jobdesk staff pajak

Jobdesk Staff Pajak (Tax Accounting) – Tugas, Syarat dan Gaji

Diposting pada 1.084 views

Jobdesk Staff Pajak / Tax Accounting – Tugas, Syarat dan Gaji – Salah satu kewajiban sebuah perusahaan adalah membayar pajak atas usaha yang dilakukannya, biasanya bayar pajak juga dijadikan salah satu faktor penting dalam perijinan perusahaan berdiri, jika tidak membayar pajak bisa-bisa perusahaannya tidak diberikan ijin untuk beroperasi.

Staff pajak atau tax accounting memiliki peran yang besar disini, yaitu menghitung besar pajak yang harus dibayarkan berdasarkan pendapatan yang diterima oleh perusahaan. Beban pajak ini sudah dibebakan setelah perusahaan berdiri.

Hanya saja tidak semua perusahaan wajib untuk membayar pajak, hanya perusahaan yang sudah memenuhi persyaratan penghasilan kena pajak saja yang diwajibkan.

Tapi umumnya, jika perusahaan tersebut mencari karyawan untuk mengisi posisi sebagai staff pajak berarti perusahaan tersebut memiliki pendapatan yang melebihi dari penghasilan kena pajak.

Menjadi staff pajak tentu memiliki tantangan tersendiri, selain harus menghitung besar pajak yang diterima juga harus paham mengenai peraturan perpajakan, sehingga bisa menentukan mana saja tindakan/transaksi/ atau apapun itu yang dikenai pajak.

Dengan memahami jobdesk staff pajak di bawah ini, semoga Anda paham tentang bagaimana dan seperti apa staff pajak itu bekerja. Semoga bermanfaat.

Tugas Utama Staff Pajak / Tax Accounting

tugas staff pajak

Umumnya staff pajak memiliki 3 tugas utama yang dibebankan kepada mereka, yaitu mengurus pembayaran pajak, memperkirakan dan melacak tax return (pengembalian pajak) serta membuat laporan pajak baik 3 bulanan atau tahunan.

Melakukan pembayaran pajak tidak sesimple yang kita bayangkan, setiap perusahaan haru melakkukan 3 tahap yaitu menghitung pajak, membayar pajak dan terakhir harus melaporkan pembayaran pajak.

Ketiga proses panjang ini nantinya akan menjadi tugas dari staff pajak.

1. Menghitung Pajak

Cara menghitung pajak di setiap jenis pajaknya tentu berbeda-beda, karena banyak faktor yang perlu diperhatikan. Ada beberapa jenis pajak yang wajib dibayarkan seperti Pajak Penghasilan (PPh), Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan PPh Final 0,5%.

Minimal 3 jenis pajak di atas harus mampu dihitung oleh staff pajak, tentu saja harus memperhatikan dan sesuai dengan peraturan yang berlaku saat ini.

Baca juga : Pengertian Pajak: Arti, Fungsi, Jenis, Prinsip, Unsur dan UU Tentang Pajak

Anda tidak perlu pusing duluan dengan perhitungan pajak, beberapa perusahaan sudah memiliki atau bekerjasama dengan vendor aplikasi perhitungan pajak secara otomatis.

2. Menyetor Pajak

Tugas utama kedua staff pajak adalah menyetor atau membayar pajak yang telah di hitung. Pembayarannya bisa dilakukan secara online maupun offline, tapi setahu admin pembayaran online lebih disukai karena lebih praktif dan relatif cepat.

Dalam pembayaran pajak secara online, Anda bisa menggunakan system e-Billing. Syarat pertama tentu saja harus memiliki akun atau ID Billingnya terlebih dahuluh.

Anda bisa membayar pajak secara online melalui e-Billing ini, setelah membayar Anda akan menerima BPN (Bukti Penerimaan Negara) yang didalamnya berisi NTPN (Nomor Transaksi Penerimaan Negara).

3. Melaporkan Pajak

Setelah pajak dibayarkan, maka harus dilaporkan untuk verifikasi bahwa perusahaan sudah membayar pajak. Untuk lapor pajak bisa dilakukan secara online melalui aplikasi e-Filling pajak.

Dalam melakukan pelaporan pajak ini menggunakan beberapa persyaratan dokumen wajib seperti NPWP, Surat Keterangan Terdaftar (SKT) dan EFIN untuk e-filling pajak. Selengkapnya bisa lihat di Dirjen Pajak.

Jobdesk dan Tugas Staff Pajak / Tax Accounting

Selain 3 tugas utama di atas, staff pajak juga melakukan tugas lain yang masih linier dengan pembayaran pajak. Berikut adalah tugas staff pajak secara umum :

  1. Menghitung dan menyiapkan pembayaran pajak.
  2. Memperkirakan dan melacak pengembalian pajak.
  3. Melengkapi laporan pajak 3 bulanan dan tahunan.
  4. Menyimpan dan membuat database pajak perusahaan secara rapi.
  5. Menyiapkan dokumen yang diperlukan untuk pembayaran dan pengembalian pajak.
  6. Mengidentifikasi pembayaran pejak untuk meningkatkan laba.
  7. Mengikuti peraturan terbaru tentang perpajakan.
  8. Berkoordinasi dengan auditor internal dan eksternal.

Requirement dan Syarat Staff Pajak

Untuk menjadi staff pajak yang baik dan profesional setidaknya dapat memenuhi persyaratan berikut ini :

  1. Memiliki pengalaman kerja sebagai tax accountant, analisis pajak atau penyusun pajak.
  2. Mahir menggunakan software akuntansi.
  3. Memiliki pengetahuan tentang akuntansi dan pembukuan.
  4. Mahir menggunakan Ms Word dan Ms Excell.
  5. Memiliki kemampuan analisi yang kuat dan manajemen waktu yang baik.
  6. Siap di target dan mampu bekerja dibawah tekanan.
  7. Memiliki keterampilan berhitung yang kuat.
  8. Detail dan teliti terhadap kesalahan.
  9. Merupakan lulusan jurusan Akuntansi / Keuangan / Perpajakan.

Gaji Staff Pajak / Tax Accounting

gaji staff pajak

Menjadi staff pajak memiliki beban kerja yang menuntut ketelitian dan kecermatan, gaji sebagai tax accountant juga terbilang cukup menggiurkan. Dibawah ini adalah beberapa daftar gaji staff pajak di beberapa daerah di Indonesia. (Sumber informasi : Jobstreet.com).

1. Gaji Staff Akunting dan Pajak di Jakarta Pusat (Jakarta Raya)
IDR 3,500,000 – 5,000,000

2. Gaji Staff Pajak di Denpasar (Bali)
IDR 2,200,000 – 2,860,000

3. Gaji Staff Akunting Pajak di Sumatera Utara
IDR 3,000,000 – 5,000,000

4. Gaji Staff Pajak di Jawa Tengah dan Yogyakarta
IDR 2.000.000 – 3.000.000

Di atas adalah kisaran gaji rata-rata yang ditawarkan oleh berbagai perusahaan di beberapa daerah, besar gaji tentu dipengaruhi oleh banyak hal seperti besar kecilnya perusahaan sampai dengan pengalaman yang Anda miliki.

Pekerjaan Terkait

Accounting Staff | Collection Officer | Accounting Assistant Manager | Account Administrator | Cost Analysis (Akuntan Biaya)

Gambar Gravatar
Suka dengan kata dan cinta dengan karya.