Kopling Gesek Plat Tunggal: Pengertian, Fungsi, Komponen dan Cara Kerja

Diposting pada 10.117 views

Kopling gesek pelat tunggal – Kopling dan komponen pengoperasiannya yang akan saya bahas adalah yang dipergunakan pada kendaraan bermotor khususnya untuk kendaraan ringan, yaitu sepeda motor dan mobil penumpang.

Kopling dan komponen pengoperasiannya merupakan bagian dari sistem pemindah tenaga dari sebuah kendaraan, yaitu sistem yang berfungsi memindahkan tenaga dari sumber tenaga dari (mesin) ke roda kendaraan.

Sistem Pemindah Tenaga

Pemindahan tenaga dari mesin ke-sistem penggerak pada kendaraan, tentunya diperlukan suatu proses yang halus tanpa adanya kejutan dan hentakan, yang menyebabkan ketidak nyamanan bagi pengendara dan penumpang. Di samping itu, kejutan juga dapat menyebabkan terjadinya kerusakan pada komponen komponen mesin. Sistem pemindah tenaga secara garis besar terdiri dari

  • Unit kopling
  • Transmisi
  • Propeller Shaft
  • Diferential
  • Poros dan roda kendaraan.

Letak Kopling

Sementara Posisi unit kopling dan komponennya (Clutch Assembly), terletak pada ujung paling depan dari sistem pemindah tenaga pada suatu kendaraan


Posisi unit kopling pada kendaraan secara skema dapat dilihat pada gambar 1 berikut ini.

letak kopling

Rangkaian pemindahan tenaga berawal dari sumber tenaga (Engine) kesistem pemindah tenaga, yaitu masuk ke unit kopling (Clutch) diteruskan ketransmisi ke propeller shaft dan ke roda melalui differensial (Final Drive).

Jenis Kopling

Jenis kopling paling tidak dapat dikelompokan menjadi tiga kelompok yaitu kopling dengan menggunakan gigi, menggunakan gesekan, dan menggunakan tekanan hidrolis.

Kopling gesek (Friction Clutch) adalah proses pemindahan tenaga melalui gesekan antara bagian penggerak (drive) dengan yang akan digerakan (driven).

Konsep kopling ini banyak dipergunakan pada sistem pemindah tenaga kendaraan, khususnya pada kendaraan ringan, seperti sepeda motor, dan mobil mobil kecil serta mobil mobil penumpang.

Kopling hidrolis banyak dipergunakan pada kendaraan dengan transmisi otomatis.

Proses kerjanya memanfaat-kan tekanan hidrolis, dan pemindahan dari satu kopling kekopling yang lainnya, dilakukan dengan mengatur aliran hidrolisnya.

Pengertian Kopling

Pengertian Kopling adalah suatu elemen mesin yang berfungsi untuk mentransmisikan daya dari poros penggerak (driving shaft) ke poros yang digerakkan (driven shaft), dimana putaran inputnya akan sama dengan putaran outputnya.

Tanpa kopling, sulit untuk menggerakkan elemen mesin sebaik-baiknya. Dengan adanya kopling pemindahan daya dapat dilakukan dengan teratur dan seefisien mungkin.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh sebuah kopling adalah:
1. Mampu menahan adanya kelebihan beban.
2. Mengurangi getaran dari poros penggerak yang diakibatkan oleh gerakan dari elemen lain.
3. Mampu menjamin penyambungan dua poros atau lebih.
4. Mampu mencegah terjadinya beban kejut.

Macam macam kopling :
1. Kopling tetap
2. Kopling tidak tetap
3, Kopling mekanis
4. Kopling hidraulis
5. Kopling otomatis
6. Kopling basah
7, Kopling kering

Fungsi Kopling Gesek

Kopling gesek (Friction Clutch) adalah proses pemindahan tenaga melalui
gesekan antara bagian penggerak (drive) dengan yang akan digerakan
(driven).

Konsep kopling ini banyak dipergunakan pada sistem pemindah
tenaga kendaraan, khususnya pada kendaraan ringan, seperti sepeda motor, dan mobil mobil kecil serta mobil mobil penumpang.

Fungsi kopling adalah memutus dan menghubungkan jalur tenaga dari mesin ke transmisi melalui kerja pedal selama perkaitan roda gigi.

Persyaratan Kopling  

a. Harus dapat menghubungkan putaran mesin dengan transmisi dengan lembut

b. Pada saat menghubungkan ke transmisi harus dapat memindahkan tenaga tanpa terjadi slip.

c. Harus dapat membebaskan hubungan dari transmisi dengan sempurna dan cepat.

Komponen Kopling Gesek Plat Tunggal

Komponen-komponen kopling gesek pelat tunggal secara bersamaan membentuk rangkaian kopling/kopling set (clutch assembly). Seperti terlihat pada gambar 5 berikut ini. Komponen utama dari kopling gesek ini adalah sebagai berikut :

1. Plat Kopling

plat kopling
Plat kopling (clutch disc)

Clutch disc (juga dikenal sebagai piringan kopling, friction disc/piringan gesek, atau kanvas kopling). Plat kopling bagian tengahnya berhubungan slip dengan poros transmisi. Sementara ujung luarnya dilapisi kampas kopling yang dikunci dengan paku keling. Konstruksinya dapat dilihat pada gambar 6 berikut ini :

Lapisan plat kopling disebut dengan kanvas kopling terbuat dari paduan bahan asbes dan logam. Paduan ini dibuat dengan tujuan agar plat kopling dapat memenuhi persyaratan, yaitu : 

(a). Tahan terhadap panas.
Panas dalam hal ini terjadi karena terjadi gesekan yang memang direncanakan saat kopling akan dihubungkan. 

