profesi devops engineer

Mengenal Profesi Devops Engineer: Jobdesk, Tugas, Kualifikasi dan Gaji

Diposting pada 189 views

Mengenal Devops Engineer – Bagi orang awam profesi yang paling menonjol di perusahaan IT adalah Programer. Namun, jika dikulik lebih dalam ada yang disebut dengan Devops Enginer. Profesi ini memiliki andil yang cukup besar dalam perusahaan yang sedang berkembang.

Pengertian Devops Engineer

Devops Enginer adalah orang yang memiliki pemahaman secara mendalam mengenai Software Development Life Cycle atau siklus hidup pengembang dalam sebuah system.

DevOps berasal dari kata Development and Operation (Developers dan Operator). Dari asal kata tersebut dapat didefinisikan bahwa DevOps merupakan tim yang berada diantara developers (pengembang) dan operator (yang menjalankan).

Tugas devops
Ilustrasi posisi Devops sebagai penengah antara developer dan operation

Tujuan adanya DevOps adalah agar memungkinkan komunikasi dan kolaborasi sehingga menghasilkan kinerja tim yang efisien antara pengembang dan operator.

Dilansir dari https://targetjobs.co.uk/, disebutkan bahwa DevOps adalah tim yang bertugas untuk mempercepat dan mengotomatiskan aspek proses pengembangan, pengujian, dan pelepasan perangkat lunak, yang memungkinkan pengiriman perangkat lunak dan pembaruan perangkat lunak secara terus-menerus.

DevOps is about identifying bottlenecks and removing the waste from the system to continuously improve your organization to deliver better software. Bottlenecks can be in the form of long approval processes, manual processes, and even certain resources.

Devops adalah tentang mengindentifikasi bottlenecks (kemacetan) dan menghapus pemborosan untuk meningkatkan software perusahaan ke arah lebih baik. Bottlenecks bisa berupa persetujuan yang lama, proses manual dan sumber daya tertentu.

Jadi ketika ada perubahan dari sisi developers yang merupakan perubahan kecil, maka akan diuji terlebih dahulu oleh DevOps di staging/local host, dan ketika tidak terjadi error baru akan dinaikkan ke production (website/aplikasi). Sedangkan untuk perubahan besar, biasanya memerlukan pengujian lebih mendalam oleh tim QA (Quality Assurance).

Ketika terjadi error pada website/sistem atau aplikasi, DevOps dapat melakukan rollback (mengembalikan) seperti sebelum terjadi error.

Devops Enginer akan memulai pekerjaan dengan melakukan patch update agar dapat berinovasi lebih cepat dengan produknya. Tak hanya bekerja sendirian, Devops Engineer juga membutuhkan developer dan staff IT guna memecahkan kode – kode yang berakaitan dengan munculnya BUG.

Manfaat Devops Engineers :

  • Mempercepat proses Develop serta mengurangi resiko kegagalan yang ada dan kemudahan memberikan rollback.
  • Membantu tim menjadi lebih produktif dan bahagia dalam bekerja.
  • Mengurangi munculnya human error akibat strees, komunikasi yang kurang baik dan pengaruh lain.

Jobdesk Devops Engineer

1. Menjembatani antara Developer dan Tim Operasional

Devops Enginers memiliki kapasitas diantara para Developer dan juga Tim Operasional. Dapat dikatakan ia memiliki peran sebagai penyambung lidah agar tidak terjadi miss komunikasi diantara keduannya. Sehingga mempermudah kerja diantara dua divisi tersebut.

2. Mengawasi Sistem Yang Telah Terbangun

Seorang Devops Enginer harus dapat memastikan suatu produk dapat diselesaikan dalam proses yang cepat. Sistem teknis yang terbentuk seperti proses testing, deplyoment, dan staging. Jika suatu produk atau aplikasi dapat diselesaikan dengan cepat maka produk terebut dapat segera diluncurkan dan bersaing dipasaran.

3. Memonitoring Produk

Selain mengawasi produk yang akan segera diluncurkan, Devops Engineer juga memonitor produk yang telah berjalan. Hal ini dilakukan agar Devops Engineer mengetahui kode – kode yang tidak sesuai kemudian dapat langsung disampaikan ke staff IT sehingga dapat segera diperbaiki dan tidak menganggu sistem yang sedang berjalan.

