Pengertian Masalah Sosial: Pengertian, Faktor, dan Dampaknya

Diposting pada 82 views

Pengertian Masalah Sosial – Banyak sekali pemberitaan yang kita dapat dari berbagai media baik media massa, media cetak, maupun media elektronik seringkali menampilkan hal yang buruk misalnya seperti pelecehan, pencurian, diskriminasi, korupsi, korupsi, nepotisme, dan yang belakangan ini sedang banyak dialami oleh banyak orang yaitu mengenai wabah COVID19.

Dengan banyaknya pemberitaan mengenai hal-hal tersebut, menunjukkan bahwa masih banyak sekali permasalahan sosial yang menjadi tugas bagi kita untuk diselesaikan, atau minimal bisa kita redakan. Mengapa permasalahan sosial itu ada? Apa-apa saja penyebabnya? Kira-kira apa saja akibatnya apabila masalah tersebut tidak teratasi? Nah, dalam artikel kitabisa.net kali ini, kami akan merangkumkan untuk anda perihal masalah sosial. Yuk, mari disimak!


sumber : pexels.com

PENGERTIAN MASALAH SOSIAL

Bidang ilmu sosiologi berusaha untuk mendeskripsikan, menemukan, dan juga menjelaskan perihal tatanan karakteristik dalam kehidupan sosial manusia. Berbagai macam upaya telah dilakukan oleh para sosiolog untuk memberikan definisi dari permasalahan sosial. Muncul berbagai pendapat dari beberapa tokoh, yang pendapatnya tersebut disetujui oleh banyak orang dan dapat dijadikan patokan sebagai definisi yang benar mengenai permasalahan sosial. Berikut ini merupakan definisi perihal permasalahan sosial, dikutip dari berbagai tokoh :

Soerjono Soekamto

Seorang profesor di bidang sosiologi ini memberikan definisi perihal masalah sosial sebagai akibat dari adanya ketidaksesuaian pada tiap-tiap unsur kebudayaan. Masalah sosial juga dapat diartikan sebagai masyarakat yang tidak sesuai dengan unsur-unsur kebudayaan yang apabila dibiarkan atau tidak dibenahi menyesuaikan dengan unsur kebudayaan yang ada maka bisa mengganggu atau bahkan membahayakan interaksi dalam kelompok sosial.

Lebih lanjutnya, guru besar Universitas Indonesia (UI) ini juga membagi permasalahan sosial menjadi empat jenis, yaitu :

  1. Faktor ekonomi: kemiskinan, gizi buruk, pengangguran, dan penjarahan.
  2. Faktor psikologis: stress, depresi, sakit mental, dan bunuh diri.
  3. Faktor biologis: wabah, kelainan, penyakit berat, dan juga penyakit langka.
  4. Faktor budaya: kenakalan remaja, pergaulan bebas, judi, klenik, dan hal serupa lainnya.

Profesor Soerjono Soekanto juga mengatakan bahwa permasalahan sosial adalah masalah yang muncul di tengah-tengah masyarakat. Kemunculan masalah sosial ini mempunyai hubungan yang erta dengan nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat. Masalah ini bersifat sosial, sehingga memerlukan pendekatan sosial yang menyeluruh.

Pincus dan Minahan

Allen Pincus dan Anne Minahan mengatakan bahwa masalah sosial adalah sebuah kondisi sosial yang setelah dievaluasi oleh masyarakat, ternyata kondisi tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai dan norma yang dianut oleh masyarakat itu sendiri. Masyarakat dapat mengatakan bahwa sebuah kondisi merupakan masalah sosial, apabila dalam kondisi tersebut ditemukan sesuatu yang tidak sesuai dan tidak mengenakkan bagi masyarakat umum.

Earl Rubington dan Martin S. Weinberg

Dalam kajian sosialnya, Earl Rubington dan Martin S. Weinberg memberikan arti kepada masalah sosial yaitu sebagai kondisi yang berada di dalam masyarakat akan tetapi kondisi tersebut tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat pada umumnya.

Ketidaksesuaian itu bukanlah sesuatu yang diinginkan dan juga tidak memerlukan kesepakatan bersama di dalam masyarakat untuk mengubah kondisi tersebut menyesuaikan dengan nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat itu sendiri.

Apabila ditarik secara garis besar, munculnya permasalahan sosial ini disebabkan oleh adanya ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan yang terjadi. Harapan yang dimaksud ialah keinginan untuk terwujudnya nilai-nilai dan norma yang dijunjung tinggi di dalam masyarakat.

Ketidaksesuaian itulah yang menyebabkan timbulnya rasa risau, rasa tidak pas, dan rasa tidak enak di dalam hati karena dirasa menyimpang dari fitrah dan juga sifat alami dari masyarakat. Situasi ini disebut dengan masalah sosial, karena rasa risau, rasa tidak pas, dan rasa tidak enak di dalam hati ini menjadi keresahan yang dirasakan oleh banyak orang, bukan hanya sekadar satu atau dua orang saja.

Jika diabaikan atau dibiarkan dengan terus-menerus, masalah-masalah ini akan mengganggu bahkan menjadi berbahaya sehingga harus ditangani melalui kesepakatan dalam masyarakat supaya kondisi tersebut dapat menjadi kondusif kembali. Biasanya, masalah-masalah sosial terjadi karena adanya perusak generasi, adanya pengaruh buruk bagi kemajuan peradaban, dan juga adanya hal-hal yang merugikan orang lain serta lingkungan.

FAKTOR-FAKTOR PENYEBAB TERJADINYA MASALAH SOSIAL

Tidak ada asap, apabila tidak ada ada api. Peribahasa ini sangat tepat untuk menggambarkan masalah sosial. Masalah sosial terjadi karena dipicu oleh beberapa faktor yang menjadi penyebabnya. Ada bermacam-macam faktor yang menyebabkan terjadinya kemunculan masalah sosial. Berikut merupakan faktor-faktor yang menjadi penyebab terjadinya masalah sosial, yaitu :

  • Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi adalah salah satu penyebab utama dari terjadinya masalah sosial. Hal ini disebabkan karena banyaknya individu yang bahkan tidak mampu untuk mencukupi kebutuhan dasarnya sendiri seperti kebutuhan akan sandang, pangan, papan, kesehatan, dan juga pendidikan.

Penyimpangan dari faktor ekonomi tentu saja bukanlah harapan dari tiap-tiap individu maupun tiap-tiap kelompok. Tiap orang pasti mempunyai harapan untuk mencapai rasa sejahtera dan makmur, akan tetapi dengan adanya faktor ekonomi sebagai penghambat, makan muncullah ketidaksesuaian antara harapan dan kenyataan yang dialami. Hal tersebut dapat menghasilkan berbagai macam masalah sosial seperti : gizi buruk, pengangguran, penjarahan, dan berbagai macam tindakan kriminal dengan motif harta.

  • Faktor Budaya

Faktor budaya ini muncul, disebabkan karena adanya ketidaksesuaian antara kepentingan sosial, nilai, dan juga norma yang berbenturan dengan masyarakat yang multikultural atau heterogen. Sebuah budaya bisa terbentuk karena adanya kebiasaan-kebiasaan yang dibiarkan, dimaklumi, dan dinormalisasi sehingga kebiasaan-kebiasaan tersebut berubah menjadi karakter, dan dari karakter tersebut lalu terbentuk menjadi sebuah budaya.

Budaya-budaya yang baru, ada yang dianggap tidak sesuai atau bertabrakan dengan budaya yang telah ada sehingga menimbulkan terjadinya gejolak atau pemberontakan di dalam masyarakat, baik gejolak secara kasat mata maupun yang tidak nampak. Dari gejolak tersebut, dapat dikatakan sebagai tanda dari adanya masalah sosial. Misalnya : pergaulan bebas, kenakalan remaja, gaya berpakaian yang terbuka, dan hal serupa lainnya.

Walaupun banyak contoh yang bersifat negatif, akan tetapi tidak semua budaya baru dalam masyarakat yang heterogen selalu mempunyai dampak yang buruk. Sebagian budaya hasil dari akulturasi (percampuran dari dua budaya yang saling memengaruhi) juga ada yang memberikan damlak positid, misalnya : perapian dalam ketatanegaraan, budaya mengantri, budaya bertoleransi, dan lain sebagainya.

  • Faktor Biologi

Faktor biologi bisa menjadi sebuah masalah sosial yang serius apabila terdapat ketidaksesuaian antara harapan untuk terciptanya masyarakat yang sehat tidak sesuai dengan realitas atau kenyataan. Hal ini bisa mengganggu stabilitas kesehatan di dalam masyarakat.

Minimnya pelayanan kesehatan yang memadai, kurangnya informasi mengenai kesehatan, dan atau adanya wabah penyakit menular merupakan beberapa contoh faktor biologis yang menjadi pemicu terjadinya masalah sosial. Misalnya : COVID-19, stunting, demam berdarah, dan flu burung.

  • Faktor Psikologis

Faktor psikologis merupakan salah satu sebab terjadinya masalah sosial. Hal ini berkaitan dengan beban hidup yang dialami seseorang terlampau berat, sehingga mengakibatkan adanya gangguan psikologis atau pola pikir serta emosi dari individu tersebut menjadi tidak stabil, dan juga menyimpang dari kenormalan. Beberapa contoh dari masalah sosial yang berasal dari faktor psikologis ini yaitu : depresi, bunuh diri, anti-sosial, psikopat, aliran sesat, dan lain sebagainya.

DAMPAK PERMASALAHAN SOSIAL

Jika terdapat permasalahan yang terjadi dalam jangka waktu yang lama, secara terus-menerus, dan bersifat kesinambungan maka akan menimbulkan berbagai macam dampak terhadap individu ataupun kelompok sosialnya. Berikut, merupakan dampak-dampak negatif yang terjadi sebagai akibat dari adanya permasalahan sosial :

  • Kemiskinan

Kemiskinan bisa menjadi salah satu sebab sekaligus menjadi dampak dari adanya masalah sosial. Sebuah kemiskinan yang berkesinambungan bisa menurun atau bahkan menular seperti wabah. Kemiskinan bisa semakin merajalela saat terciptanya sekat-sekat pembatas seperti gap dan kelas sosial sebagai akibat dari stratifikasi yang ada di dalam masyarakat. Hal ini menjadikan adanya interaksi yang janggal antar individu yang mempunyai kelas ekonomi yang berbeda.

Kemiskinan mampu menggerakkan individu untuk saling berkumpul dengan sesamanya atas dasar kesamaan nasib. Terjadinya perkumpulan tersebut berguna untuk saling memberikan rasa aman dari rasa malu, sakit hati, dan berbagai perilaku diskriminatif yang mereka dapatkan sebagai akibat dari vonis sosial yang tidak sepantasnya mereka dapatkan. Biasanya, karena terpaksa oleh kondisi kemiskinan, orang-orang ini berkumpul sekaligus membentuk pemukiman di daerah-daerah pinggiran yang tidak terawat dan kumuh, padahal dari pemukiman tersebut nantinya akan mengakibatkan terjadinya ketidakseimbangan dalam lingkungan.

  • Kriminalitas

Kriminalitas biasanya muncul akibat adanya permasalahan sosial yang tidak dapat diselesaikan baik oleh individu itu sendiri, lingkungan masyarakatnya, maupun pemerintah. Selain menimbulkan rasa was-was dan risau, kriminalitas tentu saja membuat masyarakat kehilangan rasa aman dan nyaman. Kriminalitas biasanya terjadi dikarenakan adanya perubahan dari sisi sosial maupun dari sisi ekonomi, masalah kependudukan, gangguan kesehatan mental, pola asuh yang keliru, atau bahkan kekecewaan masyarakat atas pemerintahan yang dianggap tidak baik ataupun cacat.

Tindak kejahatan bisa diikuti atau dipelajari oleh individu melalui berbagai media, bahkan termasuk dengan berbagai interaksi dengan orang-orang lain di sekitarnya. Biasanya, permasalahan sosial dapat memicu terjadinya berbagai macam jenis kejahatan. Organisasi-organisasi kriminal yang mungkin tumbuh subur di dalam masyarakat juga bisa memberikan inspirasi kepada orang-orang lain untuk melakukan tindak kejahatan yang serupa.

  • Disorganisasi keluarga

Keluarga sebagai unit terkecil dalam kelompok masyarakat, juga bisa mengalami perpecahan sebagai hasil dari adanya permasalahan sosial. Pada umumnya, perpecahan keluarga ini bisa terjadi disebabkan karena anggota di dalam keluarga tidak mampu memenuhi kebutuhan minimal untuk menjaga keutuhan dalam bentuk keluarga. Dalam sudut pandang ilmu sosiologi, disorganisasi keluarga bisa berbentuk sebagai kekuarga yang tidak lengkap karena tidak terjadi pernikahan, adanya perceraian, adanya masalah pribadi, adanya masalah dalam keluarga, dan juga adanya kekurangan dalam keluarga.

Biasanya, disorganisasi keluarga bisa terjadi karena adanya keterlambatan atau bahkan ketidakmampuan keluarga unruk menyesuaikan diri dengan situasi ekonomi maupun situasi sosial yang baru. Entah itu situasi yang lebih baik ataupun situasi yang lebih buruk. Ketidaksiapan dalam menghadapi masa-masa transisi inilah yang nantinya akan menjadi penyebab utama dari mayoritas terjadinya kasus disorganisasi dalam keluarga.

  • Masalah generasi muda

Masalah di generasi muda, umumnya disebabkan oleh dua hal yang mendasar, yaitu sifat apatis dan juga keinginan untuk melawan. Sifat apatis biasanya disertai dengan rasa kecewa terhadap hidup maupun masyarakat yang telah terakumulasi. Sedangkan, rasa ingin untuk melawan biasanya justru dibarengi dengan rasa takut terhadap keluarga, lingkungan sekitar, masyarakat, dan bahkan Tuhan.

Generasi muda sekarang, acap kali terhimpit di antara norma-norma kuno yang sudah ada sejak zaman dahulu atau yang ditanamkan oleh orang tuanya dan juga dengan norma-norma baru yang ada sebagai efek dari perkembangan zaman. Sebagai masyarakat yang sedang berada di dalam fase transisi atau perubahan, generasi muda sering kali semakin merasa tertekan.

Munculnya keinginan untuk berekspresi biasanya juga dibarengi dengan batasan-batasan yang diberikan. Di samping itu, pada usia remaja seringkali muncul perasaan untuk ingin membuktikan kemampuan yang dimiliki tanpa bergantung dengan siapapun termasuk keluarga dan orang tua.

Generasi muda yang tidak mampu mengendalikan ego, sopan santun, perasaan, dan juga keimanannya seringkali mendobrak nilai-nilai atau norma yang dianut di dalam masyarakat secara frontal. Pada aktivitas yang bersifat negatif, hal ini sering kali bermanifestasi dengan mengonsumsi narkoba dan minuman keras, tawuran, perjudian, pergaulan bebas, geng motor, dan juga aliran-aliran agama yang dianggap sesat.

  • Perang

Permasalahan sosial yang tidak lekas selesai akan mengakibatkan terjadinya konflik dan juga dendam di antara pihak satu dengan pihak yang lainnya. Konflik serta dendam tersebut, jika dibiarkan tanpa ada penyelesaian nantinya akan berubah menjadi peperangan.

Peperangan mempunyai efek dengan jangka waktu yang lama seperti trauma, rasa ingin membalas dendam, korban nyawa, hancurnya fasilitas umum, dan juga rusaknya hubungan sosial. Tidak sekadar itu, dengan terjadinya peperangan, akan menyebabkan munculnya pemukiman-pemukiman kumuh, minimnya pemenuhan kebutuhan atas bahan pangan, dan juga hilangnya akses terhadap pendidikan.

  • Masalah penduduk

Permasalahan yang tidak kunjung terselesaikan bisa menjadi salah penyebab atas tidak meratanya perkembangan penduduk antara daerah satu dengan daerah yang lainnya. Perkembangan penduduk juga meliputi perihal fasilitas yang tidak seimbang, perbedaan subsidi, rendahnya SDM, perbedaan kualitas pendidikan, dan bahkan kesejahteraan dalam ekonomi yang seakan-akan nampak dibedakan. Masalah kependudukan ini jika diabaikan, nantinya juga bisa mengakibatkan kemiskinan, tindak kejahatan, dan juga hal-hal serupa lainnya.

Masalah penduduk dapat dibagi menjadi dua masalah yang besar. Masalah pertama yaitu perihal kuantitas yang meliputi pertumbuhan penduduk, komposisi penduduk, jumlah penduduk, dan juga kepadatan penduduk. Sedangkan masalah yang kedua yaitu perihal kualitas yang meliputi kesehatan, tingkat ekonomi, dan juga pendidikan.

  • Kebodohan

Kebodohan merupakan salah satu dampak dari masalah sosial yang disebabkan karena tidak terselesaikannya masalah perihal ekonomi dan juga budaya. Kebodohan biasanya disebabkan oleh ketidakmampuan individu dalam memenuhi kebutuhan dalam bidang ekonomi seperti tidak bisa membayar uang pendidikan dan atau tidak bisa memberikan fasilitas belajar yang layak. Selain itu, kebodohan juga dapat disebabkan oleh masalah sosial yaitu menyimpangnya pola pikir sehingga menyebabkan malas belajar dan juga menganggap bahwa pendidikan bukanlah merupakan suatu hal yang penting.

  • Kesenjangan sosial

Kesenjangan sosial bisa terjadi sebagai akibat dari kemiskinan yang diabaikan sedangkan para kapitalis diberikan kesempatan lebih untuk semakin memperkaya dirinya sendiri. Kesenjangan sosial bisa mengakibatkan meningkatnya angka kriminalitas, menurunkan rasa aman serta kenyamanan dalam masyarakat, dan juga hal-hal serupa yang disebabkan karena ketidakseimbangan dalam kelas ekonomi.

  • Ketidakadilan

Rasa ketidakadilan biasa terjadi sebagai akibat dari adanya pihak yang melanggar batasan terhadap pihak yang lainnya, akan tetapi, pihak yang melanggar tersebut diberikan pembiaran serta tidak mendapatkan hukuman yang sepantasnya. Dengan kata lain, ketidakadilan muncul dari ketidakterpenuhinya harapan seorang individu untuk mendapatkan sebuah keadilan.

Sekian rangkuman perihal masalah sosial dari kitabisa.net , terima kasih telah membaca, dan semoga bermanfaat!

Baca juga :

Permasalahan Lingkungan (Pelapukan dan Pemanasan Global)

Pengertian Etika dan Moral, Jenis serta Contoh Perbedaannya

Pengertian Kemiskinan dan Macam-macam Kemiskinan

25 Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Ekonomi

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi di Bidang Politik