Cara Memeriksa Ignition Coil Sesuai SOP Terlengkap

Diposting pada 18.428 views

Cara Memeriksa Ignition Coil Sesuai SOP Terlengkap – Pada sistem pengapian ignition coil berfungsi untuk membangkitkan tegangan 12 volt yang diterima dari baterai menjadi tegangan tinggi (10 KV atau lebih) yang diperlukan untuk menghasilkan loncatan bunga api pada busi. Kontruksi koil sangatlah sederhana, sehingga ignition coil tidak terlalu banyak perawatannya.

Walaupun demikian pada kondisi tertentu ignition coil perlu diperiksa agar kemampuannya bisa diketahui. Dewasa ini pada sistem pengapian konvensional, selain menggunakan koil biasa, juga terdapat sistem pengapian yang koilnya dilengkapi dengan external resistor atau internal resistor, kedua jenis diatas pada dasarnya sama hanya penempatannya saja yang berbeda.

Tahanan (ballast resistor) ini dipasang dengan tujuan agar arus primer tidak melebihi 4 ampere dimana akan mempercepat kerusakan pada platina, dan juga untuk mencegah kelebihan panas pada koil yang bisa menyebapkan koil meledak, mobil mogok, dsb.

Fungsi dan Kontruksi Ignition Coil

Ignition coil yang merupakan salah satu komponen dalam sistem pengapian berfungsi untuk menaikkan tegangan menjadi tegangan tinggi yang dibutuhkan pada saat pengapian.


Pada koil pengapian tegangan 12 volt yang diterima dari baterai akan dinaikkan menjadi 10.000 volt bahkan lebih. Tegangan tinggi ini digunakan untuk menghasilkan loncatan bunga api yang kuat pada busi di dalam ruang bakar. Koil pengapian terdiri dari kumparan primer dan kumparan sekunder. Kumparan primer dan sekunder akan menaikkan tegangan dari baterai melalui induksi elektromaget/induksi magnet listrik.

Dari segi konstruksi, ignition coil terdiri dari inti besi (core) yang dikelilingi oleh kumparan yang terbuat dari baja silikon yang tipis yang digulung ketat.

Kumparan sekunder terbuat dari kawat tembaga tipis dengan diameter 0.05 mm s/d 0.1 mm, yang digulung 15.000 s/d 30.000 kali lilitan pada inti besi. Sedangkan kumparan primer terbuat dari kawat tembaga dengan diameter 0.5 mm s/d 1.00 mm, dan digulung sebanyak 150 kali s/d 300 kali lilitan mengelilingi kumparan sekunder.

Untuk mencegah terjadinya hubungan singkat (short circuit) antara lapisan kumparan yang berdekatan, maka antara lapisan satu dengan lapisan yang lain disekat dengan kertas yang mempunyai tahanan sekat yang tinggi. Ruangan yang kosong dalam tabung kumparan diisi dengan minyak atau campuran penyekat untuk menambah daya tahan terhadap panas.

Salah satu ujung dari kumparan primer dihubungkan dengan terminal negatif primer dan ujung yang lain dihubungkan dengan terminal positif primer. Kumparan sekunder dihubungkan dengan cara yang sama, dimana salah satu ujungnya dihubungkan dengan kumparan primer pada terminal positif sedangkan ujung yang lain dihubungkan dengan terminal negatif tinggi melalui sebuah pegas.

Cara Memeriksa Ignition Coil Sesuai SOP

Berikut ini merupakan pemeriksaan pada ignition coil atau koil pengapian :

1. Memeriksa kumparan primer

Memeriksa Kumparan Primer
Memeriksa Kumparan Primer

Periksa kumparan primer dengan menggunakan ohmmeter pada skala “X satu” ohm. Hubungkan kedua kabel ohmmeter pada terminal (-) dan (+) koil. Baca penunjukkan pada ohmmeter dan bandingkan dengan spesifikasi pabrik.

Spesifikasi Tahanan kumparan primer : Tanpa Internal Resistor : 1,3 – 1,6 ohm Dengan Internal Resistor : 1,5 – 1,9 ohm

2. Memeriksa kumparan sekunder

Memeriksa Kumparan Skunder
Memeriksa Kumparan Skunder

Untuk memeriksa tahanan kumparan sekunder gunakan skala 1000 (kilo)ohm. Hubungkan salah satu kabel ohmmeter pada terminal (-) koil dan kabel yang lain dihubungkan pada terminal tegangan tinggi. Baca ohmmeter dan bandingkan dengan spesifikasi pabrik.

Spesifikasi Tahanan kumparan skunder : Tanpa Internal Resistor : 10,7 – 14,5 k ohm

Dengan Internal Resistor : 13,7 – 18,5 k ohm

3. Memeriksa tahanan isolasi 

Memeriksa Tahanan Penyekatan
Memeriksa Tahanan Penyekatan

Hubungkan salah satu kabel ohmmeter pada terminal (+) koil dan kabel yang lain pada badan/pemegang koil. Bila koil dalam keadaan baik maka penunjukkan jarum pada ohmmeter ke arah tidak terhingga.  

4. Memeriksa ballast resistor

Memeriksa Tahanan Resistor
Memeriksa Tahanan Resistor

Untuk memeriksa external resistor, gunakan skala “X satu ohm”. Hubungkan kabel ohmmeter seperti ditunjukkan pada gambar berikut ini. Untuk yang dengan internal resistor antara terminal + koil dan B.

Sedangkan pada koil yang menggunakan external resistor caranya seperti pada gambar dibawah ini. Baca penunjukkan tahanan pada ohmmeter dan bandingkan dengan spesifikasi pabrik.

Spesifikasi Tahanan ballast : Tahanan External Resistor : 1,1 -1,3 ohm

Tahanan Internal Resistor : 0,9 – 1,2 ohm

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.