pengertian hadits nabi

Pengertian Hadits Nabi : Fungsi dan Pembagiannya

Diposting pada 821 views

Pengertian Hadits Nabi

Pengertian Hadits adalah apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, baik berupa kata-kata, atau perbuatan, atau penetapan (takrir). Berikut ini adalah pengertian hadits yang saya dapatkan dari sebuah buku, bila terdapat kesalahan bisa dikritik. Oke langsung saja berikut adalah penjelasannya.  

Penetapan tersebut bisa terjadi, apabila salah seorang sahabat mengucapkan sesuatu atau mengerjakan sesuatu pada saat kehadiran Rasulullah saw, atau beliau mendengar adanya sesuatu ucapan atau perbuatan dari seorang sahabat yang tinggal jauh dari Rasulullah, kemudian beliau diam saja atau menganggapnya baik, maka hal itu dianggap sebagai persetujuan atas ucapan atau perbuatan sahabat tersebut.  

Hadits dalam pengertian tersebut sama dengan pengertian sunah, akan tetapi, kata-kata sunah kadang-kadang diartikan kepada kenyataan yang terjadi pada masa Rasulullah dalam menerapkan syariat (hukum Islam), yakni perkara yang berlaku pada masa pertama Islam.

Fungsi Hadits Nabi

Hadits merupakan apa yang diriwayatkan dari Nabi Muhammad saw, baik berupa kata-kata, atau perbuatan, atau penetapan (takrir). 

Ada beberapa fungsi hadits, diantaranya akan kami jelaskan sebagai berikut :  

1. Hadits berfungsi Menjelaskan  maksud ayat-ayat Al-Quran

Fungsi ini secara tegas dijelaskan di dalam Al-Quran dalam surat An-Nahl ayat 44 yang artinya :  

Dan Kami turunkan kepadamu Al-Quran, agar kamu menerangkan kepada umat manusia apa yang telah diturunkan kepada mereka dan supaya mereka memikirkan.

Fungsi Hadits sebagai penafsir Al-Quran ada beberapa bentuk, yaitu :

a. Hadits menafsirkan ayat Al Quran yang masih bersifat global
b. Hadits menjelaskan yang musykil (sulit dimengerti)
c. Hadits mengkhususkaan dari nash Al Quran yang ‘aam (masih bersifat umum)
d. Hadits mentakyidkan (mengkaitkan) nash Al-Quran yang mutlak.

2. Hadits berfungsi untuk menguatkan hukum yang sudah disebut Al Quran

Fungsi ini sebagaimana dijelaskan dalam Al Quran dalam surat An-Nisa ayat 80 yang artinya :

Barang siapa yang menaati Rasulullah itu, sesungguhnya ia menaati Allah. Dan barangsiapa yang berpaling (dari ketaatan itu), maka Kami tidak mengutusmu untuk menjadi pemelihara bagi mereka (Q.S. An-Nisaa : 80)

3. Hadits berfungsi untuk menetapkan hukum sendiri yang tidak disebutkan dalam Al-Quran

Fungsi ini dijelaskan sebagaimana yang tercantum dalam Surat An-Nisaa ayat 59 yang artinya :

Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu maka kembalikanlah ia kepada Allah dan Rasul (Al-Hadits), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebh utamma (bagimu) dan lebih baik akibatnya.

Kedudukan Hadits dalam menetapkan hukum secara berdiri sendiri ini jumlahnya sedikit sekali, antara lain seperti haramnya memakan burung yang berkuku tajam dan memberikan warisan kepada nenek perempuan (jadah), di mana Nabi Muhammad saw memberikan seperenam dari harta warisa orang yang meninggal (cucunya).

Pembagian Hadits Nabi

Dengan demikian pengertian hadits atau sunah Rasulullah saw mencakup tiga hal, yaitu :  

1. Sunah Qouliyah

Yang dimaksud dengan sunah qouliyah adalah sabda-sabda Rasulullah saw yang berupa perkataan, baik menerangkan hukum-hukum agama, maksud isi Al-Quran, ilmu pengetahuan, kebudayaan dan seterusnya sampai pada soal-soal akhlak/moral.  

2. Sunah Fi’liyah

Yang dimaksud dengan sunah fi’liyah adalah perbuatan-prbuatan Nabi Muhammad saw, yang menerangkan cara beribadah, sebagai contoh adalah cara shalat, wudlu, haji dan lain sebagainya. Sunah fi’liyah dapat dibagi menjadi 6 macam yaitu :

  • Pekerjaan Nabi Muhammad saw yang bersfat gerakan jiwa, gerakan hati, gerakan tubuh seperti bernafas, duduk, berjalan dan lain sebagainya. Perbuatan seperti itu tidak ada sangkut-pautnya dengan soal hukum, dan tidak ada hubungannya dengan perintah, larangan maupun teladan.
  • Perbuatan Nabi Muhammad saw yang bersifat kebiasaan, seperti cara makan, tidur dll. Perbuatan semacam itu juga tidak ada hubungannya dengan perintah, larangan maupun teladan, kecuali jika ada perintah atau anjuran dari Nabi Muhammad saw untuk mengikuti cara-cara tersebut.
  • Perbuatan Nabi Muhammad saw yang khusus untuk beliau sendiri seperti beristril lebih dari empat dan menyambung kan puasa dengan tidak berbuka. Dalam hal ini orang lain tidak boleh mengikutinya.
  • Pekerjaan yang bersifat menjelaskan hukum yang global, seperti sholat dan haji. Hukum perbuatan tersebut sama dengan hukum apa yang dijelaskan, baik wajib maupun sunat.
  • Pekerjaan yang dilakukan terhadap orang lain sebagai hukuman, seperti menahan orang, atau mengusahakan milik orang lain. Dalam hal ini diperlukan untuk mengetahui sebab-sebabnya, kemudian baru diterapkan sebagai keputusan hukum.
  • Pekerjaan yang menunjukan kebolehan saja, seperti berwudlu dengan satu kali atau tiga kali basuhan pada tiap-tiap angota tubuh pada saat berwudlu.

3. Sunah Taqririyah

Yang dimaksud dengan sunah taqririyah adalah penetapan-penetapan Rasulullah saw, karena mendengar atau melihat sahabat melakukan sesuatu, lalu ditetapkan atau dibiarkan Nabi Muhammad saw dengan tanpa menegur atau melarangnya.  

Baca : Pengertian AL-Quran dan Hikmah Diturunkannya

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.