(b).Dapat menyerap panas dan membersihkan diri. 
Gesekan akan menyebabkan panas dan kotoran debu bahan yang aus. Kanvas kopling dilengkapi dengan alur yang berfungsi untuk ventilasi dan menampung dan membuang debu yang terjadi. 

(c). Tahan terhadap gesekan.
Kanvas kopling direncanakan untuk bergesekan, maka perlu dibuat tahan terhadap keausan akibat gesekan. 

(d).Dapat mencengkeram dengan baik. 

Plat kopling terdiri atas tiga bagian yaitu :

  • Facing : Facing dipasangkan pada cushion plate dengan cara dikeling sedangkan cushion plate tersebut bersatu dengan disc plate dengan cara dikeling juga, sehingga putaran facing akan diteruskan ke cushion plate lalu ke disc plate dan selanjutnya ke input shaft transmisi melalui clutch hub.
  • Cushion plate : Cushion plate dirancang dengan bentuk bergelombang, tujuannya adalah agar pada saat plat penekan menyentuh plat kopling, penekanan dapat dilakukan dengan perlahan-lahan.
  • Torsion Rubber (Torsion Dumper) : Torsion rubber atau Torsion Dumper merupakan bagian yang berfungsi untuk meredam getaran pada plat kopling, dilihat dari bahannya, torsion rubber terdiri dari dua jenis, yaitu; berupa pegas koil dan karet.

2. Tutup Kopling

Tutup kopling (clutch cover) terpasang pada roda penerus (flywheel) oleh beberapa baut dan berputar bersama dengan pelat kopling sesuai dengan kecepatan mesin. Tutup kopling dibagi menjadi dua tipe, yaitu tipe pegas koil dan tipe pegas membran (diaphragm spring).

1) Tutup Kopling dengan Pegas Koil (Coil Spring Type Clutch)

tutup kopling dengan pegas coil
tutup kopling dengan pegas coil

Cluth cover terdiri dari plat penekan yang dibuat dari baja tuang (cushion) yang diratakan dengan halus dan berfungsi untuk menekan plat kopling terhadap roda penerus dengan adanya tekanan pegas-pegas kopling.

Kopling tipe ini dilengkapi dengan pegas koil/pegas spiral dan tiga buah pressure lever. Tipe pegas koil banyak digunakan pada kendaraan niaga berat.

2) Tutup Kopling dengan Pegas Membran (Diaphragm Spring Type Clutch)

tutup kopling dengan pegas diapragma
tutup kopling dengan pegas diapragma

Pegas pada tutup kopling tipe ini adalah pegas membran (diaphragm spring) yang sekaligus berfungsi sebagai pressure lever. Bila pedal ditekan release bearing mendorong ujung-ujung sirip pegas membran, plat penekan akan tertarik sehingga kopling menjadi bebas. Saat ini tutup kopling tipe pegas membran (diaphragma spring) lebih banyak digunakan.

Dilihat dari karakteristik dan konstruksinya, tipe pegas diapragma mempunyai beberapa keuntungan diantaranya :

  • Untuk membebaskan kopling tidak diperlukan tenaga penekanan yang berlebihan (kopling ringan).
  • Meskipun terjadi keausan pada plat kopling, tekanan pada plat penekan tidak berubah, sehingga kemungkinan slip sangat kecil.
  • Tekanan pada plat penekan lebih merata. 
  • Mempunyai jumlah bagian-bagian yang lebih sedikit.
  • Pada kecepatan tinggi, tegangan pada tipe pegas koil akan menurun, dengan adanya efek gaya sentrifugal, sedangkan pada tipe pegas membran tidak.

Cara Kerja Unit Kopling Gesek

cara kerja kopling

Berikut ini akan dibahas Konsep kerja kopling gesek yang banyak digunakan dapat dijelaskan melalui gambar 3 dan 4.

Berdasarkan skema rangkaian tersebut, kini terlihat fungsi utama kopling adalah memutus dan menghubungkan jalur tenaga dari mesin ke transmisi. Proses perpindahan tenaga, poros engkol (crank shaft) memutar drive disc dalam kopling.

Selama piringan/disc yang lain (driven disc) tidak berhubungan dengan drive disc, maka tidak ada tenaga/torsi/gerak yang ditransfer dari mesin ke pemindah daya (lebih spesifiknya transmisi). Atau bisa juga disebut kopling dalam kondisi bebas.

Pada saat drive disc dan driven disc bersinggungan, maka drive disc akan memutar driven disc yang berhubungan dengan poros input transmisi.

cara kerja kopling

Sebagai hasilnya, torsi/gaya putar dari mesin ditransfer melalui kopling ke komponen pemindah daya yang lainnya hingga ke roda penggerak. Saat kedua disc bersinggungan, dan saling berputar bersama dapat diilustrasikan dalam gambar di bawah ini.

Gambar Gravatar
Berprofesi sebagai CEO Bengkel Mobil Idaman Motor. Pernah bekerja sebagai Mekanik di Mitsubishi Motor dan Suzuki Motor.