Kelengkapan dan syarat lowongan kerja | Photo by Gerd Altmann on Pixabay

Kelengkapan dan Syarat Melamar Kerja yang Wajib Disiapkan

Diposting pada 29 views

Kelengkapan Umum saat Melamar Kerja – Ketika memasuki dunia kerja, kamu tentu membutuhkan kelengkapan dan syarat melamar kerja. Terkadang kegagalan dalam melamar kerja bukan karena kemampuan dan pengalaman kamu kurang baik. Tapi, kegagalan itu juga bisa karena kelengkapan dan syarat yang dibutuhkan pihak perekrut tidak kamu siapkan dengan baik. 

Persiapan yang kurang baik dalam memenuhi kelengkapan dan syarat melamar kerja, biasanya disebabkan kamu kurang memperhatikan informasi yang diberikan pihak perekrut. Informasi dari pihak perekrut mengenai kelengkapan dan syarat melamar kerja memang harus dibaca dengan teliti terlebih dahulu. Meski pihak perekrut terkadang punya ketentuan yang berbeda, tapi ada beberapa kelengkapan dan syarat melamar kerja secara umum yang wajib kamu siapkan, berikut penjelasannya. 

Kelengkapan Umum saat Melamar Kerja

Kelengkapan dan syarat melamar kerja biasanya berbentuk dokumen penting yang berkaitan dengan kamu saat ini. Seperti yang disampaikan sebelumnya, pihak perekrut memiliki ketentuan dalam kelengkapan melamar kerja yang berbeda-beda. Adapun tujuan dari kelengkapan melamar kerja yaitu digunakan sebagai tes awal atau administrasi dari pihak perekrut untuk melihat latar belakang kamu, misal pendidikan, tempat tinggal, pengalaman kerja, dan sebagainya. 

Sebagai bagian tes awal dari pihak perekrut, kamu perlu untuk memperhatikan bahwa kelengkapan melamar kerja (berbentuk dokumen) yang wajib disiapkan harus berstatus aktif atau masih berlaku dan legal. Lebih lengkapnya, berikut daftar kelengkapan melamar kerja yang wajib kamu siapkan.  


1. Fotokopi/scan ijazah dan transkrip nilai.

Pihak perekrut biasanya meminta fotokopi/scan ijazah dan transkrip nilai terakhir dari pendidikan yang pernah kamu tempuh. Ijazah dan transkrip nilai biasanya dikeluarkan oleh lembaga pendidikan ketika kamu telah menamatkan studi, yang mana bisa dalam level SMA/SMK, Sarjana, atau Pasca Sarjana. 

Fotokopi/scan ijazah dan transkrip nilai akan menyesuaikan dengan syarat dari pihak perekrut dalam ketentuan minimal latar belakang pendidikan. Yang wajib kamu siapkan juga, fotokopi/scan dari dokumen ini harus sudah terlegalisir. Itu untuk membuktikan secara kuat bahwa kamu telah menamatkan pendidikan.

2. Fotokopi/scan Kartu Tanda Penduduk (KTP)

Fotokopi/scan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dibutuhkan untuk melamar kerja supaya pihak perekrut mengenali identitasmu. KTP sendiri merupakan kartu yang menunjukan identitasmu secara administrasi kependudukan. Dengan adanya dokumen ini, pihak perekrut akan dapat melihat terkait status kewarganegaraan, misal  Warga Negara Indonesia atau Asing.  

Selain itu, pihak perekrut juga dapat memastikan domisili untuk disesuaikan dengan kebutuhan penempatan kerja. Kemudian, pihak perekrut juga akan memastikan status pernikahan dan tahun kelahiran dari fotokopi/scan KTP. Dokumen ini juga akan menjadi bahan pertimbangan pihak perekrut. 

