Mengapa Pemerintahan Hindia Belanda Melaksanakan Tanam Paksa?

Pada masa penjajahan kolonial Belanda, rakyat Indonesia sangat sengsara. Indonesia di ekploitasi kekayaan-kekayaan alamnya, salah satu kebijakannya adalah Tanam Paksa (Cultuurstelsel). Rakyat Indonesia dipaksa untuk menanam tanaman-tanaman seperti kopi, nila, karet dan rempah-rempah.

Kolonial Belanda memanfaatkan Indonesia yang tanahnya subur dengan hasil bumi yang melimpah, selanjutnya hasil dari tanam paksa tersebut diperdagangkan dan Kolonial Belanda mendapatkan keuntungan yang besar.

Lalu mengapa pemerintah Hindia Belanda melaksanakan tanam paksa?
Sebuah pertanyaan yang sangat bagus, mengingat sistem tanam paksa merupakan kebijakan yang jauh dari segi kemanusiaan.

Pemerintah kolonial Belanda melakukan tanam paksa sebagai salah satu langkah untuk mengatasi problem ekonomi dalam pemerintahannya. Belanda mengalami kesulitan ekonomi akibat terkuras untuk membiayai perang di tanah jajahan, seperti untuk Perang Diponegoro yang cukup mengurang kantong pemerintah.

Sementara itu pengeluaran keuangan juga menjadi tidak terkontrol, padahal pengembangan usaha harus terus dilakukan untuk memperbaiki kondisi keuangan. Apalagi setelah keberhasilan Belgia dalam berjuang memisahkan diri dari Belanda pada tahun 1830, membuat keadaan ekonomi Belanda semakin Berat (lahan industri dan pemasukan negara semakin berkurang).

Berbagai cara dicari pemerintah Belanda untuk mengatasi permasalahan ekonomi di atas, salah satu usulan dari seorang bernama Johanes Van den Bosch mengajukan usulah berkaitan dengan sistem dan cara melaksanakan politik kolonial Belanda di Hindia. Di tanah jajahan harus dilakukan penanaman tanaman yang laku dijual di pasar dunia.

Van Den Bosch
Sumber : Raden Sale: Anak Belanda, Mool Indie dan Nasionalisme, 2009

Menurutnya sistem penanaman harus dikembangkan dengan memanfaatkan kebiasaan kaum pribumi/petani, yaitu dengan "kerja rodi". Karena penanaman yang dilakukan oleh para Petani bersifat wajib, kemudian kebijakan ini disebut sebagai "Sistem Tanam Paksa".' Dengan cara ini diharapkan perekonomian Belanda dapat dengan cepat pulih dan meningkat. Hasil tanaman ekspor dapat ditingkatkan sebanyak kurang lebih f.15. sampai f.20 juta setiap tahun. 

Belum ada Komentar untuk "Mengapa Pemerintahan Hindia Belanda Melaksanakan Tanam Paksa?"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel