Cara Membuat Resensi Buku

Diposting pada 495 views

Cara Membuat Resensi Buku – Pembicaraan mengenai resensi buku biasanya menyangkut tentang mata pelajaran Bahasa Indonesia. Hal itu memang tidak salah, sebab saat duduk di bangku sekolah, penugasan akan membuat sebuah resensi buku memang selalu diberikan oleh guru mata pelajaran Bahasa Indonesia. 

Namun, ketika sudah memasuki bangku kuliah, apakah kamu sadar bahwa terlepas dari apapun jurusanmu, dosen pengampu pasti memberikan penugasan untuk membuat resensi buku yang telah kamu baca sebelumnya. Berhubung keberadaan sebuah buku memang memuat berbagai jenis informasi dan pengetahuan, sehingga cara membuat resensi juga tidak boleh sembarangan. 

Lalu, bagaimana sih cara membuat resensi buku yang benar? Apakah hanya sekadar menuliskan hal-hal pokoknya saja? 

Nah, supaya kamu memahami akan hal tersebut, yuk segera simak ulasan berikut ini!

Apa Itu Resensi? Pengertian Resensi

Sebelum membahas mengenai bagaimana teknik atau cara membuat sebuah resensi buku yang benar, ada baiknya kamu memahami akan apa hakikat dari resensi terlebih dahulu. 

Apabila dikaji secara etimologi, resensi ini berasal dari bahasa Latin yakni “resencere” atau “revidere”, dan dari bahasa Inggris yakni “review”. Kedua istilah asing tersebut sama-sama mengandung makna dasar “memeriksa, mencermati, meninjau, atau melihat kembali” akan sesuatu hal. 

Dari adanya makna dasar tersebut, objek resensi itu tidak hanya sekadar pada buku saja, tetapi juga bisa berupa drama, film, hingga pameran, selama bentuknya memuat tulisan. 

Berhubung kita tengah membahas mengenai resensi buku, maka berikut terdapat beberapa pendapat ahli mengenai apa itu resensi buku.

Menurut Montazeri (2012), resensi buku itu sama saja dengan tinjauan buku, yakni semacam evaluasi dari sudut pandang kritis, dimana seorang peresensi akan memikirkan secara mendalam dan mendetail akan bagian-bagian dari buku yang tengah diresensi tersebut. Hal itu dilakukan untuk dapat menilai baik atau buruknya sebuah buku. 

Kemudian menurut Fardengki, dkk (2012) yang berpendapat bahwa resensi merupakan hasil penilaian atau timbangan terhadap kelebihan dan kekurang yang dimiliki oleh suatu buku. Selaras akan pendapat tersebut, Dalman (2014) juga mengemukakan bahwa resensi ini sering disebut juga dengan istilah timbang buku, tinjauan buku, dan bedah buku. 

Berdasarkan beberapa pendapat ahli tersebut, dapat disimpulkan bahwa resensi ini adalah sebuah kegiatan yang membahas, mengulas, dan menilai sebuah karya yang terdapat tulisan (dapat berupa buku, film, drama, hingga pameran) untuk melihat baik dan buruknya kualitas dari karya tersebut. Istilah resensi buku berarti sesuai objeknya, yakni karya yang tengah dilihat baik dan buruknya berarti adalah sebuah buku. 

Bagaimana Cara Membuat Resensi Buku?

Setelah memahami akan apa hakikat dari sebuah kegiatan resensi, baik itu resensi buku, maupun film atau drama, kali ini kita akan membahas mengenai bagaimana cara membuat sebuah resensi buku. 

Secara garis besar, terdapat enam langkah pokok dalam upaya meresensi buku ini, yakni

  • Persiapan
  • Membaca
  • Menganalisis
  • Mengevaluasi
  • Menulis Naskah Resensi
  • Menyunting Naskah Resensi

1. Persiapan

Langkah pertama yakni persiapan, adalah dimana seorang penulis resensi perlu melakukan sebuah persiapan dengan memilih buku apa yang hendak diresensi atau dilihat baik dan buruknya buku. Dalam langkah ini, usahakan kamu memilih buku yang sesuai dengan keahlian dan minat, serta merupakan terbitan terbaru paling tidak setahun terakhir. 

Selain itu, kamu juga harus yakin bahwa buku itu memang belum pernah diresensi oleh orang lain. Namun, apabila ternyata kamu pernah menemukan resensi untuk buku pilihanmu itu, tidak apa-apa. Sebab yang terpenting adalah kamu tidak melihat resensi itu dan menconteknya. 

Setelah mendapatkan buku yang hendak diresensi, kamu wajib mencatat identitas dari buku tersebut, mulai dari judul buku, pengarang, penerbit, tempat dan tahun terbit, cetakan ke berapa, ukuran buku, jumlah halaman, nomor ISBN, hingga harga buku. Berikut contohnya:

Judul : Penulisan Buku Teks Pelajaran

Pengarang : Prof. Dr. B.P. Sitepu, MA

Penerbit : PT Remaja Rosdakarya

Tempat Terbit : Bandung

Tahun Terbit : 2012

Cetakan : Pertama, Agustus 2012

Ukuran : 16,5 x 24 cm

Jumlah Halaman : vii, 188

ISBN : 978-979-692-095-2

Harga : Rp. 35.000,00

2. Membaca

Langkah kedua adalah membaca buku pilihanmu tersebut secara cermat dan memahami isinya, baik itu secara tersurat maupun tersirat. Tidak hanya itu saja, kamu juga harus memahami dengan baik siapa penulis buku tersebut, bagaimana latar kehidupan dan pendidikannya, buku-buku apa saja yang pernah ditulisnya, dan apa tujuan penulis menulis buku tersebut. Tujuan penulis buku biasanya terdapat pada kata pengantar. 

Setelah memahami hal-hal tersebut, kamu dapat menelusuri mengenai bagaimana cara penulis buku dapat mencapai tujuannya tersebut. Sebab, tujuan penulisan buku juga dapat dijadikan sebagai rujukan untuk memahami dan mendalami isi buku. Selama membaca buku, kamu dapat menggunakan pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Apa alasan penulis buku memilih tema dan judul buku itu?
  • Dari sudut pandang apa penulis buku menulis buku?
  • Apa acuan yang dipakai dalam menulis buku?
  • Siapa pembaca sasaran?
  • Dalam bidang apa isi buku itu?
  • Apa isi pokok buku?

Perlu diingat bahwa kamu juga harus membedakan antara judul, bidang, tema, dan isi pokok buku. Berikut contoh yang menunjukkan perbedaan tersebut:

Judul : Penulisan Buku Teks Pelajaran

Bidang : Teknik penulisan naskah buku

Tema : Tata cara menulis buku teks pelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah

Isi Pokok : Dalam menulis buku teks pelajaran pendidikan dasar dan menengah perlu diikuti ketentuan yang berbeda dengan penulisan buku secara umum. 

Setelah menunjukkan perbedaan tersebut, kamu juga harus mencermati mengenai bagaimana penulis buku dapat menyampaikan gagasannya, apakah dengan menggunakan kalimat deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi, atau bahkan campuran. Hal lain yang masih perlu diperhatikan adalah kelengkapan anatomi buku, yaitu:

  • Informasi yang ada pada kulit depan dan belakang
  • Halaman prancis
  • Halaman judul,
  • Halaman katalog
  • Daftar isi
  • Kata pengantar
  • Bab
  • Sub bab
  • Glosarium
  • Daftar pustaka
  • Indeks.

3. Menganalisis

Setelah membaca secara cermat dan menuliskan pertanyaan-pertanyaan seputar bagaimana penulis menuangkan gagasannya menjadi sebuah buku, langkah berikutnya adalah menganalisis. Hal yang perlu dianalisis adalah kelemahan dan keunggulan dari isi buku, penyajian buku, dan bahasa yang digunakan dalam buku tersebut. 

Supaya mudah menjabarkan kelemahan dan keunggulan tersebut, gunakan pertanyaan-pertanyaan berikut sebagai pedomannya.

  1. Isi Buku
  • Apakah tujuan penulisan buku itu jelas?
  • Apakah pembaca sasaran buku itu jelas dan spesifik?
  • Apakah tema buku menarik untuk pembaca sasaran?
  • Sejauh mana isi buku itu diperlukan oleh pembaca sasaran yang dimaksudkan?
  • Apakah informasi yang disampaikan benar dan mutakhir?
  • Apakah informasi dalam buku itu cukup lengkap untuk mencapai tujuan penulis buku?
  • Hal-hal apa yang baru dalam isi buku itu?
  •  Apa kelebihan isi buku itu dibandingkan dengan buku sejenis lainnya?
  • Apa kekurangan isi buku itu dilihat dari tema dan tujuannya?
  1. Penyajian Buku
  • Apakah isi buku disajikan secara sistematis dan logis?
  • Apakah terdapat keterkaitan antarbab?
  • Apakah terdapat keterkaitan antarsub-bab dalam bab yang sama?
  • Sejauh mana kesesuaian teknik (deskripsi, narasi, eksposisi, argumen, atau campuran) yang digunakan dalam menjabarkan tema?
  • Apakah deskripsi yang dipergunakan cukup jelas dan masuk akal?
  • Apakah narasi yang dipergunakan memberikan informasi tentang setiap peristiwa secara kronologis dan lengkap?
  • Apakah penggunaan eksposisi dapat memberikan informasi atau fakta yang rinci, jelas, lengkap, dan objektif?
  • Apakah argumentasi yang dipergunakan didukung oleh data, fakta, dan alasan yang meyakinkan?
  • Sejauh mana ilustrasi dalam buku memperjelas konsep/gagasan penulis buku?
  • Sejauh mana terlihat latar belakang penulis buku mempengaruhi gaya penyajian isi pada buku?
  • Apakah penyajian isi buku memotivasi pembaca untuk terus membaca atau mempelajari isi buku?
  • Apakah rujukan/kepustakaan yang dipergunakan masih mutakhir dan relevan?
  • Apakah dilengkapi dengan glosarium dan indeks? Jika ada, sejauh mana glosarium atau indeks itu membantu pembaca untuk menggunakan buku itu?
  1. Bahasa yang Digunakan Dalam Buku
  • Apakah menggunakan kaidah bahasa yang baik dan benar, seperti kelengkapan unsur kalimat, penggunaan tanda baca dan ejaan?
  • Apakah masing-masing paragraf memiliki gagasan pokok yang dijelaskan dengan sejumlah kalimat pendukung?
  • Apakah pemilihan kata, panjang dan susunan kalimat sesuai dengan kemampuan membaca pembaca sasaran?

4. Mengevaluasi

Langkah keempat adalah mengevaluasi buku dengan menggunakan informasi yang telah diperoleh sebelumnya, yakni dalam hal isi buku, penyajian buku, hingga bahasa yang dipergunakan dalam buku; kemudian membandingkannya dengan yang seharusnya (patokan). 

Berikut terdapat pertanyaan-pertanyaan yang dapat menjadi pedoman untuk mengevaluasi. Hasil evaluasi ini dapat dijadikan sebagai kesimpulan resensi. 

  • Sejauh mana tema buku itu menarik bagi pembaca sasaran?
  • Sejauh mana penulis buku berhasil mencapai tujuannya dengan informasi dalam buku itu?
  • Apa keunggulan dan kelemahan isi, penyajian, dan bahasa dalam buku itu?
  • Apa rekomendasi penulis resensi terhadap buku itu?

Supaya hasil analisis lebih kuat “argumennya”, kamu juga dapat mengutip pada bagian-bagian buku sebagai bukti. Namun, gunakan kutipan yang singkat saja ya dengan tetap mencantumkan halaman bagian dari kutipan buku tersebut. 

5. Menulis Naskah Resensi

Setelah melaksanakan beberapa tahap tersebut, tibalah saatnya untuk kamu menulis sebuah naskah resensi atas buku yang telah dibaca sebelumnya. Untuk menyusun naskah ini, kamu harus memperhatikan sistematika dari sebuah resensi, yakni mulai dari adanya judul resensi, data buku, pendahuluan, isi resensi, hingga penutup. 

Pada bagian pendahuluan, dapat kamu mulai dengan menjabarkan tema, penulis, atau penerbit buku. Berikut terdapat contoh pendahuluan dari sebuah resensi yang menjabarkan mengenai penerbit buku. 

Penulisan Buku Teks Pelajaran 

PT Remaja Rosdakarya yang berlokasi di Bandung dikenal sebagai sebuah penerbit lama dan berpengalaman dalam menerbitkan berbagai jenis buku pendidikan mulai dari pendidikan dasar sampai perguruan tinggi. Sejak berdirinya, Penerbit ini sudah menerbitkan ratusan judul buku yang dapat dilihat di perpustakaan dan toko buku di seluruh Indonesia. Banyak di antara buku terbitannya itu menjadi buku rujukan di sekolah atau perguruan tinggi. Buku dengan judul Penulisan Buku Teks Pelajaran karya Prof. Dr. B.P. Sitepu merupakan salah satu terbitan PT Remaja Rosdakarya dalam tahun 2012.

Namun, kamu juga bisa lho membuat pendahuluan dari sebuah resensi dengan menjabarkan tema dari buku tersebut. Biasanya penjabaran tema buku ini akan lebih panjang

Penulisan Buku Teks Pelajaran 

Buku pelajaran memegang peranan penting dan strategis dalam proses pembelajaran. Sulit dapat dibayangkan bagaimana proses pembelajaran dapat dilaksanakan dengan baik tanpa menggunakan buku pelajaran. Di tempat-tempat yang masih sulit dijangkau teknologi komunikasi, buku pelajaran masih merupakan sumber belajar utama di samping guru.

Dewasa ini tersebar banyak buku pelajaran untuk pendidikan dasar dan menengah, akan tetapi tidak semua buku itu dapat dijadikan sebagai buku teks pelajaran untuk mata pelajaran yang sesuai. Berdasarkan hasil penilaian Badan Standar Nasional Pendidikan, belum pernah terdapat buku pelajaran yang dapat disyahkan sebagai buku teks pelajaran tanpa perbaikan yang cukup berarti. Bahkan dalam 5 (lima) tahun belakangan ini banyak buku pelajaran tidak lolos penilaian, karena tidak memenuhi syarat minimal. 

Untuk dapat ditetapkan menjadi buku teks pelajaran, diperlukan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi sejak penulis buku merencanakan, menulis, dan mengembangkan naskah bukunya. Dalam kondisi perbukuan sekolah di Indonesia seperti ini, buku Penulisan Buku Teks Pelajaran, karya Prof. Dr. B.P Sitepu, MA ini memperkaya buku-buku tentang penulisan buku pada umumnya, buku teks pelajaran pada khususnya.

Nah, untuk pendahuluan yang membahas mengenai penulis buku, juga dapat ditulis demikian.

Penulisan Buku Teks Pelajaran 

Setelah bekerja lebih dari 20 tahun di bidang perbukuan pendidikan dasar dan menengah di lingkungan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. B.P Sitepu, MA mengabdikan dirinya sebagai dosen di Universitas Negeri Jakarta sampai sekarang ini.

Setelah menulis buku Industri Buku Di Indonesia (1997) dan Buku Sebagai Sumber Belajar (1997) yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dia menulis pula buku Penyusunan Buku Pelajaran (2006) yang diterbitkan oleh Verbum Publishing di Jakarta. Pengalaman selama bekerja di bidang perbukuan sekolah serta dosen mata kuliah Pengembangan Bahan Ajar Cetak sejak tahun 1995 sampai sekarang, mendorong ia menulis buku Penulisan Buku Teks Pelajaran (2012) yang diterbitkan oleh PT Remaja Rosdakarya di Bandung.

Kemudian, dapat dilanjutkan dengan mendeskripsikan, menganalisis, dan mengevaluasi isi buku yang telah kamu baca tersebut. 

6. Menyunting Naskah Resensi

Setelah kamu selesai menulis naskah resensi, ada baiknya kamu melakukan penyuntingan untuk kesalahan-kesalahan, mulai dari tata bahasa, pemilihan diksi, kalimat efektif, dan lain-lain. Biasanya, sebuah resensi akan menggunakan bahasa yang padat, singkat, tidak berbelit-belit, dan menarik untuk dibaca. 

Apa Tujuan Dari Penulisan Resensi Buku?

Secara umum, tujuan dari penulisan resensi buku adalah untuk memberikan informasi terkait isi buku kepada masyarakat luas dan para pembaca. Menurut Jauhari (2010), sebuah resensi buku bertujuan untuk menyampaikan informasi kepada pembaca terkait apakah buku tersebut memang patut mendapatkan sambutan dari masyarakat atau tidak, sebagai sebuah karya sastra. 

Kemudian, menurut Heyd (2017), juga berpendapat bahwa penulisan resensi buku memang bertujuan memberi tahu pembaca mengenai hal-hal yang terkait dengan buku tersebut, mulai dari kelebihan dan kelemahannya, hingga peresensi akan merekomendasikan buku tersebut atau tidak. Dalam resensi, jarang memberi tahu isi keseluruhan bukunya, hanya sekadar pandangannya terhadap buku tersebut. 

Tidak hanya itu saja, resensi buku juga dapat bertujuan untuk memperkenalkan suatu karya atau buku terbitan baru kepada orang lain yang belum membacanya. Melalui resensi buku tersebut, diharapkan orang lain yang belum membaca akan tergerak hatinya untuk membaca buku tersebut. 

Nah, itulah penjelasan mengenai bagaimana cara membuat resensi buku yang benar. Apakah kamu sudah siap untuk menyusun naskah resensi buku favoritmu?

Baca Juga:

Sumber:

Sitepu, B.P. (2013). Teknik Menyusun Resensi Buku. Jurnal Pendidikan Penabur, Vol 98, No 2