Beberapa Penyebab Industri Pesawat Terbang Gagal di Indonesia

Indonesia dulu pernah membuat pesawat sendiri dengan adanya seorang tokoh yang hebat dan ahli di bidangnya. Yaitu B.J. Habibie. P.T. Dirgantara Indonesia kala itu bersama dengan B.J. Habibie membuat pesawat terbang. Namun industri pesawat berhenti karena ada beberapa sebab. Dan kali ini kitapunya.net akan bahas mengenai penyebab gagalnya industri pesawat terbang di Indonesia.

Apabila industri ini masih berlanjut sampai sekarang, mungkin Indonesia sudah menjadi negara yang lebih maju. Seperti kita tahu bahwa saat ini pesawat terbang yang kita gunakan kebanyakan bukan buatan kita sendiri melainkan buatan negara lain seperti china, rusia, jepang dan amerika serta negara negara yang lainnya.

Walaupun begitu, kita tetap harus bangga sudah pernah membuat pesawat sendiri. Tokoh yang paling berjasa dalam pembuatan ini adalah B.J Habibie, dan tentunya bersama kawan dan para pekerjanya di P.T. Dirgantara Indonesia. B.J. Habibie adalah seorang cendekiawan dan ahli dalam bidang aeronautika. Karena keahliannya tersebut B.J. Habibie pernah bekerja di luar negeri yaitu di Jerman sampai sukses, di sana ia menjabat sebagai wakil presiden dalam bidang teknologi dalam perusahaan yang mempekerjakannya yaitu Messerschmiit Bolkhow Blohm.

Di puncak karirnya di Jerman, ia dipanggil oleh Presiden Soeharto untuk kembali ke Indonesia. Setelah kembali di Indonesia ia bersama P.T. Dirgantara Indonesia mulai mengerjakan suatu proyek, yaitu membuat pesawat terbang, Ini sesuai keinginan masyarakat Indonesia yang menginginkan Indonesia memiliki pesawat terbang buatan sendiri.

Beberapa tahun kemudian ia dilantik menjadi wakil presiden dan pada tahun 1999 B.J. Habibie diangkat sebagai Presiden Indonesia yang ketiga menggantikan Pres. Soeharto. 



Beberapa penyebab kegagalan industri pesawat terbang di Indonesia yaitu :
  1. Mundurnya Habibie dari Jabatannya sebagai direktur P.T. Dirgantara Indonesia. Harus diakui B.J. Habibie adalah salah satu tokoh yang berada di belakang P.T. Dirgantara Indonesia. Habibie adalah ahli aeronautika yang dimiliki Indonesia.
  2. Kurangnya dukungan finansial. Pasca reformasi bangsa Indonesia lebih fokus pada perubahan ekonomi nasional dan kebangkitan ekonomi masyarakat pasca krisis ekonomi tahun 1997.
  3. Lemahnya manajemen perusahaan BUMN. Banyak perusahaan BUMN yang mengalami kerugian akibat lemahnya manajemen. Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya prifatisasi perusahaan BUMN.
Load disqus comments

0 comments