Pengertian Ijtihad Secara Bahasa dan Istilah

Pengertian Ijtihad secara bahasa adalah berasal dari kata ijtahada, yang mempunyai arti mencurahkan tenaga, memeras pikiran, berusaha sungguh-sunggu dan bekerja semaksimal mungkin. Sedangkan menurut istilah pengertian ijtihad adalah mencurahkan tenaga (memeras pikiran) untuk menemukan hukum agama (syara') melalui salah satu dali syara' dan dengan cara-cara tertentu (istinbath) dari Al-Quran dan Hadits.


Sebab tanpa dali syara' dan cara-cara tertentu, maka usaha tersebut merupakan pemikiran dengan kemauan sendiri semata-mata dan sudah barang tentu cara ini tidak disebut ijtihad. Sedangkan orang yang melakukan ijtihad disebut mujtahid dan persoalan yang dipertimbangkan disebut dengan mujtahad fih.

Objek Ijtihad

Tidak semua hukum Islam dapat menjadi objek ijtihad melainkan beberapa larangan tertentu saja. Lapangan hukum yang bisa menjadi objek ijtihad adalah sebagai berikut :
  1. Nash yang dhanny (nash yang masih bisa ditafsirkan dengan arti lain), baik dari segi kedudukannya maupun dar segi pengertiannya, dan nash yang seperti ini ialah Hadits. Cara ijtihad dalam hal ini ialah ditujukan kepada segi sanad dan pensahihnya serta pertailannya dengan hukum yang sedang dibahas.
  2. Nash yang qath'iy kedudukannya, tetap dhanny pengertiannya dan nash yang seperti ini terdapat dalam Al-Quran dan Al-Hadits. Objek ijtihad di sini ialah dari segi pengertiannya saja.
  3. Lapangan yang dibawa oleh nash yang dhanny kedudukannya, tetapi qath'iy pengertiannya, hal ini hanya terdapat dalam Al-Hadits. Objek ijtihad dalam hal ini hanya dari segi sanad, sahihnya Hadits, dan pertaliannya dengan Rasul
  4. Lapangan yang tidak ada nashnya atau tidak diijma'kan dan tidak pula diketahui dari agama secara pasti. Di sini seorang mujtahid mempergunakan qiyas, istihsan, 'urf dan dengan cara-cara lain. Daerah ijtihad di sini lebih luas daripada lapangan-lapangan orang lain.
 Baca : Pengertian Hadits Nabi
Load disqus comments

0 comments