pengertian pemasaran internasional

Pengertian Pemasaran Internasional: Tujuan, Tantangan dan Contoh

Diposting pada 14,298 views

Dalam ilmu ekonomi dan bisnis dikenal 2 jenis pemasaran yaitu pemasaran domestik atau dalam negeri dan pemasaran internasional. Cakupan dari international marketing tentu saja lebih luas dibandingkan dengan domestik.

Tak heran jika tantangan yang dihadapi oleh pebisnis juga jauh lebih besar. Kalau Anda sedang menjalankan bisnis dan berencana untuk mengembangkan pemasaran hingga ke luar negeri, sebaiknya pahami seluk beluk international marketing terlebih dahulu. 

Pengertian Pemasaran Internasional

Dilihat dari istilahnya saja Anda sudah bisa menebak apa yang dimaksud dengan international marketing. Singkatnya, international marketing merupakan upaya untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen yang ada di berbagai belahan dunia di luar negara asal perusahaan.

Pengertian lebih lengkap dari pemasaran internasional adalah kemampuan menjalankan bisnis yang dipersiapkan untuk membuat rencana, melakukan penetapan harga, promosi, dan mengatur supaya alur produk barang dan jasa perusahaan sampai ke konsumen di beberapa negara sekaligus.

Tujuan utama dari pemasaran tingkat internasional adalah memperbesar pendapatan yang diterima oleh perusahaan. Semakin banyak negara yang menjadi tujuan pemasaran, akan semakin banyak pula konsumen yang menggunakan produk milik perusahaan.

Satu-satunya hal yang membedakan pemasaran domestik dan internasional adalah cakupan wilayahnya. Pemasaran domestik hanya fokus pada pemasaran di satu negara, sementara internasional langsung menangani pemasaran lebih dari satu negara.

Indonesia juga memiliki beberapa perusahaan yang telah menerapkan strategi pemasaran skala internasional. Salah satunya adalah Gojek, perusahaan ojek online telah membuka layanannya hingga ke Singapura, Thailand, dan Vietnam.

Tujuan Pemasaran Internasional

Bagi perusahaan komersial, memperluas pasar hingga ke ranah internasional memiliki sebuah tujuan utama, yaitu mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Keuntungan besar itu pun diharapkan menjadi pemasukan jangka panjang bagi perusahaan.

Namun di balik tujuan utama tersebut masih banyak lagi tujuan-tujuan lain yang ingin dicapai oleh perusahaan. Daftar di bawah ini merupakan beberapa tujuan yang umumnya diinginkan oleh perusahaan ketika mengembangkan pemasaran sampai ke taraf internasional.

  • Memenuhi target jumlah produksi untuk produk-produk tertentu, dapat berupa barang atau jasa dengan mengenali permintaan pasar asing, baik yang sudah ada maupun yang sifatnya masih potensial.
  • Menghasilkan produk dengan standar internasional yang lebih baik dibandingkan dengan produk milik kompetitor.
  • Mendapatkan informasi yang dapat dipercaya dan akurat seputar pasar internasional yang meliputi struktur dan gairah permintaan konsumen, selera pasar, serta preferensi masyarakat internasional terhadap produk.
  • Membentuk perencanaan dan koordinasi mengenai kinerja keuangan, produksi, dan penjualan dengan berpandangan pada kepentingan market internasional.
  • Meningkatkan teknik dan metode produksi barang komersial.
  • Pengaturan merchandising khusus untuk pasar internasional.
  • Menciptakan ruang lingkup kontrol yang baru untuk penjualan barang dan jasa di ranah internasional. 

Tantangan dalam Pemasaran Internasional

Tujuan dari international marketing yang diuraikan di atas tentu tak selalu berjalan mulus. Karena menjalankan pemasaran di luar negeri, ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Banyak pebisnis yang gagal ketika melakukan ekspansi pemasaran ke luar negeri karena terlalu mengejar profit.

Mereka kurang memperhitungkan faktor tantangan di pasar internasional yang jauh lebih besar dibandingkan pasar domestik. Berikut ini gambaran mengenai beberapa tantangan yang kerap muncul.

1. Kompetisi

Tantangan yang pertama adalah kompetisi. Pesaing yang harus dihadapi adalah perusahaan yang berskala internasional juga. Apalagi ketika ekspansi pasar dilakukan ke negara yang jauh lebih maju dibandingkan Indonesia, misalnya Amerika atau Australia.

Ada dua jenis kompetitor yang perlu Anda perhitungkan yaitu perusahaan lokal yang sudah dikenal masyarakat. Kompetitor kedua adalah perusahaan internasional yang juga sedang merintis bisnis di negara tersebut.

Perusahaan dituntut untuk bisa menghadirkan strategi pemasaran dan produk yang lebih segar serta inovatif. Tanpa kedua hal tersebut, akan sangat sulit untuk menghadapi persaingan yang sengit dengan para kompetitor.

2. Hambatan Hukum

Tantangan yang kedua adalah hukum atau aturan yang pasti berbeda dengan Indonesia. Perusahaan tentu saja diminta untuk mengikuti hukum yang berlaku di negara tujuan ekspansi. Sebelum melakukan perluasan pasar ke negara lain, sebaiknya pelajari hukum yang berlaku di sana terlebih dahulu.

Hukum yang perlu dipahami adalah hukum secara umum dan regulasi khusus mengenai bisnis dan pendirian usaha. Pastikan bahwa perusahaan telah memenuhi seluruh persyaratan yang diwajibkan. Jangan sampai Anda sudah menyiapkan semuanya lalu gagal karena terhalang regulasi.

3. Perbedaan Budaya

Setiap negara memiliki kebudayaan yang berbeda. Jangankan antar negara, daerah-daerah di Indonesia juga memiliki budaya yang sangat beragam. 

Saat akan melebarkan sayap ke pasar internasional, Anda perlu mencari negara yang dapat menerima dengan baik nilai-nilai budaya di dalam perusahaan. Ada juga cara lain agar Anda lebih mudah masuk ke pemasaran yaitu menyesuaikan nilai-nilai di dalam perusahaan dengan budaya negara tujuan.

Tanpa memperhatikan nilai budaya, perusahaan dan produk Anda mungkin tidak akan dilirik oleh masyarakat internasional.

4. Perilaku Konsumen Bervariasi

Nilai-nilai budaya juga berkaitan erat dengan perilaku konsumen di sebuah negara. Oleh karena itu, perusahaan sebisa mungkin menciptakan produk yang sesuai dengan selera dan perilaku konsumen. 

Saat baru mengawali pemasaran internasional, perusahaan wajib melakukan riset untuk mengetahui tren serta perilaku konsumen di sebuah negara. Riset juga harus selalu dilakukan agar produk yang dihadirkan ke pasar tidak monoton.

Perusahaan harus selalu mengikuti perkembangan tren supaya mampu menghasilkan produk yang sesuai keinginan pasar.

5. Ekologis

Faktor terakhir yang kerap menjadi tantangan bagi perusahaan pendatang di suatu negara adalah ekologis. Faktor ini meliputi demografis, lingkungan, iklim, dan lain sebagainya. Perusahaan wajib memastikan bahwa ekologis di negara tujuan selaras dengan produk yang akan dihadirkan.

Beradaptasi dengan kondisi ekologis yang baru bukanlah sesuatu yang mudah untuk dilakukan. Oleh sebab itu, faktor ini sangat penting untuk diperhatikan sebelum perusahaan terjun ke ranah pemasaran internasional.

Tantangan-tantangan di atas sebenarnya dapat diatasi dengan lebih efektif apabila perusahaan melakukan riset dengan teliti dan terperinci sebelum memilih negara tujuan ekspansi. Mengingat modal yang diperlukan tidak kecil, maka langkah ini harus direncanakan dengan matang.

Contoh Pemasaran Internasional

1. Strategi Pemasaran Internasional Apple

Perusahaan teknologi ini mengandalkan desain produk, inovasi, dan loyalitas pelanggan untuk bersaing di pasar global. Mereka juga melakukan segmentasi pasar berdasarkan karakteristik demografis, psikografis, dan perilaku konsumen. Contoh perbedaan strategi di berbagai negara adalah:

Di China, Apple menawarkan program trade-in untuk iPhone lama dengan iPhone baru dengan harga lebih murah. Hal ini bertujuan untuk menarik pelanggan yang sensitif terhadap harga dan menghadapi persaingan dari merek lokal seperti Huawei dan Xiaomi.

Di India, Apple berfokus pada penjualan online melalui platform e-commerce seperti Flipkart dan Amazon. Hal ini bertujuan untuk mengatasi tantangan distribusi fisik dan biaya operasional yang tinggi di negara tersebut.

Di Jepang, Apple menawarkan layanan purna jual yang berkualitas tinggi melalui Apple Care dan Apple Store. Hal ini bertujuan untuk memenuhi harapan pelanggan yang menginginkan layanan cepat, mudah, dan ramah.

2. Strategi Pemasaran Internasional Samsung

Perusahaan elektronik ini menginvestasikan banyak sumber daya untuk riset dan pengembangan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen di berbagai negara. Mereka juga melakukan diferensiasi produk berdasarkan fitur, kualitas, dan harga. Contoh perbedaan strategi di berbagai negara adalah:

Di Amerika Serikat, Samsung berusaha untuk meningkatkan citra mereknya sebagai pemimpin inovasi dengan meluncurkan produk-produk unggulan seperti Galaxy S dan Galaxy Note. Mereka juga melakukan kampanye iklan yang menonjolkan keunggulan produk Samsung dibandingkan dengan pesaingnya seperti Apple.

Di Indonesia, Samsung bekerja sama dengan salah satu distributor lokal yaitu PT. Erafone Artha Retailindo. Hal ini bertujuan untuk mempermudah proses pendistribusian produknya ke seluruh wilayah di Indonesia dan juga memanfaatkan jaringan dan promosi dari distributor tersebut.

Di Afrika, Samsung menyesuaikan produknya sesuai dengan kondisi pasar setempat, seperti menyediakan fitur hemat baterai, dual SIM, dan radio FM. Mereka juga melakukan program tanggung jawab sosial seperti memberikan bantuan pendidikan, kesehatan, dan lingkungan.

3. Strategi Pemasaran Internasional Toyota

Perusahaan otomotif ini mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan harapan konsumen di berbagai negara. Mereka juga melakukan standarisasi produk untuk meningkatkan efisiensi biaya dan kualitas. Contoh perbedaan strategi di berbagai negara adalah:

Di Eropa, Toyota menawarkan produk-produk ramah lingkungan seperti mobil hybrid dan listrik. Hal ini bertujuan untuk memenuhi regulasi emisi yang ketat dan meningkatkan kesadaran lingkungan di antara konsumen.

Di India, Toyota menawarkan produk-produk yang sesuai dengan selera dan anggaran konsumen lokal, seperti Etios dan Innova. Hal ini bertujuan untuk menjangkau segmen pasar yang luas dan bersaing dengan merek lokal seperti Maruti Suzuki dan Tata Motors.

Di Brasil, Toyota menawarkan produk-produk yang cocok dengan kondisi jalan dan iklim setempat, seperti Corolla dan Hilux. Hal ini bertujuan untuk memberikan kenyamanan dan keamanan bagi konsumen.

4. Strategi Pemasaran Internasional Honda

Perusahaan otomotif ini juga mengembangkan produk yang sesuai dengan kebutuhan dan preferensi konsumen di berbagai negara. Mereka juga melakukan diferensiasi produk berdasarkan fitur, kualitas, dan harga. Contoh perbedaan strategi di berbagai negara adalah:

Di Amerika Serikat, Honda menawarkan produk-produk yang menekankan pada kinerja, keandalan, dan efisiensi bahan bakar. Mereka juga melakukan kampanye iklan yang menampilkan testimoni dari pelanggan yang puas dengan produk Honda.

Di China, Honda menawarkan produk-produk yang menyesuaikan dengan gaya hidup dan aspirasi konsumen muda, seperti CR-V dan Civic. Mereka juga melakukan kerjasama dengan perusahaan lokal seperti Dongfeng dan GAC untuk memperluas jaringan distribusi dan produksi.

Di Thailand, Honda menawarkan produk-produk yang sesuai dengan kondisi pasar setempat, seperti mobil kecil dan sepeda motor. Mereka juga melakukan program tanggung jawab sosial seperti memberikan bantuan bencana, pendidikan, dan lingkungan.

5. Strategi Pemasaran Internasional Starbucks

Perusahaan kopi ini mengadaptasi produk, layanan, dan pengalaman pelanggan sesuai dengan budaya dan gaya hidup lokal di setiap negara yang mereka masuki. Mereka juga melakukan segmentasi pasar berdasarkan minat, perilaku, dan nilai konsumen. Contoh perbedaan strategi di berbagai negara adalah:

Di Jepang, Starbucks menawarkan minuman kopi dengan rasa matcha (teh hijau) yang populer di sana. Mereka juga menyediakan fasilitas Wi-Fi gratis dan ruang kerja yang nyaman untuk pelanggan yang ingin bekerja atau belajar di toko.

Di Turki, Starbucks menawarkan minuman kopi dengan rasa kardamon yang merupakan bumbu tradisional di sana. Mereka juga menghormati budaya setempat dengan tidak menyajikan alkohol atau daging babi di toko.

Di Meksiko, Starbucks menawarkan minuman kopi dengan rasa cokelat dan vanila yang merupakan bahan lokal di sana. Mereka juga mendukung petani kopi setempat dengan membeli biji kopi dari mereka dan memberikan bantuan teknis dan finansial.

Masih banyak perusahaan-perusahaan yang sukses dalam menerapkan pemasaran internasional, kita bisa menemukan berbagai brand luar negeri atau perusahaan yang bukan berasal dari Indonesia dan sukses seperti :

  • Samsung
  • Toyota
  • Honda
  • Chrevolet
  • Apple

FAQ tentang Pemasaran Internasional

Apa yang dimaksud dengan pemasaran internasional?

Pemasaran internasional adalah proses perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian aktivitas pemasaran untuk mempromosikan dan menjual produk atau jasa suatu perusahaan di pasar internasional. Ini melibatkan pemahaman tentang kebutuhan, kebiasaan, dan preferensi konsumen di pasar internasional serta adaptasi strategi pemasaran untuk memenuhi permintaan dan persaingan global.

Mengapa penting untuk terlibat dalam pemasaran internasional?

Terlibat dalam pemasaran internasional penting karena membuka peluang baru untuk pertumbuhan bisnis. Dengan memasuki pasar internasional, perusahaan dapat meningkatkan pangsa pasar, mendiversifikasi risiko, mengoptimalkan penggunaan sumber daya, dan mendapatkan keunggulan kompetitif. Pemasaran internasional juga memungkinkan perusahaan untuk memperluas jangkauan global, mengakses konsumen baru, dan memperoleh pengetahuan tentang pasar internasional yang berharga.

Bagaimana strategi pemasaran internasional berbeda dari strategi pemasaran domestik?

Strategi pemasaran internasional berbeda dari strategi pemasaran domestik karena melibatkan faktor-faktor tambahan yang harus dipertimbangkan dalam konteks pasar global. Strategi pemasaran internasional memerlukan pemahaman mendalam tentang perbedaan budaya, bahasa, regulasi, kebiasaan konsumen, dan persaingan di pasar internasional. Selain itu, strategi pemasaran internasional sering melibatkan penyesuaian produk, harga, promosi, dan saluran distribusi untuk memenuhi kebutuhan dan preferensi pasar internasional yang berbeda.

Bagaimana peran riset pasar dalam pemasaran internasional?

Riset pasar berperan penting dalam pemasaran internasional karena membantu perusahaan memahami pasar internasional yang dituju. Riset pasar membantu mengumpulkan informasi tentang konsumen, pesaing, tren pasar, dan faktor-faktor lain yang relevan dalam pengambilan keputusan pemasaran. Dengan analisis yang baik, perusahaan dapat mengidentifikasi peluang pasar, mengukur permintaan, memahami preferensi konsumen, dan mengembangkan strategi pemasaran yang tepat untuk memasuki pasar internasional dengan sukses.

Demikian artikel tentang pemasaran internasional, selanjutnya baca juga artikel yang lain berikut ini :

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.