pengertian hipotek

Pengertian Hipotek: Objek, Cara Kerja, Ciri, Asas, Kelebihan dan Kekurangan

Diposting pada 162 views

Apa pengertian hipotek? Istilah hipotek kerap terdengar ketika membahas mengenai kepemilikan rumah. Anda yang saat ini sedang akan melakukan pembelian rumah, mungkin saja dihadapkan dengan kebingungan ketika mendengar istilah yang satu ini.

Tapi tidak berlaku bagi mereka yang kuliah atau sekolahnya ada di jurusan akuntansi maupun manajemen keuangan. Pasti tau deh istilah yang satu ini.

Apa sebenarnya pengertian hipotek itu? Singkatnya, hipotek merupakan salah satu jenis instrumen utang yang menggunakan properti sebagai jaminannya.

Supaya Anda lebih memahami tentang apa itu hipotek, sebaiknya simak penjelasan lengkap yang ada di bawah ini.

Pengertian Hipotek

Melansir dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), makna dari hipotek adalah pinjaman yang diberikan dengan jaminan yang berwujud benda tak bergerak.

Masih dari KBBI, makna kedua dari hipotek adalah surat utang jangka panjang yang kepemilikannya dapat dipindah kepada pihak lain.

Sedangkan pengertian hipotek menurut Otoritas Jasa Keuangan (OJK) adalah perangkat utang yang memberikan hak tanggungan dari properti penerima pinjaman kepada pemberi pinjaman sebagai agunan terhadap kewajibannya.

Meskipun properti dijadikan sebagai agunan, pemiliknya masih tetap bisa menggunakan properti tersebut seperti biasanya. Status sebagai agunan atau pinjaman akan gugur apabila penerima pinjaman telah melaksanakan kewajibannya, yaitu melunasi utang. Hipotek juga dikenal dengan istilah mortgage.

Beberapa Objek Yang Dapat di Hipotek

Adapun beberapa objek yang dapat di hipotek antara lain:

  • Benda tak bergerak termasuk semua perlengkapan di dalamnya yang dapat dipindah kepemilikannya.
  • Hak guna atas sebuah benda beserta perlengkapan penyertanya.
  • Hak usaha dan hak opstal.
  • Bunga tanah yang dibayarkan menggunakan uang atau hasil dari tanah tersebut.
  • Bunga seperti sedia kala.
  • Pasar yang mendapatkan pengakuan dari pemerintah serta seluruh hak yang termasuk di dalamnya.

Baca juga : Tugas Manajer Keuangan dan Tanggung Jawabnya

Cara Kerja Hipotek

Apabila Anda tertarik atau butuh untuk mengambil hipotek sebaiknya perhatikan beberapa langkah yang harus dilakukan berikut ini:

1. Tinjau Skor Kredit

Hal pertama yang perlu dilakukan adalah meninjau skor kredit. Skor kredit sendiri termasuk dalam salah satu faktor penting yang menentukan bisa atau tidaknya Anda mengambil hipotek.

Skor kredit juga turut menentukan jumlah suku bunga yang akan dibebankan kepada Anda.

Anda akan mendapatkan suku bunga rendah apabila memiliki skor kredit yang tinggi. Jadi, Anda perlu mempersiapkan skor tersebut terlebih dahulu.

2. Lihat Kemampuan Finansial

Langkah kedua yang perlu diperhatikan adalah kemampuan finansial Anda sendiri. Ketika mengambil hipotek untuk membeli rumah, Anda harus membayar harga rumah tersebut beserta dengan hipoteknya setiap bulan.

Pastikan penghasilan yang Anda miliki cukup untuk membayar kewajiban setiap bulan tanpa mengorbankan kebutuhan lainnya.

Anda perlu berhati-hati karena pemberi pinjaman kerap menawarkan pinjaman yang jumlahnya lebih besar dari kemampuan Anda.

3. Menabung untuk Uang Muka

Dalam pembelian properti, uang muka merupakan salah satu unsur yang sangat penting dan selalu dibutuhkan.

Besaran uang muka berbeda-beda tergantung dari kesepakatan antara kedua belah pihak. Jumlah uang muka yang umum adalah 20% dari total harga sebuah properti.

Sebelum memutuskan untuk mengambil hipotek sebaiknya kumpulkanlah dan untuk membayar uang muka terlebih dahulu.

4. Dapatkan Persetujuan Awal

Setelah mempersiapkan semuanya, sekarang saatnya Anda mendapatkan persetujuan awal dari pihak pemberi pinjaman atau kreditur. Pastikan berapa besar pinjaman yang dapat diberikan oleh kreditur tersebut kepada Anda.

Selanjutnya Anda dapat langsung menghubungi pihak penjual properti. Mendapatkan persetujuan awal ini penting untuk kelancaran proses jual beli.

Pasalnya tak sedikit penjual aset properti lebih menyukai calon pembeli yang telah mendapatkan persetujuan awal dari kreditur.

5. Tutup Kesepakatan

Tahap paling akhir adalah menutup kesepakatan dengan sebuah surat perjanjian.

Surat ini berisi ketentuan, hak, serta kewajiban dari debitur dan kreditur. Keduanya harus membubuhkan tanda tangan pada dokumen ini.

Beberapa hal yang tercantum dalam nota kesepakatan ini antara lain jumlah pinjaman, jangka waktu pelunasan, besaran suku bunga, serta jadwal untuk melakukan pembayaran.

Sebelum menandatangani surat perjanjian, pastikan Anda telah mengecek rumah yang akan dibeli dan telah sepakat dengan harga belinya.

Baca juga : Tugas Administrasi Keuangan

Ciri Khas Hipotek

Dibandingkan dengan instrumen pinjaman atau utang lainnya, hipotek ini memiliki beberapa ciri khusus, antara lain.

1. Accecoir

Ciri khas yang pertama dalam accecoir. Artinya, hipotek termasuk ke dalam perjanjian tambahan yang sifatnya ditentukan oleh perjanjian utama tentang utang piutang.

2. Ondeelbar

Hipotek tak dapat dibagi atau disebut juga dengan istilah ondeelbar. Hipotek tak dapat dibagi karena nilainya ada pada satu benda tak bergerak beserta dengan seluruh unsur pelengkapnya.

Sebagian hak hipotek tetap tak bisa dihapuskan meski sebagian pinjaman sudah dilunasi.

3. Verhallsrecht

Pemberi pinjaman atau kreditur tidak memiliki hak guna atas properti yang menjadi jaminan. Kreditur hanya memiliki hak untuk menerima pembayaran dari debitur.

Kreditur baru dapat menjual aset yang menjadi agunan apabila debitur tak mampu melunasi utangnya.

Asas-asas dalam Hipotek

Selain tiga ciri khas atau karakteristik di atas, hipotek juga menganut 3 asas berikut ini.

1. Publiciteit

Asas yang pertama adalah publiciteit, maksudnya hipotek wajib diregistrasikan pada register umum.

Selain pihak kreditur dan debitur, hipotek ini juga harus diketahui oleh setidaknya satu saksi yang berasal dari pihak luar.

Selanjutnya, akta hipotek wajib didaftarkan pula pada seksi pendaftaran tanah.

2. Specialiteit

Hipotek hanya bisa diajukan untuk beberapa benda tertentu sepeti yang telah dibahas pada sub bab pengertian hipotek.

Aset yang dijadikan sebagai objek tersebut juga harus memenuhi beberapa syarat, antara lain:

  • Berwujud atau tidak fiktif
  • Jelas tata letaknya
  • Besarnya diketahui dengan jelas
  • Memiliki batas yang baku

Asas inilah yang selanjutnya dikenal sebagai asas specialiteit atau tidak bisa diajukan untuk semua benda.

3. Ondeelbaarheild

Hipotek dibebankan kepada aset atau properti yang menjadi jaminannya secara penuh. Artinya, hipotek tak dapat dibagi-bagi.

Hal ini juga tetap berlaku meskipun debitur telah melakukan pelunasan terhadap sebagian pinjaman yang didapatkan dari kreditur.

Asas ketiga sekaligus terakhir dalam hipotek ini dikenal dengan ondeelbaarheild.

Kelebihan dan Kekurangan Hipotek

1. Kelebihan

Instrumen pinjaman hipotek memiliki beberapa keunggulan yaitu:

  • Meringankan pajak dari properti yang dijadikan sebagai agunan.
  • Debitur tetap memiliki hak guna dari properti yang dijadikan sebagai hipotek. Sementara kreditur justru tak memiliki hak apapun terhadap properti yang dimaksud kecuali debitur tidak sanggup melunasi pinjamannya.
  • Pelunasan bisa dilakukan kapan saja meskipun tidak sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, tanpa ada penalti atau semacamnya. Debitur bisa melunasi pinjaman lebih awal dibandingkan jadwal apabila sudah memiliki uang yang cukup.

2. Kekurangan Hipotek

Selain 3 kelebihan di atas, rupanya instrumen utang hipotek ini juga memiliki kekurangan atau kelemahan.

  • Jumlah biaya yang harus dibayarkan kepada kreditur jauh lebih besar dibandingkan dengan harga properti apabila dibayar secara langsung. Hal ini terjadi karena debitur juga harus menanggung biaya admin, notaris, premi asuransi, serta bunga pinjaman.
  • Properti yang telah dijadikan sebagai agunan hipotek dibatasi penggunaannya. Meskipun di sini debitur masih memiliki hak guna, namun properti tidak boleh disewakan, direnovasi, dan diperjualbelikan.

Penjelasan lengkap di atas mengenai pengertian hipotek dan cara untuk mengajukan hipotek dapat Anda jadikan sebagai referensi sebelum memutuskan untuk menggunakan instrumen utang yang satu ini.

Apapun instrumen utang yang Anda pilih, jangan sampai melebihi batas kemampuan untuk membayarnya.

Baca juga artikel kami yang lain berikut ini :

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.