Arti kata frasa dan jenis-jenis frasa

Arti Kata Frasa: Ciri, Jenis-Jenis Frasa dan Contohnya

Diposting pada 9 views

Frasa terdiri dari banyak jenis. Kalau dari yang kamu ketahui apa saja jenis-jenis frasa? Nah, penggunaan frasa tidak hanya dalam buku-buku pelajaran bahasa.  Nyatanya, kalau kamu senang membaca novel, mendengarkan podcast atau bacaan lain di sosial media tanpa kita sadari penggunaan frasa sering kita temukan.

Uniknya, dalam komunikasi di kehidupan-sehari-hari frasa juga digunakan, meskipun tidak terus-menerus. Oleh karena itu memahami konsep frasa dalam bahasa indonesia penting.

Nah, apa pengertian frasa dan bagaimana contoh kalimat yang menggunakan frasa? Simak artikel ini, agar pemahaman kamu terkait frasa semakin berkembang.

Pengertian Frasa

Menurut KBBI, frasa adalah kesatuan atau gabungan dari dua atau lebih kata yang sifatnya non predikatif. Artinya gabungan kata-kata yang membentuk frasa tidak mempunyai predikat. Supaya bisa menjadi sebuah kalimat, frasa perlu ditambahkan kata lainnya. Frasa memiliki satu makna gramatikal artinya makna dalam sebuah frasa dapat berubah-ubah sesuai dengan konteks kalimat.

Ciri-Ciri Frasa                              

Bagaimana membedakan suatu kalimat termasuk frasa atau bukan? Kamu perlu memahami ciri-ciri frasa agar bisa membedakannya. Berikut beberapa ciri-ciri frasa yang perlu kamu ketahui:

  • Minimal terdiri dari dua kata atau lebih.
  • Frasa harus menduduki satu fungsi kalimat.
  • Bersifat nonpredikatif atau tidak memiliki predikat.
  • Mempunyai satu makna gramatikal pada kalimat.

Jenis-Jenis Frasa dan Contohnya

Frasa dibagi menjadi beberapa jenis meliputi: berdasarkan posisi kata dalam kalimat, kedudukannya, makna dan persamaan distribusi dengan unsurnya. Yuk simak jenis-jenis frasa dan contohnya dibawah ini.

Jenis Frasa Berdasarkan Posisi Kata dalam Kalimat

Frasa berdasarkan posisinya dalam kalimat dibagi menjadi enam macam yaitu: frasa verba, nomina, preposisi, numeralia, adjektiva dan konjungsi. Berikut penjelasan frasa-frasa tersebut dan contohnya:

1. Frasa Verba

Sesuai namanya frasa verba merupakan frasa yang menduduki kata kerja (verba) pada kalimat. Berikut beberapa contoh frasa verba:

  • sedang mencuci
  • sedang sakit
  • baru datang

2. Frasa Nomina

Frasa nomina adalah frasa yang menduduki sebagai kata benda atau menggantikan kata benda pada kalimat. Contohnya rumah baru, mobil mewah, meja belajar dan lain-lain. Berikut contoh penggunaan frasa nomina dalam kalimat:

  • Dinda membeli rumah baru.
  • Andri menyewa mobil mewah.

3. Frasa Preposisi

Frasa preposisi adalah frasa yang mengandung kata depan (di, ke, dan dari). Preposisi ini sebagai unsur penjelas yang diikuti oleh kata atau kelompok kata. Berikut beberapa contoh frasa preposisi:

  • di sekolah
  • ke arah barat

4. Frasa Numeralia

Frasa numeralia adalah frasa yang kedudukannya sebagai kata bilangan atau menggantikan kata bilangan pada kalimat. Berikut beberapa contoh frasa Numeralia:

  • satu ekor
  • lima ikat
  • sepuluh biji

5. Frasa Adjektiva

Selanjutnya frasa adjektiva adalah kata sifat atau yang kedudukannya menggantikan kata sifat pada kalimat. Berikut contoh frasa adjektiva:

  • termudah
  • sangat dingin
  • paling enak

6. Frasa Konjungsi

Konjungsi adalah ungkapan penghubung antarkata, antarfrasa dan antar klausa. Sedangkan frasa konjungsi adalah frasa yang ditandai dengan adanya konjungsi dalam sebuah kalimat. Contoh frasa konjungsi yaitu:

  • ketika belajar
  • masa lampau
  • kemarin siang
  • terus berlari

Jenis Frasa Berdasarkan Kedudukannya

Pembagian frasa yang selanjutnya berdasarkan kedudukannya, memiliki dua jenis yaitu frasa setara dan frasa bertingkat. Lalu, apa yang dimaksud dengan frasa setara dan frasa bertingkat? Berikut penjelasan dari masing-masing.

1. Frasa Setara

Frasa setara merupakan gabungan dari dua kata atau lebih yang masing-masing memiliki kedudukan yang setara atau setingkat. Masing-masing kalimat memiliki fungsi diterangkan (D). Oleh karena itu, kata yang ada dalam frasa setingkat ini semuanya mempunyai kedudukan yang penting, sehingga tidak boleh dihilangkan salah satu kata. Contoh frasa setara sebagai berikut:

  • Asal usul
  • Keluar masuk
  • Kanan kiri
  • Pulang pergi

2. Frasa Bertingkat

Jenis frasa berdasarkan kedudukan selanjutnya adalah frasa bertingkat yang merupakan kebalikan dari frasa setara. Frasa bertingkat adalah gabungan dari dua kata atau lebih tetapi maknanya tidak setara serta memiliki unsur D (diterangkan) dan unsur M (menerangkan). Unsur M (menerangkan) merupakan unsur pelengkap dalam frasa tersebut. Contoh frasa bertingkat adalah sebagai berikut:

  • Pedang tajam
  • Membaca buku
  • Apartemen mewah

Jenis Frasa Berdasarkan Makna yang Dikandung

Pembagian frasa berdasarkan makna yang dikandung terdiri dari tiga jenis yaitu frasa biasa, ambigu, dan idiomatik. Yuk simak penjelasan dan contoh frasa berdasarkan makna yang terkandung didalamnya.

1. Frasa Biasa

Frasa biasa adalah frasa yang tidak memiliki makna tersirat atau makna yang terkandung sama dengan kata-kata penyusunnya. Contoh frasa biasa dalam sebuah kalimat adalah sebagai berikut:

  • Mobil merah itu terlihat elegan.
  • Saat menghadiri interview besok harus memakai baju putih.
  • Ayah membelikan sepeda kecil untuk adik

2. Frasa Ambigu

Frasa ambigu adalah frasa yang memiliki makna ganda atau lebih tergantung penggunaannya dalam kalimat. Contoh frasa ambigu sebagai berikut:

  • Buah tangan: artinya buah yang dipegang tangan atau oleh-oleh.
  • Panjang tangan: artinya tangan yang panjang atau suka mencuri.
  • Kambing hitam: artinya kambing yang berwarna hitam atau orang yang disalahkan.

3. Frasa Idiomatik

Frasa idiomatik adalah frasa yang memiliki makna konotasi atau kiasan atau bukan makna sebenarnya dalam sebuah kalimat.  Meskipun maknanya konotasi tetapi harus bisa dipahami oleh pembaca. Contoh frasa idiomatik dalam sebuah kalimat adalah sebagai berikut:

  • Ia memiliki kaki tangan yang dapat diandalkan. (kaki tangan artinya orang kepercayaan)
  • Dian membawa buah tangan dari Jakarta. (buah tangan artinya oleh-oleh)

Jenis Frasa Berdasarkan Persamaan Distribusi dengan Unsurnya

Frasa berdasarkan persamaan distribusi dengan unsurnya dibagi menjadi dua yaitu: eksosentris dan endosentris.

1. Frasa Eksosentris

Frasa eksosentris adalah susunan dua kata atau lebih yang digabung menjadi satu yang tidak memiliki kedudukan yang sejajar. Frasa eksosentris hanya memiliki unsur menerangkan (M). Contoh frasa eksosentris sebagai berikut:

  • Dinda sedang pergi ke perpustakaan.
  • Para pedagang mengadakan jual beli.
  • Ibu menunggu di rumah.

Frasa ke perpustakaan, jual beli dan di rumah merupakan unsur yang menerangkan. Pada frasa tersebut tidak terdapat kata yang diterangkan.

2. Frasa Endosentris

Bila pada frasa eksosentris, susunan kata yang digabung memiliki kedudukan yang berlawanan. Frasa endosentris merupakan kebalikan dari frasa eksosentris.

Frasa Endosentris merupakan frasa yang memiliki kedudukan yang sejajar, sehingga dalam sebuah kalimat dapat digantikan oleh salah satu unsur saja. Unsur yang dapat menggantikan frasa tersebut disebut unsur pusat. Kami memberikan beberapa contoh frasa endosentris pada kalimat dibawah ini.

  • Sejumlah mahasiswa  di lapangan.
  • Lima pembalap di jalanan.
  • Pemilihan umum lima tahun sekali

Pada kata sejumlah mahasiswa merupakan frasa. Kata mahasiswa merupakan unsur pusat. Kita tidak boleh menuliskan kalimat menjadi “Sejumlah di lapangan” namun kalimat akan tetap utuh bila ditulis “Mahasiswa di lapangan”.

Sampai sini teman-teman sudah mendapatkan materi baru terkait frasa. Mulai dari pengertian frasa, ciri-ciri, jenis-jenis frasa dan contoh penggunaan frasa. Semoga dapat menambah pengetahuan baru untuk teman-teman. See you.

Temukan arti kata lainnya di kitapunya.net : Kumpulan Arti Kata

Dahaga
Insight
Justifikasi