tren digital marketing bagi travel blogger

5 Tren Strategi Digital Marketing 2020 untuk Travel Blogger

Diposting pada 89 views

5 Tren Strategi Digital Marketing 2020 untuk Travel Blogger – Menjadi seorang travel blogger sangat menguntungkan. Anda bisa melakukan hobi jalan-jalan sekaligus mendapatkan uang. Apalagi jika Anda sudah menjadi travel blogger terkenal. Banyak peluang menarik terbuka lebar, seperti diundang untuk meliput tempat wisata baru atau tempat-tempat bukan untuk khalayak umum.

Tentu saja untuk menjadi seorang travel blogger terkenal membutuhkan penggunaan strategi digital marketing yang tepat. Strategi ini memudahkan para travel blogger untuk meng-online-kan blog secara cepat dan mudah. Selain itu, para blogger bisa tahu informasi tentang hosting, domain, hingga cara cek domain

5 Tren Strategi Digital Marketing 2020 untuk Travel Blogger

Ingin tahu apa saja tren-tren strategi digital marketing 2020 untuk travel blogger? Simak penjelasannya.

1. Gunakan Platform Blog Terpercaya

pilih platform website

Ibarat rumah, platform blog sangat penting. Platform blog akan menentukan isi konten blog. Agar eksistensi blog Anda berjalan mulus, gunakan platform blog terpercaya. Penggunaan platform blog terbaik dan terpercaya merupakan tren strategi digital marketing yang paling sering digunakan. 

Pilih platform blog yang aman, cepat, mudah digunakan, serta memiliki tampilan dan fitur menarik. Selain itu, platform blog harus memiliki tampilan dan fitur yang menarik. Jadi, Anda tidak akan kesulitan untuk berkreasi.

Berbagai pilihan platform tersedia, seperti  Blogger, WordPress, Drupal, Joomla, Hugo, atau Jekyll. Di antara berbagai pilihan yang ada, WordPress menjadi platform blog yang paling banyak digunakan oleh para blogger. WordPress menawarkan kemudahan serta berbagai variasi kustomisasi. Selain itu, berbagai tema dan plugin tersedia gratis. 

2. Pilih Nama Domain Blog yang Unik dan Menarik

nama domain

Tren selanjutnya adalah pilih nama domain untuk blog travelling. Pilih nama yang unik dan menarik. Jika Anda bingung cara memilih nama domain blog, pastikan Anda memasukkan beberapa aspek:

  • Menggunakan kata kunci

Pastikan nama domain blog travelling mengandung kata kunci (keyword). Pastikan Anda selalu menyelipkan kata kunci tentang niche blog. Tujuannya agar calon pengunjung mengetahui isi konten blog. Penggunaan kata kunci juga berguna untuk melakukan branding dan marketing terhadap blog travelling.

  • Menggunakan nama domain singkat dan mudah diingat

Pastikan Anda memberi nama domain yang singkat, mudah diingat, dan dituliskan. Akan lebih unik jika nama domain blog merupakan singkatan.

  • Menggunakan ekstensi top-level domain (TLD)

Penggunaan ekstensi top-level domain (TLD) berperan penting dalam eksistensi blog travelling. Blog Anda akan memberikan kesan memiliki konten yang berkualitas. Selain itu, penggunaan ekstensi TLD mampu memikat banyak calon pengunjung. 

Oleh karena itu, buat blog travelling dengan menggunakan ekstensi domain yang berakhiran .com. Anda bisa mengunjungi situs berekstensi.com dan melihat cara beli domain dan hosting

3. Gunakan Layanan Web Hosting

pilih paket hosting

Penggunaan website untuk blog sangat penting karena berperan sebagai tools digital marketing untuk go online. Pembuatan blog harus disertai dengan web hosting. Domain tidak akan bisa berfungsi tanpa adanya web hosting. Hal ini dikarenakan hosting menyimpan tampilan data di blog. 

Oleh karena itu, pastikan kapasitas hosting sesuai dengan kebutuhan blog. Agar kapasitas hosting sesuai, Anda bisa menggunakan layanan web hosting langsung dari penyedia layanan hosting dan domain terpercaya. 

Di samping itu, penyedia layanan hosting dan domain juga menyediakan fasilitas berupa domain dan disk space unlimited secara gratis. Anda juga bisa belajar tentang hosting, domain, hingga cara cek domain

Baca juga : 10 Tips Membuat Website dengan Mudah Tanpa Ngoding

4. Meng-update Konten Blog

cara setup konten kalender

Setelah blog siap, Anda perlu konsisten untuk mengisi konten travelling. Semakin sering Anda mengisi konten, semakin  banyak trafik yang didapat. Ketika trafik blog semakin banyak, blog semakin dikenal. Bahkan, Anda bisa melakukan monetisasi blog. Mulai dari melakukan kerja sama dengan brand terkenal atau memasang iklan melalui Google Adsense.

Agar trafik blog semakin meningkat, Anda perlu membuat konten yang cukup panjang, minimal 300 kata. Tujuannya agar Google lebih mudah menganalisis relevansi konten. Google juga akan menilai seberapa berkualitas konten yang dibuat.

Selain itu, pengunjung akan lebih betah berkunjung dan membaca konten yang lebih panjang. Jadi, pastikan konten harus berkualitas dan merupakan tulisan karya sendiri alias bebas plagiat. 

5. Menerapkan SEO (Search Engine Optimization)

project seo

Pernah mendengar istilah SEO? SEO atau Search Engine Optimization merupakan proses mengoptimalkan blog lewat konten. Konten yang menerapkan teknik SEO akan berpengaruh pada visibilitas blog di Google. 

Jika Anda menerapkan teknik SEO pada setiap konten blog, blog Anda berkesempatan berada di posisi teratas hasil pencarian Google. Hal ini akan berimbas kepada banyaknya pengunjung untuk membaca konten blog.

Salah satu prinsip konten SEO adalah penggunaan kata kunci. Penggunaan kata kunci berguna agar blog bisa terhubung dengan pengunjung secara spesifik. Di samping itu, blog travelling akan mudah terlacak oleh mesin pencari.

Jika Anda ingin blog dikenal, Anda perlu melakukan riset dan memilih kata kunci yang tepat. Selain itu, penggunaan nama domain yang konsisten dan mudah diingat tentu saja memudahkan mesin mencari melakukan pencarian. Oleh karena itu, pastikan Anda memilih nama domain yang tepat dan tahu cara cek domain.

Baca juga : Cara Menjadi SEO Specialist Profesional Untuk Pemula

Inilah 5 tren strategi digital marketing 2020 untuk travel blogger. Anda bisa memulai menjadi travel blogger dengan mulai membuat blog, mempelajari tentang hosting, domain, hingga cara cek domain. Dengan mengetahui strategi tersebut, blog travelling Anda dapat berkembang dan menghasilkan.

Gambar Gravatar
Suka dengan kata dan cinta dengan karya.