3. Fotokopi/scan Kartu Keluarga

Selain KTP, Kartu Keluarga (KK) juga dibutuhkan sebagai kelengkapan mencari kerja dengan tujuan untuk mengetahui latar belakang dari keluargamu, seperti informasi atas bapak, ibu, saudara, dan sebagainya. Selain mengetahui informasi latar belakang keluarga, pihak perekrut juga bisa memperhitungkan besaran gaji yang akan kamu peroleh berdasar tanggungan yang tercantum di KK. 

4. Pas Foto Terbaru

Pas foto terbaru merupakan kelengkapan melamar kerja yang dibutuhkan pihak perekrut untuk mengenali penampilan kamu. Dalam kasus melamar kerja di beberapa institusi tertentu, pihak perekrut terkadang membutuhkan penampilan yang ideal bagi calon pekerjanya.  

Sebagai dokumen yang wajib disiapkan, pas foto terbaru biasanya terdapat ketentuan mewajibkan kamu untuk berpose dalam gaya formal rapi dengan background berwarna merah atau biru. Selain itu, pihak perekrut biasanya juga meminta pas foto dalam varian ukuran 3×4 atau 4×6.

5. Curriculum Vitae (CV)

Curriculum Vitae (CV) atau Riwayat Hidup barangkali menjadi kelengkapan melamar kerja yang selalu dibutuhkan oleh pihak perekrut untuk melihat pengalamanmu. Jadi, kamu harus mempersiapkannya dengan baik. CV kurang lebih akan berisi daftar pengalaman yang kamu miliki selama ini, seperti pengalaman kerja, pendidikan, dan organisasi. 

Dalam hal pembuatan CV, memang tidak ada standar model atau bentuk tertentu karena masing-masing pihak perekrut biasanya memiliki preferensi masing-masing. Tapi, kamu setidaknya harus membuat CV yang mudah dipahami, tidak terlalu bertele-tele, dan memuat isi yang jelas.  Kemudian untuk membuat CV yang lebih menarik, kamu dapat memanfaatkan aplikasi atau website yang telah banyak beredar saat ini. 

6. Portofolio

Hampir sama dengan CV, Portofolio merupakan kelengkapan melamar kerja yang digunakan pihak perekrut untuk melihat sejauh mana pengalamanmu. Meski hampir sama, portofolio cenderung berisi bukti dari pengalaman yang telah kamu cantumkan dalam CV. Bukti tersebut biasanya menunjukan karya yang pernah kamu hasilkan. 

Kelengkapan melamar kerja ini biasanya dibutuhkan oleh institusi yang bergerak di bidang kreatif dan media. Portofolio juga bisa dibuat melalui aplikasi atau website yang telah banyak beredar dan gratis, misalnya canva. Caranya membuatnya cukup mudah, kamu hanya perlu mengumpulkan karya apa saja yang pernah dihasilkan kemudian menyusunnya melalui aplikasi atau website tersebut. 

Baca Juga: Perbedaan CV dan Resume

7. Surat Keterangan Pengalaman Kerja

Selain CV dan Portofolio, pihak perekrut biasanya juga membutuhkan Surat Keterangan Pengalaman Kerja sebagai kelengkapan melamar kerja yang dapat menunjukan keabsahan dari pengalamanmu. Kamu bisa memperoleh dokumen ini pada HRD dari institusi lama (dimana tempat kamu bekerja dulu) sebagai referensi. 

Surat Keterangan Pengalaman Kerja berisi pemaparan atas serangkaian tugas-tugas yang pernah kamu jalani semasa bekerja. Selain itu, dokumen ini akan menunjukan semacam capaian atau penilaian dari HRD atas kinerjamu pada tugas yang diberikan institusi selama ini. 

8. Surat Keterangan Sehat

Surat Keterangan Kesehatan merupakan kelengkapan kerja yang dibutuhkan pihak perekrut untuk mengetahui riwayat kesehatanmu. Dokumen ini dikeluarkan oleh institusi kesehatan resmi seperti rumah sakit, laboratorium medis, dan puskesmas, yang berlaku dengan jangka waktu tertentu. 

9. Surat Keterangan Bebas Narkoba

Beberapa institusi juga membutuhkan Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN) sebagai kelengkapan melamar kerja. SKBN secara khusus dibutuhkan pihak perekrut untuk mengetahui riwayat perilakumu terhadap penggunaan obat-obatan terlarang. Kemudian, Institusi akan menolak dengan keras calon pekerjanya yang berstatus pemakai narkoba karena bisa menimbulkan kerugian.  

SKBN dapat kamu peroleh dari institusi yang dapat melakukan uji laboratorium kandungan narkoba dalam tubuh, seperti rumah sakit, puskesmas, kantor polisi, maupun kantor Badan Narkotika Nasional (BNN). Sama seperti Surat Keterangan Sehat, dokumen ini juga berlaku dengan jangka waktu tertentu.

Baca Juga: Skills Komputer dalam CV

10. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) bisa kamu peroleh di Polsek atau Polres daerah asal masing-masing. Dokumen ini dibutuhkan pihak perekrut sebagai kelengkapan melamar kerja untuk mengetahui bahwa kamu tidak terlibat dalam perilaku-perilaku yang bertentangan dengan hukum.

Biasanya masa berlaku dari SKCK hanya 6 bulan setelah diterbitkan oleh institusi tersebut. Kemudian sebelum mendapatkan dokumen ini di Polsek atau Polres, kamu harus mendapat surat pengatar terlebih dahulu dulu yang dikeluarkan oleh pemerintah desa tempat tempat asal kamu tinggal. 

11. Fotokopi/scan sertifikat

Fotokopi/scan sertifikat penting untuk menunjukan keahlianmu di satu bidang tertentu sebagai kelengkapan melamar kerja. Dokumen ini biasanya bisa diperoleh dari acara pelatihan atau tes, antara lain seperti tes bahasa inggris dari lembaga tertentu yang akan mengeluarkan sertifikat TOEFL, IELTS, atau TOEIC. 

Dengan melengkapi fotokopi/scan sertifikat, kamu bisa menunjukan pada pihak perekrut bahwa kamu merupakan kandidat pekerja yang berpotensi karena memiliki banyak keahlian. Jadi, kamu dapat mulai untuk memperbanyak kegiatan yang bisa mendapat sertifikat sekaligus meningkatkan keahlianmu.  

Syarat umum melamar kerja

Selain kelengkapan melamar kerja, kamu juga harus memperhatikan syarat umumnya. Pihak perekrut memiliki syarat yang berbeda-beda untuk bisa melamar pekerjaan. Ini sangat bergantung pada kebutuhan pekerjaan dari masing-masing perusahaan.

Tapi dengan kelengkapan yang sudah disiapkan, kamu tidak perlu terlalu khawatir atas syarat yang diberikan oleh pihak perekrut. Kamu hanya perlu memperhatikan syarat yang dibutuhkan pihak perekrut. Secara umum, pihak perekrut akan mencantumkan syarat melamar kerja sebagai berikut,

1. Status kewarganegaraan

Status kewarganegaraan merupakan informasi terkait identitas kamu secara wilayah administratif sebagai warga negara dari negara tertentu, misal WNI atau WNA. Syarat ini dapat dipenuhi dengan mencantumkan kelengkapan KTP.

Sebagai syarat melamar kerja, Kamu perlu memperhatikan status kewarganegaraan karena beberapa pihak perekrut, baik dalam negeri maupun luar negeri, menginginkan calon pekerjanya harus berstatus sebagai warga negara dari negara tertentu. 

2. Status perkawinan

Status perkawinan merupakan informasi terkait riwayat perkawinan yang pernah kamu lakukan. Sebagai syarat melamar kerja, pihak perekrut ada yang memperbolehkan kamu berstatus kawin, tapi juga ada yang tidak memperbolehkan. Syarat ini bisa dibuktikan juga dengan mencantumkan kelengkapan KTP.

3. Status kelamin

Status kelamin merupakan informasi terkait jenis kelamin yang kamu miliki, bisa laki-laki atau perempuan. Untuk pekerjaan tertentu, pihak perekrut biasanya mencantumkan status kelamin sebagai syarat melamar kerja.

Syarat ini dicantumkan karena pihak perekrut biasanya menganggap bahwa jenis kelamin tertentu lebih cocok untuk ditempatkan pada bidang pekerjaan tertentu. Jadi, baca syarat secara teliti, jangan sampai kamu melamar pekerjaan yang tidak memenuhi syarat status kelamin.

4. Batas usia

Pihak perekrut menetapkan batas usia sebagai syarat melamar kerja untuk menggolongkan calon pekerjanya dalam kategori level pekerjaan. Untuk usia di bawah 25 tahun, biasanya dijadikan syarat kerja untuk pekerjaan dengan level dasar di sebuah institusi. Syarat ini juga dapat dibuktikan pada informasi yang termuat di KTP.

5. Jenjang pendidikan 

Yang perlu diperhatikan berikutnya, yakni jenjang pendidikan. Pihak perekrut biasanya menetapkan syarat jenjang pendidikan yang beragam berdasar kebutuhan institusi, mulai dari SMA/SMK, Sarjana, hingga Pasca Sarjana. 

6. Wilayah penempatan kerja

Pihak perekrut juga akan mencantumkan wilayah penempatan kerja sebagai syarat melamar kerja. Syarat ini biasanya ditentukan pihak perekrut karena kebutuhan atas pekerja untuk bisa berada di wilayah kerja dari institusinya. Syarat ini biasanya dapat dibuktikan dengan kesediaan dan kesiapan kamu untuk mampu ditempatkan di seluruh wilayah kerja dari institusi tersebut.

7. Jenis pekerjaan dan spesifikasi keahlian

Dalam melamar kerja, kamu harus memperhatikan jenis pekerjaan dan spesifikasi keahlian yang dibutuhkan oleh pihak perekrut. Jenis pekerjaan dan spesifikasi keahlian biasanya berisi mengenai garis besar tugas yang akan kamu lakukan ketika bekerja nanti. Kamu bisa mencocokan itu dengan pengalaman yang telah disusun pada CV. Jangan sampai antara syarat ini dengan riwayat pengalamanmu tidak cocok. 

8. Masa pengalaman kerja

Pihak perekrut juga mencantumkan masa pengalaman kerja sebagai syarat melamar kerja. Biasanya, syarat pengalaman kerja ini terbagi menjadi dua kategori, yakni berpengalaman dan belum berpengalaman. Kamu harus bisa menyesuaikan riwayat pengalaman yang kamu miliki dengan kategori tersebut, mengingat persaingan melamar kerja semakin ketat. 

9. Karakter dalam bekerja

Tidak kalah penting lainnya, pihak perekrut biasanya mencantumkan karakter dalam bekerja sebagai syarat melamar kerja. Masing-masing institusi pasti memiliki nilai dan karakter yang diterapkan dalam bekerja. Sebab itu, pihak perekrut akan mencari calon pekerja yang sesuai dengan karakter itu. 

Karakter dalam bekerja yang paling umum dibutuhkan oleh pihak perekrut, antara lain seperti mampu bekerja dalam tim dan mampu bekerja di bawah tekanan. Karakter ini biasanya akan dilihat oleh pihak perekrut atas pengalamanmu dalam berorganisasi atau bekerja. 

Nah, dengan demikian, kamu bisa memulai untuk menyiapkan kelengkapan dan syarat melamar kerja dari sekarang. Kesiapan ini penting untuk dilakukan supaya ketika ada lowongan pekerjaan, kamu sudah tidak bingung lagi harus melakukan apa. Sekian, semoga cepat mendapat pekerjaan yang kamu impikan.

Baca Juga: