pengertian bisnis
Pengertian Bisnis

Pengertian Bisnis: Fungsi, Tujuan, Eleman, Klasifikasi dan Tingkatannya

Diposting pada

Apa yang Anda ketahui tentang pengertian bisnis? – Salah satu kata dalam ilmu ekonomi adalah “bisnis”, kata ini seringkali diartikan untuk mewakili sebuah kegiatan usaha dalam rangka menghasilkan keuntungan dengan jalan memenuhi kebutuhan masyarakat.  

Bisnis merupakan sebuah kata kerja, melakukan bisnis berarti menghasilkan uang melalui pemenuhan kebutuhan masyarakat. Orang yang melakukan bisnis disebut dengan pebisnis atau businessman.

Pengertian Bisnis

Berbisnis merupakan salah satu cara menghasilkan uang yang banyak dengan berjualan suatu produk. Saat ini bisnis menjadi pilihan banyak orang, khususnya di masa pandemi Covid-19 karena dianggap lebih mudah dan tidak terikat oleh sebuah instansi dan aturan. 

Bisnis sendiri merupakan suatu kegiatan yang tujuannya untuk mendapatkan uang dengan cara memproduksi hingga menjual produk barang dan jasa. Bisnis sendiri mencakup 3 hal penting yakni pasar, badan usaha dan aktivitas produsen jasa dan barang. 


bisnis

Salah satu ahli yang cukup terkenal Haughes dan Kapoor, mengungkapkan bahwa bisnis adalah suatu kegiatan usaha yang terorganisasi yang dilakukan oleh individu untuk memproduksi dan menjual barang / jasa (layanan) untuk mendapatkan keuntungan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Lain lagi yang dikemukakan oleh Brown dan Petrello (1976) yang menyatakan bahwa “Business is an institution which produces goods and services demanded by people”. Bisnis adalah sebuah institusi/lembaga yang memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan oleh masyarakat/orang banyak.

Ketika kebutuhan masyarakat meningkat, maka institusi bisnis juga akan meningkat. Dengan kata lain, kebutuhan masyarakat adalah peluang bisnis yang dapat diambil oleh siapapun saja.

Bisnis merupakan usaha untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan memperoleh laba. Laba merupakan selisih antara pendapatan (omset) dengan total biaya yang dibutuhkan untuk memproduksi dan mendistribusikan ke masyarakat.

Laba ini dipakai oleh perusahaan untuk menjalankan bisnisnya, sekaligus sebagai modal untuk melakukan produksi yang selanjutnya.

Bisnis ini secara umum mengacu pada sebuah kegiatan usaha yang ada di dalam masyarakat atau di dalam industri.

Bisnis memang berkaitan dengan sebuah usaha untuk memproduksi barang, menjual barang, sampai dengan menjual jasa guna mendapatkan keuntungan.

Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli

Para ahli juga menyampaikan pendapatnya mengenai pengertian bisnis, di antaranya:

1. Brown dan Petrello

Bisnis merupakan sebuah lembaga penghasil jasa dan barang untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat. Cakupan dari bisnis sangatlah dan melibatkan berbagai usaha yang dijalankan pihak pemerintah maupun swasta tanpa mementingkan besarnya keuntungan. 

2. Hughes dan Kapoor

Bisnis merupakan kegiatan individu yang sudah terorganisasi dengan baik dengan tujuan untuk menghasilkan barang dan jasa sesuai kebutuhan masyarakat, kemudian dijual agar mendapatkan keuntungan. 

3. Jeff Madura

Pengertian bisnis menurut Jeff Madura yakni sebuah perusahaan atau organisasi yang menyediakan layanan dan produk sesuai keinginan pelanggan. 

4. L.R. DIcksee

Bentuk aktivitas dengan tujuan utamanya untuk memperoleh laba bagi pihak yang menjalankannya disebut dengan istilah bisnis. Orientasi utama dari sebuah bisnis adalah laba yang besar dengan cara memenuhi kebutuhan konsumennya.

Sebelum artikel ini tayang, kitapunya.net telah mempublikasikan artikel serupa dengan judul : Pengertian Bisnis Menurut Para Ahli

Ciri-ciri Bisnis

Dari ulasan tentang pengertian bisnis di atas sekaligus tujuannya, kita bisa menyimpulkan beberapa karakteristik atau ciri-ciri yang terdapat dalam sebuah bisnis.

Pada intinya bisnis adalah kegiatan yang dilakukan oleh individu atau sekelompok orang untuk menciptakan nilai (value) melalui produksi barang dan jasa guna mencukupi kebutuhan manusia (masyarakat) serta memperoleh keuntungan melalui transaksi jual beli tersebut.

Sehingga bisnis memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  1. Merupakan kegiatan individu atau kelompok.
  2. Terorganisasi (adanya manajemen).
  3. Memproduksi barang atau jasa.
  4. Menciptakan nilai.
  5. Produksi dihasilkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
  6. Melakukan transaksi atau pertukaran
  7. Mendapatkan laba (keuntungan) dari kegiatannya.

Jika sudah diketahui definisi bisnis, lalu fungsi bisnis itu untuk apa?

Fungsi Bisnis

Sesuai dengan pengertiannya, bahwa bisnis merupakan kegiatan ekonomi dari mulai memproduksi barang mentah hingga menjualnya dalam bentuk barang jadi.

Sesuai pengertian bisnis yang sudah dijelaskan di atas, kegiatan ini tentu memiliki fungsi yang akan mengubah sudut padat seseorang dalam melihat sebuah produk. Kegiatan bisnis bisa menjadikan sebuah benda yang tidak bernilai menjadi bernilai. Selain itu, fungsi bisnis secara umum adalah:

1. Place Utility 

Fungsi tempat atau fungsi distribusi yang bergerak sebagai penyalur barang dan jasa ke tempat yang dijangkau konsumen. 

2. Form Utility

Yakni fungsi produksi dari sebuah proses bisnis yang sedang dijalankan suatu perusahaan dalam menghasilkan barang dan jasa berdasarkan kebutuhan masyarakat. Contoh dari fungsi ini adalah: perusahaan jasa keuangan, furniture, dsb.

3. Time Utility

Fungsi penyimpanan beserta pemasaran dalam sebuah bisnis diwujudkan dengan cara menyimpang barang yang kurang dibutuhkan sementara waktu dan akan dipasarkan ketika barang tersebut dibutuhkan masyarakat. 

4. Possessive Utility

Bisnis juga memiliki fungsi penjualan yang artinya perusahaan menjual produk kepada konsumen berupa jasa dan barang. 

Dalam buku The World of Business (1979) yang dikemukakan oleh Dan Steinhoff menyebutkan bahwa sebelum dapat menyediakan barang dan jasa untuk masyarakat, diperlukan bahan mentah terlebih dahulu. Sehingga tampak terdapat beberapa fungsi bisnis yaitu :

1. Acquiring raw materials (mencari bahan mentah)

Perusahaan manufaktur yang memproduksi barang mentah menjadi barang jadi, akan mencari bahan mentah terlebih dahulu.

Mencari disini bukan berarti mengais-ngais tanah, melainkan mendapatkan bahan mentah dengan berbagai cara seperti menambang, budidaya, hingga membeli dari supplier/penambang.

2. Manufacturing raw materials into products (merubah bahan mentah menjadi produk). 

Bahan mentah yang telah diperoleh, akan diproduksi agar menjadi produk/barang yang dibutuhkan masyarakat.

3. Distributing products to consumenrs (mendistribusikan produk ke konsumen).  

Setelah barang jadi, kemudian akan didistribusikan kepada masyarakat. Sebagai timbal baliknya, entitas/perusahaan akan mendapatkan laba dari penjualan yang telah dilakukan.

Pendapat lain terkait dengan fungsi bisnis, ada yang membaginya kedalam dua bagian yaitu bagian production (produksi) dan marketing.

Terbagi kedalam dua bagian mengingat tidak semua perusahaan membutuhkan bahan mentah, dalam perusahaan jasa produksi adalah pada saat layanan / jasa sedang berlangsung. Apalagi sekarang banyak bisnis berbasis digital yang tidak memerlukan bahan baku.

Kemudian marketing adalah salah satu cara untuk mengenalkan dan mendistribusikan produk/barang/jasa yang dimiliki perusahaan.

Maksud dan Tujuan Bisnis 

Bersumber dari sebuah modul pengantar bisnis karya Muniya Alteza, salah satu dosen di Fakultas Ekonomi UNY menyebutkan bahwa bisnis memiliki beberapa maksud dan tujuan, yaitu sebagai berikut :

1. Untuk memenuhi kebutuhan dan keiingan konsumen
Contoh : Laptop dan komputer untuk kebutuhan editing
2. Mencari Keuntungan
Contoh : Hampir semua organisasi memiliki tujuan untuk menghasilkan keuntungan
3. Pertumbuhan dan perkembangan berkelanjutan
Contoh : Organisasi bisnis yang peduli dengan lingkungan dan masa depan.
4. Mengatasi berbagai risiko
Contoh : biro jasa keamanan, lembaga asuransi, hukum, dll.
5. Tanggung jawab sosial
Contoh : Banyak berbagai perusahaan menghadirkan produk dengan tujuan menyelamatkan lingkungan, seperti mengolah limbah, memproduksi barang ramah lingkungan dll.

Elemen-elemen Bisnis

Elemen bisnis adalah faktor penunjang dalam kegiatan bisnis, baik bersifat teknis maupun non teknis. Elemen bisnis menjadi salah satu penentu keberlangsungan dan keberhasilan sebuah bisnis.

1. Modal

Modal adalah sejumlah uang yang dibutuhkan untuk menjalankan kegiatan-kegiatan bisnis.

Modal atau yang biasa disebut sebagai capital. Salah satu bentuk modal yang paling umum adalah uang yang bisa dipakai untuk membeli bahan baku, membayar gaji karyawan, membayar sewa kantor dll.

Dalam bisnis, kemampuan dalam mengoptimalkan uang atau modal yang dimiliki sangatlah diperlukan.

2. Bahan Material

Bahan-bahan yang terdiri dari SDA termasuk tanah, kayu, mineral, dan minya. Bahan material bisa juga disebut sebagai faktor produksi (bahan baku produksi), sehingga perusahaan dapat mengolah bahan baku dan menghasilkan barang / jasa bagi masyarakat.

3. SDM (Sumber Daya Manusia)

SDM adalah penggerak atau pengelola modal dan bahan material sehingga bisa menjadi bahan yang siap dipasarkan. SDM yang berkualitas akan sangat membantu kesuksesan sebuah bisnis.

4. Keterampilan Manajemen

Bisnis yang sukses juga dipengaruhi oleh keterampilan manajemen, bagaimana seorang pemimpin mengatur manusia, keuangan hingga marketingnya.

Sistem manajemen yang efektif adalah sistem yang dijalankan berdasarkan prosedur dan tata kerja manajemen.

Klasifikasi Bisnis dan Contohnya

Bisnis diklasifikasikan menjadi beberapa jenis berdasarkan produk yang dijual dan kegiatan produksinya. Secara umum bisa dibagi menjadi 5 yakni:

1. Bisnis Agraria

Jenis bisnis yang banyak dijalankan oleh para pebisnis di Indonesia adalah bisnis agraria. Bisnis ini menjalankan kegiatannya dalam bidang peternakan, perikanan, perkebunan, kehutanan dan tentunya pertanian.  Beberapa contoh jenis bisnis agraris adalah:

  • Bisnis kebun kelapa sawit
  • Budidaya tanaman herbal
  • Bercocok tanam di sawah (padi, jagung dsb)
  • Kebun sayur organik atau hidroponik
  • Budidaya tambak udang dan ikan.

2. Bisnis Manufaktur

Jenis bisnis ini bergerak di bidang pengolahan bahan mentah untuk menghasilkan barang jadi. Perusahaan yang memilih jenis ini akan melakukan pengembangan produk secara konsisten dan memasarkannya kepada konsumen secara langsung dan perantara. 

Perusahaan yang bisa dikategorikan dalam jenis ini di antaranya: pabrik baja, plastik, kertas, tekstil, mebel, otomotif, dsb. 

3. Bisnis Jasa

Produk yang dijual tidak hanya berupa barang saja, tetapi jasa juga menjadi bagian dari produk yang tentu dibutuhkan masyarakat. Jenis bisnis jasa berupa bisnis dengan aktivitas penjualan produk tidak berwujud. Namun, kegiatan ini akan memberikan keuntungan dan laba bagi perusahaan. 

Bisnis Jasa bisa berupa:

  • Jasa pendidikan (sekolah, tempat les, tempat kursus)
  • Jasa keuangan (asuransi, bank, koperasi)
  • Jasa konsultasi (konsultan desain, konsultan bisnis, konsultan keuangan)
  • Jasa kesehatan (klinik, puskesmas, rumah sakit, apotek)
  • Jasa perawatan (klinik kecantikan, salon rambut, pijat refleksi)
  • Jasa Konstruksi bangunan, dsb. 

4. Bisnis Ekstraktif 

Merupakan sebuah bisnis yang kegiatannya dengan cara menggali dan menambang barang yang ada didalam bumi. Hasil yang didapatkan berupa bahan mentah dan harus diolah kembali. Jenis bisnis ini cukup menjanjikan. Beberapa contoh bisnis ekstraktif, di antaranya:

  • Tambang tembaga
  • Tambang minyak bumi
  • Tambang emas
  • Tambang gas bumi, dsb. 

5. Bisnis Perdagangan 

Dagang merupakan bagian dari salah satu kegiatan bisnis yang terpusat pada bidang niaga. Jenis ini melibatkan aktivitas antara produsen, mitra bisnis dan konsumen. Anda bisa mendapatkan barang dengan harga murah, kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi. 

Bisnis perdagangan bisa dikatakan sebagai perantara produsen dan pembeli tanpa harus membuat produk terlebih dahulu. Beberapa jenis bisnis yang masuk dalam kategori ini adalah:

  • Toko grosir
  • Supermarket
  • Minimarket
  • Toko pakaian 
  • Toko kelontong
  • Toko jam tangan, dsb. 

Tingkatan Partisipasi Bisnis

Ada beberapa tingkatan partisipasi bisnis dalam lingkungan ekonomi global, yaitu :

1. Domestik

Oranisasi bisnis terbatas pada lingkungan lokal dan belum memasarkan dalam skala internasional atau lintas negara.

2. Internasional

Organisasi bisnis yang telah memperluas pangsa pasar ke negara lain melalui pasar internasional.

3. Multinasional

Perusahaan multinasional telah membangung berbagai pabrik di luar negeri di berbagai negara.

4. Global

Perusahaann mulai memilih suatu lokasi pabrik diberbagai negara dan melakukan sinergi antar pabrik untuk memproduksi produk secara efektif, efisien dan fleksibel.

Baca juga : 4 Macam Lingkungan Bisnis : Lingkungan Ekonomi, Teknologi, Hukum-Politik dan Sosio-Budaya

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.