pengertian karya ilmiah

Karya Ilmiah : Pengertian, Ciri-ciri, Sistematika, Jenis dan Contohnya

Diposting pada 274 views

Karya ilmiah – Karya ilmiah merupakan karangan atau laporan tertulis yang dibuat berdasarkan kajian atau penelitian oleh mahasiswa atau civitas akademik sesuai kaidah keilmuan yang disepakati.

Khususnya para mahasiswa pasti sudah sangat myang biasanya sudah terbiasa dengan penugasan berbagai karya ilmiah seperti makalah, artikel, jurnal, skripsi, tesis, dan lainnya.

Pengertian Karya Ilmiah

Secara umum, karya ilmiah dapat dipahami sebagai laporan tertulis yang berisi hasil pengkajian atau penelitian secara individu maupun kelompok berlandaskan pada teori serta metode ilmiah.

Umumnya, karya ilmiah berisi mengenai rumusan masalah, data, fakta, serta solusi mengatasi masalah tersebut. Penulisan karya ilmiah dilakukan secara runtut serta sistematis, sehingga mudah dipahami.

Jenis-jenis karya ilmiah ada banyak sekali, mulai makalah, simposium, laporan penelitian, hingga artikel jurnal. Pada jenjang perguruan tinggi, seperti sarjana, umumnya mahasiswa akan dilatih membuat karya ilmiah dalam bentuk makalah, laporan praktikum, serta tugas akhir/skripsi.

Sedangkan pada jenjang SMP maupun SMA, biasanya makalah yang dibuat hanya sebatas menyimpulkan suatu karya ilmiah, dengan berdasarkan pengkajian terhadap karya yang sudah ada.

Dari sini, Anda sudah bisa menyimpulkan, bahwa pengkajian topik masalah pada karya ilmiah dilakukan secara mendalam, tidak peduli penelitian dilakukan dalam skala kecil maupun besar.

Beberapa pengertian karya ilmiah menurut para ahli salah satunya dari Drs Totok Djuroto dan Dr Bambang Supriyadi, beliau mengungkapkan bahwa karya ilmiah adalah serangkaian kegiatan penulisan berlandaskan pada hasil penelitian yang disusun secara sistematis menurut metodologi ilmiah, untuk mendapatkan jawaban ilmiah dari suatu permasalahan.

Untuk lebih mendalami mengenai pengertian dan berbagai aspek karya ilmiah, berikut ini akan dijelaskan beberapa ciri-ciri, struktur, sistematika dan jenis karya ilmiah yang kita temui lengkap dengan struktur/sistematika karya ilmiah tersebut.

12 Ciri Ciri Karya Ilmiah

Anda pasti sudah sering mendengar mengenai karya ilmiah, meskipun hanya sekilas, bukan? Meskipun sangat familiar, faktanya tidak sedikit para siswa dan mahasiswa yang belum bisa membedakan karya ilmiah dengan karya tulis lain sejenisnya. Oleh karena itu, supaya tidak bingung, maka tidak ada salahnya Anda mengenal seperti apa ciri ciri karya ilmiah.

Apalagi, karya ilmiah terdiri ada berbagai macam jenis, sehingga wajar kalau Anda yang belum pernah terjun langsung mengerjakannya kurang paham. Susunan karya ilmiah ditulis secara terstruktur dengan berdasarkan kaidah serta etika keilmuan yang ditaati masyarakat. Jadi, kalau Anda ingin menulis karya ilmiah, maka wajib mengetahui struktur penulisan yang baik dan benar.

1. Reproduktif

Inti dari penelitian ilmiah yang ditulis harus tersampaikan dengan baik kepada pembaca, sehingga pembaca bisa memahami apa maksud dan tujuannya.

Sederhananya adalah, tulisan langsung memuat inti apa yang hendak disampaikan, tanpa embel-embel kalimat ambigu yang dapat membuat pembaca bingung mendefinisikan maknanya.

2. Tidak Ambigu

Karya ilmiah dikemas dengan bahasa yang jelas, sehingga bisa dipahami secara detail oleh pembaca.

Oleh sebab itu, dalam proses penulisan sebaiknya hindari penggunaan kata-kata ambigu supaya tidak menimbulkan perbedaan pemahaman antara penulis dan pembaca.

Selain itu, jangan gunakan kata-kata yang berulang, atau mengandung makna ganda.

3. Sistematis

Dalam proses menyusun karya ilmiah harus dilakukan secara sistematis dengan berdasarkan kaidah yang berlaku, baik itu susunan penulisannya, laporan teknik analisis data, hingga tata cara penulisan. Hal ini akan mempermudah pembaca menikmati tulisan Anda.

Berikut dibawah ini adalah contoh struktur isi dari susunan karya ilmiah yang sistematis:

  • Latar belakang
  • Rumusan masalah
  • Tujuan penelitian
  • Manfaat penelitian
  • Landasan teori atau tinjauan pustaka
  • Hasil penelitian
  • Kesimpulan
  • Saran penelitian

4. Menggunakan Bahasa Baku

Ciri ciri karya ilmiah selanjutnya adalah menggunakan bahasa yang baku, sehingga mudah dipahami oleh semua pihak.

Penggunaan bahasa baku melingkupi semua aspek penulisan, mulai dari sumber, teori, dan juga penulisan kesimpulan.

Menggunakan bahasa tidak baku pada karya ilmiah akan menghambat pembaca dalam memahami tujuan penulisan tersebut.

5. Sesuai Kaidah Keilmuan

Karya ilmiah ditulis dengan berlandaskan pada kaidah keilmuan (istilah akademik bidang penelitian penulis).

Tujuannya adalah untuk menunjukkan, bahwa peneliti mempunyai kapabilitas dalam bidang penelitian yang diangkat (menguasai topik pembahasan).

Penggunaan kaidah keilmuan juga merupakan bukti mengenai profesionalitas penulis.

6. Tidak Emotif

Dalam penulisan karya ilmiah, melibatkan aspek perasaan merupakan hal yang fatal. Hal tersebut dikarenakan karya ilmiah wajib memaparkan fakta yang ada di lapangan, sesuai hasil analisis penelitian, bukan perasaan subjektif penulis.

Dengan kata lain, Anda harus terus terang mengungkapkan apa yang terjadi, tanpa melibatkan apa yang dirasakan.

7. Bersifat Objektif

Masih berkaitan dengan poin sebelumnya, penulis karya ilmiah dituntut untuk bisa berlaku secara objektif, tanpa adanya kecenderungan terhadap subjektivitas.

Anda harus bisa melihat objek penelitian pada satu titik, dengan berdasarkan pada data dan fakta hasil analisis, tanpa melibatkan opini yang berlandaskan pada perasaan. Ini bisa mencederai karya ilmiah.

8. Terdapat Kohesi

Karya ilmiah mempunyai kesinambungan pada antar bagian serta bab-nya, dan juga dipaparkan secara langsung atau tidak bertele-tele (straight forward).

Di samping itu, karya ilmiah juga wajib memiliki alur logika yang saling berkaitan. Dalam penulisannya harus dilakukan secara langsung, sehingga bisa tepat sasaran terhadap yang ingin disampaikan.

9. Bersifat Dekoratif

Penulis seharusnya menggunakan kata atau istilah yang mempunyai satu makna, sehingga tidak menimbulkan perbedaan pemahaman dengan pembaca.

Di sisi lain, penulis harus dapat menunjukkan rasionalitas, dengan membuat tulisan yang runtut, dan logis. Jadi, hindari membahas topik yang mengarah pada irasionalitas.

10. Menggunakan Kalimat Efektif

Ciri ciri karya ilmiah yang terakhir adalah penulisan dilakukan menggunakan kalimat efektif.

Tujuannya adalah supaya pembaca tidak pusing karena pembahasan yang berputar-putar, namun intinya sama saja.

Di sisi lain, tulisan Anda juga akan dianggap wasting time atau buang-buang waktu, karena pembaca tidak bisa menangkap maksud tulisan tersebut.

11. Logis

Suatu karya ilmiah haruslah logis, sehingga bisa dinalar oleh setiap orang. Pemikiran logis yang dituangkan dalam penelitian akan membantu pembaca memahami letak akar masalah, sekaligus solusi yang Anda sampaikan. Secara umum, ada 2 bentuk penalaran yang digunakan dalam penelitian, yakni induktif, dan deduktif.

Induktif dipakai pada karya ilmiah yang tujuannya adalah untuk mengambil kesimpulan dari data maupun fakta. Sedangkan deduktif digunakan jika karya tersebut bertujuan membuktikan keabsahan teori tertentu.

12. Netral

Dalam proses penulisan karya tidak dipengaruhi oleh pihak-pihak tertentu, termasuk opini subjektif penulis yang tidak dapat dibuktikan dengan data maupun landasan teori akurat.

Jadi, penulis memposisikan diri sebagai pihak ke-3 dalam memandang permasalahan, sehingga tulisan tetap netral, dan tidak memihak.

Contoh kalimat netral yang dapat diimplementasikan dalam karya ilmiah adalah sebagai berikut:

  • Protes mengenai UU Cipta Kerja Omnibus Law terjadi secara serempak di berbagai daerah di Indonesia

Setelah mengetahui ciri ciri karya ilmiah, dan struktur penulisannya, tentu sekarang Anda tidak akan merasa kesulitan lagi untuk memulai penelitian.

Namun, supaya penelitian bisa berjalan dengan lancar, sebaiknya pilihlah topik atau bidang yang memang Anda kuasai. Dengan begitu, proses penulisan tidak akan terlalu memakan waktu, tenaga, maupun pikiran.

Baca juga : Perbedaan Jurnal dan Paper

Sistematika dan Struktur Karya Ilmiah

Secara umum berikut ini adalah sistematika dan struktur karya ilmiah yang sering dipakai dalam pembuatannya :

1. Halaman judul

Halaman ini berada di bagian paling depan dari sebuah karya ilmiah. Penulisan judul harus bisa menggambarkan keseluruhan isi dari karya tersebut, dan berlandaskan topik yang dijadikan sebagai akar permasalahan dalam pembahasan tersebut.

Pemilihan kalimat di dalam judul harus menarik serta dapat membuat setiap yang membaca menjadi tergugah untuk melihat lebih lanjut. Walau demikian, penulisan judul juga harus jelas. Hal inilah yang membedakan judul karya ilmiah dengan judul artikel klik bait di media sosial. Judul harus sesuai dengan isi.

Poin yang tidak boleh terlewat untuk dituliskan di dalam halaman judul meliputi nama dari penulis karya, nama lembaga tempat penulis bernaung di saat membuat karya, lokasi, serta tahun penulisan karya ilmiah tersebut. Penulisan deretan poin ini menggunakan desain rata tengah dan ditempatkan di bawah logo lembaga atau langsung di bawah judul setelah diberi jarak tertentu.

2. Abstrak

Bisa dikatakan bahwa isi dari abstrak adalah rangkuman dari semua yang ditulis di dalam karya tersebut. Biasanya, abstrak ditulis di dalam bahasa Inggris, namun semua tergantung dari kebijakan lembaga tempat penulis bernaung saat itu.

Sebagai sebuah ringkasan, tentunya abstrak harus ditulis secara ringkas yaitu sekitar 150 hingga 200 kata saja. Penulisannya menggunakan spasi 1,5 dan tanpa adanya jarak antar baris.

Di dalam abstrak, penulis akan menuangkan tujuannya dalam melakukan riset, metode yang digunakan, rujukan informasi hingga bahasan soal isu yang diangkat. Selanjutnya pada bagian akhir abstrak terdapat keywords yang biasanya berjumlah lima kata.

3. Bab I Pendahuluan

Bisa dikatakan pendahuluan merupakan Bab I di dalam penulisan karya ilmiah. Di dalam pendahuluan terdapat:

  • Latar belakang masalah
  • Rumusan masalah
  • Tujuan penulisan
  • Manfaat penulisan

4. Bab II Kerangka Teoritis

Seperti namanya, maka dalam Bab II ini banyak digunakan teori yang disampaikan oleh para ahli untuk mengupas fenomena yang diangkat oleh penulis.

Teori-teori ini digunakan untuk mengkaji kebenaran dari isu yang dipermasalahkan, sehingga akan terkelupas dan mendapatkan kejelasan.

Pada bagian ini memang sangat rawan plagiarisme, maka dari itu penulis harus menggunakan kutipan jika hal yang akan dituliskan bukan berdasarkan pemikirannya sendiri melainkan pendapat dari para ahli.

Di dalam bab ini, biasanya dibagi lagi menjadi dua bagian, yaitu landasan teori dan hipotesis penelitian. Di dalam landasan teori, terdapat teori para ahli seperti yang sudah dibahas di atas. Nantinya setiap variabel akan dihubungkan, sehingga akan mendapatkan titik terang tentang isu yang diangkat.

Sedangkan di dalam hipotesis, hal yang dituliskan berupa kesimpulan dari penulis tentang temuan yang dia dapatkan sejauh proses penulisan tersebut, sehingga sifatnya sementara.

5. BAB III Metode Penelitian

Di dalam bab metode penelitian terdapat sub bab lainnya seperti berikut ini:

Jenis penelitian
Penjabaran konsep dan Operasional Variabel
Populasi dan sampel
Sumber dan jenis teori dalam mengumpulkan data
Pengujian Data

Metode penelitian merupakan cara atau prosedur yang digunakan untuk melakukan riset tersebut. Di dalamnya juga akan terjadi proses sampling yang dibagi menjadi dua, kualitatif dan kuantitatif. Penulis harus memilih salah satu, sehingga tidak akan keliru dalam proses pendekatan masalahnya.

6. BAB IV Pembahasan

Dalam bab IV ini, penulis akan menjabarkan dan membedah isu yang diangkat sesuai dengan prosedur atau metode yang dipilih. Ketika penulis menggunakan metode kuantitatif, maka pembahasan akan disajikan dalam bentuk diagram, tabel, maupun grafik. Hal ini berbeda jika metode yang digunakan adalah kualitatif karena penulisannya akan dibuat dengan pendekatan verbal.

Dibandingkan dengan bab lainnya, memang isi dari bab pembahasan ini memakan porsi yang paling banyak, sebab di sinilah semua hal yang sudah disebutkan secara garis besar sebelumnya dijabarkan dengan gamblang.
Dalam pembasahan, terdapat empat poin utama, yaitu:

  • Gambaran general tentang objek riset
  • Penjabaran hasil riset
  • Pengujian hipotesis
  • Interpelasi hasil uji hipotesis

7. BAB V Penutup

Kesimpulan dan saran: ada dua cara untuk menulis kesimpulan. Penyusun karya bisa memilih untuk menuliskan dengan bentuk esai maupun membahas tiap butir isu yang dibicarakan.

Isi dari kesimpulan harus sudah mengandung makna yang timbul sebagai fakta yang diperoleh selama proses riset. Hal inilah yang membedakan kesimpulan dengan rangkuman. Walaupun harus membahas materi yang diangkat, namun penulisannya harus tetap ringkas namun padat dan jelas.

Selain berisikan kesimpulan, bagian ini juga berisikan saran. Saran merupakan anjuran dari penyusun karya kepada setiap pembaca karyanya, tentang hal yang bisa dan perlu dilakukan lagi apabila akan melakukan riset yang serupa, sehingga bisa melengkapi riset yang sudah ada.

8. Daftar Pustaka

Daftar Pustaka: bagian ini wajib adanya di dalam karya ilmiah, hal ini disebabkan banyak sekali teori yang digunakan dan rawan dianggap sebagai penjiplakan jika tidak mencantumkan sumber yang benar sebagai landasan berpendapat.

Dalam penulisan daftar pustaka, penyusun dapat mengambil satu dari dua format yang sudah ada.

Jika menggunakan format APA maka penulis harus menulis dengan urutan: nama sumber. (tahun terbit). Judul buku. Tempat terbit. Nama penerbit. Contohnya : Paramita, K. (2004). Penyusunan dan Pengevaluasian Penelitian. Medan. Diva Press.

Sedangkan untuk format MLA, maka penulis harus menulis sumber data dengan cara : nama penulis. Judul. Tempat terbit. Nama penerbit, tahun terbit. Contohnya : Paramita, Karlina. Penyusunan dan Pengevaluasian Penelitian. Medan. Diva Press, 2004.

Struktur karya ilmiah bisa sedikit berbeda tergantung dari kebijakan setiap lembaga dan juga keputusan dari penyusun karya itu sendiri. Walau demikian, karya ilmiah harus tetap berdasarkan standar umum yang sudah ada dan bisa dipertanggungjawabkan isinya.

