tips menjawab alasan melamar pekerjaan

14 Tips Menjawab Alasan Melamar Pekerjaan Dengan Tepat dan Benar

Diposting pada 9 views

Bagaimana menjawab pertanyaan alasan melamar pekerjaan? – Selain menyiapkan surat pengantar, CV dan resume hal lain yang tidak kalah penting untuk dipersiapkan adalah alasan ketika mengapa Anda tertarik melamar pekerjaan di perusahaan tersebut.

Terkadang rekruter memberikan pertanyaan menjebak sehingga membuat pelamar kadang kebingungan untuk menjawabnya. Di bawah ini ada beberapa cara untuk menjawab alasan melamar pekerjaan ini.

Tips Menjawab Alasan Melamar Pekerjaan

1. Jangan Menjawab Pertanyaan dengan Jawaban yang Agak Personal

Ketika seorang HRD bertanya kepada Anda mengapa tertarik bekerja di perusahaan tersebut, hindari jawaban personal seperti karena saya pikir pekerjaan ini bisa menjadi batu loncatan untuk karier ke depannya atau karena saya baru lulus kuliah dan ingin tahu bagaimana rasanya mendapatkan penghasilan dari bekerja disini.

Jawaban-jawaban tersebut tidak boleh Anda gunakan karena bertentangan dengan posisi yang diinginkan. Jika Anda menjawab seperti itu maka bisa dipastikan HRD tidak akan menerima lamaran tersebut.


2. Memaparkan Kontribusi yang Ingin Anda Berikan Kepada Pihak Perusahaan

Jawaban kedua adalah Anda harus bisa memaparkan dengan baik kontribusi apa yang hendak diberikan kepada perusahaan tersebut. Misalnya saya ingin mengembangkan perusahaan dengan skill dan pengalaman saya. Selain itu Anda juga bisa menjawab seperti ini saya ingin mendapatkan pengalaman lebih untuk mengembangkan potensi yang ada.

Anda bisa memilih salah satu atau menggunakan jawaban di atas agar pihak HRD bisa tertarik karena kontribusi yang diberikan untuk perusahaan sudah jelas dan kemungkinan besar akan diterima di pekerjaan tersebut.

Baca juga : Tips Interview Fresh Graduate

3. Alasan Harus Berkaitan dengan Perusahaan

Selanjutnya menjawab alasan melamar pekerjaan ini  dengan mengaitkannya pada perusahaan tersebut. Jadi sebelum diinterview ada beberapa informasi yang harus Anda ketahui seperti bagaimana reputasi perusahaan tersebut atau menjelaskan produk dan pelayanannya seperti apa. Selain itu carilah berita positif terkait perusahaan tersebut.

Setelah Anda menemukan semua informasi terkait perusahaan tersebut, jadikanlah sebagai bekal ketika proses interview. Jadi Anda bisa mengemukakan keinginan untuk bergabung dengan budaya kerja di perusahaan tersebut atau merasa bangga atas reputasi yang sudah diraih. Dengan menggunakan jawaban tersebut pihak HRD akan menilai bahwa Anda sudah cukup tahu terkait perusahaan itu.

4. Ingin Semakin Berkembang Bersama Perusahaan

Selanjutnya adalah menjelaskan bahwa Anda ingin lebih berkembang bersama perusahaan tersebut. Misalnya dengan menjawab seperti saya merasa bahwa lingkungan di perusahaan ini dapat membantu diri saya agar lebih berkembang. Jawaban lain yang bisa digunakan adalah dengan melihat budaya kerja di perusahaan ini saya yakin bisa semakin mengembangkan potensi diri.

Jawaban-jawaban di atas akan membuat HRD tertarik karena secara tidak langsung Anda mengenalkan diri sebagai orang yang mau belajar banyak hal baru. Kemungkinan besar Anda akan diterima bekerja di perusahaan tersebut.

5. Jangan Memberikan Jawaban yang Berisi Kalimat Keragu-raguan

Berikutnya adalah Anda harus memberikan jawaban dengan tegas dan penuh keyakinan tanpa perasaan ragu. Beberapa kata-kata yang tidak boleh digunakan adalah mungkin, kayaknya, barangkali, sepertinya dan sebagainya. Jika menggunakan kata-kata tersebut HRD akan menilai bahwa Anda adalah orang yang penuh keraguan dan setengah-setengah.

Contoh jawaban yang tegas dan konsisten adalah saya akan berkontribusi di perusahaan ini dengan pengaman yang dimiliki. Anda juga bisa menggunakan jawaban lain seperi dengan kemampuan yang saya miliki, saya akan memberikan kontribusi untuk perusahaan ini. Anda bisa membedakan kan mana jawaban yang terdengar tegas dan penuh keragu-raguan?

6. Pikirkan Keuntungan yang Akan Didapatkan Pihak Perusahaan

Menjawab alasan melamar pekerjaan ini tentu harus menguntungkan pihak perusahaan. Misalnya dengan menjawab seperti saya sudah terbiasa bekerja dengan sistem seperti yang diterapkan di perusahaan ini atau saya tidak keberatan ditempatkan kerja di mana saja, karena itu saya tertarik melamar disini.

Baca juga : Tips Interview dengan User

7. Menggambarkan Diri Anda Secara Jujur dan Terbuka

Jika HRD bertanya tentang diri Anda maka jawablah pertanyaan tersebut dengan jujur dan terbuka. Anda bisa memilih salah satu dari pilihan kata seperti jujur, konsisten, percaya diri, antusias, memiliki komitmen yang tinggi dan sikap positif lainnya. Akan tetapi Anda harus menerangkan karakter sesuai dengan kepribadian yang dimiliki, jadi tidak boleh mengada-ngada.

8. Prestasi yang Pernah Diraih Sesuai dengan Potensi Anda

Selanjutnya adalah HRD biasanya akan bertanya tentang prestasi yang pernah Anda raih sebelumnya. Cara menjawabnya adalah Anda tinggal menjelaskan jenis prestasi sesuai dengan bidang yang dibutuhkan di perusahaan tersebut. Selain itu  Anda juga bisa memberikan bukti kepada HRD misalnya sertifikat dari prestasi yang pernah diraih.

9. Memaparkan Tentang Rencana Masa Depan Anda

Selain itu Anda juga harus memaparkan terkait rencana untuk masa depan. Misalnya berapa lama Anda akan bekerja di perusahaan tersebut dan bagaimana rencana dalam jangka panjang. Jangan sampai Anda menjawab bahwa dengan bekerja di perusahaan tersebut hanya dijadikan batu loncatan saja atau suka berpindah-pindah tempat kerja.

Hal tersebut akan membuat HRD berfikir bahwa Anda adalah orang yang tidak konsisten dan kemungkinan besar lamarannya akan ditolak. Selain itu Anda juga harus bisa meyakinkan pihak HRD dengan memilih kalimat yang tidak menunjukkan keraguan.

Baca : Tips Lancar Jawab Pertanyaan saat Interview

10. Menggambarkan Posisi yang Anda Inginkan

Menjawab alasan melamar pekerjaan ini misalnya ingin menjadi Master of Ceremony (MC), Anda harus paham betul terkait posisi tersebut. Akan lebih baik jika sudah punya pengalam sebelumnya jadi Anda bisa lebih mudah dalam menggambarkannya. Kendati demikian, Anda juga harus mencari informasi lebih lanjut terkait posisi yang diinginkan dan bagaimana joddesknya nanti.

Mengapa Anda harus paham tentang posisi yang diinginkan? Karena berkaitan dengan tugas-tugas yang harus Anda kerjakan di kemudian hari. Hal ini tentu membutuhkan waktu lama untuk beradaptasi dengan lingkungan baru, karena itu carilah informasi tambahan tentang posisi yang diinginkan.

12. Jika HRD Mengatakan Bahwa Anda Sangat Berpengalaman

Biasanya HRD akan mengatakan bahwa Anda orang yang telah memiliki jam terbang tinggi atau sangat berpengalaman. Jangan pernah terjebak dengan perkataan seperti ini karena sebenarnya statetement tersebut hanya untuk menguji karakter Anda. Jika Anda terjebak dengan membanggakan diri sendiri maka HRD bisa memiliki penilaian yang buruk.

Karena itu Anda harus tetap menjawab dengan penuh rendah hati dan kebijaksanaan. Jangan sampai HRD mendapatkan kesan buruk terhadap diri Anda seperti sombong atau tinggi hati. Tidak akan ada perusahaan yang mau menerima pegawai sombong karena hal tersebut hanya akan menyulitkan karyawan lainnya.

13. Menanyakan Pendapat Tentang Kerja Lembur

Menjawab alasan melamar pekerjaan ini tentang bagaimana pendapat Anda terkait kerja lembur. Pertanyaan ini diajukan untuk mengetahui seberapa besar komitmen Anda terhadap perusahaan jika harus lembur. Anda bisa menyesuaikan jawabannya dan ingat jangan terlalu berlebihan. Biasanya karyawan tidak ingin bekerja lembur karena bisa menguras waktu dan tenaga lebih.

Akan tetapi hal ini ditanyakan untuk mengetahui seberapa besar usaha Anda dalam menyelesaikan tugas yang diberikan. Karena itu Anda tidak boleh menjawab dengan kalimat yang penuh basa-basi.

Baca juga : Tips Melamar Pekerjaan di Jobstreet

14. Hobi yang Disukai Saat Ini

Berikutnya jika HRD bertanya tentang hobi yang Anda sukai saat ini jawablah dengan jujur. Walaupun pertanyaan ini terdengar sepele akan tetapi dari jawaban Anda lah yang akan menentukan apakah cocok dengan budaya kerja di perusahaan tersebut. Jawaban yang dikemukakan juga harus disertai dengan alasannya.

Misalnya seperti saya suka membaca buku misteri karena sangat berguna untuk memecahkan suatu masalah. Jangan sampai Anda menjawab seperti saya suka membaca buku misteri karena untuk menambah wawasan. Jawaban yang kedua memiliki kesan terlalu mengada-ngada.