Kuliah di Jurusan Teknik Nuklir, Ini Suka Dukanya

  • Whatsapp
kuliah di teknik nuklir
Sumber : www.sttn-batan.ac.id

Pengalaman Kuliah di Jurusan Teknik Nuklir – Masa perkuliahan merupakan masa yang paling tepat untuk mempelajari suatu bidang ilmu secara mendetail. Pada masa ini, kita diharuskan untuk memilih jurusan mana yang sekiranya cocok dengan kita.

Selain untuk mempelajari ilmu lanjut, tujuan berkuliah biasanya untuk meningkatkan karir atau untuk mencari lapangan pekerjaan nantinya. Oleh karena itu, kita harus bisa mencari jurusan mana yang sekiranya memiliki prospek besar di masa depan.

Jurusan Terlangka di Asia Tenggara

Kuliah di teknik nuklir
Kuliah di teknik nuklir

Dari sekian banyak jurusan yang ada di perkuliahan, salah satu jurusan yang unik ialah Teknik Nuklir. Di indonesia, hanya ada 2 kampus yang menyediakan untuk kuliah di jurusan teknik nuklir. Kampus tersebut ialah Universitas Gadjah Mada dan Sekolah Tinggi Teknologi Nuklir – Badan Tenaga Nuklir Nasional. Bisa dibilang, jurusan teknik nuklir merupakan jurusan yang paling langka di indonesia.

Bagaimana tentang prospek kerja setelah kuliah di jurusan teknik nuklir? Sebelum membicarakan prospek kerja teknik nuklir, anda harus mengerti terlebih dahulu apa saja kegunaan nuklir. Ada banyak sekali kegunaan nuklir itu sendiri, diantaranya ialah dalam bidang medis, pangan, pertanian, energi, industri dan lain sebagainnya. Nah melihat banyak sekali manfaat nuklir, tentu anda bisa membayangkan bagaimana prospek kedepan dari jurusan teknik nuklir.

Banyak orang yang menganggap jika ada seorang yang kuliah di jurusan teknik nuklir, ia dianggap keren dan pintar. Mereka menganggap, jurusan teknik nuklir memerlukan keahlian khusus dan memiliki resiko yang besar. Padahal semua itu tidaklah selalu tepat. Ada banyak alasan mengapa orang masuk jurusan teknik nuklir.

Salah satu diantaranya ialah ia melihat jika indonesia adalah negara berkembang dan cocok digunakan untuk pengembangan nuklir. Tapi dibalik itu semua, ada Suka Duka yang dialami oleh mahasiswa Teknik Nuklir loh. Berikut ini adalah Suka dan Duka Kuliah di Jurusan Teknik Nuklir.

Baca juga : Prospek Kerja Sosiologi

Cerita Suka Kuliah di Jurusan Teknik Nuklir

Kampus teknik nuklir
Kampus teknik nuklir

Jurusan Langka

Tidak bisa dipungkiri lagi jika jurusan teknik nuklir itu sangatlah langka. Bahkan sebelum tahun 2011/2012, jurusan teknik nuklir yang ada di Asia Tenggara hanya ada di UGM dan STTN-BATAN. Jadi bisa dibayangkan, anda mempelajari ilmu yang sangat langka di asia tenggara. Tentu ini menjadi nilai plus bagi anda yang ingin bersaing dengan dunia global.

Mungkin jurusan teknik nuklir akan asing di telinga sebagian orang, namun perlu anda ketahui, kehidupan sekarang banyak yang berurusan dengan radiasi ataupun nuklir. Padahal jika ada sumber radiasi, hanya orang yang berlisensi saja yang mampu menanganinya. Selain itu, pemerintah merencanakan pembangunan reaktor nuklir. Prospek di PLTN pun juga sangat besar, karena saingannya sedikit.

Disegani

Kenapa kuliah di jurusan teknik nuklir disegani? Mungkin tidak semua orang akan menyegani orang yang masuk teknik nuklir. Namun ada juga orang yang menyeganinya. Ada beberapa alasan mengapa mahasiswa teknik nuklir disegani oleh banyak orang. Diantaranya mungkin terlihat pintar, berani bekerja di resiko tinggi, mempelajari ilmu yang langka, dikira ahli dalam membuat bom dan lain sebagainnya.

Padahal, tidak semua dugaan mereka itu tepat. Semisal seperti dugaan bekerja di resiko tinggi. Para teknisi nuklir pasti sudah mengetahui keselamatan dan standar kerja mereka di kawasan radiasi. Jadi pekerjaan apapun akan menjadi aman. Sedangkan jika banyak orang yang menyebutkan bahwa jurusan teknik nuklir bisa membuat bom, itu semua salah. Karena tidak ada dosen yang mengajarkan cara membuat bom dari nuklir.

Prospek Kerja Bagus

Indonesia tidak memiliki reaktor, kenapa bisa dikatakan memiliki prospek bagus? Ya karena tidak semua nuklir itu hanya bermanfaat di bidang energi saja, namun ada bidang bidang lain. Manfaat nuklir yang lainnya ialah di bidang pengawetan, pertanian, analisis hidrologi, kesehatan, industri, dan lain sebagainnya. Tentu sangat banyak sekali manfaat dari nuklir itu sendiri.

Alasan lain yang mendasari mengapa teknik nuklir memiliki prospek bagus ialah karena saingan mencari pekerjaannya cukup sedikit. Karena kita tahu hanya ada 2 kampus yang menyediakan jurusan teknik nuklir. Dan setiap tahun lulusan teknik nuklir hanya sebesar, untuk D4 kurang lebih 100 orang dan S1 80 orang. Apalagi anda memiliki sertifikasi lisensi kerja kenukliran lainnya, semisal petugas proteksi radiasi, NDT, operator radiografi, dan ahli radiografi.

Mempelajari Ilmu yang Unik

Bisa dibilang, kuliah di jurusan teknik nuklir itu mempelajari hal yang tidak bisa mereka lihat namun bisa mereka rasakan. Ya, keseharian anak teknik nuklir pasti berurusan dengan radiasi. Kita tahu bahwasannya radiasi itu tidak bisa kita lihat, namun memiliki efek yang sangat berbahaya apabila tidak ditangani dengan baik. Ada banyak sumber radiasi, diantaranya bahan radioaktif, sinar X, sinar ultraviolet, dan lain lain.

Selain berurusan dengan radiasi, mahasiswa teknik nuklir juga berurusan dengan yang namanya atom. Atom hanya bisa dideteksi, bisa dirasakan namun tidak bisa di lihat. Mau tidak mau, mahasiswa harus percaya bahwa disitu terdapat atom atau sumber radioaktif. Inilah keunikan dari anak teknik nuklir.

Cerita Duka Anak Teknik Nuklir

Bukan hanya suka saja yang dialami oleh mahasiswa yang kuliah di jurusan teknik nuklir, tentu ada cerita duka yang harus siap diterima ketika kuliah di jurusan teknik nuklir. Cerita duka tersebut ternyata mampu sedikit menghibur mereka, karena mereka menilai, cerita mitos tersebut sangat konyol dan lucu. Berikut ini adalah Duka Anak Jurusan Teknik Nuklir.

Mitos Mandul, jadi Setelah Lulus Harus Cepat Cepat Nikah

Cerita mitos tentang mandulnya mahasiswa teknik nuklir yang diakibatkan radiasi ternyata begitu populer. Orang awam mengatakan jika akibat paparan radiasi yang diterima oleh anak teknik nuklir ketika praktikum bisa menyebabkan kemandulan. Sehingga saran mereka ialah untuk segera menikah setelah lulus.

Padahal semua itu salah, karena kita tidak sembarangan dalam praktikum yang berurusan dengan radiasi atau bahan radioaktif. Pasti ada APD (Alat Pelindung Diri) yang wajib dikenakan oleh mahasiswa teknik nuklir yang hendak praktikum. Selain itu juga, apabila terkena paparan radiasi, mahasiswa tersebut akan terus diawasi berapa jumlah paparan radiasi yang mereka terima, namun itu semua tidak pernah atau nihil terjadi.

Selalu Dikira Bisa Membuat Bom dan Akan Membuat Bom Nantinya

Selain cerita mandul yang mengharuskan cepat cepat nikah setelah lulus, anak teknik nuklir juga tak luput dari dugaan pembuatan bom. Banyak orang yang mengatakan jika setelah lulus dari jurusan ini, mereka bisa membuat bom, dan akan membuat bom. Padahal ketika pelajaran kuliah, mahasiswa tidak sekali kali diajarkan bagaimana cara membuat bom. Mereka hanya tahu konsep dasar dan cara kerja bom, yaitu reaksi berantai yang tak terkendali.

Setiap mahasiswa dari jurusan manapun, pasti memiliki cerita suka dukanya masing masing. Tapi cerita suka duka tersebut dapat diatasi dengan baik apabila kita mematuhi semua peraturan yang telah ditetapkan di kampus maupun dari negara.

Seperti halnya dengan teknik nuklir, tidak setiap orang nuklir itu terpapar radiasi sehingga menjadi mutan, tidak setiap sumber radiasi itu berbahaya, asalkan semua kita mengerti bagaimana cara penanganan sumber radiasi tersebut.

Baca juga : Prospek Kerja Teknologi Pangan

Semoga artikel tentang suka duka kuliah di jurusan teknik nuklir ini bermanfaat untuk kalian ya, terimakasih.

Kontributor : M Afif Mumtaz