Tips menjadi akuntan profesional
Tips Menjadi Akuntan Profesional

Tips Menjadi Akuntan Profesional yang Sukses

Diposting pada 532 views

Tips menjadi akuntan profesional – Akuntan merupakan profesi dengan pekerjaan yang berhubungan dengan catatan dan perhitungan mengenai keuangan. Profesi akuntan biasanya ditemui dalam sektor apapun seperti pemerintahan, perusahaan, atau organisasi.

Artinya, profesi akuntan merupakan profesi yang selalu ada di bidang manapun bahkan non-profit sekalipun. Seorang akuntan biasanya bertugas untuk membuat catatan laporan keuangan.

Pekerjaan dalam bidang akuntan ini selalu dibutuhkan maka dari itu jurusan ini selalu ada di sekolah menengah kejuruan maupun di tingkat universitas dan termasuk dari jurusan yang paling banyak diminati karena prospek kerja akuntan yang sangat luas dan cukup banyak peluang pekerjaan di berbagai perusahaan.

Maka dari itu untuk kamu yang memiliki minat dan keahlian dalam bidang akuntan ada beberapa tips untuk menjadi akuntan professional yang sukses.

Tips Menjadi Akuntan Profesional

tips menjadi akuntan profesional

1. Mempunyai Gelar Akuntansi

Tips menjadi akuntan profesional yang pertama adalah memiliki gelar akuntansi. Untuk kamu yang memiliki ketertarikan dan bakat dalam bidang akuntansi sebaiknya terus menekuni ilmu ini dan melanjutkan ke jenjang sekolah yang tinggi dan menjadi gelar sarjana akuntansi. Hal ini untuk meningkatkan ilmu mu mengenai bidang akuntansi.

Perusahaan juga akan lebih tertarik jika kamu memiliki latar belakang pendidikan akuntansi yang sesuai dengan posisi yang kamu lamar yaitu akuntan.

Bila perlu kamu bisa mengambil kuliah di luar negeri yang memiliki reputasi baik untuk jurusan akuntansinya.

2. Mengikuti Program Internship

Kamu yang baru saja lulus dari perguruan tinggi dengan jurusan akuntansi, tak ada salahnya bergabung untuk program internship akuntan di berbagai perusahaan.

Hal ini sangat berguna untuk menambah pengalaman dalam bidang akuntan sehingga diharapkan ilmu dan pengalaman bertambah dan nantinya akan menjadi seorang akuntan yang professional di perusahaan.

Anda dapat mencari perusahaan yang membuka program internship (magang), banyak kok. Cari saja di jobstreet atau portal lowongan kerja yang lain.

Baca juga : Cost Analysis (Akuntan Biaya) – Tugas, Persyaratan dan Gaji

3. Ikuti dan Miliki Sertifikasi Akuntan

Pintar saja tidak cukup, Anda butuh bukti nyata bahwa Anda merupakan seorang akuntan yang profesional. Salah satunya adalah dengan memiliki sertifikasi akuntan.

Bagi seorang akuntan yang memilikinya akan menambah nilai tambah bagi pemegangnya. Pemegang sertifikat professional seperti akan lebih dipercaya oleh perusahaan. Bahkan dengan memiliki sertifikat Anda bisa membuka kantor sendiri untuk memberikan pelayanan terkait akuntansi.

Saat ini ada berbagai macam atau jenis sertifikasi akuntan yang bisa Anda miliki, hal ini tergantung dari spesialisasi akuntansi. Berikut adalah jenisnya :

1. Certified Public Accountant (CPA)

Apa itu CPA? CPA merupakan Certified Public Accountant yaitu sebuah sertifikasi professional akuntansi di Indonesia untuk para akuntan publik.

Anda tidak bisa memperoleh sertifikat ini disembarang tempat seperti kampus atau penyelenggara kursus baik kampus online maupun offline. Ada pihak yang berwenang untuk mengeluarkan sertifikat ini yaitu Institut Akuntan Publik Indonesia (IAPI).

Sertifikasi ini tertuan gdalam UU No 5 tahun 2011 tentang akuntan publik, lanjut diatur dalam Keputusan Menteri Keuangan Nomor 17/PMK.01/2008.

Apa keuntungan memiliki sertifikat CPA? Memiliki sertifikat ini berarti Anda akan diakui bahwa sudah menguasai akuntan publik. Anda juga dapat membuka kantor layanan akuntan publik.

Apakah sertifikat ini berlaku di luar negeri? Tentu saja tidak, karena lembaga dan payung hukumnya juga dikeluarkan di Indonesia. Apalagi peraturan di Indonesia dengan di luar negeri juga berbeda.

2. Certified Intern Auditor (CIA)

CIA disini bukan berarti badan inteligen pusat lho ya, tapi merupakan salah satu sertifikasi bagi para akuntan agar menjadi seorang akuntan yang profesional.

CIA atau Certified Intern-Auditor merupakan sertifikasi bagi para internal auditor.

CIA dikeluarkan oleh Institute of Internal Auditor (IIA) di Florida, Amerika Serikat.

Sementara itu di Indonesia juga ada lembaga yang mengeluarkan sertifikat bagi para internal auditor, salah satunya adalah Yayasan Pendidikan Internal Audit (YPIA).

Anda dapat mengikuti pelatihan khusus untuk mulai belajar tentang internal audit, biasanya Perguruan Tinggi juga membuka pelatihan untuk mahasiswanya yang ingin belajar dan mendapat sertifikat CIA.

3. Bersertifikat Konsultan Pajak (BAP)

Jika Anda ingin mendirikan kantor konsultan pajak, itu artinya Anda harus memiliki sertifikat BAP. Untuk mendapatkannya terlebih dahulu Anda harus mengikuti ujian dan lulus Ujian Sertifikasi Konsultan Pajak (USKP).

Sertifikasi ini diselenggarakan oleh Ikatan Konsultan Pajak Indonesia (IKPI) dan memiliki payung hukum dalam Keputusan Menteri Keuangan No. 485/KMK.03/2003.

4. Certified PSAK

CPSAK merupakan sertifikasi yang dikeluarkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI) dan merupakan kepercayaan pemerintah dalam menetapkan Standar Akuntansi Keuangan.

Semua jurusan dapat mengikuti sertifikasi ini, namun selanjutnya tetap harus menempuh pendidikan profesional berkelanjutan oleh IAI. [sumber]

Sebenarnya masih banyak sertifikasi akuntan yang bisa untuk dimiliki dan disesuikan dengan bidang spesialisasi akuntansi masing-masing. Berikut ini sertifikasi akuntan yang lain :

  • Certified Management Accountant (CMA)
  • Certified Professional Management Accountant (CPMA)
  • Certified Information System Auditor (CISA)
  • Chartered Financial Analyst (CFA)
  • Certified Financial Planner (CFP)
  • Financial Risk Manager (FRM)
  • Certified Fraud Examiners (CFE)
  • Certified Wealth Managers (CWM)
  • Diploma in International Financial Reporting (DipIFR)
  • Sertifikat Akuntansi Syariah (SAS)
  • Ahli Akuntan Pemerintahan (AAP)

4. Kemauan terus belajar dan banyak pengalaman

Menjadi seorang akuntan professional tentu saja harus memiliki pengetahuan luas dan keterampilan yang menunjang seorang akuntan.

Seorang akuntan harus memiliki kemauan untuk terus belajar dan menggali pengetahuan yang banyak. Jika memungkinkan ikutlah pelatihan maupun mengambil sertifikasi profesi akuntan.

Belajar terbaik adalah dengan praktik secara langsung, perbanyak pengalaman bekerja di perusahaan-perusahaan besar. Ketika fokus berkarir, pasti akan menemukan titik terangnya.

5. Penghitungan akurat

Seorang akuntan yang professional tentu saja harus memiliki pengalaman yang cukup dan tentu saja harus akurat dalam menghadapi segala perhitungan.

Karena akuntansi selalu berkaitan dengan angka, maka akuntan professional harus mampu membuat perhitungan yang akurat dan benar untuk perusahaan.

Baca juga : Accounting Staff – Jobdesk, Tugas, Kualifikasi dan Gajinya

6. Harus detail dan teliti

Sekali lagi, karena seorang akuntan akan selalu berhubungan dengan perhitungan angka dan laporan-laporan keuangan perusahaan maka dari itu seorang akuntan harus bekerja secara professional, detail, dan teliti agar segala perhitungan yang dilakukan tidak keliru.

7. Disiplin

Pekerjaan seorang akuntan akan terus berhubungan dengan laporan keuangan perusahaan. Seorang akuntan yang professional harus memiliki sikap disiplin dalam membua laporan secara tepat waktu. Jika kamu ingin jadi akuntan yang professional selain disipilin kamu juga tidak menyepelekan data sekecil apapun, taat pada regulasi, patuh pada kebijakan perusahaan.

8. Konsisten

Seorang akuntan professional juga harus memiliki sikap yang konsisten. Ia harus melalukan semua hal dengan konsisten seperti mulai dari prosedur akuntansi, metode yang digunakan, format penyajian, satuan ukuran, dan lain sebagainya.

Konsisten disini juga berarti tidak bosan dengan pekerjaan-pekerjaan akuntansi yang itu-itu mulu dan berurusan dengan angka dan hitung-hitungan. Bagi sebagian orang memang menyebalkan, tapi bagi akuntan itu merupakan makanan sehari-hari yang wajib.

9. Jujur – Tips Akuntan Profesional

Tak hanya menjadi seorang akuntan professional. Setiap profesi apapun harus mementingkan seluruh aspek kejujuran. Untuk seorang akuntan, kejujuran dapat dilakukan dengan cara melaporkan laporan keuangan dengan sebenar-benarnya tanpa ada korupsi atau penyalahgunaan wewenang.

Kejujuran Anda akan dihargai dengan baik oleh pimpinan atau klien Anda. Kejujuran dapat menjadi modal yang berharga ketika nanti Anda akan membuka kantor konsultan akuntansi atau bekerja di perusahaan yang lebih besar.

Sebaliknya, ketidakjujuran membuktikan bahwa Anda bukan seorang akuntan yang profesional. Ketidakjujuran bisa saja menghancurkan karir Anda dalam sekejap.

10. Skeptis

Skeptis, artinya seorang akuntan tidak boleh mudah percaya pada informasi yang tidak dilandaskan dengan data. Terlebih lagi pada kegiatan bisnis, seorang akuntan tidak boleh mudah  mengatakan “iya”.

Baca juga : Accounting Assistant Manager – Tugas, Persyaratan dan Gajinya

Menjadi seorang akuntan yang sukses dan professional selain harus mengikuti beberapa program seperti sertifikat profesi tetapi harus juga diimbangi dengan sifat dan karakter kita.

Seperti, selalu menerapkan kejujuran, kedisiplinan, dan ketelitian, konsisten, dan beberapa sikap yang harus ditumbuhkan pada seorang akuntan professional. Terlebih lagi seorang akuntan memiliki tugas dan tanggung jawab dengan hal yang berhubungan dengan keuangan dan angka.

Gambar Gravatar
Seorang Sarjana Bahasa dan Sastra yang suka menulis. Linked in