Tugas Devops Engineer

Sebagai jantung perusahaan yang mulai mengunakan teknologi untuk perkembangan produk – produknya, Devops Engineer memiliki tugas yang lebih spesifik :

  1. Tak hanya memonitor produk, namun Devops Engineers juga memiliki tugas memonitor software dan website agar sesuai dengan standar yang diterapkan oleh perusahaan. Hal ini penting karena website dapat diibaratkan sebagai etalase sebuah toko sehingga seharusnya memberikan tampilan yang menarik dan sempurna. Sehingga tidak boleh ada bug atau widget yang tidak berfungsi.
  2. Membangun dan menyiapkan alat dan infrastruktur pengembangan baru
  3. Merancang dan mengembangkan automated script kemudian diuji agar proses dapat berjalan dengan cepat.
  4. Mengintergrasi pekerjaan yang dilakukan secara manual menjadi otomatis. Karena lambat laun semua hal bisa dikerjakan mengunakan sistem, dan SDM hanya bertugas untuk mengawasi cara kerjannya.
  5. Bersama dengan berbagai divisi teknologi lainnya mencari permasalahan dan issue seputar sistem dan aplikasi yang sedang berjalan mengunakan Cassandra, Elasticsearch, MySQL , kemudian menciptakan solusi agar permasalahan cepat terselesaikan.
  6. Membuat suatu solusi dengan mengunakan beberapa bahasa pemrograman seperti Python, .NET, Java dan Java Script. Dapat juga ditangani dengan mengunakan puppet atau tools manajemen konfigurasi lainnya.
  7. Berdasarkan feedback user Devops Engineers membuat prototipe,mengembangkan dan mengaplikasikan integrasi software.
  8. Mengidentifikasi masalah teknis dan mengembangkan pembaruan perangkat lunak dan ‘perbaikan’
  9. Membangun sistem virtualisasi dan containerisasi.
  10. Membangun sistem infrastruktur yang terintegrasi dan otomatis.
  11. Membangun sistem Monitor.

Ilustrasi Pekerjaan Devops pada Tim IT

  1. Developer menuliskan kode pada laptop masing –masing.
  2. DevOps membantu mempersiapkan server untuk test.
  3. Tim Devops megupload kode ke server test
  4. Bagian QA melakukan pengetesan, jika berhasil maka siap di upload ke production.
  5. Selanjutnya tim DevOps mengupload kode ke server production.
  6. Dites sekali lagi untuk memastikan tidak terjadi error.

Tahapan Kerja Jika Terjadi Bug

  1. Developer menuliskan kode pada laptop masing –masing.
  2. DevOps membantu mempersiapkan server untuk test.
  3. Tim DevOps megupload kode ke server test
  4. Bagian QA melakukan pengetesan namun terjadi BUGS.
  5. QA membuatlaporan ke bagian Developer
  6. Jika bukan dari bagian sisi program tetapi dari sisi server maka developer melaporan kesisi server.
  7. Jika pihak DevOps tidak menemukan permasalahan maka dilaporkan kembali kebagian developer.
  8. DevOps kemudian melakukan Rollback dan developer mengerjakan kode kembali.
  9. Tim Operation megupload kode ke server test
  10. Bagian QA melakukan pengetesan dan berhasil

Peran Devops Engineers dalam Tim IT

Dari tahapan kinerja Tim IT diatas Devops Engineer memiliki peran untuk membentuk suatu kultur agar tim Developer dan Tim Operations dapat bekerjasama dalam proses development agar aplikasi dapat beralan secara efektif dan efisien.

Kualifikasi Devops Engineer

Beberapa hal yang harus dikuasai oleh Devops Engineer adalah berikut :

1. Menguasai Berbagai Bahasa Pemrograman

  • Java : Merupakan bahasa pemrograman yang paling banyak digunakan karena Java bersifat fleksibel yang bisa digunakan secara optimal dalam berbagai platform. Java juga masuk dalam kategori pemrograman orientasi obyek sehingga para developer sangat mudah dalam memberikan output.
  • PHP : Banyak digunakan karena mengarah kepada pengelolaan dan pembuatan web yang dinamis yang banyak bermunculan untuk keperluan bisnis dan pemasaran produk. Ditambah lagi PHP dapat diakses secara gratis.
  • Phyton : Meski sedikit rumit Phyton merupakan bahasa pemrograman andalah yang banyak digunakan oleh perusahaan besar seperti instagram, google dan pinterest.
  • HTML, CSS dan Javascript

2. Memahami perintah dasar pada Linux

3. Memiliki pengalaman system administrator berbasis linux dan mempunyai pengetahuan yang dalam dengan Linux dan Unix.

4. Mengimplementasikan cloud (AWS, Azure, GCP)  untuk melakukan upgrade dan memperbaiki bug

5. Handal dalam mengelola SourceCode

  • Source Code merupakan program penting dalam komputer yang berisi deklarasi, instruksi, fungsi, loop, dan pernyataan penting. Karena itu source code sebaiknya ditulis secara sederhana dan tidak rumit agar tidak menimbulkan bug.
  • Konsisten dalam menulis sehingga variabel, ukuran, case sensitive agar mudah dalam mengingat.
  • Rajin dalam membuat komentar kecil pada setiap baris code program agar mempermudah diri sendiri dan rekan kerja untuk memahami maksud kode tersebut.

6. Berpengalaman dalam Metode Agile

Metode Agile adalah metode pengembangan software yang dilakukan dengan cara berulang yang aturan solusi, merupakan kesepakatan yang terorganisir dan terstruktur antara semua tim yang terlibat. Tujuan metode ini adalah untuk menghasilkan perangkat lunak dengan nilai jual tinggi ( High Value).

Dan mmerlukan pengalaman dari Devops Engineer dikarenakan metode ini melibatkan langsung user (klien), sehingga Devops Engineer harus mampu menjembatani antara user dengan staff it agar tidak terjadi kesalahan komunikasi.

7 Bertanggung jawab dalam pekerjaan terutama yang berhubungan dengan penyempurnaan sistem Devops.

8. Bahasa Inggris juga penting untuk dikuasai oleh Devops Engineers

Devops harus menguasai bahasa inggris dikarenakan beberapa sistem hanya dilengkapi oleh satu bahasa dan biasannya adalah bahasa inggris.

9. Memiliki skills komunikasi yang baik

Tools untuk Seorang DevOps

tools devops
tools dev ops

Ada banyak sekali tools yang sangat membantu pekerjaan DevOps seperti pada gambar di atas.

  • Git
  • AWS
  • Dodcker
  • Jenkins
  • Kubernetes
  • Puppet
  • Nagios
  • Trello
  • CloudMap

Karier dan Gaji Devops Engineer

Meski terbilang baru, Profesi sebagai Devops Engineer sudah dapat diperhitungkan. Beberapa perusahaan IT besar telah mengelompokannya kedalam beberapa jenjang.

1. Devops Engineer Junior

Merupakan karir pembuka,beberapa peran yang ditawarkan dalam jenjang karier junior ini adalah Devops Architect, Automation Engineer dan Software Tester. Gaji yang menujang karir ini berada pada kisaran Rp. 5.000.000 s/d Rp. 7.0000.0000 yang belum meliputi tunjangan dsb.

2. Devops Engineer Senior

Memiliki tanggung jawab yang lebih spesifik dan menangani banyak hal beresiko sehingga di tempatkan pada Security Engineer, Integration Specialist, dan Release Manager. Dengan memikul tanggung jawab yang besar serta pengalaman yang mumpuni, Devops Engineer Senior dihargai sebesar Rp. 8.000.000 s/d Rp.15.000.000 belum ditambahkan dengan tunjangan dan fasilitas – fasilitas penunjang lainnya.

Kesimpulan :

Menjadi seorang Devops Engineer memiliki anyak keuntungan selain memiliki gaji yang besar, diantaraanya memiliki kesempatan untuk bergabung di perusahaan Startup besar seperti Bukalapak, Shopee, Tokopedia, LinkAja dan perusahaan perbankan.

Selain itu SDM yang berada di bursa kerja sangat terbatas, sehingga peluang untuk bekerja di perusahaan pilihan sangat besar. Karena skill yang tidak biasa maka besar pula peluang untuk bekerja di luar negeri atau menerima beasiswa belajar di universitas ternama di luar negeri. Bahkan bukanlah hal yang tidak mungkin jika mengawali karier sebagai Devops Engineer kemudian dapat mengembangkan karir membuka perusahaan startup sendiri dan menjadi seorang CEO.

Lihat juga profesi yang lain :

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.