pengertian manajemen sdm

Manajemen SDM: Pengertian, Tujuan, Fungsi, Manfaat dan Contoh

Diposting pada 31 views

Manajemen Sumber Daya Manusia – Ilmu manajemen bisa diterapkan dalam berbagai ruang lingkup, sehingga hampir semua bidang selalu menerapkan konsep manajemen. Salah satu jenisnya yang banyak ditemukan adalah manajemen sumber daya manusia atau manajemen SDM.

Dalam dunia kerja, manajemen SDM sering dikaitkan dengan bagian HRD, padahal keduanya memiliki cakupan kerja yang berbeda. Walaupun demikian, dalam melakukan tugasnya, kedua bagian ini memang harus saling berkomunikasi.

A. Pengertian Manajemen SDM

Untuk mempermudah memahami manajemen SDM dan membedakannya dengan bagian yang lain, Anda harus mengetahui pengertian manajemen SDM secara lebih mendasar. 

1. Pengertian Manajemen Menurut Para Ahli

a. A. F. Stoner

Manajemen sumber daya manusia adalah proses yang bertujuan untuk mengumpulkan orang atau SDM untuk ditempatkan dalam posisi yang sesuai dengan bakat mereka guna memaksimalkan kinerja demi tujuan organisasi.

b. Bohlarander dan Snell

Manajemen dalam sumber daya manusia lebih dimaknai secara mengerucut oleh dua tokoh ini, yakni lebih fokus dalam dunia perusahaan. Manajemen di sini merupakan sebuah ilmu yang digunakan untuk mempelajari cara melatih karyawan agar lebih potensial dan berkembang.

c. Handoko

Manajemen SDM merupakan proses seleksi, penarikan, pemeliharaan, serta pengembangan sumber daya manusia agar bisa memenuhi tujuan organisasi.

2. Pengertian Manajemen secara Umum 

Secara umum, manajemen merupakan salah satu bidang manajemen yang fokus mempelajari tentang manusia dan perannya dalam sebuah perusahaan.  Dalam hal ini, manajemen SDM dimaknai sebagai sebuah proses mengelola sumber daya manusia mulai dari perencanaan posisi, kepemimpinan, hingga membuat analisis dan evaluasi kerja.

Perlu diketahui bahwa Manajemen SDM dalam organisasi / perusahaan / bisnis dapat dimaknai sebagai sebuah proses dan sebagai sebuah kebiajakan (policy). Berikut ini adalah penjelasan masing-masingnya :

a. MSDM Sebagai Sebuah Proses

Cushway (1994:13) mendefinisikan manajemen SDM sebagai suatu proses sebagai “bagian dari proses yang membantu organisasi mencapai tujuannya”.

Sejelan dengan itu Schuler, Dowling, Smart dan Huber (1992:16) memberikan definisi terkait MSDM yaitu pengakuan tentang pentingnya tenaga kerja organisasi sebagai SDM yang sangat penting dalam memberikan peran bagi tujuan-tujuan organisasi dan penggunaan berbagai fungsi dan kegiatan untuk memastikan bahwa SDM tersebut dijalankan secara efektif dan adil bagi kepentingan individu, organisasi dan masyarakat.

b. MSDM Sebagai Sebuah Kebijakan

Kemudian, MSDM sebagai sebuah kebijakan didefinisikan sebagai suatu sarana guna mengoptimalkan efektifitas organisasi dalam mencapai visi misinya.

Menurut Guest (1987), kebijakan yang diambil perusahaan dalam rangka pengelolaan SDM-nya diarahkan pada penyatuan elemen-elemen organisasional, komitmen karyawan, fleksibilitas organisasi dalam beroperasi serta pencapaian kualitas hasil kerja secara maksimal

B. Tujuan Manajemen Sumber Daya Manusia

Dalam perusahaan, tujuan manajemen SDM sekilas hanya untuk kepentingan perusahaan dan pihak pengelola saja. Padahal, proses manajemen memiliki tujuan yang sangat menyeluruh bagi semua pihak. Tujuan tersebut di antaranya:

1. Tujuan Personal atau Perorangan

Tujuan ini berkaitan dengan perorangan atau masing-masing diri karyawan. Misalnya meningkatkan potensi yang dimiliki sehingga bisa berkontribusi banyak terhadap perusahaan. Jadi, melalui proses manajemen, semua karyawan bisa bekerja aktif dan bekerja sama memenuhi tujuan perusahaan.

2. Tujuan Sosial

Tujuan sosial menggunakan masyarakat di luar organisasi sebagai tolak ukur utamanya. Kinerja karyawan serta pengelolaan perusahaan yang kurang tepat akan menghasilkan produk yang tidak memuaskan dan merugikan masyarakat. 

3. Tujuan Fungsional

Tujuan fungsional menekankan pada proses memaksimalkan kinerja SDM agar lebih potensial dan memiliki manfaat. Walaupun pengetahuan ilmunya sangat baik, namun jika karyawan tidak diposisikan pada tempat yang sesuai kinerjanya justru tidak akan menghasilkan manfaat.

4. Tujuan Organisasional

Tujuan ini adalah yang paling mudah dilihat dari sebuah organisasi atau perusahaan. Manajemen karyawan di dalam organisasi sengaja dilakukan untuk memenuhi tujuan utama organisasi. Oleh sebab itu itu, karyawan berperan besar dalam membantu manajer memenuhi tujuan tersebut.

Sementara itu menurut Schuler et al (1992) setidaknya MSDM memiliki 3 tujuan utama yaitu:

  • Memperbaiki tingkat produktifitas
  • Memperbaiki kualitas kehidupan kerja
  • Meyakinkan bahwa organisasi telah memenuhi aspekaspek legal.

C. Fungsi Manajemen SDM

Secara umum, semua bidang manajemen memiliki fungsi utama yang sama yakni perencanaan, pengorganisasian, pengarahan, pengendalian, dan pengawasan. Fungsi manajemen sumber daya manusia juga meliputi 5 hal tersebut.

Fungsi MSDM dapat dibagi menjadi 2 yaitu secara manajerial dan secara operasional. Secara manajerial berarti dilihat dari sudut pandang manajemen secara umum, sementara dari operasional adalah dilihat dari kegiatannya sehari-hari. Berikut ini adalah fungsi-fungsinya :

1. Fungsi Manajerial

  • Perencanaan (planning)
  • Pengorganisasian (organizing)
  • Pengarahan (directing)
  • Pengendalian (controlling)

2. Fungsi Operasional

  • Pengadaan tenaga kerja (SDM)
  • Pengembangan
  • Kompetensi
  • Pengintegrasian
  • Pemeliharaan
  • Pemutusan hubungan kerja

Namun, kalau dilihat secara lebih detail dari prakteknya di lapangan, fungsi manajemen SDM di antaranya:

1. Perencanaan Kebutuhan SDM (Planning)

Sebelum memilih karyawan yang akan membantu memenuhi tujuan perusahaan, wajib ada persiapan terkait calon karyawan yang akan dipilih. Manajemen akan memperhatikan bagian yang sekiranya harus diisi agar kinerja perusahaan lebih maksimal.

Pada fungsi perencanaan ini perusahaan melihat dari sisi kebutuhan akan tenaga kerja sebuah perusahaan, tentu saja dilihat dari beban (load) dari karyawan yang sudah ada. Jangan sampai kondisi kekurangan tenaga kerja terjadi, yang justru akan berdampak pada kinerja karyawan yang ngga produktif dan hasil yang tidak maksimal.

Dalam fungsi perencanaan ini ada dua kegiatan utama yaitu :

a. Perencanaan dan membuat prediksi terkait permintaan tenaga organisasi baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.

b. Analisis jabatan dalam organisasi guna menentukan tugas, tujuan, keahlian, pengetahuan, dan kemampuan yang dibutuhkan. Termasuk beban kerja setiap jabatan.

2.  Rekcruiting dan Staffing

Agar karyawan yang bekerja sesuai dengan yang dibutuhkan dan memenuhi kriteria, wajib ada proses seleksi yang dilakukan langsung oleh pihak perusahaan. Sebelum seleksi, manajemen juga harus menuliskan kriteria yang dibutuhkan pada lowongan agar pelamar sesuai dengan kriteria.

Dalam tahap pengisian staff ini ada dua kegiatan pokok yaitu :

  • Penarikan (rekrutmen) calon atau pelamar pekerjaan
  • Pemilihan (seleksi) para calon atau pelamar yang dinilai paling memenuhi syarat.

3. Evaluasi Kinerja

Setelah masuk sebagai karyawan, manajer SDM masih harus melakukan evaluasi terhadap kinerja mereka dalam jangka waktu tertentu. Evaluasi ini selanjutnya menjadi bahan pertimbangan untuk meningkatkan potensi atau justru memosisikan karyawan di tempat yang lebih baik. Dua kegiatan utama dalam fungsi ini yaitu :

  • Penilaian dan pengevaluasian perilaku pekerja.
  • Analisis dan pemberian motivasi perilaku pekerja

4. Perbaikan kualitas pekerja dan lingkungan kerja

Jika hasil evaluasi menunjukkan bahwa karyawan masih memiliki kinerja yang kurang maksimal, maka manajemen berfungsi untuk memberikan pelatihan kepada mereka. Pelatihan bisa berupa program atau kegiatan khusus untuk karyawan di bidang tertentu yang mengalami penurunan. 

5. Mengatasi dan Memberi Solusi Masalah Karyawan

Semua masalah karyawan juga bisa diatasi dalam proses manajemen. Dalam hal ini, pihak manajer SDM berfungsi memberikan solusi atas masalah yang sedang dihadapi oleh para karyawan. Jadi, kesejahteraan karyawan juga sangat tergantung dengan kualitas manajemen sumber daya manusia.

6. Integrasi

Fungsi integrasi berkaitan dengan penyatuan tujuan karyawan dengan perusahaan. Perusahaan bertujuan untuk memajukan bisnis, sementara karyawan bertujuan untuk mendapat upah dan kesejahteraan yang layak.

Kedua tujuan berbeda ini harus disatukan sehingga satu sama lain tidak ada yang dirugikan dan sama-sama memperoleh keuntungan. 

7. Pemeliharaan

Karyawan yang sudah potensial harus dipelihara secara fisik ataupun psikis. Fungsi pemeliharaan ini juga dijalankan oleh manajemen sumber daya manusia. Tidak heran kalau dalam sebuah perusahaan, urusan jaminan keselamatan kerja dan asuransi akan diurus oleh manajemen.

8. Pemberhentian

Pemberhentian dalam perusahaan lebih dikenal dengan istilah PHK atau pemutusan kontrak kerja. Dalam proses pemberhentian tidak boleh dilakukan semena-mena karena harus ada alasan terkait pemberhentian. Selain itu hak karyawan setelah berhenti juga harus dipenuhi oleh perusahaan. 

D. Manfaat Manajemen SDM

Manajemen sumber daya manusia memiliki banyak manfaat untuk perusahaan ataupun karyawan. Manfaat tersebut di antaranya:

1. Meningkatkan Kinerja Organisasi

Semakin baik sebuah manajemen dalam perusahaan tentu semakin baik pula kinerja organisasi dalam perusahaan. Hal ini akan membantu keselarasan fungsi yang berjalan dalam sebuah organisasi.

2. Meningkatkan Efektivitas Kerja Karyawan

Melalui berbagai pelatihan yang diberikan manajemen, efektivitas kerja karyawan akan semakin baik. Hal ini tidak hanya menguntungkan perusahaan tetapi juga memberi keuntungan kepada karyawan dalam menggali potensinya.

3. Meningkatkan Produktivitas Organisasi

Penempatan sumber daya manusia yang sesuai dengan potensinya akan membuat organisasi lebih produktif. 

4. Menjadi Penentu Kebutuhan Tenaga Kerja di Masa Mendatang

Fungsi perencanaan dalam manajemen SDM sangat bermanfaat untuk menentukan kebutuhan tenaga kerja yang sekiranya dibutuhkan oleh perusahaan di masa mendatang. 

5. Menjadi Media untuk Memenuhi Kepentingan Karyawan dan Perusahaan

Antara kepentingan karyawan dengan perusahaan harus sama-sama terpenuhi dengan baik. Oleh sebab itu, keberadaan manajemen perusahaan sangat bermanfaat sebagai mediator antara keduanya.

E. Proses Manajemen Sumber Daya Manusia

Lain lagi dengan proses manajemen di bidang sumber daya manusia, dimana perlu beberapa tahapan penting karena berhubungan dengan pencarian sosok SDM yang tepat.

1. Perencanaan

Merencanakan struktur organisasi yang tepat sehingga jumlah personil yang ada di dalamnya proporsional.

2. Rekrutmen

Jika perlu tambahan personil, maka langkah selanjutnya adalah membuka pendaftaran bagi calon karyawan baru sesuai dengan posisi yang dibutuhkan.

3. Proses Seleksi

Pihak organisasi atau perusahaan mulai melakukan seleksi calon personil baru yang sesuai dengan kriteria yang sudah ditetapkan.

4. Penerimaan

Setelah didapat kandidat yang tepat, maka mereka akan diterima untuk menempati posisi masing-masing. Untuk legalitas kerja akan diberikan perjanjian kerja sesuai dengan jenis pekerjaannya.

5. Penempatan dan Orientasi

Personil baru akan ditempatkan di posisinya, kemudian diberikan masa orientasi untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan barunya.

6. Pengembangan

Jika butuh pengembangan organisasi, tinggal melakukan pengembangan kemampuan personil. Bisa melalui pelatihan sesuai dengan posisi yang diinginkan dan siapa saja yang boleh mencoba ikut pengembangan tersebut.

7. Penilaian Kinerja

Penilaian kinerja SDM bisa dilakukan secara berkala gunanya untuk feedback bagi personil tersebut. Hal ini bisa dijadikan sebagai ajang memberikan semangat untuk berubah jadi lebih baik, sehingga posisinya tidak sampai digantikan oleh orang lain.

Jika ada personil yang tidak lagi dibutuhkan karena berbagai kondisi tertentu, maka organisasi atau perusahaan bisa melakukan pemberhentian.

F. Contoh Manajemen Sumber Daya Manusia

Di lingkungan sekitar, banyak ditemukan contoh proses manajemen ini. Misalnya dalam sebuah perusahaan, ada banyak karyawan mulai dari posisi teratas hingga pekerja lapangan. Semua karyawan tersebut merupakan sumber daya manusia yang dikelola dengan manajemen SDM.

Contoh lainnya adalah sebuah usaha kerajinan yang memiliki banyak karyawan dan menerima lulusan sarjana seni. Maka semua karyawan mulai dari pengrajin, marketing produk, hingga sarjana seni yang melamar kerja adalah bagian dari hasil manajemen SDM dalam memosisikan mereka.

Manajemen sumber daya manusia ternyata memiliki peran yang sangat besar dalam kemajuan organisasi. Bahkan kesejahteraan sumber daya manusia serta perkembangan perusahaan sangat dipengaruhi oleh manajemennya. Jika sudah baik, tentu baik pula seluruh bagian dari perusahaan.

Daftar Pustaka :

  1. Schuler Randall S, Dowling, Peter J Smart, John P & Huber, Vandral. 1992. Human Resource Management in Australia, Anatarmon-wsw. Harper Educational Publisher.
Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.