pengertian targeting

Pengertian Targeting: Tujuan, Manfaat, Metode dan Faktornya

Diposting pada 54 views

Pengertian Targeting – Di dunia bisnis, istilah targeting sangat erat kaitannya dengan upaya mencapai kesuksesan terutama yang berhubungan dengan konsumen. Dia juga berkontribusi, dalam pembuatan strategi yang tepat untuk sistem pemasaran. Penasaran dengan pengertian targetting dan info seputar istilah tersebut?

Bagi perusahaan yang punya modal terbatas atau ingin fokus pada sebuah pasar potensial, akan memanfaatkan sistem targeting. Gunanya, untuk memaksimalkan pelayanan dan kepuasan yang akan dirasakan oleh konsumen.

Pengertian Targetting

Targeting secara umum disebut sebagai upaya menilai berbagai segmen pasar untuk menentukan mana yang akan dijadikan target utama dalam pemasaran. 

Beberapa ahli juga menyampaikan pendapat mereka tentang definisi dari targeting. Kotler dan Amstrong, menyebut pengertian Targeting adalah kelompok pembeli dengan karakteristik serupa. Kemudian dijadikan tujuan, untuk melakukan promosi bisnis oleh sebuah perusahaan.


Lain lagi Daryanto yang mengatakan bahwa targeting adalah sebuah proses untuk mengevaluasi daya tarik dari berbagai segmen pasar yang ada. Selanjutnya, dilakukan pemilihan beberapa yang akan dijadikan prioritas bisnis untuk dimasuki.

Tujuan Targeting

Empat tujuan utama, biasanya ingin dicapai sebuah perusahaan atau bisnis ketika menerapkan sistem penentuan pasar potensial berdasarkan pengertian targeting di atas. Apa sajakah itu?

1. Geografis

Menggaet konsumen dan menjadi “pemain bisnis” utama di area tertentu. Contohnya di area kelurahan A, kecamatan B, Kota C, atau negara D. 

Biasanya tujuan ini harus sudah ditentukan sejak awal menjalankan bisnis sehingga fokus pemasaran menjadi lebih jelas.

2. Kualitas Produk

Memastikan standar kualitas dari produk bisnis yang dihasilkan sehingga ketika dipasarkan benar-benar mendapatkan feedback positif dari konsumen.

Misalnya, standar bahan baku pembuatan tas kulit apakah menggunakan kulit asli dari binatang atau hanya tiruan dengan persentase tertentu.

3. Kuantitas Produk

Memastikan berapa jumlah produk yang harus diproduksi, sehingga tidak terjadi kekurangan pasokan atau kelebihan yang akan merugikan perusahaan.

Contohnya dengan menentukan targeting untuk wilayah desa, akan bisa dikalkulasikan berapa kemungkinan produk tas rajutan harus disiapkan. 

4. Mencapai Target

Mencari tahu apa saja kebutuhan yang ada di sebuah kelompok konsumen mulai dari jumlah konsumen dan siapa yang akan memasarkan. Termasuk kalkulasi keuntungan yang mungkin bisa terealisasi.

Manfaat Targeting

Ketika Anda menggunakan sistem targeting dalam rangkaian strategi bisnis, maka akan banyak manfaat yang bisa dirasakan. Diantaranya adalah:

1. Antisipasi Saingan

Bisnis yang pakai sistem targeting akan mudah memiliki pasarnya sendiri sehingga saingan bisa diminimalisir secara alami. Konsumen sudah merasa nyaman dengan produk yang benar-benar memenuhi kebutuhan mereka, sehingga enggan mencari produsen lain.

Contohnya produk sepatu olahraga untuk pasar kalangan anak muda di desa A. Otomatis pemilik bisnis akan sulit tersaingi ketika produknya sudah benar-benar disukai oleh pasar yang ditargetkan.

2. Penyesuaian Strategi

Beda target pasar akan beda pula karakteristiknya. Dengan adanya targeting, akan mempermudah pelaku bisnis untuk melakukan penyesuaian strategi sesuai karakter tersebut. Alhasil konsumen akan mudah menyukai produk tanpa harus berpikir dua kali.

Contohnya strategi memasarkan produk skincare di kalangan anak muda kota A akan beda dengan kalangan dewasa. Sehingga butuh strategi yang tepat agar kedua target ini bisa menjadi konsumen potensial.

3. Peluang Pasar Lebih Besar

Sebuah bisnis bisa punya peluang lebih besar untuk berkembang ketika menggunakan targetting yang jelas. Baik berkembang dalam segi akses, penyesuaian target pasar, hingga variasi dari produk.

4. Eksistensi Lebih Kuat

Semakin jelas target usaha yang ingin dicapai sesuai implementasi dari pengertian targeting sebelumnya, maka eksistensi sebuah bisnis akan semakin bagus. Konsumen akan menjadikannya referensi utama dalam pemenuhan kebutuhan tertentu dibanding brand lain.

5. Efisiensi dan Efektivitas Sumber Daya

Pelaku bisnis juga mampu melakukan efisiensi sumber daya baik manusia maupun barang dan jasa ketika targeting dijalankan. Contohnya, jumlah sales marketing untuk kota A cukup 4 orang karena target konsumen tidak terlalu banyak.

Sama halnya dengan efektivitas yang juga bisa dilakukan, dimana tak melulu harus banyak tenaga kerja untuk menjalankan sebuah bisnis. 

Contohnya manajer keuangan cabang kota A, bisa langsung bekerja sebagai marketing karena koneksinya luas. Hal ini akan lebih efektif ketimbang menambah karyawan di bagian marketing yang belum bisa dipastikan kinerjanya seperti apa.

Metode Targeting

Dalam penerapan sistem targeting, bisa digunakan beberapa metode sesuai dengan kondisi pada “pasar” yang dituju. Hal ini dijelaskan oleh Tjiptono sebagai berikut:

1. Spesialis Produk (Product Specialization)

Pelaku bisnis lebih fokus pada sebuah produk yang akan dipasarkan pada banyak pasar potensial. Contohnya upaya KFC untuk menyasar pasar anak kecil, remaja, dan dewasa dengan produk paket berhadiah berbagai merchandise sesuai kelompok usia konsumen.

2. Pasar Penuh (Full Market Specialization)

Ini adalah upaya menjadi produsen utama di tengah masyarakat dimana semua produk yang dibutuhkan konsumen berusaha untuk disediakan produsen. 

Contohnya brand A yang dulu hanya memproduksi sabun, kini sudah punya deterjen, pewangi, pemutih, hingga makanan instan untuk berbagai kalangan. 

3. Spesialis Pasar (Market Specialization)

Ketika target sudah ditentukan, produsen akan berupaya memenuhi semua kebutuhan dari target tersebut.

Misalnya sesuai pengertian targeting sebelumnya, pelaku bisnis menargetkan pasar generasi milenial maka pelaku bisnis akan berupaya memenuhi semua kebutuhan pasar tersebut. Mulai dari alat telekomunikasi hingga fashion dengan brand yang sama.

4. Konsentrasi Satu Segmentasi (Single Segment Concentration)

Pelaku bisnis hanya fokus pada satu pasar saja akibat keterbatasan biaya produksi. Bisa juga berdasarkan hasil pengkajian yang kemudian menetapkan pasar tersebut paling potensial untuk memasarkan produk mereka.

5. Spesialis Selektif (Selective Specialization)

Menargetkan beberapa kelompok konsumen dengan karakter yang sama sebagai area pemasaran produk. 

Contohnya memasarkan produk alat pancing terbaru di kalangan pecinta mancing seperti kalangan anak muda, dewasa, pegawai, bahkan lansia.

Faktor Yang Mempegaruhi Targeting

Untuk menentukan targeting dalam strategi bisnis, Anda harus memperhatikan berbagai faktor yang mempengaruhi, diantaranya adalah:

1. Pertumbuhan Pasar

Anda perlu melihat bagaimana pertumbuhan pada segmen pasar yang ditargetkan. Tidak hanya untuk jangka pendek, tapi juga harus memperhatikan pertumbuhan pasar untuk jngka panjang. 

Misalnya potensi berkembangnya sebuah desa target di bidang pembangunan akan membuat target bisnis juga harus difokuskan untuk mengikuti perkembangan tersebut.

2. Hasil Analisa Situasi

Lakukanlah analisis situasi target terutama dari segi karakteristik, dealer, hingga manajemen konsumen dalam membeli sebuah produk. Biasanya perusahaan akan mengandalkan analisis SWOT sebagai langkah mencari data dan fakta terkini dari sebuah pasar potensial.

3. Biaya

Perhitungkan juga biaya yang harus dikeluarkan untuk memasarkan produk ke targetting. Jika dibutuhkan sangat besar namun prospek keuntungan tidak sesuai, maka ada baiknya Anda alihkan target ke pasar lainnya.

4. Sumber Daya Bisnis

Bagaimana pelaku bisnis mendapatkan sumber daya untuk menghasilkan sebuah produk? Apakah menggunakan sumber daya internal atau melibatkan pihak lain? Jawabannya akan sangat mempengaruhi kesuksesan strategi targetting yang digunakan.

5. Ukuran Pasar

Sesuaikan ukuran pasar target dengan kondisi perusahaan. Jangan memaksakan jadi “pemain bisnis” di pasar besar ketika Anda masih mulai menjalankan bisnis.Dari penjelasan diatas sangat jelas bahwa memahami pengertian targeting, tujuan, sehingga faktor yang mempengaruhi sebuah strategi targeting itu penting. Terutama jika pelaku bisnis ingin usahanya berjalan lancar dan eksis untuk waktu yang lama.

Baca juga artikel lain seputar pengertian targeting berikut ini :

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.