bentuk organisasi

Bentuk-Bentuk Organisasi dan Penjelasannya

Diposting pada 111 views

Kitapunya.net, Bentuk-bentuk Organisasi – Organisasi memiliki beberapa bentuk. Nah, bentuk-bentuk organisasi dapat menjadi pertimbangan dalam membentuk sebuah organisasi baru. Caranya mempertimbangkan adalah dengan melihat ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangan. 

Bentuk-bentuk organisasi memiliki ciri-ciri yang berbeda. Perbedaan di antara bentuk-bentuk organisasi tersebut bukan berarti satu bentuk lebih baik daripada yang lainnya. Justru pembeda tersebut sangat membantu, sehingga dapat mengidentifikasi bentuk organisasi mana yang ingin digunakan dan sesuai dengan visi organisasi yang akan dibuat.

Jadi, apa saja bentuk-bentuk organisasi? Ada apa saja di dalamnya yang perlu kalian ketahui? Berikut penjelasan tentang bentuk-bentuk organisasi.

1. Organisasi Lini

Bentuk organisasi lini adalah yang tertua dan paling sederhana. Alur kerja organisasi lini yakni dari pihak yang berwenang penuh bisa juga disebut pihak atas atau pimpinan, memberikan perintah pada pihak bawahnya yang disebut staf. Oleh karena alurnya dari atas ke bawah secara langsung, dapat disebut juga dengan bentuk vertikal.  


http://blog.ub.ac.id/dichopradipta/files/2014/02/lini1.gif
Gambar bentuk struktur organisasi lini

Ciri-ciri Bentuk Organisasi Lini

  • Pimpinan dan staf terhubung secara langsung tanpa perantara
  • Sifat kerjanya vertikal dari atas ke bawah, dari atasan ke bawahan, dari pimpinan ke staf
  • Pimpinan adalah pemilik modal
  • Pimpinan berwenang dan bertanggung jawab penuh terhadap masing-masing peran dalam struktur organisasi lini ini
  • Jumlah komponen dan bagian dalam hirarki yang dapat diartikan juga sebagai jabatan dan posisi, cenderung sedikit atau sederhana
  • Sehingga struktur organisasinya pun sederhana dan tepat untuk skala kecil
  • Teknik dan proses pengawasan pun dilakukan secara langsung dari pimpinan ke staf
  • Belum ada spesialisasi yang ditekankan ke setiap peran

Kelebihan Bentuk-bentuk Organisasi Lini

  • Perintah pimpinan ke staf tersampaikan secara lebih cepat karena dilakukan secara langsung dan tanpa melewati perantara
  • Kedisiplinan dan kinerja terjaga lebih baik karena pimpinan mengawasi secara langsung
  • Instruksi-instruksi dan koordinasi dapat dilaksanakan secara lebih efektif
  • Pembagian dan pembatasan wewenang lebih tegas
  • Proses pengambilan keputusan lebih cepat
  • Disiplin dan loyalitas antar peran tinggi
  • Menumbuhkan solidaritas antar peran baik antara pimpinan dengan staf maupun staf dengan staf lainnya
  • Ada kesempatan untuk melatih kemampuan dalam memimpin
  • Memungkinkan untuk lebih hemat biaya karena tidak melewati terlalu banyak pihak

Kekurangan Bentuk-bentuk Organisasi Lini

  • Potensi pimpinan bertindak otoriter dan menyalahgunakan wewenangnya kepada staf
  • Beban pimpinan menjadi lebih besar karena ditanggung seorang diri
  • Pengembangan keterampilan staf bisa jadi terhambat apabila pimpinan kurang baik dalam memanajemen
  • Staf hanya bisa bergantung pada pimpinan
  • Tujuan pribadi pihak pimpinan dan tujuan organisasi bisa saja tercampur yang berakibat tidak dapat dibedakan
  • Ketiadaan tenaga ahli yang benar-benar menguasai satu bidang

2. Organisasi Lini dan Staff

Organisasi lini dan staf merupakan bentuk organisasi kombinasi antara organisasi lini dan organisasi fungsional. Organisasi fungsional sendiri akan dibahas di poin ketiga. Perbedaannya dengan organisasi lini adalah staf dapat memberikan saran kepada pimpinan dengan mempersiapkan misalnya data dan informasi yang mendukung.

http://blog.ub.ac.id/dichopradipta/files/2014/02/lini-dan-staff.gif
Gambar bentuk struktur organisasi lini dan staff

Ciri-Ciri Bentuk Organisasi Lini dan Staf

  • Ada dua kelompok berwenang: lini dan staf
  • Memiliki satu pimpinan dan dibantu oleh staf
  • Pimpinan dan staf tidak secara langsung berinteraksi
  • Besaran organisasi lebih besar daripada bentuk organisasi lini sehingga jumlah anggotanya pun lebih banyak
  • Adanya tenaga ahli

Kelebihan Bentuk Organisasi Lini dan Staf

  • Pimpinan dipegang oleh satu orang sehingga bersifat terpusat
  • Pembagian peran dan tugas antara pimpinan dan staf cenderung jelas
  • Staf dapat menyampaikan masukan kepada pimpinan sehingga bisa dipertimbangkan dalam pembuatan keputusan selanjutnya
  • Staf cenderung disiplin karena mereka mendapatkan tugas sesuai bidang keahlian masing-masing
  • Keterampilan staf juga mungkin untuk berkembang karena mereka menjadi lebih fokus dalam mengasah keahlian mereka

Kekurangan Bentuk Organisasi Lini dan Staf

  • Potensi pimpinan bertindak otoriter masih ada
  • Jika tidak berhati-hati, proses pengambilan keputusan bisa menjadi tidak efektif karena alurnya yang menjadi panjang dan hal ini mengganggu kelancaran organisasi
  • Potensi persaingan dan lemahnya solidaritas
  • Merekrut staf ahli bisa membebani organisasi jika mereka membutuhkan tetapi kondisi keuangan tidak sedang baik karena mahal

3. Organisasi Fungsional

Bentuk organisasi fungsional adalah dimana pimpinan melimpahkan wewenang kepada staf fungsional untuk kemudian dilaksanakan oleh staf yang ada di bawahnya. Sehingga bentuk ini memiliki tiga tahap yang berawal dari pimpinan, turun ke staf fungsional, dan terakhir turun ke staf di bawah staf fungsional. Oleh karenanya, satu staf fungsional bisa memegang beberapa anggota. 

http://blog.ub.ac.id/dichopradipta/files/2014/02/fungsional.gif
Gambar bentuk struktur organisasi fungsional

Ciri-Ciri Bentuk Organisasi Fungsional

  • Terdapat staf fungsional di antara pimpinan dan staf pelaksana
  • Staf pelaksana mendapat tugas dari staf fungsional, sehingga tidak langsung dari pimpinan
  • Lingkup kerjanya lebih luas dari dua bentuk organisasi sebelumnya
  • Penempatan setiap peran dalam organisasi disesuaikan dengan spesialisasi mereka
  • Target pekerjaan jelas dan terstruktur

Keuntungan Bentuk-bentuk Organisasi Fungsional

  • Pada tahap dan bentuk ini, organisasi sudah lebih tepat disebut sebagai perusahaan yang bisa berkembang lebih maju lagi
  • Ada program kerja yang terarah dan didukung oleh anggaran, personalia, dan sarana yang mumpuni
  • Profesionalisme dalam bekerja menjadi aspek yang nampak jelas untuk dipertahankan
  • Daya saing organisasi meningkat sehingga staf terpacu dalam meningkatkan produktivitas
  • Solidaritas dan moral yang dijunjung tinggi

Kekurangan Bentuk Organisasi Fungsional

  • Pengawasan kerja menjadi agak lebih rumit. Misalnya kondisi staf fungsional yang lebih tinggi dari kepala unit, sehingga membuat inspeksi sulit dilaksanakan
  • Jika tidak ahli dalam bidang yang sudah ditentukan, akan kesulitan dalam menyelesaikan pekerjaannya karena setiap anggota direkrut hanya untuk fokus pada keahlian masing-masing dimana bisa jadi berbeda-beda
  • Oleh karena sudah ada target dan cara kerja, menjadi lebih fokus pada rutinitas daripada berpikir strategis
  • Mengurangi efektivitas komunikasi dan koordinasi antar fungsi
  • Cenderung meningkatkan ketergantungan antar-fungsi sehingga memperlambat penyelesaian tugas

4. Organisasi Lini dan Fungsional

Bentuk organisasi ini memiliki cabang yang lebih banyak dari ketiga bentuk sebelumnya. Pimpinan utama melimpahkan wewenang kepada kepala bagian yang bertugas membuat keputusan untuk bidang tertentu. Pimpinan utama juga melimpahkan wewenang kepada staf fungsional untuk dilaksanakan. Hasil pekerjaan tersebut akhirnya diserahkan kepada kepala bagian.

http://blog.ub.ac.id/dichopradipta/files/2014/02/lini-dan-fungsional.gif
Gambar bentuk struktur organisasi lini dan fungsional

Ciri-Ciri Bentuk Organisasi Lini dan Fungsional

  • Perbedaan tugas pokok dan tambahan tidak terlalu terlihat
  • Sangat mengandalkan tenaga ahli
  • Tidak terlalu menonjolkan perbedaan tingkat pada pembagian kerja

Kelebihan Bentuk Organisasi Lini dan Fungsional

  • Solidaritas dan disiplin para staf tinggi, terutama di antara staf bawah
  • Produktivitas staf tinggi karena masing-masing bekerja sesuai bidang yang dikuasai
  • Keputusan yang diambil cenderung baik, tepat, dan komprehensif
  • Memperkecil potensi pimpinan utama bertindak otoriter
  • Hanya pekerjaan rutin yang diselesaikan sehingga tidak membuat pekerjaan staf terlalu terbebani

Kekurangan Bentuk Organisasi Lini dan Fungsional

  • Kreativitas staf menjadi tidak bisa disampaikan apalagi dikembangkan secara fleksibel karena peran-peran yang ada dalam organisasi semakin kaku
  • Memungkinkan staf mengalami kejenuhan karena mereka hanya mengerjakan tugas sendiri, jika tugasnya sudah selesai, maka tidak perlu mengerjakan tugas lain
  • Proses pengambilan keputusan membutuhkan waktu yang lebih panjang karena harus melewati beberapa level untuk akhirnya mendapatkan kesepakatan
  • Jika terjadi kendala, proses perbaikannya bisa jadi lebih lama karena semua hanya bekerja sesuai bidangnya dan membutuhkan pihak lain yang bisa memperbaiki kendala tersebut

5. Organisasi Lini, Fungsional, dan Staff (Matrik)

Bentuk organisasi gabungan lini, fungsional dan staf atau bisa disebut juga sebagai bentuk organisasi matrik. Kombinasi ketiganya menegaskan bahwa bentuk organisasi ini lebih kompleks dengan segala ciri-ciri, kelebihan, dan kekurangannya sebagai berikut. 

http://blog.ub.ac.id/dichopradipta/files/2014/02/matrix.gif
Gambar bentuk struktur organisasi matrik

Ciri-Ciri Organisasi Lini, Fungsional, dan Staff (Matrik)

  • Wewenang horizontal diterima manajer proyek dan wewenang fungsional diterima oleh setiap staf yang ahli dalam bidang masing-masing
  • Staf melapor pada dua atasan dengan syarat manajer proyek selain memberikan wewenang, tidak lupa melapor ke pihak atasannya
  • Jumlah anggota dan perannya semakin banyak dengan fungsi yang banyak pula
  • Ada tiga unsur karyawan pokok:
    – Karyawan dengan tugas pokok (line personal)
    – Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal)
    – Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)

Kelebihan Organisasi Lini, Fungsional, dan Staff (Matrik)

  • Untuk mengerjakan proyek yang besar, bentuk ini sangat tepat
  • Kompleksitas pekerjaan mendorong sisi inovatif dari staf
  • Aplikasi kegiatan organisasi matrik tidak mengganggu struktur besar pada organisasi
  • Mendorong kerja sama antar staf dengan berbagai keterampilan 

Kekurangan Organisasi Lini, Fungsional, dan Staff (Matrik)

  • Potensi keterbatasan keahlian pada peran tertentu
  • Manajer proyek beresiko mengalami kendala dalam pengembangan tim secara terpadu karena salah satu faktornya adalah komunikasi
  • Keharusan untuk melakukan laporan dua kali bisa menyebabkan kebingungan dan menyebabkan perbedaan hasil yang tidak sinkron
  • Koordinasi horizontal dan vertikal sangat perlu dijaga

7. Organisasi Komite

Bentuk organisasi dimana dalam satu organisasi memiliki lebih dari satu atasan yang disebut komite. Organisasi komite ini terdiri dari dua badan. Pertama, pimpinan komite yang anggotanya memiliki wewenang lini. Kedua, staf komite yang memiliki wewenang kepada staf.

C:\Users\lenovo\Downloads\struktur-organisasi.jpg
Gambar bentuk struktur organisasi komite

Ciri-Ciri Organisasi Komite

  1. Ada dewan dengan anggotanya yang bertindak secara kolektif
  2. Masing-masing anggota dewan memiliki hak dan wewenang yang sama
  3. Proses pengambilan keputusan dilakukan melalui rapat musyawarah
  4. Struktur organisasi lebih kompleks dari bentuk-bentuk lainnya

Kelebihan Organisasi Komite

  1. Pengambilan keputusan yang dilakukan melalui rapat musyawarah meminimalisir dampak jika masih ada anggota dewan yang tidak sepakat dengan keputusan
  2. Potensi adanya pimpinan otoriter sangat kecil
  3. Tour of duty dapat menjamin karir

Kekurangan Organisasi Komite

  1. Oleh karena banyak yang perlu dipertimbangkan, kecenderungannya proses pengambilan keputusan membutuhkan waktu
  2. Biaya operasional sangat tinggi
  3. Jika terjadi kendala, memiliki kecenderungan untuk menghindar karena merasa di luar bidangnya

Itulah keenam bentuk-bentuk organisasi. Deskripsi, kelebihan, dan kekurangan yang telah disebutkan di atas tidak hanya menunjukkan perbedaan. Tetapi, juga untuk menjadi pertimbangan dalam mengidentifikasi dan membentuk organisasi.

Baca juga: