nilai guna barang

Nilai Guna Barang: Pengertian, Macam dan Contoh-contohnya

Diposting pada 27.382 views

Nilai Guna Barang – Setiap kegiatan konsumsi akan mengurangi atau menghabiskan nilai guna suatu barang, ketika kita menggunakan smartphone maka secara tidak langsung kita telah menggunakan nilai guna smartphone tersebut.

Dan seiring lamanya pemakaian, nilai guna tersebut akan terus berkurang dan berkurang.   

Apakah bisa habis nilai guna itu? Nilai guna akan habis dan membuat sebuah barang/benda menjadi tidak memiliki nilai guna atau manfaat. Hal tersebut bisa saja terjadi, seperti ketika sabun habis maka nilai gunanya juga habis, ketika makanan dimakan maka nilai gunanya habis.  

Pengertian Nilai Guna Barang

Nilai guna adalah sebuah nilai yang dimiliki oleh suatu barang yang menyatakan seberapa mampu barang tersebut memberikan kepuasan/manfaat kepada konsumen.  


Nilai guna yang ada pada suatu barang/benda adalah manfaat atau fungsi daripada produk tersebut. Dalam ilmu ekonomi definisi dari nilai guna suatu barang adalah kemampuan atau daya barang atau jasa dalam memenuhi kebutuhan manusia.

Macam Manfaat atau Kegunaan Barang

Kegunaan barang dan jasa yang diakibatkan oleh kegiatan produksi dapat dikelompokkan menjadi enam, yaitu sebagai berikut :  

1. Kegunaan Bentuk (Form Utility)

Suatu barang akan mempunyai keguanaan apabila telah mengalami perubabahan bentuk. Sebagai contoh ;  

  • Kulit sapi setelah berubah bentuknya menjadi tas, dompet, sepatu, jaket, jam tangan, kendang, dan lain sebagainya.
  • Kayu akan lebih bernilai guna apabila sudah dirubah menjadi meja, lemari, kursi, meja belajar, pintu, cendela dan lain sebagainya.

2. Kegunaan tempat (place utility)

Suatu barang akan mempunyai kegunaan bila barang tersebut telah dipindah tempat. Contoh :

  • Pasir di sungai akan mempunyai nilai guna lebih setelah dipindah ke toko bahan bangunan yang biasanya pasir ini digunakan untuk membangun rumah.
  • Selimut tebal akan berguna pada saat berada di daerah yang bersuhu tinggi

3. Kegunaan waktu (time utility)

Suatu benda akan mempunyai nilai guna apabila digunakan pada waktu yang tepat. Contoh :

  • Jas hujan akan mempunyai nilai guna lebih ketika berada pada waktu hujan (musim hujan)
  • Tabungan akan mempunyai nilai guna lebih pada saat memiliki kebutuhan yang besar.

4. Kegunaan milik (ownership utility)

Suatu barang atau benda akan mempunyai kegunaan bila telah dimiliki secara sah. Contoh :

  • Buku pelajaran di toko buku akan lebih mempunyai nilai guna bila dipakai oleh siswa
  • Sepatu lari akan lebih mempunyai nilai guna apabila digunakan oleh seorang pelari
  • Baju renang akan lebih mempunyai nilai guna bila digunakan oleh seorang perenang.

5. Kegunaan pelayanan (service utility)

Suatu barang atau benda akan lebih berguna apabila ada pelayanan dari pihak lain. Contoh ;

  • Radio yang kita punya akan memiliki nilai guna apabila ada pelayanan (siaran)
  • Televisi akan mempunyai nilai guna apabila ada stasiun televisi yang siaran
  • Ruang kelas akan bergua apabila ada siswa dan guru yang mengajar.

6. Kegunaan dasar (element utility)

Suatu barang akan memiliki nilai guna apabila telah mengalami proses produksi untuk dijadikan bahan dasar dalam proses produksi berikutnya. Contoh, kapas dipintal akan menjadi benang, sedangkan benang akan dijadikan bahan baku dalam pembuatan tekstil.

Macam-macam Nilai Barang

Nilai guna suatu barang ini terbagi ke dalam dua jenis, yaitu nilai pakai (value in use) dan nilai tukar (value in exchange). Berikut adalah penjelasan masing-masing jenis dari nilai guna barang :   

1. Nilai Pakai (Value in Use)

Sebuah kemampuan barang dalam memuaskan kebutuhan disebut sebagai nilai pakai. Misal saja sebuah mobil, mobil akan membantu manusia dalam berpindah tempat dan bepergian. Dalam hal ini mobil memiliki nilai pakai.

Tingkat kebergunaan atau tinggi rendahnya nilai pakai suatu barang ini dipengaruhi oleh intensitas kebutuhan, tempat dan waktu. Mobil akan memiliki nilai pakai lebih tinggi apabila digunakan pada waktu musim penghujan dan digunakan oleh orang banyak.   Nilai pakai (value in use) ini terdiri dari dua macam yaitu :  

a. Nilai pakai subjektif

Pengertian dari nilai pakai subjektif adalah nilai yang diberikan oleh seseorang pada suatu barang sehubungan dengan kemampuan barang untuk memenuhi/memuaskan kebutuhan. Motor bagi tukang ojek, payung bagi orang yang kehujanan, buku bagi seorang siswa.  

b. Nilai pakai objektif

Merupakan kemampuan suatu barang dapat memuaskan kebutuhan manusia pada umumnya. Seperti sandang, makanan bagi keluarga.  

2. Nilai Tukar (Value in exchaneg)

Definisi dari nilai tukar adalah kemampuan suatu barang dapat ditukarkan dengan barang lain di pasar. Sebelum ada uang sebagai nilai tukar, terdapat sistem barter yang merupakan saling tukar menukar antar barang.  

Nilai tukar suatu barang ini ditentukan oleh nilai pakai barang tersebut. Semakin tinggi nilai pakai suatu barang, akan semakin tinggi pula nilai tukar barang tersebut.  

Sebagai contoh yang paling sering kita temui adalah smartphone, dalam jual beli di facebook banyak pengguna yang menawarkan tukar tambah barang. Satu smartphone ditukar dengan smartphone lainnya, atau bisa juga smartphone ditukar dengan laptop ditambah beberapa uang.  

Dalam pasa juga sering ditemukan tukar menukar ini, misal sayuran ditukar dengan buah-buahan, makanan ringan ditukan dengan beras.  

Nilai tukar ini juga dibagi menjadi dua macam, yaitu nilai tukar subjektif dan nilai tukar objektif.  

a. Nilai tukar subjektif

Nilai tukar subjektif adalah nilai/arti yang diberikan seseorang pada suatu barang, sehubungan kemampuan suatu barang untuk dapat ditukarkan dengan barang lain. Seorang petani memberikan penilaian pada padi yang dihasilkan menurut ukurannya sendiri.  

b. Nilai tukar objektif

Nilai tukar objektif merupakan kemampuan suatu barang guna dapat ditukarkan dengan barang lain. Hampir semua barang yang ada di dalam masyarakat memiliki nilai tukar objektif, karena setiap manusia tidak membuat sendiri barang-barang yang ia butuhkan.

Hubungan Jumlah Barang dengan Nilai Guna Suatu Barang

Jumlah barang yang dimiliki seseorang akan sangat berpengaruh terhadap kepuasan yang diperoleh terhadap konsumsi barang tersebut. Sebagai siswa SMP Udin hanya memiliki satu buah tas sekolah, sehingga setiap hari ia hanya menggunakan tas tersebut unuk pergi ke sekolah.   

Beda cerita dengan Jarwo yang mempunya 3 buah tas sekolah. Jarwo selalu menggunakan ketiga tas tersebut ke sekolah, dan gantian dari satu tas ke tas yang lain setiap harinya. Dari kedua siswa tersebut, dapat kita ambil kesimpulan bahwa tas sekolah milik Udin memiliki nilai guna yang tinggi karena digunakan setiap hari, sedangkat tas-tas yang dimiliki oleh Jarwo hanya digunakan masing-masing 3 hari sekali.   

Kemudian, apabila terjadi kerusakan pada tas milik Udin, maka udin harus memperbaikinya atau membeli tas sekolah yang baru, berbeda halnya dengan Jarwo yang apabila salah satu tasnya rusak maka ia bisa menggunakan kedua tas yang lain yang masih dalam kondisi yang bagus.   Jadi, tingkat kegunaan atau kepuasan suatu barang yang digunakan sangat tergantung dari jumlah barang yang dimiliki. 

Tentunya kebutuhan seorang siswa, tidak hanya tas saja. Kebutuhan siswa sangat beragam seperti sepatu, seragam olah raga, alat tulis, buku dan lain sebagainya.

Bagaimana kepuasan yang akan didapat terhadap konsumsi yang bermacam-macam tersebut? Sebelumnya coba kalian perhatikan tingkat kepuasan Udin dan Jarwo terhadap tas sekolah yang telah kita bahas di atas. Kemudian perhatikan pula Hukum Gossen 1 berikut :

1. Hukum Gossen 1

Jika seseorang mengkonsumsi satu macam barang secara terus menerus mula-mula akan memberikan kepuasan yang semakin bertambah sampai titik tertentu, bila ditambah lagi kepuasan tersebut akan menurun hingga sampai titik nol bahkan dibawah titik nol

Dari hukum Gossen 1 dapat dijelaskan bahwa kepuasan yang akan diperoleh Jarwo akan lebih rendah daripada Udin, karena Jarwo menggunakan 3 tas sedangkan udin hanya satu tas. Bahkan kepuasan Jarwo akan berkurang apabila ia membeli tas lagi hingga jumlah tas sekolahnya bertambah menjadi 4, 5, 6 dan seterusnya.  

Dalam kenyataannya, seorang siswa tidak hanya mengkonsumsi satu macam barang saja yaitu tas saja, namun bermacam-macam barang yang akan dikonsumsi seperti yang telah kami sebutkan di atas. Hal ini sesuai dengan pernyataan bahwa kebutuhan manusia itu tak terbatas. Kebutuhan manusia bermacam-macam, jika kebutuhan yang satu terpenuhi maka akan muncul kebutuhan yang lain. Maka muncul hukum Gossen 2 berikut:

2. Hukum Gossen 2 

Manusia berusaha memenuhi bermacam-macam kebutuhan sampai tingkat intensitas yang sama

Hukum Gossen 1 menjelaskan kebutuhan manusia yang sifatnya vertikal terhadap satu macam barang, sedangkan Hukum Gossen 2 menjelaskan kebutuhan manusia yang sifatnya horisontal terhadap beberapa macam barang.

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.