pengertian kesadaran merek

Pengertian Kesadaran Merek: Tingkatan, Indikator dan Cara Meningkatkan

Diposting pada 90 views

Kesadaran merek merupakan salah satu bentuk strategi pemasaran yang dapat menunjukkan tingkat kesadaran konsumen terhadap suatu produk. Kesadaran terhadap merek ini biasa disebut dengan brand awareness. Dalam membangun konsumen yang sadar akan merek ada beberapa hal yang bisa dilakukan.

Salah satunya dengan mempromosikan suatu  produk baru. Bisa juga dengan merombak sebuah merek lama menjadi kembali seperti baru. Tentu dalam hal ini sangat dibutuhkan adanya inovasi pada beberapa segmen atau secara keseluruhan.

Pengertian Kesadaran Merek (Brand Awareness)

Brand Awareness (kesadaran merek) adalah kesanggupan seseorang untuk mengenali dan mengingat kembali bahwa suatu merek merupakan bagian dari kategori produk tertentu.

Kesadaran (awaraness) menggambarkan keberadaan merek dalam benak konsumen yang menjadi salah satu peranan penting dalam equitas merek.


Meningkatkan brand awareness adalah salah satu langkah tepat dalam memperluas pasar.

Dalam marketing funnel, kesadaran merek terletak dipaling atas yang menandakan sebagai pembuka untuk masuk ke elemen lainnya. Orang yang aware terhadap suatu merek, memiliki kecenderungan lebih untuk melakukan pembelian.

Dengan kata lain, lebih mudah menjual produk ke orang yang sudah tahu merek kita dibandingkan dengan yang belum

Pengertian Kesadaran Merek Menurut Para Ahli

Berikut ini adalah pengertian Kesadaran Merek (Brand Awareness) menurut para ahli pemasaran di dunia :

1. Hermawan Kertajaya (2014)

Menurut Hermawan (2014 : 57). Kesadaran merek adalah kemampuan dari seseorang calon pembeli (potential buyer) untuk mengenali (recognize) atau mengingat (recall) suatu merek yang merupakan bagian dari suatu kategori produk.

2. Shimp (2010)

Menurut Shimp (2010), kesadaran merek adalah kemampuan sebuah merek untuk muncul dalam benak konsumen pada saat mereka memikirkan kategori produk tertentu. Shimp juga mengartikan kesadaran merek berkaitan dengan seberapa mudahnya nama tersebut dimunculkan dan merupakan dimensi dasar dalam brand equity / ekuitas merek.

3. Percy dan Rossiter (2007)

Brand awareness merupakan kemampuan pembeli dalam mengidentifikasi (mengenal atau mengingat) suatu merek yang cukup detail untuk melakukan pembelian.

4. Aaker dalam Handayani, dkk (2010:62)

Kesadaran merek adalah kemampuan konsumen potensial dalam mengenali atau mengingat bahwa suatu merek termasuk ke dalam kategori produk tertentu.

5. Durianto, dkk (2004:30)

Kesadaran merek adalah kesanggupan seorang calon pembeli untuk mengenali, mengingat kembali suatu merek sebagai bagian dari suatu kategori produk tertentu.

Tingkatan Kesadaran Merek

Dalam menjalankan bisnis, sangat penting disertai adanya kesadaran merek. Sebab, hal itu akan sangat berpengaruh terhadap konsumen yang membeli produk atau pelayanan jasa. Tidak hanya itu saja, kesadaran akan merek akan membuat konsumen untuk terus melakukan pembelian secara berulang.

Setiap periode tertentu, suatu bisnis akan selalu berusaha memperbaiki dan meningkatkan tingkat kesadaran terhadap merek. Apabila terjadi penurunan, maka pelaku bisnis harus mengubah strategi pemasaran untuk memulihkan tingkat kesadaran merek. Sehingga, perlu melakukan analisis ulang strategi pemasaran.

Berikut ini adalah Tingkatan Kesadaran Merek atau yang lebih dikenal sebagai Piramida Kesadaran Merek :

Gambar Tingkatan Kesadaran Merek
Gambar Tingkatan Kesadaran Merek

1. Unaware of Brand 

Unware of Brand bdalah perilaku konsumen yang tidak sadar terhadap keberadaan sebuah brand/merek. Pada tahapan ini seseorang belum mengenal atau belum mengerti akan suatu merek. Hal ini sering terjadi pada produk baru yang baru diluncurkan, atau produk yang sudah ada namun sedang dalam memperluas pasar baru.

2. Brand Recognition atau Aided Recall

Merupakan kemampuan konsumen untuk mengenali suatu produk saat melihat produk yang ditawarkan (dengan bantuan). Brand Recognition merupakan tingkat minimal (tingkatan paling dasar) dari kesadaran merek, dimana merek itu muncul lagi setelah dilakukan pengingatan misal dengan melihat produknya, melihat iklan dll.

3. Brand Recall atau Unaided Recall

Merupakan kemampuan konsumen untuk mengingat nama sebuah merek (tanpa bantuan). Pada golongan ini, setiap konsumen cukup mendengar kategori produk atau melihat sekilas produk yang dibutuhkan untuk mengingat merek produk tersebut.

Menurut Keller (2003) perusahaan dapat meningkatkan brand recall dengan memilih nama brand yang memiliki kriteria berikut ini :

  • Sederhana dan mudah untuk diucapkan, sehingga orang akan mudah dalam memahami dan mengucapkan merek.
  • Mudah diingat, merek yang sederhana dan mudah diucapkan cenderung lebih mudah diingat.
  • Nama merek harus jelas dapat dipahami dan tidak memiliki arti yang ambigu
  • Nama merek harus terdengar akrab dan memiliki arti (makna)

4. Top-Of-Mind Awareness

Merupakan kemampuan konsumen yang seketika berpikir mengenai sebuah merek pada kategori tertentu.

Top Of Mind juga dapat diartikan sebagai merek yang pertama kali disebut (pertama kali muncul) dalam benak konsumen. Merek tersebut menjadi pilihan pertama dan utama saat ingin membeli sebuah produk.

Apa yang ada dalam benak pikiran Anda ketika saya sebut mie instan? Merek pertama yang muncul dan ingin Anda beli berarti menempati Top Of Mind dalam diri Anda.

Peran Penting Kesadaran Merek

Sudah dikatakan di atas bahwa kesadaran akan merek itu sangat penting. Bisnis tidak akan berjalan tanpa adanya sikap tersebut. Berikut ini adalah peran penting kesadaran akan merek dalam berjalannya suatu bisnis.

1. Brand Awareness Menjadi Sumber Asosiasi Lain

Suatu merek yang memiliki kesadaran tinggi dari konsumen akan dapat membantu asosiasi positif melekat pada brand tersebut. Sebab, jangkauan pemasaran merek tersebut akan menjadi sangat tinggi terhadap konsumen. Ini akan berpengaruh terhadap jalannya perkembangan bisnis.

Jadi, sudah menjadi tugas wajib dari pelaku bisnis untuk berupaya melakukan pemasaran yang tepat hingga menarik konsumen. Tidak hanya sampai disitu saja. Konsumen harus diikat supaya memiliki loyalitas terhadap merek tersebut.

2. Familier atau Suka Terhadap Merek

Jika konsumen merasa suka dan puas dengan produk suatu merek tertentu, maka konsumen tersebut akan sadar terhadap merek tersebut. Bahkan, konsumen akan melakukan pembelian secara berulang.

Sikap ini timbul karena adanya ikatan emosional konsumen dengan produk. Sehingga, dengan adanya ikatan emosional tersebut memicu rasa puas setelah menggunakan produk dari merek tersebut. Kepuasan ini bisa muncul karena kualitas produk yang sesuai dengan kebutuhan maupun alasan lainnya.

4. Substansi atau Komitmen

Konsumen yang telah memiliki kesadaran akan merek bisa menjadi tanda adanya komitmen terhadap suatu bisnis tersebut. Apabila kesadaran atas merek itu tinggi, maka keberadaan merek tersebut dapat dirasakan. Ada beberapa faktor yang membuat sikap sadar akan merek menjadi tinggi, yaitu: 

  1. Produk dipromosikan dalam jangkauan yang luas, sehingga target pemasaran semakin luas.
  2. Eksistensi merek yang tidak lekang oleh waktu
  3. Memiliki jangkauan distribusi yang luas, sehingga memudahkan konsumen untuk mendapatkan produk
  4. Pengelolaan merek sangat baik.

5. Mempertimbangkan Brand

Konsumen pertama kali pasti akan melakukan seleksi merek-merek dalam sebuah kategori pada saat akan melakukan pembelian produk. Merek dengan posisi top of mind yang tinggi akan mempunyai nilai pertimbangan yang tinggi di benak konsumen.

Jika suatu merek tidak masuk dalam ingatan memori konsumen, merek tersebut tidak akan dipertimbangkan dalam keputusan pembelian. Namun pada umumnya, deretan merek yang disimpan dalam benak konsumen adalah merek yang disukai dan tidak disukai.

Cara Untuk Meningkatkan Kesadaran Merek

Agar terbangun kesadaran terhadap merek di kalangan konsumen, harus ada upaya di dalamnya. Terdapat banyak langkah yang dapat dilakukan untuk membangun brand awareness. Berikut ini beberapa strategi promosi yang dapat dilakukan untuk meningkatkan brand awareness, yaitu:

1. Iklan Konvensional

Iklan konvensional merupakan iklan yang bersifat hard selling. Iklan ini juga dilakukan melalui media konvensional seperti televisi, radio, koran, reklame, dan lain sebagainya. Iklan konvensional dianggap mampu menjangkau segmen pemasaran yang luas.

2. Media Sosial

Media sosial kini menjadi pilihan yang tepat untuk meningkatkan brand awareness. Sebab, media sosial ini tidak bisa dilepaskan dari masyarakat saat ini. Sehingga, sangat dimungkinkan jika kemampuan menjangkau segmen pemasaran sangatlah luas.

Pelaku bisnis harus aktif dalam mengunggah konten yang menarik. Selain itu, juga tidak boleh ketinggalan untuk membuka peluang interaksi dengan konsumen. Dengan demikian, hal ini akan membuat kesadaran konsumen akan merek tertentu menjadi meningkat.

3. Content Marketing

Content marketing disebut sebagai rujukan baru dalam strategi pemasaran. Pada content marketing ini meliputi nilai dari merek dan juga informasi terkait merek tersebut. Disarankan dalam menyajikan nilai dari sebuah merek ini haruslah dibuat semenarik mungkin. 

Tujuannya tak lain adalah untuk memikat hati konsumen. Sehingga, konsumen akan membuat keputusan pembelian terhadap produk dari merek tersebut. Bahkan, konsumen bisa melakukan pembelian kembali secara berulang.

4. Pengadaan Event

Pengadaan event bisa menjadi sarana untuk melakukan promosi dalam mengenalkan merek. Bisa juga digunakan sebagai ajang untuk memperkenalkan produk baru. Dalam pengadaan event ini bisa dilakukan dengan kerjasama dari beberapa pelaku bisnis.

5. Memberikan Merchandise

Memberikan merchandise merupakan salah satu cara untuk memberi reward kepada konsumen yang setia. Tentu saja hal ini juga termasuk cara yang tepat untuk memperkuat brand awareness. Semakin menarik merchandise yang diberikan kepada konsumen, maka akan semakin baik ikatan kesadaran akan merek.

Indikator Kesadaran Merek

Indikator merupakan ciri atau tanda bahwa orang tersebut bisa dikatakan aware dengan keberadaan sebuah merek. Menurut Keller (2008) Kesadaran Merek terdapat beberapa indikator, yaitu :

  1. Konsumen paham seperti apa merek itu
  2. Dapat mengenali merek diantara merek pesaing
  3. Sadar akan keberadaan merek
  4. Konsumen membayangkan ciri merek dengan cepat
  5. Konsumen cepat mengenali logo atau simbol merek
Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.