6 Manfaat dan Kegunaan Sejarah Bagi Kehidupan Manusia

Kegunaan Sejarah Bagi Kehidupan Manusia - Satu hal yang paling berharga bagi manusia adalah "waktu", karena kita tidak akan pernah bisa kembali ke masa lalu. Kita hanya bisa mengenang dan mengingat-ngingatnya. Apa yang telah terjadi di masa lalu itulah yang disebut sebagai sejarah, dengan kata lain setiap orang pasti memiliki sejarah, memiliki cerita di masa lalu yang sampai sekarang masih terkenang. Sejarah juga bisa berupa peristiwa-peristiwa, kalau kalian pergi ke-rumah kuno kemudian kalian bertanya "bagaimana sejarah rumah ini dibangun pak?".

Sejarah menjadi salah satu cabang ilmu pengetahuan, setiap jenjang pendidikan dari mulai SD, SMP, SMA bahkan Perguruan Tinggi biasanya ada salah satu mata kuliah tentang sejarah. Hanya saja yang dipelajari bukan sejarah pribadi masing-masing, melainkan sejarah tentang peristiwa-peristiwa penting yang mempengaruhi hidup orang banyak seperti sejarah Indonesia merdeka, sejarah manusia purba, sejarah islam dan masih banyak lagi.

Sejarah adalah tentang waktu dan ruang. Waktu yang tak bisa kita kembalikan, kita hentikan dan kita majukan. Sehingga sejarah merupakan masa lalu, sekarang dan masa yang akan datang. 1 detik saat ini adalah sejarah bagi 1 detik berikutnya. Pembagian waktu dalam sejarah tersebut akan memperlihatkan adanya perubahan-perubahan. 

Sehingga dalam setiap aktivitas manusia baik itu masa lalu, sekarang maupun masa depan akan lahir peristiwa-peristiwa yang dianggap penting dan dicatat dan diingat dalam memori manusia. Catatan atau memori tentang peristwa-peristiwa tersebut akan dikisahkan sehingga menjadi sebuah kisah sejarah.

Sebuah kisah sejarah yang memiliki nilai pengetahuan tersebut akan memberikan sejumlah kegunaan atau manfaat bagi kehidupan manusia. Berikut adalah beberapa kegunaan dan manfaat bagi kehidupan manusia :

6 Manfaat dan Kegunaan Sejarah Bagi Kehidupan Manusia

Manfaat dan Kehidupan Sejarah bagi Kehidupan Manusia
Manfaat dan Kehidupan Sejarah bagi Kehidupan Manusia
1. Memiliki nilai pengetahuan (edukasi)
Sejarah memiliki unsur-unsur pendidikan atau memiliki sifat edukatif. Mungkin sering kita mendengar sebuah kata bijak "belajarlah dari masa lalu", atau "jangan jatuh di lubang yang sama". Itulah esensi dari sejarah, kita bisa menjadikannya sebagai pengetahuan walaupun kita tidak melakukannya sendiri.

Sebagai contoh ketika kita mempelajari tentang sejarah kemerdekaan Indonesia, kita dapat mengambil sebuah pelajaran bahwa persatuan dan kesatuan itu sangat penting untuk mencapai tujuan bersama.

Contoh lain adalah tentang perlawanan para Pahlawan di Indonesia dalam memperjuangkan kemerdekaan, memberikan pelajaran bahwa untuk mendapatkan kemerdekaan itu tidak mudah, diperlukan perjuangan, pengorbanan bahkan nyawa. Untuk itulah jangan sampai kemerdekaan yang saat ini kita nikmati kita sia-siakan begitu saja, kita harus teruskan perjuangan mereka dengan menjadi warga negara yang sebaik mungkin.

Banyak sekali nilai-nilai yang bisa kita ambil dari sejarah seperti kebenaran, keadilan, kejujuran, kearifan, rela berkorban, tanggung jawab, kerja keras, dan masih banyak lagi.

2. Bersifat Inspiratif
Sejarah akan menghasilkan berbagai karya, entah itu karya seni maupun karya sastra. Karya-karya tersebut akan menginspirasi banyak orang di masa sekarang dan yang akan datang. Sebagai contoh sejarah tentang Masjid Demak, akan menginspirasi banyak orang perihal desain bangunan, begitu juga dengan Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi-candi yang lain.

Dalam bentuk lain misalnya, Bung Karno adalah seorang yang piawai dalam berpidato. Pidato-pidatonya akan sangat menginspirasi para pemimpin-pemimpin dunia saat ini. Begitu juga dengan kisah Bung Karno, bagaimana perjuangannya melawan penjajah, bagaimana perjalannya, bagaimana pendidikannya. Kisah yang gigih akan perjuangan itu akan menginspirasi kita untuk selalu berjuang mencapai cita-cita.

3. Bersifat Instruktif (Pengajaran)
Secara harfiah instruktif diartikan sebagai pengajaran, nasihat-nasihat. Dengan mempelajari sejarah, maka kita akan mendapat pengajaran-pengajaran sehingga kita memiliki keterampilan baik bersifkat fisik maupun keterampilan berfikir.

Pada dasarnya sejarah memberikan pengetahuan yang sifatnya teoritis yang menjelaskan tentang pemahaman terhadap konsep-konsep atau generalisasi-generalisasi yang dikaji. Konsep-konsep pengajaran dalam sejarah ini misalnya tentang sebab akibat (kausalitas), kronologis, perkembangan, pertumbuhan, dan perubahan. 

Dari itu semua dapat kita aplikasikan dalam kehidupan sehari-hari, misal saja mempelajari sebuah peristiwa sejarah tentang krisis moneter tahun 1998, maka dari itu bisa kita pelajari tentang penyebab dan cara mengatasinya. Didalamnya juga terdapat pengetahuan tentang krisis ekonomi.

Sejarah juga mengajarkan tentang kronologis tertentu, misal saja sebuah kecelakaan pesawat terbang. Dari situ dapat kita catat tentang kronologis atau urut-urutan bagaimana pesawat tersebut bisa sampai kecelakaan. Sehingga dapat di evaluasi penyebabnya. Sama seperti reka adegan dalam kasus pembunuhan.

4. Bersifat Rekreatif
Sejarah akan memberikan sensasi seolah-olah kita berada di masa itu, membuat kita berimajinasi dan membayangkan "bagaimana jika waktu itu saya ada di situ". Nilai-nilai pengetahuan dan sensasi itulah yang membuat banyak orang suka dengan sejarah. Apalagi manusia itu sukanya untuk mengenang, menyimpan sesuatu yang dianggap penting. Setiap yang memiliki cerita adalah aset berharga yang dapat diceritakan kepada anak cucu nanti.

Museum, tugu, monumen adalah salah satu bukti manusia itu suka menyimpang sesuatu dan mengenannya. Bangunan-bangunan yang bernilai sejarah itu memiliki sifat rekreatif yang dapat dijadikan sebagai tempat wisata. 

Berwisata tidak harus mengunjungi secara langsung tempat-tempat bersejarah, kita juga dapat melintasi lorong waktu dengan berimajinasi melalui membaca buku-buku sejarah.

Sehingga sejarah bukan hanya sekadar catatan peristiwa, tapi juga memiliki kegunaan untuk memberikan nilai tambah bagi pariwista suatu negara.

5. Pendidikan Politik
Sejarah sangat kental dengan nilai-nilai politik, terutama sejarah yang ditulis oleh pemerintah dalam suatu negara. Bahkan sejarah yang berkaitan negara tersebut kemudian dimasukkan ke dalam kurikulum pendidikan yang wajib dipelajari oleh para siswa.

Sejarah mengajarkan bagaimana sepatutnya warga negara memahami tentang demokrasi, tentang dasar negara (pancasila), tentang undang-undang 1945, dan tentang kemerdekaan Indonesia. Semua yang disebutkan di atas berkaitan dengan politik.

Pendidikan sejarah juga memiliki peran yang sangat penting dalam membangun nasionalisme warga negara. Memahami sejarah tentang perjuangan dan pentingnya kemerdekaan akan membangun rasa nasionalisme. Nasionalisme merupakan rasa cinta terhadap negara Indonesia, setiap warga negara wajib memiliki semangat nasionalisme dan bela negara. Sehingga sejarah ini menjadi salah cara bagi negara untuk menanamkan rasa nasionalisme pada warga negaranya.

6. Pendidikan masa depan
Apa hubungannya sejarah dengan masa depan? Sejarah adalah sebuah studi tentang kehidupan dalam konteks waktu. Waktu tidaklah dapat dimundurkan, dihentikan maupun dimajukan. Sehingga selalu berkesinambungan dan terus berjalan. Begitulah sejarah, 1 detik kedepan akan menjadi sejarah ketika kita sudah melewatinya.

Masa depan salah satunya ditentukan oleh masa sekarang, ketika kalian belajar dengan sangat giat tujuannya adalah agar mendapat prestasi sehingga dapat menjadi sejarah kelak ketika sudah lulus sekolah.

Baca juga : 10 Manfaat Kebaragaman Budaya di Indonesia

Nahh itu adalah 6 manfaat dan kegunaan sejarah bagi kehidupan manusia, ayoo pelajari sejarah agar kita dapat belajar dari masa lalu. Mengenang masa lalu boleh-boleh saja, tapi jangan sampai balikan :).

Belum ada Komentar untuk "6 Manfaat dan Kegunaan Sejarah Bagi Kehidupan Manusia"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel