faktor produksi

5 Macam Faktor Produksi disertai Tujuan dan Contohnya

Diposting pada 6.921 views

Pengertian dan Macam-macam faktor produksi – Pada kesempatan yang lalu sudah dibahas tentang pengertian dan tujuan produksi. Dan pada kesempatan pagi hari ini kita punya akan share dengan tema yang masih sama yaitu tentang salah satu kegiatan ekonomi yaitu produksi. Dan judul artikel ini adalah faktor-faktor produksi.

Kegiatan produksi dapat berlangsung dengan efektif apabila didukung oleh berbagai sumber daya ekonomi atau faktor-faktor produksi. Faktor-faktor produksi tersebut diantaranya yaitu bahan bahan, tenaga kerja untuk membantu proses produksi, tanah untuk gedung pabrik dan gedung kantor, mesin mesin untuk mengolah, maupun orang yang mempunyai keahlian mengkombinasikan faktor-faktor produksi tersebut.  


Macam-macam Faktor-faktor Produksi

1. Faktor produksi alam

Faktor produksi alam atau sumber daya alam adalah semua kandungan alam yang dapat digunakan dalam proses produksi. Setiap industri membutuhkan bahan baku dari alam, karena pada dasarnya semua bahan baku berawal dari alam.

Dan apakah semua industri membutuhkan alam dalam proses produksi? Tentu saja, minimal membutuhkan tanah (lahan) dan air sebagai faktor utama.

Contoh faktor produksi alam antara lain : tanah, air, udara, tumbuh-tumbuhan, hewan dan lain sebagainya.  

2. Faktor produksi tenaga kerja

Faktor produksi tenaga kerja merupakan pelaksana dalam kegiatan produksi. Pada umumnya faktor produksi tenaga kerja dapat dikelompokkan berdasarkan sifat kerja dan kualitas hasil kerja. Faktor produksi alam dan tenaga kerja disebut faktor produksi asli.  

Macam-macam tenaga kerja

a. Berdasarkan sifat kerja  

  • Tenaga kerja jasmaniah : tenaga kerja yang mengandalkan kekuatan fisik (otot), seperti tukang becak, tukang batu, sopir dan penjaga malam.
  • Tenaga kerja rohaniah : tenaga kerja yang didasarkan perasaan atau pikiran : guru, peneliti, pengacara, penceramah dan lain lain.

b. Berdasarkan kualitas kerja

  • Tenaga kerja terdidik : Tenaga yang memerlukan pendidikan sebelum berperan dalam kegiatan produksi. Contoh, dokter, guru, dokter.
  • Tenaga kerja terlatih : Tenaga kerja yang sebelumnya harus mengkuti latihan terlebih dahulu sebelum mengikuti proses produksi. Contoh : sopir, penjahit, montir, dan lain sebagainya.
  • Tenaga kerja kasar atau tenaga kerja tidak terdidik dan tidak terlatih : Tenaga kerja yang tidak memerlukan pendidikan atau pelatihan terlebih dahulu, seperti kuli bangunan, pesuruh, tukang parkir, tukang sapu dan lain sebagainya.

3. Faktor produksi modal

Pengertian dari faktor produksi modal adalah semua hasil produksi manusia yang akan digunakan untuk menghasilkan barang atau jasa. Contoh ; uang, mesin, alat pertanian, alat transportasi dan lain sebagainya. Barang-barang modal disebut juga dengan alat-alat produksi.  

Dalam pembahasan selanjutnya modal akan dikelompokkan berdasarkan waktu penggunaan pemilik (subyek), bentuk, wujud dan alat (sumber).  

a. Berdasarkan waktu penggunaanya : modal dapat dibagi menjadi dua macam yaitu :  

  • Modal tetap : modal yang tetap dan dapat digunakan beberapa kali dalam proses produksi. Contoh, gedung, pabrik, mesin-mesin, traktor, dan ain sebagainya.
  • Modal lancara : modal lancar dapat digunakan hanya dalam satu kali proses produksi. Contoh : bahan baku, bahan penolong, bahan bakar, dan lain sebagainya.

b. Berdasarkan pemiliknya

Berdasakran pemiliknya moda dapat dibagi menjadi dua juga, yaitu sebagai berikut :

  • Modal individu : Modal individu dimiliki oleh perseorangan dan akan memberikan hasil pada yang memilikinya. Contoh : bunga tabungan, sewa rumah, dan tempat kos.
  • Modal kelompok (sosial) : Modal kelompok dimiliki secara bersama oleh masyarakat dan memberikan manfaat bagi orang banyak. Contoh : rumah sakit, puskesmas, jalan raya, lapangan sepak bola, gedung serbaguna dan lain sebagainya.

c. Berdasarkan bentuknya 

Berdasarkan bentuknya, modal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu :

  • Modal nyata : Modal nyata dapat berupa barang yang dapat digunakan dalam proses produksi
  • Modal abstrak : Tada dapat dilihat dan tidak dapat diraba namun mempunyai nilai dalam produksi dan hasilnya dapat dirasakan. Contoh : kepandaian, pengetahuan, keahlian dan lain-lain.

d. Berdasarkan sumbernya

Berdasarkan sumbernya, modal dapat dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut :

  • Modal sendiri : Modal yang bersumber dari pemiliknya sendiri atau dari penyisihan keuntungan yang diperoleh
  • Modal pinjaman : Modal yang bersumber dari pinjaman dari pihak lain, yaitu berupa hutang.

4. Faktor produksi kewirausahaan

Keberadaan faktor produksi alam, tenaga kerja, dan modal belum dapat menjamin terlaksananya suatu proses produksi, tanpa adanya pihak yang mengelolanya. Pihak yang mempunyai kemampuan untuk mengelola ketiga faktor produksi tersebut adalah kewirausahaan.

Kewirausahaan adalah kemampuan seseorang untuk dapat mengkombinasikan faktor-faktor produksi alam, tenaga kerja, dan modal untuk menghasilkan barang atau jasa dalam usahanya memperoleh keuntungan. Faktor produksi modal dan kewirausahaan disebut dengan faktor produksi turunan.  

Kemampuan yang harus dimiliki seorang pengusaha, antara lain :

  • Perencanaan (planning) : Kemampuan ini mencakup penetapan tujuan dan penentuan strategi
  • Pengorganisasian (Organizing) : Kemampuan ini mencakup pembagian tugas dan wewenang, mengatur hubungan  dan tanggung jawab.
  • Pengarahan (actuating) : Kemampuan ini mencakup dorongan dan bimbingan serta pengawasan terhadap pelaksanaan pekerjaan.
  • Pengawasan (Controling) : Kemampuan ini mencakup pengukuran dan penilaian hasil pekerjaan agar sesuai dengan perencanaan.

5. Faktor teknologi dan informasi

Macam Faktor produksi yang kelima adalah faktor teknologi dan informasi. Dengan kemajuan teknologi dan informasi inilah pelaku usaha dapat meringankan proses kerjanya.

Teknologi dan informasi dapat dimanfaatkan untuk proses pengelolaan tenaga kerja, keuangan, hingga pemasaran. Adanya aplikasi dan perangkat lunak yang dikembangkan seiring bertumbuhnya bisnis dapat mendukung capaian perusahaan.

Selain itu, berkat adanya teknologi informasi, sebuah perusahaan bisa memangkas beberapa biaya yang mungkin dahulu amat membebani mereka seperti biaya distribusi dan promosi. Adanya berbagai platform penjualan daring berbasis aplikasi dan layanan paket daring sejatinya dapat mempermudah proses pemasaran secara lebih luas.

Tujuan Faktor Produksi

Faktor-faktor produksi perlu dicukupi oleh setiap pelaku usaha yang ingin menjalankan usahanya. Berikut ini adalah tujuan dan pentingnya faktor produksi bagi sebuah usaha:

  1. Menghasilkan output
    Faktor produksi bertujuan agar usaha dapat menghasilkan output dari proses produksi. Output ini tidak hanya berupa produk di masa ekonomi stabil melainkan juga ketika perusahaan beroperasi di bawah kenaikan atau penurunan biaya dalam jangka pendek. Faktor produksi yang dimiliki secara permanen akan dapat membantu stabilitas luaran dari suatu usaha atau bisnis.
  2. Memperlancar proses produksi
    Salah satu tujuan faktor produksi adalah untuk memperlancar proses produksi barang maupun jasa. Hal ini dikarenakan jika semua faktor produksi sudah terpenuhi maka pemilik usaha tinggal fokus pada proses manajemen dan operasional serta pemasaran produk untuk mencapai profit yang diinginkan. Setiap faktor produksi berperan penting terhadap hal ini.
  3. Mendukung kualitas produk dan keuntungan
    Stabilitas dari faktor-faktor produksi sangat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan oleh proses produksi disertai dengan tingkat keuntungan yang didapat. Kedua hal ini menjadi satu kesatuan ketika telah berada di pasaran.
  4. Mendukung bertumbuhnya sebuah perusahaan
    Faktor produksi akan mendukung bertumbuhnya suatu perusahaan secara stabil dan memudahkan pemilik usaha untuk melakukan kontrol terhadap proses produksi. Setiap produk barang atau jasa yang dihasilkan akan menjadi tolok ukur bagaimana sebuah usaha mengelola semua faktor produksinya.
  5. Mendukung kepercayaan konsumen terhadap merek
    Faktor produksi akan mendukung kepercayaan konsumen terhadap merek dagang maupun sebuah usaha itu sendiri. Tingkat mutu dari setiap faktor produksi hingga produk yang dihasilkan akan menentukan bagaimana respon konsumen di pasaran terhadap produk / merek kita.

Baca : Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.