strategi penetapan harga produk baru

3 Macam Strategi Penetapan Harga Produk Baru

Diposting pada 8.646 views

Strategi Penetapan Harga Produk BaruApa itu harga? Harga merupakan salah satu komponen dari bauran pemasaran, yang mana didalam harga tersebut terkandung beberapa komponen utama yaitu biaya produksi, distribusi dan yang pasti keuntungan.

Harga dapat didefinisikan sebagai suatu pernyataan nilai suatu produk. Nilai pelanggan adalah rasio atau perbandingan antara persepsi terhadap manfaat dengan biaya-biaya yang dikeluarkan untuk mendapatkan suatu produk.


Harga suatu produk bersifat flexible, artinya dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi, dan pemilik memiliki wewenang dalam menentukan harga, atau menentukan seberapa besar keuntungan yang akan didapat.

3 Macam Strategi Penetapan Harga Produk Baru

Ada tiga macam strategi penetapan harga produk baru, yaitu skimming pricing, penetration pricing, dan status quo pricing. Berikut adalah penjelasan masing-masing :

1. Skimming Pricing

Skimming pricing adalah cara menetapkan harga awal yang tinggi ketika produk baru diluncurkan dan semakin lama akan terus turun harganya.

Strategi ini biasa digunakan oleh perusahaan-perusahaan besar yang sudah memiliki brand, dan positioning yang baik di masyarakat yang kemudian mengeluarkan produk terbaru dengan strategi skimming. Contoh produk-produk apple, mobil sport, adidas dan lain sebagainya.

Tujuan dari Skimming Pricing antara lain :

  • Mentarget konsumen yang tidak terlalu peduli dengan harga (mengedepankan kualitas, brand dl).
  • Mendapatkan keuntungan lebih sehingga dapat menutupi biaya-biaya produk (produksi, promosi dll)
  • Untuk mengetes pasar, lebih mudah menurunkan harga daripada menaikkan harga awal.

2. Penetration Pricing

Penetration Pricing merupakan kebalikan dari skimming pricing. Penetration pricing adalah menentukan harga awal yang rendah serendah-rendahnya atau murah dengan tujuan untuk penetrasi pasar dengan cepat dan juga membangun loyalitas merek dari pada konsumen.

Strategi ini biasa digunakan oleh perusahaan yang baru, dan mengeluarkan produk baru pula. Contoh : tarif layanan operator baru three / 3, mie selera rakyat, so klin, restoran yang baru buka dan lain-lain.

Strategi ini memiliki perspektif jangka panjang, dimana laba jangka pendek dikorbankan demi tercapainya keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Terdapat 4 macam bentuk harga strategi penetration pricing, yaitu :

a. Harga yang dikendalikan (restrained price) adalah harga yang ditetapkan dengan tujuan mempertahankan tingkat harga tertentu selama periode inflasi.
b. Elimination price, yaitu merupakan penetapan harga pada tingkat tertentu yang dapat menyebabkan pesaing – pesaing tertentu (terutama yang kecil) keluar dari persaingan.
c. Promotion price adalah harga yang ditetapkan rendah dengan kualitas sama, dengan tujuan untuk mempromosikan produk tertentu.
d. Keep-out price, merupakan penetapan harga tertentu sehingga dapat mencegah para pesaing memasuki pasar.

3.  Status Quo Pricing

Strategi ketiga merupakan pertengahan dari kedua strategi di atas. Status quo pricing adalah stragtegi harga keadaan tetap, atau yang sesuai dengan persaingan.

Artinya pembebanan harga identik dengan atau sangat mendekati dengan harga pesaing. Untuk perusahaan kecil harga yang sesuai dengan tingkat persaingan menjadi jalan yang teraman untuk kelangsungan hidup produk jangka panjang.

Tujuan Penetapan Harga

Seperti yang sudah dijelaskan di atas bahwa harga adalah penetapan nilai suatu produk. Lalu mengapa harga harus ditetapkan? Terdapat 4 tujuan penetapan harga yaitu sebagai berikut :

  1. Berorientasi pada Laba, bahwa setiap perusahaan selalu memilih harga yang dapat menghasilkan laba yang paling tinggi atau sering disebut ”maksimisasi laba”.
  2. Berorientasi pada Volume, bahwa penetapan harga sedemikian rupa agar dapat mencapai tingkat volume penjualan tertentu, nilai penjualan atau pangsa pasar tertentu.
  3. Berorientasi pada citra (image), bahwa penetapan harga tertentu dapat membentuk citra perusahaan, misalnya menetapkan harga tinggi dapat membentuk citra perusahaan yang prestisius, sementara menetapkan harga rendah memungkinkan menjaga nilai perusahaan tertentu (menjaga harga yang terendah di suatu daerah).
  4. Berorientasi pada Stabilitas Harga, hal ini dilakukan untuk mempertahankan hubungan yang stabil antara suatu perusahaan dan harga pemimpin industri (industry leader).

Semoga bermanfaat, jangan lupa share ya biar bermanfaat juga buat yang lain. Terimakasih.

Baca Juga:

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.