tugas operator produksi

Tugas Operator Produksi: Pengertian, Keahlian dan Gajinya

Diposting pada 3.015 views

Tugas Operator Produksi – Pabrik menjadi pilihan dari banyak tempat bekerja yang paling diminati masyarakat Indonesia. Pabrik yang bergerak di bidang industri ini memiliki salah satu bagian proses penting, yakni produksi. Dalam proses produksi tersebut terdapat berbagai elemen di dalamnya yang saling berkaitan. Termasuk diantaranya manusia dengan mesin.

Ada banyak sekali lowongan pekerjaan yang bisa dilamar, salah satu posisi yang sering dibutuhkan di pabrik adalah sebagai operator produksi. Jika saat ini Anda tertarik dengan posisi itu, maka Anda perlu mengetahui terlebih dahulu apa sebenarnya operator produksi.

Pengertian Operator Produksi

Operator Produksi adalah pekerja laki-laki atau perempuan yang bekerja di suatu pabrik dengan mengoperasikan sebuah mesin atau peralatan suatu pabrik dengan prosedur berdasarkan intruksi dari perusahaan. Selain itu operator produksi adalah orang atau pekerja yang mengolah dari suatu bahan baku menjadi bahan jadi yang siap dikemas atau diolah dan dipasarkan/dipasok ke pabrik pabrik dengan prioritas yang menjadi dasar prosedur perusahaan.

Posisi operator produksi bekerja untuk melakukan berbagai kegiatan produksi di perusahaan. Memantau jalannya produksi sesuai dengan target yang ada, terutama untuk memberikan kepuasan pelanggan. Perusahaan retail akan membutuhkan seorang operator produksi yang kompeten. Perusahaan yang bergerak di bidang retail juga membutuhkan kualitas produksi yang baik.

Posisi operator produksi selalu membutuhkan banyak tenaga kerja, yang bertugas untuk membuat berbagai kebutuhan konsumen. Jika reputasi perusahaan sudah berada pada tingkatan yang tinggi, maka tugas maupun tanggung jawab dari seorang operator produksi akan bertambah banyak.

Kesuksesan perusahaan retail dilihat dari produktivitas operator produksinya. Kegiatan produksi yang dilakukan menjadi sumber pendapatan bagi perusahaan untuk mendapatkan target aset yang sesuai. Hal ini penting diperhatikan oleh perusahaan retail khususnya produsen barang jadi.

Penggunaan mesin pada kegiatan produksi tentu hal yang mutlak dibutuhkan apalagi bagi industri menengah dan besar. Berkaitan dengan penggunaan mesin tersebut, peranan manusia tetap dibutuhkan sebagai pengendalinya. Sumber Daya Manusia yang memegang kendali mesin pada kegiatan produksi inilah yang disebut sebagai operator produksi atau bisa juga disebut operator produksi. Tentu tidak mudah untuk mengoperasikan mesin. Dibutuhkan keahlian dan latihan yang serius agar mahir mengoperasikan mesin yang besar. Bagian mesin tersebut digunakan untuk mengolah bahan baku yang kemudian dijadikan sebagai produk yang siap dipasarkan.

Posisi ini memegang peran yang sangat vital dalam menentukan produktivitas suatu perusahaan, merekalah yang akan menentukan hasil produk perusahaan.

Lantas, apa saja tugas dan tanggung jawabnya?

Tugas dan Tanggung Jawab Operator Produksi

Seorang operator produksi memiliki tugas yang sangat besar yang berpengaruh terhadap hasil dari pemrosesan bahan baku hingga menjadi produk yang layak jual.

Didalam perusahaan industri, seorang operator pabrik memiliki tugas yang sama, namun secara spesifik setiap industri memiliki cara kerja yang berbeda-beda.

Tugas dan tanggung jawab antar pekerja operator pabrik berbeda-beda, tergantung posisinya di pabrik tersebut.

Berikut adalah tugas umum seorang operator prabrik adalah memproses atau mengelola suatu produk/barang dari bahan dasar diolah menjadi bahan jadi.

TUGAS

1. Melakukan briefing atau arahan

Sama halnya seperti divisi lain, operator produksi juga harus hadir dalam briefing yang dilakukan oleh leader.

Tugas ini bersifat sangat wajib karena briefing akan menjadi modal untuk menjalankan kegiatan operasional.

2. Mempersiapkan bahan produksi

Sebelum mesin produksi dinyalakan, wajib untuk memeriksa dan memastikan semua material yang dibutuhkan siap dan layak untuk digunakan.

3. Mengoperasikan mesin

Salah satu tujuan adanya mesin produksi adalah untuk mengurangi kesalahan yang dilakukan oleh manusia.

Karyawan dibutuhkan hanya sebagai pengoperasi dan melakukan setting mesin. Mulai dari menghidupkan sampai mematikannya.

Ini adalah tugas operator prabrik yang paling krusial dalam perusahaan. Setiap pekerja harus menguasai tiap mesin yang jadi tanggung jawabnya.

4. Menjaga kualitas produksi

Seorang operator pabrik juga harus mengontrol proses produksi barang dari awal hingga akhir.

Operator prabrik harus memeriksa jika ada kesalahan dari produk  atau apabila hasil akhir tidak memenuhi standar mutu.

5. Membuat laporan produksi

Tugas yang terakhir adalah membuat laporan hasil produksi sesuai permintaan management.

Hal tersebut berkaitan langsung dengan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk mengevaluasi kinerja tiap bagian.

TANGGUNG JAWAB

Selain bertugas pada lima poin yang telah disampaikan di atas, seorang operator produksi juga mempunyai tanggung jawab seperti:

1. Membuat laporan kerja untuk dijadikan bahan pertanggungjawaban

Laporan mengenai produksi dan tercapainya target suatu perusahaan diambil dari fakta di lapangan. Fungsi penting seorang operator produksi untuk membuat laporan, dapat dilakukan dengan mudah jika dilakukan pemantauan kondisi bidang produksi.
Bekerja sebagai operator berarti memantau jalannya suatu kegiatan di divisi tersebut. Laporan yang dibuat

Mencakup penurunan dan peningkatan kinerja karyawan yang akan dibuat sebagai bahan evaluasi perusahaan. Penurunan sering terjadi akibat beberapa faktor yang merugikan perusahaan.

2. Memastikan bahwa operator yang bertugas pada shift selanjutnya sudah memahami tugas-tugas yang disampaikan ketika briefing.

Dalam kegiatan produksi atau di pabrik, skema shift sangat lumrah dilakukan untuk mencapai target produksi. Ini artinya, satu mesin bisa dikendalikan oleh dua atau tiga orang di waktu yang berbeda. Untuk menghindari kesalahpahaman, maka tugas seorang operator produksi untuk memberikan informasi kepada operator selanjutnya saat pergantian shift.

Informasi harus diberikan secara lengkap terkait pekerjaan yang dijalankan, perubahan rencana, target, kendala, dan lain sebagainya. 

3. Memastikan bahwa lingkungan kerja selalu terjaga kebersihan dan juga kerapian

Lingkungan kerja yang terpelihara bersih dan juga rapi akan memiliki dampak terhadap produktivitas dan kinerja karyawan. Operator produksi harus sering melakukan pengecekan, terutama jika terjadi kesenjangan karyawan. Terutama, menurunnya kualitas produksi berdampak besar pada reputasi perusahaan.

4. Bertanggung jawab atas tercapainya target yang telah ditentukan oleh perusahaan

Target perusahaan berbeda-beda. Target itu tergantung pada kebutuhan konsumen. Untuk memenuhi kebutuhan konsumen, maka seorang operator produksi perlu mengerahkan karyawan di bidang tersebut. Biasanya akan dibentuk beberapa tim dengan tanggung jawab yang lebih rinci.

5. Bekerja sesuai dengan SOP perusahaan

Pembuatan Standar Operasional Prosedur (SOP) di perusahaan adalah bagian penting demi keberhasilan visi dan misi yang telah ditetapkan. Bagian operator produksi memiliki peran untuk menjalankan SOP yang berlaku, khususunya demi mencapai kepuasan pelanggan dari servis dan hasil yang diberikan.

Konsumen di beberapa perusahaan retail lebih cenderung memerhatikan SOP yang digunakan. Hal ini bertujuan untuk menemukan titik temu atas target yang ingin dicapainya, kemudian perusahaan tersebut harus siap untuk memenuhi target yang ditentukan dengan strategi yang sudah dirancang.

6. Mengoperasikan mediasi kerja

Penggunaan berbagai alat dan mesin produksi akan selalu diberlakukan pada perusahaan retail. Untuk mengoperasikan media kerja maka seorang operator produksi perlu melakukan pemantauan, fungsi utamanya adalah menjamin keamanan dan pemeliharaan aset produksi.

Operator produksi harus memastikan jika seluruh karyawan di bidang tersebut telah paham tentang cara menggunakan media kerja. Media kerja yang digunakan harus memiliki standarisasi atas SOP yang diberlakukan perusahaan, maka pemberian sanksi mungkin saja terjadi jika karyawan melakukan kesalahan.

Keahlian yang harus dimiliki oleh Operator Produksi

1. Dapat bekerja di bawah tekanan

Tidak jarang perusahaan yang bergerak di bidang retail akan mendapatkan banyak pesanan. Anda perlu bersiap dan bersedia untuk mengerjakan semuanya, dengan memerhatikan SOP dan kualitas barang. Suatu kesalahan dan kurangnya kepuasan konsumen bisa menjadi masalah besar. Semakin banyak pesanan, semakin banyak pula tekanan yang akan didapatkan untuk menyelesaikan semua pesanan.

2. Disiplin dalam melakukan pekerjaan

Kedisiplinan seorang operator produksi bisa dilihat dari kinerjanya di lapangan dan akan dilaporkan langsung oleh kepala operator. Sikap disiplin yang baik bisa menjadi alasan mengapa perusahaan perlu mempertahankan Anda. Kedisiplinan dapat membantu meningkatkan kualitas kerja karyawan dan mengukur kinerja karyawan operator produksi.

3. Dapat berkomunikasi dengan baik

Keahlian berkomunikasi juga menjadi faktor pendukung lain untuk menjadi operator produksi. Anda akan bekerja dengan tim dan perlu mengkoordinasikan pekerjaan, khususunya dalam menentukan atau membagikan hal yang akan dikerjakan.

4. Mekanis

Pengetahuan tentang mesin dan peralatan, termasuk desain, fungsi, perbaikan, dan perawatan.

5. Produksi dan pengolahan

Pengetahuan tentang bahan mentah, proses produksi, kontrol kualitas, biaya, dan teknik lainnya dalam memaksimalkan keefektifan manufaktur dan distribusi barang.

6. Kemampuan berbahasa Inggris

Pengetahuan tentang struktur dan isi dari Bahasa Inggris, termasuk arti dan ejaan dari setiap kata, aturan komposisi, dan tata bahasa.

7. Analisis kontrol kualitas

Melakukan tes dan inspeksi produk, layanan, atau proses dalam rangka mengevaluasi kualitas atau kinerja.

Bagaimana Cara Menjadi Operator Produksi?

Untuk menjadi seorang operator produksi, maka Anda harus memiliki latar belakang pendidikan yang sesuai. Biasanya, beberapa perusahaan akan merekrut pegawai dengan lulusan D3 atau S1. Jenjang pendidikan tersebut dikenal cukup untuk beradaptasi, kemudian menjalankan SOP yang berlaku.

Beberapa jurusan yang bisa Anda pilih untuk tekuni adalah: Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Kimia, Kimia.

Kisaran Gaji Operator Produksi

Saat ini banyak perusahaan industri yang memiliki peningkatan dalam mencapai target. Tentu hal ini tidak luput dari banyaknya orang yang ingin bekerja menjadi operator produksi. Kisaran gaji yang diterima oleh divisi operator produksi biasanya berada pada kisaran Rp 4.000.000 sampai dengan Rp. 6.000.000.

Potensi pertumbuhan karier seorang teknisi dan operator pabrik, disesuaikan dengan prestasi kerja, namun secara umum yakni,

  • Staff
  • Officer
  • Supervisor
  • Asistant Manager
  • Manager

Seorang yang memegang profesi sebagai operator produksi memiliki peluang untuk dapat naik ke tingkat kedudukan yang semakin tinggi, tetapi dengan syarat tertentu berdasarkan ketetapan dari perusahaan atau pabrik industri.

Setelah memahami pengertian, tanggung jawab dan cara menjadi seorang operator produksi, hal yang harus diketahui ialah jenis perusahaan apa yang akan Anda lamar

  • Perusahaan Manufactur

Perusahaan yang bergerak di bidang manufanturing atau perakitan. Bisa merakit sebuah sepeda motor, merakit mobil, merakit pesawat, dan perakitan lainnya.

  • Perusahaan Tekstil

Perusahaan ini bergerak di bidang tekstil atau kain sebagai bahan dasar pembuatan pakaian atau sejenisnya.

  • Perusahaan Makanan

Perusahaan ini bergerak di bidang pembuatan makanan, bisa berupa pembuatan roti, makanan ringan, keju dan lain sebagainya.

Semoga artikel ini membantu ya.

Profesi Terkait :

Materi Terkait: