pengertian permintaan

Pengertian Permintaan: Hukum, Kurva dan Faktor Yang Mempengaruhi

Diposting pada

Pengertian Permintaan: Hukum, Kurva dan Faktor Yang Mempengaruhi – Salah satu pembentukan harga pasar adalah permintaan. Dalam kehidupan sehari-hari, kita membutuhkan barang dan jasa. Yang mana semua barang dan jasa tersebut tidak dapat kita penuhi sendirri, kita membutuhkan orang lain untuk itu, salah satu caranya adalah dengan membeli barang dan jasa tersebut.  

Ketika kita membeli barang atau jasa tersebut, kita sudah melakukan kegiatan ekonomi yang disebut dengan konsumsi. Konsumsi yang kita lakukan hampir setiap hari tersebut menyebabkan berbagai macam permintaan atas barang dan jasa.  

Dalam usaha memenuhi kebutuhan hidup masing-masing, akan terjadi bgejala atau peristiwa ekonomi yang akan dialami oleh masyarakat.

Sebagai contoh, naiknya harga barang, kelanggkaan barang, turunnya harga jual, turunnya daya beli masyarakat dan masih banyak lagi. Peristiwa peristiwa tersebut saling berkaitan atau saling mempengaruhi.   Hubungan dari peristiwa ekonomi terdapat dua macam, yaitu hubungan kasual (sebab akibat) dan hubungan fungsional.  


Hubungan kausal (sebab akibat) adalah hubungan yang menunjukan bahwa terjadinya suatu peristiwa disebabkan oleh peristiwa yang lain. Berikut ini adalah contoh peristiwanya :  

  • Kenaikan harga bbm mengakibatkan harga tarif angkutan umum menjadi meningkat juga
  • Kenaikan tarif angkutan umum menyebabkan biaya produksi meningkat, harga barang yang merupakan hasil produksi ikut meningkat juga
  • Kenaikan pada barang menyebabkan menurunnya daya beli masyarakat

Hubungan fungsional adalah suatu hubungan yang memperlihatkan adanya pengaruh timbal balik antara satu peristiwa dengan peristiwa yang lain. Berikut ini adalah contohnya :

  • Menjelang hari raya, permintaan terhadap barang kebutuhan pokok meningkat sehingga harga barang ikut naik
  • Pada musim buah-buahan tertentu, harga buah menjadi turun karena jumlah buah yang berada di pasaran sangat banyak.

Pengertian Permintaan

Permintaan adalah suatu kesediaan pembeli untuk membeli barang dan jasa pada berbagai tingkat harga dalam waktu tertentu.

Jumlah barang yang diminta adalah kesediaan pembeli untuk membeli barang dan jasa pada harga tertentu dan waktu tertentu. Pengertian permintaan (demand) mengandung dua unsur, yaitu jumlah barang yang diminta dan tingkat harga tertentu.   

Definisi permintaan dalam ekonomi adalah jumlah barang dan jasa yang dinyatakan oleh subyek ekonoi yang memiliki daya beli atau dapat juga dikatakan bahwa permintaan adalah jumlah barang pada suatu pasar yang ingin dibeli oleh para konsumen pada suatu saat tertentu dalam berbagai tingkat harga.     

Pengertian Hukum Pemintaan

Dalam ilmu ekonomi dikenal adanya “hukum permintaan”, yaitu apabila harga naik maka permintaan berkurang, dan jika harga turun maka permintaan bertambah. Bisa juga diterjemahkan dengan jumlah permintaan terhadap suatu barang berbanding terbalik dengan harga. Dengan demikian permintaan dan harga berjalan berlawanan arah.   

Sebagai contoh :   Ketika menjelang hari lebaran, permintaan daging ayam meningkat sementara persediaan ayam di pasar terbatas sehingga harga ayam akan naik, sebaliknya setelah beberapa hari setelah lebaran permintaan ayam menurun dan persediaan ayam melimbah maka harga daging ayam juga akan turun.  

Yang perlu kita ketahui bersama adalah, hukum permintaan dan hukum ekonomi itu tidak berlaku pasti, tetapi hanya merupakan kecenderungan yang bersifat relatif, dan itu didapat dari percobaan atau pengamatan.

Dapat juga diartikan dengan, hukum itu hanya berlaku menurut keadaan pada saat hukum itu disusun dan dengan syarat-syarat, tertentu pula (cateris paribus). Jadi kalau ada salah satu syarat yang berubah atau menyimpang dari keadaan (kondisi) yang diminta, hukum ekonomi langsung tidak berlaku.   

Contoh : Walaupun harga beras naik, akan tetapi permintaan juga naik. Mungkin disebabkan karena beras adalah kebutuhan pokok, penduduk semakin banyak, dan kesejahteraan masyarakat meningkat.

Padahal menurut hukum permintaan, apabila harga naik, maka permintaan akan turun karena daya beli masyarakat menurun.  

Pengertian Kurva Permintaan

Definisi dari kurva permintaan adalah kurva yang menunjukan hubungan berbagai jumlah barang atau jasa yang diminta pada berbagai tingkat harga.   Contoh :   

1. Harga salak pondoh 1 kg = Rp 6.000 ada permintaan sebanyak 10.

2. Harga salak pondoh 1 kg = Rp 5.500 ada permintaan sebanyak 12.

3. Harga salak pondoh 1 kg = Rp 5.000 ada permintaan sebanyak 14.

4. Harga salak pondoh 1 kg = Rp 4.500 ada permintaan sebanyak 16.

5. Harga salak pondoh 1 kg = Rp 4.000 ada permintaan sebanyak 18.

Dari gambar kurva diatas dapat kita lihat bahwa kurva permintaan bergerak dari kiri atas ke kanan bawah, itu artinya jika harga turun jumlah barang yang diminta naik, dan begitu juga sebaliknya.

Bergeraknya kurva permintaan karena perubahan harga disebut pergerakan kurva permintaan.  

Adanya perubahan permintaan yang dikarenakan terjadinya perubahan, selain faktor harga, akan menyebabkan terjadinya pergeseran kurva permintaan.

Sebagai contoh :

Pada saat liburan banyak yang berkunjung dan berwisata di Yogyakarta, sehingga terjadi permintaan salak pondoh di Pasar pasar Yogyakarta.  Perhatikan data dan tabel berikut ini :

Pergeseran kurva permintaan dari d-d menjadi d’1 – d’1 merupakan kenaikan permintaan. Namun, kenaikan jumlah barang yang diminta karena perubahan harga naik tidak boleh dinyatakan sebagai kenaikan permintaan, tetapi merupakan kenaikan jumlah barang yang diminta.

Faktor Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan

1. Intensitas Kebutuhan

Faktor yang mempengaruhi permintaan yang pertama adalah intensitas keburuhan. Apabila kebutuhan akan suatu barang itu tidak terlalu penting atau tidak terlalu mendesak, maka permintaan terhadap barang tersebut akan turun.

Tetapi sebaliknya, apabila intensitas kebutuhan akan barang dan jasa itu sangat penting (sangat mendesak), maka permintaan barang/jasa tersebut akan meningkat.

Untuk lebih jelasnya baca contoh dibawah ini :Pada saat menjelang idul fitri, banyak orang yang membutuhkan makanan dan bahan pokok.

Sehingga permintaan akan makanan dan bahan-bahan pokok tersebut akan mingkat. Di sini dapat kita lihat, bahwa pada saat saat tertentu (saat dibutuhkan barang/lainnya) seperti menjelang idul fitri (intensitas kebutuhan) meningkat, maka permintaan akan barang dan jasa juga akan meningkat.

Nanti akan berpengaruh juga pada harga, seperti yang terjadi saat ini. Setiap menjelang idul fitri harga bahan-bahan pokok pasti ada yang meningkat. Bahkan bisa meningkat hingga 2 kali lipatnya atau lebih.

2. Daya Beli atau Pendapatan Masyarakat

Faktor yang mempengaruhi permintaan yang kedua adalah tingkat daya beli masyarakat dan juga pendapatan masyarakat. Definisi dari tingkat daya beli masyarakat adalah kemampuan dari masyarakat atau konsumen untuk membeli suatu barang/jasa sesuai dengan tingkat kebutuhan masyarakat tersebut.

Semakin besar tingkat daya beli masyarakat, permintaan akan semakin besar pula, dan juga sebaliknya. 

Tingkat daya beli masyarakat ini dipengaruhi oleh beberapa hal, misal saja beberapa waktu yang lalu akibat kurs rupiah melemah terhadap dollar, maka harga barang-barang impor meningkat. Tingkat daya beli masyarakat menurun, permintaan pun juga ikut menurun.

Tingkat daya beli masyarakat juga dipengaruhi oleh besar kecilnya pendapatan masyarakat, tentu semakin besar pendapatan masyarakat maka tingkat daya beli masyarakat tersebut juga akan meningkat.

3. Selera konsumen

Faktor yang mempengerahui permintaan yang ketiga adalah selera konsumen. Maksudnya apabila suatu barang atau jasa sesuai dengan selera dan pas di hati masyarakat atau sesuai dengan trend maka permintaan akan meningkat dan begitu juga sebaliknya. 

Misal saja : Beberapa waktu yang lalu di Indonesia terjadi demam K-Pop, pada saat-saat ini selera konsumen mengarah ke K-Pop seperti baju, celana dan sepatu. Permintaan barang pun akan meningkat. Tapi mungkin permintaan baju baju dangdut menurun, karena selera masyarakat terhadap baju dangdut juga menurut.

4. Harga barang substitusi dan barang komplementer

Faktor yang mempengaruhi permintaan yang selanjutnya adalah harga barang substitusi dan juga barang komplementer. Apabila harga barang substitusi menurun maka permintaan barang lain akan menurun juga.

Sebagai contoh, apabila harga teh turun, maka permintaan terhadap kopi akan turun disebabkan orang akan berpindah dari minum kopi ke minum teh.

Jadi permintaan teh meningkat, dan permintaan kopi menurun.
Berbeda dengan barang komplementer, barang komplementer ini tercipta hubungan yang positif. Itu artinya apabila harga barang pelengkap atau komplementer itu meningkat, maka permintaan akan barang tersebut akan turun pula. 

Sebagai contoh, bensin adalah barang pelengkap dari mobil. Apabila harga bensin meningkat tajam maka permintaan mobil dan motor yang menggunakan bahan bakar bensin akan turun. Jadi, jika harga bensin itu naik, maka permintaan mobil akan turun mengikuti penurunan konsumsi bensin. 

Terimakasih sudah membaca artikel berjudul Pengertian Permintaan: Hukum, Kurva dan Faktor Yang Mempengaruhi, baca juga artikel lain berikut :

Refensi : Tri Widarto dkk. 2004. Pengetahuan Sosial Ekonomi 2 SMP. Jakarta. Penerbit : Balai Pustaka

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.