contoh sikap jujur

Contoh Sikap Jujur di Sekolah, Rumah, dan Lingkungan

Diposting pada 13 views

Contoh Sikap Jujur di Berbagai Lingkungan – Menanamkan sifat jujur pada anak sebenarnya bukanlah hal yang sulit. Anda hanya perlu memulainya dengan hal – hal sederhana seperti memberikan gambaran jujur melalui contoh perilaku sehari – hari. Baik itu contoh sikap jujur di sekolah, rumah, maupun lingkungan masyarakat. Cara – cara ini akan lebih mudah ditangkap, mengingat pola pikir anak yang masih sangat sederhana. Lebih lengkap, mari simak pembahasan di bawah ini:

Pengertian Sikap Jujur

Apa yang terbersit pertama kali saat mendengar kata jujur? Jujur merupakan perilaku positif dimana seseorang mengatakan hal sebenarnya dari perbuatan atau kejadian yang terjadi. Tidak curang maupun berlawanan dengan fakta.

Berdasarkan bentuknya, jujur sendiri dibagi menjadi empat jenis, di antaranya:

1. Jujur dengan diri sendiri

Pada dasarnya jujur memang tidak memiliki kotak penempatan kepada siapa. Jujur pada yang lebih tua, lebih muda atau yang lainnya. Perlu dipahami, jujur juga berlaku pada diri sendiri.


Ini penting mengingat, terkadang ada yang lupa bahwa pada diri sendiripun perlu berlaku jujur. Adapun contoh jujur pada diri sendiri, yaitu jujur saat Anda tidak menyukai suatu hal yang dipaksakan orang lain.

2. Jujur Ketika Berkata

Bentuk jujur yang kedua yaitu ketika berkata. Apa Anda pernah mendengar, ‘Seseorang itu bisa dipegang dari apa yang dikatakan?’ Nah di sinilah letak penting kejujuran dalam berkata.

Perkataan yang Anda ucapkan akan menimbulkan timbal balik pada diri sendiri. Mendapatkan kepercayaan orang lain jika apa yang Anda ucapkan jujur. Sebaliknya, tidak lagi dipercaya jika berbohong. Contoh: Mengatakan dengan jujur suatu fakta tanpa mengurangi atau menambahkannya.

3. Jujur Saat Berbuat

Pada dasarnya, definisi jujur yang sesungguhnya memang bukan hanya berbentuk perkataan saja. Namun ketika berbuat atau melakukan aktivitas apapun jujur penting disertakan.

Jujur pada saat berbuat ini dapat berwujud, seperti mengembalikan barang teman yang tertinggal.

4. Jujur Ketika Berjanji

Manfaat jujur dapat Anda rasakan saat bisa menerapkannya dalam aspek apapun. Hal itu juga berlaku dalam berjanji. Saat memutuskan untuk berjanji pada orang lain, Anda memiliki tanggung jawab penuh untuk menepati janji tersebut.

Kalaupun ada halangan, secara baik – baik Anda bisa mengutarakan alasan kepada orang yang dijanjikan. Cara ini bisa Anda lakukan agar orang yang dijanjikan nantinya tidak merasa dibohongi.

Nah, semua bentuk jujur di atas, bisa mulai ditanamkan orang tua sedini mungkin. Hal ini penting agar sifat jujur bisa melekat pada diri anak. Sehingga nantinya anak tumbuh baik dan mengerti arti jujur secara sempurna. Yaitu bukan sekedar mengerti artinya saja. Namun juga paham bahwa setiap individu memiliki tanggung jawab dalam dirinya akan sikap jujur itu sendiri. Dimanapun dan dalam kondisi apapun.

Ciri – Ciri Sikap Jujur

Pada dasarnya seseorang bisa dikatakan jujur apabila dirinya mengatakan suatu hal dengan benar. Namun apa definisi jujur tersebut hanya bisa dilihat dari satu ciri tersebut? Jawabannya tidak. Ada beberapa ciri sikap jujur lain yang bisa Anda lihat, diantaranya,

1. Tindakan Sama dengan Apa yang Dipikirkan

Selain perkataan yang benar, ciri sikap jujur lain yang mudah dilihat yaitu tindakan yang sama dengan apa yang dipikirkan. Pada saat berbohong, seseorang akan cenderung berbicara berlawanan dengan apa yang dipikirkan.

Nah, berbeda jika Anda bersikap jujur. Tindakan pasti akan sama. Tidak ada yang berusaha ditutupi sehingga tindakan berbanding lurus dengan apa yanh dipikirkan.

2. Kesesuaian Penjelasan dengan Perbuatan

Apa Anda pernah melihat seseorang yang berusaha menjelaskan suatu kejadian bohong? Biasanya perbuatan cenderung berlawanan dengan apa yang dijelaskan bukan?

Pada saat berbohong, seseorang akan berusaha menutupi suatu fakta. Dalam hal ini, agar fakta lebih rapi dan terdengar nyata, biasanya seseorang akan mengimbuhkan penjelasan dengan perbuatan.

Nah, di sini jika penjelasan sesuai dengan perbuatan yang dilakukan, maka seseorang tersebut bisa dikatakan bersikap jujur.

3. Kesaksian Dinyatakan Sesuai Fakta

Ciri sikap jujur yang terakhir yaitu kesaksian dinyatakan sesuai fakta. Secara sederhana, maksud dari poin nomor tiga ini, yaitu fakta dijelaskan tanpa ada tambahan atau pengurangan sedikitpun.

Pentingnya Sikap Jujur

Dalam hidup jujur merupakan kunci penting dalam bermasyarakat. Dikatakan sebagai kunci karena jujur inilah yang menjadi pondasi seseorang bisa memperoleh kepercayaan dari orang lain.

Tidak terbatas lingkungan atau dikondisi apa Anda berdiri. Jika sikap jujur masih tertanam dan Anda jalankan, maka secara tidak langsung manfaat jujur akan terus Anda rasakan dalam kehidupan harian. Misalnya seperti memperoleh pergaulan yang makin luas, dan merasakan ketenangan dalam hidup.

Cara Mengajari Anak Bersikap Jujur

Orang tua merupakan sekolah pertama bagi anak. Sebelum anak melangkahkan kaki ke lingkungan yang lebih jauh, penting bagi orang tua untuk membekali anak dengan sikap baik. Salah satunya sikap jujur ini.

Anda bisa menggunakan cara – cara mudah untuk mulai mengajarkannya. Adapun cara tersebut diantaranya,

1. Memberikan Contoh Baik pada Anak

Bisa dibilang, lingkungan keluarga mempunyai peranan besar dalam pembentukan karakter dan sikap anak. Tidak heran, pasalnya anak memanglah si peniru yang hebat. Sehingga penting bagi Anda orang tua untuk memberikan contoh baik baginya.

Dalam hal kejujuran, gambaran jujur bisa Anda contohkan melalui kegiatan keseharian. Misalnya, tidak berbohong pada anak saat menjelaskan sesuatu, atau sekedar jujur pada saat akan pergi. Jika dilakukan terus menerus, cara – cara sederhana ini jauh akan lebih mudah diserap oleh anak, diibandingkan dengan menanamkan sifat jujur dalam bentuk materi.

2. Bimbing Anak untuk Bersikap Jujur

Bagi anak, memahami serta menerapkan sikap jujur adalah hal yang sulit. Pasalnya dunia anak yang masih terbatas, memang belum mampu membedakan benar maupun salah.

Agar bisa tertanam dengan baik, anak membutuhkan bimbingan dari orang sekitar khususnya orang tua. Perlu diingat. Dalam proses ini, hindari menjudge anak. Selalu dukung anak untuk melakukan sikap jujur meskipun pada hal – hal kecil.

3. Apresiasi Kejujuran Anak

Agar lebih bersemangat, sesekali tidak ada salahnya bagi Anda untuk memberikan apresiasi atas kejujuran yang anak lakukan. Apresiasi ini dapat Anda berikan dalam bentuk pujian atau hadiah kecil yang berkesan.

Contoh Sikap Jujur di Sekolah, Rumah, dan Lingkungan beserta Penjelasannya

Setelah mengetahui penjelasan lengkap mengenai sikap jujur di atas, berikut disiapkan pula beberapa contoh sikap jujur. Contoh – contoh ini nantinya bisa menjadi salah satu referensi bagi Anda yang ingin mulai mengajari anak tentang sikap jujur secara sederhana. Dan berikut beragam contoh sikap jujur beserta penjelasannya:

1. Contoh Sikap Jujur di Sekolah

Untuk anak – anak, sikap jujur bisa mulai diterapkan saat berada di lingkungan sekolah. Pelan – pelan coba berikan pengertian bagi anak dengan memberikan beberapa referensi contoh bentuk sikap jujur yang bisa dilakukan. Misalnya seperti berikut:

  • Mengerjakan Ulangan Tanpa Mencontek

Keinginan untuk memiliki nilai bagus terkadang membuat anak berfikir untuk melakukan hal curang seperti mencontek. Ini jelas salah. Sebab pada hakikatnya ulangan dilakukan bukan sekedar untuk itu.

Anak perlu paham bahwa arti ulangan bukanlah sekedar nilai bagus. Tetapi juga tentang bagaimana proses mendapatkan nilai tersebut. Ingatkatkan anak untuk belajar. Kalaupun nantinya nilai ulangan anak jelek, berikan pengertian padanya bahwa itu bukan hal buruk, proses ulangan yang jujur jauh lebih penting.

Selanjutnya, berikan saran untuk meningkatkan proses belajarnya lebih giat lagi.

  • Mengembalikan Barang yang Dipinjam Dari Teman

Mengajari anak untuk mengembalikan barang yang ia pinjam juga termasuk cara menanamkan sikap jujur yang bisa dicoba. Dalam hal ini, Anda juga bisa sekaligus mengajari anak tentang tanggung jawab.

Yaitu melalui bagaimana cara anak menjaga barang yang ia pinjam dengan baik. Kemudian mengembalikannya di waktu tepat.

  • Tidak curang saat Pertandingan

Kunci suatu pertandingan yaitu sportif. Sebisa mungkin ajari anak untuk mampu berfikir menjadi pemenang, tetapi mampu juga menerima kekalahan. Cara ini bisa Anda lakukan agar nantinya anak bukan hanya bangga saat menang saja. Namun saat kalah anak tidak malu untuk jujur dan mengakui kekalahannya.

2. Contoh Sikap Jujur di Rumah

Mengedukasi anak bisa dilakukan dimanapun, termasuk di rumah. Salah satu edukasi ini bisa Anda lakukan melalui kegiatan harian, yaitu:

  • Mengembalikan Kembalian Uang Belanja pada Orang Tua

Cara pada poin pertama ini bisa Anda coba agar anak bisa mengerti gambaran sikap jujur. Cukup mudah, Anda bisa melakukannya dengan meminta tolong anak untuk membelikan suatu barang. Jika usia anak masih kecil, bekali catatan berisi barang yang akan dibeli. Terakhir berikan uang melebihi harga barang.

Selanjutnya evaluasi. Jika anak memberikan uang kembalian pada anak berikan apresiasi. Namun jika anak ternyata tidak mengembalikannya, maka beri ia pengertian mengenai sikap jujur ini.

  • Menunjukan Hasil Ujian pada Orang Tua Meskipun Nilai Jelek

Bagi sebagian anak, hasil ujian yang jelek adalah kesalahan besar. Akhirnya untuk menyembunyikan hal tersebut, tak jarang anak berkata bohong. Jika itu terjadi pada anak Anda, coba lakukan diskusi.

Tanyakan pada anak apa yang membuatnya takut untuk menunjukkan nilainya?  Atau hal – hal lain yang mengarah ke arah tersebut.

  • Mematuhi Peraturan  Rumah Meskipun Sendirian

Peraturan rumah biasanya memang dibuat agar anak lebih bisa disiplin. Peraturan simpel seperti tidak bermain game terlalu lama, atau mengembalikan barang mainan setelah digunakan misalnya. Saat orang tua di rumah, rasanya sangat wajar jika anak memiliki kontrol untuk mematuhi peraturan.

Akan berbeda jika anak sedang sendirian. Coba sesekali amati anak, apa saat Anda pergi anak tetap mematuhi peraturan rumah? Jika iya, maka bisa dikatakan penanaman sikap jujur Anda berhasil.

3. Contoh Sikap Jujur di Lingkungan Masyarakat

Selain sekolah dan rumah, lingkungan masyarakat juga memiliki peranan besar dalam pembentukan kepribadian anak. Saat anak berada di lingkungan yang tepat, jelas akan aman. Namun bagaimana jika sebaliknya?

Sebelum melepaskan anak ke lingkungan masyarakat, ada baiknya Anda memberikan pengarahan mengenai bentuk sikap jujur pada anak. Ini penting agar nantinya anak tidak lagi butuh meraba, bagaimana sebenarnya bentuk sikap jujur di lingkungan masyarakat tersebut.

Adapun pemahaman yang bisa Anda ajarkan pada anak dapat berupa contoh bagaimana cara bersikap. Berikut referensi contohnya:

  • Mengembalikan Uang Kembalian Belanja yang Berlebih

Mengajari anak sikap jujur di lingkungan masyarakat, bisa Anda mulai dengan mengajarkannya untuk mengembalikan uang kembalian saat pemilik toko memberikan uang lebihan.

Dalam hal ini, berikan kesempatan pada anak untuk memberikan uang lebihan dan belajar menjelaskan pada pemilik toko.

  • Mengembalikan Barang yang Ditemukan pada Pemiliknya

Sebagian anak berfikir barang yang ia temukan adalah miliknya. Nah, jika itu terjadi, segera berikan pengertian pada anak bahwa barang tersebut memiliki pemilik.

Ajarkan pada anak bagaimana cara yang baik saat menemukan suatu barang. Salah satunya dengan mengembalikannya pada pemilik barang.

  • Mematuhi Peraturan Lingkungan Meskipun Tidak Ada Sanksi

Apa Anda pernah menemukan peraturan di sekitar lingkungan masyarakat? Peraturan seperti tidak membuang sampah sembarangan misalnya. Nah, di lingkungan masyarakat peraturan seperti ini biasanya dibuat tanpa sanksi.

Karena itu, agar anak tetap bisa patuh, berikan penjelasan sebab akibat padanya. Misalnya dengan memberitahu bahwa membuang sampah sembarangan bisa menyebabkan banjir.

Apa sudah paham arti jujur dan bagaimana gambarannya? Semoga pembahasan mengenai contoh sikap jujur di sekolah, rumah, dan lingkungan di atas bisa sedikit membantu kebingungan Anda dalam mengedukasi anak.

Baca Juga: