainnya seperti :

  • Pembagian kerja
  • Departementalisasi
  • Bagan organisasi formal
  • Rantai perintah dan kesatuan perintah
  • Tingkat hierarki manajemen
  • Saluran komunikasi
  • Penggunaan komite

Stuktur organisasi setiap perusahaan bisa saja berbeda-beda, hal ini tergantung pada faktor utama yang mempengaruhi proses pengorganisasian ini yaitu :

  • Strategi organisasi
  • Teknologi yang dipakai
  • Jumlah sumberdaya manusia
  • Jenis organisasi
  • Ukuran organisasi

Stuktur organisasi dibangun atas unsur-unsur sebagai berikut :

  • Spesialisasi pekerjaan
  • Standarisasi kegiatan
  • Koordinasi kegiatan
  • Sentralisasi dan desentralisasi
  • Ukuran satuan kerja

Dalam proses departementalisasi atau pembagian kerja kedalam kelompok-kelompok dapat dilakukan dengan berbagai bentuk. Sebagai contoh :

a. Berdasarkan fungsi : pemasaran, keuangan, produksi
b. Berdasarkan Produk/jasa : penerbitan, penjualan buku
c. Wilayah : cabang Jakarta, Singapura, Malaysia
d. Berdasarka waktu : shift 1, 2, 3
e. Proses atau peralatan : packing, pengiriman, penjualan

3. Fungsi Pengarahan (Actuating)

Jika masing-masing personil sudah dikelompokkan dan mengerti tugasnya, selanjutnya fungsi pengarahan berlaku. Semua aktivitas dari kelompok sumber daya tersebut harus terus diarahkan agar bisa berjalan sesuai dengan tugasnya.

Fungsi pengararahan menjadi proses yang cukup penting dalam konsep manajemen dan mengarah pada hubungan sesama manusia dalam tubuh organisasi.

Pengertian fungsi pengarahan adalah kegiatan-kegiatan oleh para pimpinan organisasi untuk mengarahkan para anggotanya agar ke arah yang tepat (dapat menghantarkan pada tercapainya tujuan organisasi).

Seorang ahli George R. Terry mengungkapkan bahwa pengarahan adalah sebuah upaya dalam menggerakkan angota kelompok sehingga mereka mau dan berusaha untuk menngapai sasaran perusahaan.

4. Fungsi Pengendalian dan Pengawasan (Controlling)

Walaupun sudah diarahkan, fungsi pengawasan dalam manajemen harus tetap berjalan. Fungsi ini akan mempermudah memantau sejauh mana tujuan yang menjadi target sudah tercapai.

Kalau tujuan-tujuan yang diinginkan perusahaan masih banyak yang belum terpenuhi, harus segera dilakukan perbaikan.

Pengendalian adalah prosses pemantauan aktivitas untuk menjamin bahwa yang dilakukan oleh para anggota organisasi dilaksanakan sesuai dengan yang telah direncanakan. Pengendalian juga bertujuan untuk melakukan langkah koreksi apabila terjadi kesalahan atau penyimpangan dalam prosesnya.

Yang menjadi patokan atau ukuran dalam fungsi pengendalian disebut sebagai standar. Jika dalam proses, maka itu bisa disebut sebagai SOP (Standard Opererational Procedure). Jika itu adalah nilai/hasil maka ada spesifikasinya.

Standar dapat diartikan sebagai pedoman atau tolok ukur yang ditetapkan sebagai dasar pengukuran atau suatu pembanding dari hasil dari sebuah proses.

Manfaat fungsi pengendalian bagi perusahaan :

  • Mencegah terjadinya penyimpangan dan kesalahan anggota perusahaan yang dapat merugikan perusahaan.
  • Melakukan perbaikan terhadap setiap penyimpangan yang telah terjadi.
  • Memperkuat rasa tanggung jawab terhadap pekerjaannya bagi para anggota perusahaan karena merasa diawasi.

Pada intinya pengendalian dan pengawasan dilakukan untuk menjamin bahwa rencana telah dilaksanakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Pengawasan dapat dibagi menjadi dua yaitu pengawasan positif dan negatif.

Pengawasan positif berarti pengawasan yang bertujuan agar organisasi dicapai dengan efektif dan efisien atau tidak.

Sementara itu pengawasan negatif berupaya untuk menjamin hal-hal yang tidak diinginkan tidak terjadi.

E. Konsep Manajemen

Jika merujuk dari pendapat sebagian para ahli terkait manajemen, akan ditemukan 4 konsep dasar yang ada di dalamnya. Konsep tersebut adalah:

1. Manajemen sebagai Ilmu Pengetahuan (Science)

Manajemen sebagai ilmu > ilmu akan terus berkembang dan dipakai dalam pembuatan keputusan.

Manajemen merupakan sebuah ilmu pengetahuan. Di dalamnya sudah ada teori yang bisa dibuktikan kebenarannya secara ilmiah. Tetapi tentu saja ilmu pengetahuan akan terus berkembang menyesuaikan dengan perkembangan zaman.

Sebagai ilmu, manajamen ini memiliki kegunaan untuk pembuatan keputusan. Para manajer atau pimpinan akan menggunakan ilmu-ilmu manajemen yang telah mereka pelajari dalam mengambil keputusan entah itu terkait dengan karyawan, produksi, keuangan sampai pemasaran.

Sebagai ilmu, manajemen bisa digunakan untuk mempelajari cara seseorang bekerja sama dengan orang lain, mempelajari bagaimana manusia memanfaatkan sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan secara efektif dan efisien.

Selain mempelajari perilaku manusia, manajemen juga menjadi bekal ilmu bagi manusia yang ingin melakukan kerja sama. Agar pekerjaan bisa sampai pada target dan tujuannya, maka ilmu manajemen harus dipelajari sebelum terjun dalam praktek kerja sama tersebut. 

2. Manajemen sebagai sebuah Seni

Manajemen sebagai seni > perencanaan, pengelolaan, kepemimpinan, komunikasi dan yang menyangkut manusia.

Seni merupakan keahlian yang dimiliki seseorang sehingga bisa menghasilkan karya yang berkualitas. Manajemen disebut sebagai seni karena untuk melakukan perencanaan dan pengaturan sumber daya di dalamnya, butuh keahlian khusus agar bisa bergerak mencapai tujuan.

Tanpa kemahiran individu, sebuah karya berupa pengaturan sumber daya yang dinamis tidak akan tercipta. Akibatnya, tujuan yang diinginkan tidak bisa tercapai. Kemahiran ini tidak dimiliki semua orang karena membutuhkan proses berlatih secara bertahap atau bakat dari lahir.

3. Manajemen sebagai sebuah Profesi

Konsep manajemen ini adalah yang paling banyak dikenal dan dipahami masyarakat luas. Manajemen sebagai profesi lebih diartikan sebagai sebuah pekerjaan yang dilakukan seseorang dalam mengatur sumber daya manusia agar berjalan sesuai tujuan perusahaan.

Pekerjaan manajemen membutuhkan kemampuan khusus dan pengalaman belajar di bidangnya agar mahir dalam melakukan proses perencanaan, pengaturan, hingga pengawasan. Profesi ini tidak bisa diberikan pada sembarang orang yang tidak memiliki pengalaman belajar manajemen.

4. Manajemen Adalah sebuah Proses

Jika melihat dari pengertian manajemen dan fungsinya yang berjalan secara bertahap, manajemen dapat dipahami sebagai proses. Artinya, untuk mencapai tujuan dari sebuah pekerjaan, diperlukan proses penting di dalamnya untuk mengatur pelaksanaan kerja. 

Dalam manajemen, proses tersebut berawal dari perencanaan kerja, memosisikan sumber daya sesuai kemampuannya, melakukan pengarahan, hingga pengawasan kerja agar sesuai tujuan.

Cakupan dari pengertian manajemen memang sangat luas jika dipahami secara mendasar. Dengan mengetahuinya secara detail, tentunya Anda akan mengerti bahwa manajemen bukan sekadar profesi. Namun merupakan sebuah seni dengan tahapan tertentu untuk mencapai tujuan kerja.

Prinsip-prinsip Manajemen

Menurut KKBI, kata prinsip memiliki arti sebagai asas (kebenaran yang menjadi pokok dasar, berfikir, dan bertindak. Prinsip juga bisa diartikan sebagai sebuah dasar dalam melakukan sesuatu hal.

Maka prinsip manajemen merupakan asas atau hal-hal pokok yang menjadi dasar dari kegiatan manajemen untuk mencapai tujuan organisasi.

Ada dua tokoh yang cukup terkenal dalam mengemukakan prinsip ini. Siapa itu? Check it out..

1. Prinsip Manajemen menurut Henry Fayol

Prinsip manajemen memiliki sifat flexibilitas artinya prinsip ini bersifat lentur, dapat dipertimbangkan sesuai dengan kondisi nyata di lapangan.

Hanry Fayol yang merupakan salah satu ahli teori manajemen dari Prancis mengemukakan bahwa prinsip manajemen terdiri dari 14 point yaitu :

  1. Pembagian kerja (division of work)
  2. Wewenang dan tanggung jawab (authority and responsibility)
  3. Disiplin (discipline)
  4. Kesatuan perintah (unity of command)
  5. Kesatuan pengarahan (unity of direction)
  6. Mengutamakan kepentingan organisasi di atas kepentingan sendiri (subordination of individual interests to the general interests)
  7. Pembayaran upah yang adil (remuneration)
  8. Pemusatan (centralisation)
  9. Hirarki (hierarchy)
  10. Tata tertib (order)
  11. Keadilan (equity)
  12. Stabilitas kondisi karyawan (stability of tenure of personnel)
  13. Inisiatif (Inisiative)
  14. Semangat kesatuan (esprits de corps)

Prinsip Manajemen Menurut Taylor

Frederic W. Taylor (1856-1915) merupakan seorang ahli manajemen, beliau dijuluki sebagai “Bapak Manajemen Ilmiah”.

  1. Kembangkanlah sebuah ilmu bagi setiap unsur pekerjaan
    seseorang, yang akan menggantikan metode kaidah ibu jan
    yang lama.
  2. Secara ilmiah pilihlah dan kemudian latihlah, ajarilah atau
    kembangkanlah pekerja tersebut. (sebelumnya, para pekerja
    memilih sendiri pekerjaan mereka dan melatih diri mereka
    sendiri semampu mereka).
  3. Bekerjasamalah secara sungguh-sungguh dengan para pekerja
    untuk menjamin bahwa semua pekerjaan dilaksanakan
    sesuai dengan prinsip-prinsip ilmu yang dikembangkan tadi.
  4. Bagilah pekerjaan dan tanggung jawab secara hampir
    merata antara pimpinan dengan para pekerja. Manajemen
    mengambil alih semua pekerjaan yang lebih sesuai baginya
    ketimbang bagi para pekerja.

FAQ (Yang Sering Ditanyakan)

Apa arti efisiensi di dalam manajemen?

Efisiensi berarti sebuah kemampuan untuk menyelesaikan suatu pekerjaan dengan benar. Dengan kata lain efisiensi merupakan perbandingan output (hasil) dengan input (usaha) yang kita lakukan.

Output bisa berarti hasil, produktivitas maupun performance. Sementara inputnya dapat berupa tenaga kerja, bahan baku, uang, mesin dan waktu.

Apa arti efektifitas di dalam manajemen?

Kemampuan untuk memilih tujuan, peralatan, kebijakan yang tepat untuk mencapai tujuan.
Efisiensi : fokus pada bagaimana melakukan pekerjaan.
Efektifitas : fokus pada apa yang dikerjakan.

Artikel lain seputar manajemen :

Daftar Pustaka :

1. Grundei, Jens / Kaehler, Boris (2018): Corporate Governance – Zur
Notwendigkeit einer Konturschärfung und betriebswirtschaftlichen
Erweiterung des Begriffsverständnisses; Der Betrieb 11/2018. pp. 585-592.

2. https://www.slideshare.net/arthaharianja/ppt-dasar-manajemen

Gambar Gravatar
Mencoba untuk berbagi pengetahuan walaupun tidak ditemani secangkir kopi.