Jenis-Jenis Karya Ilmiah dan Contohnya

1. Karya Ilmiah Makalah

Makalah merupakan karya tulis ilmiah yang membahas permasalahan tertentu berdasarkan kajian teori tertentu atau kajian lapangan. Pembuatan makalah bertujuan untuk memenuhi tugas tertentu akademik maupun non-akademik. Sejak sekolah menengah, kita biasanya sudah ditugaskan untuk membuat karya ilmiah berupa makalah pada penugasan materi-materi sekolah.

Menurut salah satu ahli yaitu W.J.S Poerwadarminta makalah memiliki pengertian sebagai uraian tertulis yang membahas mengenai satu rumusan masalah tertentu yang dikemukakan untuk mendapatkan pembahasan lebih lanjut.

Pembuatan makalah tak hanya memiliki fungsi sebagai pemenuhan tugas tapi juga agar dapat menyusun karya ilmiah secara benar dan tepat, memperluas wawasan keilmuan bagi penulis, dan memberikan perkembangan konsep keilmuan dan pemecahan masalah.

Hal yang terpenting dalam pembuatan makalah adalah harus mementingkan unsur validalitas data yang baik, disusun secara sistematis dan utuh serta mengutamakan kejujuran penulis.

Terdapat beberapa jenis makalah, yaitu makalah induktif, deduktif, dan campuran. Berikut beberapa pengertian singkatnya :

Makalah induktif merupakan makalah yang dibuat berdasarkan hasil data empiris melalui penelitian lapangan. Penelitian ini biasanya memerlukan data dengan menyebarkan kuisioner dan sebagainya.

Makalah deduktif merupakan hasil kajian teori yang didapatkan dari literatur yang sudah ada. Biasanya data-data diperoleh dari literatur-literatur seperti buku, jurnal, artikel, dan lainnya.

Makalah campuran merupakan hasil dari kajian teoris dan hasil data empiris yang digabung menjadi satu. Makalah campuran terbagi kembali menjadi beberapa jenis seperti makalah ilmiah, makalah kerja, makalah kajian, makalah posisi, makalah analisis, dan makalah tanggapan.

Berikut ini sistematika yang ada dalam penulisan makalah:

  1. Cover
  2. Kata pengantar
  3. Daftar isi
  4. Pendahuluan, yang memuat latar belakang dan rumusan masalah
  5. Pembahasan/isi
  6. Penutup
  7. Daftar Pustaka

Contoh Karya Ilmiah dalam Bentuk Makalah

#Contoh 1 :

contoh karya ilmiah makalah

Judul makalah : PEMBUATAN MINYAK KELAPA DARI SANTAN SECARA ENZIMATIS MENGGUNAKAN ENZIM PAPAIN DENGAN PENAMBAHAN RAGI TEMPE

Penyusun :

  1. Intan Deasy Ariwianti
  2. Kristina Ari Cahyani

Jumlah halaman : 8 halaman

Deskripsi singkat :

Makalah ini akan meneliti proses enzimatis atau proses dalam pembuatan minyak kelapa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui variabel mana yang memiliki pengaruh paling besar pada proses enzimatis.

Link : http://eprints.undip.ac.id/1455/1/MAKALAH_PENELITIAN_format_baru2902_pdf.pdf

2. Karya Ilmiah Artikel/Paper

Artikel ilmiah juga merupakan salah satu karya ilmiah yang wajib dibuat para mahasiswa maupun civitas akademika lainnya.

Tak hanya membuat artikel ilmiah, mahasiswa juga diwajibkan untuk membaca maupun mereview artikel-artikel ilmiah dari jurnal nasional maupun internasional sebagai bahan pembelajaran dan tambahan wawasan terkait bidang yang dipelajarinya.

Dalam pengertiannya, artikel ilmiah merupakan karangan ilmiah yang berupa hasil studi atau penelitian yang disusun secara sistematis dan utuh.

Tujuan pembuatan artikel ilmiah adalah untuk mengkomunikasikan hasil penelitian, ulasan, atau diskusi yang mana hasil dari pembuatan artikel ilmiah ini dapat dipublikasikan pada jurnal nasional maupun internasional.

Artikel ilmiah memiliki fungsi yaitu untuk memenuhi tugas dalam studi, menyampaikan ide, mendiskusikan gagasan atau hasil temuan, atau menyebarkan hasil penelitian.

Berikut ini sistematika penulisan artikel ilmiah:

  1. Judul artikel, memuat sekalian identitas penulis dan kontak yang dapat dihubungi
  2. Abstrak dan keywords
  3. Pendahuluan, menguraikan berupa latar belakang permasalahan
  4. Metode penelitian yang digunakan
  5. Hasil dan pembahasan
  6. Diskusi dan argumen
  7. Kesimpulan dan saran
  8. Daftar pustaka/rujukan

3. Karya Ilmiah Skripsi

Skripsi salah satu termasuk karya ilmiah yang diibuat guna memenuhi syarat kelulusan S1. Skripsi merupakan penelitian atau laporan tertulis yang ditulis mahasiswa berdasarkan hasil penelitian lapangan atau pengembangan disiplin ilmu yang ditekuninya.

Sebelum membuat skripsi, mahasiswa diwajibkan untuk mengajukan judul penelitiannya melalui proposal skripsi. Dalam pembuatan proposal maupun skripsi mahasiswa dibimbing oleh dosen pembimbing untuk membantu dalam penyelesaian penelitian yang dibuat.

Adapun sistematika skripsi lebih kompleks dibanding artikel ilmiah dan makalah. Berikut ini sistematika skripsi:

Cover, memuat cover luar dan cover dalam
Halaman pengesahan
Halaman motto dan persembahan
Kata pengantar
Daftar isi
Daftar gambar
Daftar tabel
Daftar lampiran

BAB I Pendahuluan

  • Latar belakang
  • Rumusan masalah
  • Tujuan penelitian
  • Manfaat penelitian

Bab 2 Tinjauan Pustaka

Landasan teori seperti kajian pustaka dari buku-buku ilmiah, dan sumber-sumber lain yang mendukung penelitian

Bab 3 Metode Penelitian

Metode penelitian menguraikan tentang objek penelitian, variable dan lainnya terkait metode yang digunakan

  • Teknik pengumpulan data
  • Analisis data

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

  • Hasil dan pembahasan
  • Deskripsi data

Bab 5 Penutup

Simpulan

Saran

Bagian lembar akhir, skripsi memuat daftar pustaka dan halaman lampiran jika dibutuhkan

Dalam sistematika skripsi biasanya setiap jurusan maupun fakultas memiliki pedoman yang berbeda-beda. Maka dari itu, mahasiswa sudah pasti wajib mengerjakan sesuai pedoman skripsi sesuai fakultas masing-masing.

Contoh Karya Ilmiah Skripsi

#Contoh 1

contoh karya ilmiah skripsi
Source : screenshot skripsi oleh Yasinta Nofiandari (UNY)

Judul : ANALISIS KESALAHAN EJAAN PADA SKRIPSI MAHASISWA PRODI BAHASA DAN SASTRA INDONESIA FAKULTAS BAHASA DAN SENI UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
Oleh : Yasinta Nofiandari
Perguruan Tinggi : Universitas Negeri Yogyakarta
Tahun : 2015

Deskripsi singkat :

Skripsi yang ditulis oleh Yasinta Nofinadari ini akan mendeskripsikan tentang kesahalan-kesahalan ejaan yang terjadi pada mahasiswa Prodi Bahasa dan Seni UNY. Diantaranya kesalahan ejaan antara lain :

  • Kesalahan huruf kapital
  • Kesalahan penulisan kata depan dan imbuhan
  • Kesalahan penulisan unsur serapan
  • Kesalahan pemakaian tanda baca

Dalam penelitian tersebut beliau menggunakan 4 bahan penelitian berupa skripsi di tahun-tahun sebelumnya. Teknik analisis yang dipakai dalam skripsi tersebut adalah teknik analisis deskriptif kualitatif.

Dari penelitian tersebut didapat bahwa ditemukan berbagai bentuk kesalahan ejaan pada skripsi mahasiswa. Sehingga hal ini membuktikan bahwa masih banyak mahasiswa yang belum teliti terhadap ejaan yang dipakai dalam skripsinya.

Selengkapnya : https://eprints.uny.ac.id/19289/1/SINTA%20SKRIPSI%2007201244061.pdf

4. Karya Ilmiah Tesis

Selanjutnya adalah karya ilmiah tesis. Tesis merupakan karya ilmiah yang harus dibuat mahasiswa S2 untuk mencapai gelar magisternya. Dalam pengertiannya, tesis merupakan pernyataan atau teori dari berbagai argument yang dinyatakan dalam bentuk karangan tertulis.

Berbeda dengan skripsi, tingkat analisis dalam tesis lebih mendalam disertai rumusan masalah yang juga lebih banyak. Terdapat dua jenis tesis, yaitu tesis kuantitatif atau biasa disebut dengan Nalar Deduktif – Hipotektikal dan tesis kualitatif yang biasa disebut dengan Nalar Induktif – Non Hipotektikal.

Adapun sistematika dalam penulisan tesis kurang lebih cukup sama dengan penulisan skripsi. Berikut ini beberapa bagian secara umum yang terdapat pada sistematika tesis:

Bagian awal

  1. Sampul tesis
  2. Halaman judul
  3. Halaman pengesahan
  4. Halaman pernyataan
  5. Kata pengantar
  6. Daftar isi
  7. Daftar tabel
  8. Daftar gambar
  9. Daftar lampiran
  10. Arti simbol dan singkatan
  11. Abstrak

Bagian utama

Bab 1 Pendahuluan

  1. Latar belakang
  2. Rumusan masalah
  3. Tujuan penelitian
  4. Manfaat penelitian
  5. Batasan penelitian
  6. Sistematika penulisan

Bab 2 Landasan Teori

  1. Landasan teori
  2. Penelitian terdahulu
  3. Hipotesis
  4. Kerangka penelitian

 Bab 3 Metode Penelitian

  1. Desain penelitian
  2. Populasi dan sampel definisi
  3. Instrumen penelitian
  4. Metode pengumpulan data
  5. Metode analisis data

Bab 4 Hasil dan Pembahasan

  1. Deskripsi data
  2. Pengujian hipotesis
  3. Pembahasan

Bab 5 Simpulan dan Saran

  1. Simpulan
  2. Keterbatasan
  3. Implikasi
  4. Saran

Pada bagian akhir tesis

  1. Daftar pustaka
  2. Saran

Sama seperti tesis, panduan tesis tiap universitas juga akan berbeda-beda. Maka dari itu mahasiswa S2 wajib memperhatikan panduan yang sesuai dengan universitas masing-masing.

5. Karya Ilmiah Disertasi

Disertasi merupakan karya ilmiah yang wajib dibuat oleh mahasiswa S3 guna memenuhi syarat kelulusan sebagai gelar doktor. Dalam pengertiannya disertasi merupakan paparan diskusi pendapat atau argumen yang disatukan oleh mahasiswa S3 yang mencoba untuk menemukan teori baru yang diuji berdasarkan teori sebelumnya.

Dalam karya ilmiah disertasi, mahasiwa wajib melakukan penelitian yang sangat mendalam dan menemukan penemuan atau teori terbaru yang dapat memberikan kontribusi pada pengembangan ilmu pengetahuan.

Dalam disertasi, kemandirian penulis dituntut hingga 90% dan pembimbing hanya 10% maka dari itu penelitian yang dilakukan memang harus cukup mendalam dan memerlukan riset yang tinggi.

Adapun berikut ini mengenai sistematika dalam disertasi:

  1. Halaman sampul depan
  2. Halaman sampul dalam
  3. Halaman prasyarat gelar
  4. Halaman persetujuan
  5. Halaman penetapan panitia penguji
  6. Halaman pernyataan orisinalitas
  7. Halaman ucapan terima kasih
  8. Halaman ringkasan
  9. Halaman summary
  10. Halaman abstrak dalam bahasa Indonesia
  11. Halaman abstrak dalam bahasa Inggris
  12. Daftar isi
  13. Daftar tabel
  14. Daftar gambar
  15. Daftar lampiran
  16. Simbol, singkatan, dan definisi

Bagian utama

  1. Pendahuluan
  2. Tinjauan pustaka dan kerangka dasar teoritik
  3. Kerangka konseptual dan hipotesis
  4. Materi dan metode
  5. Analisis dan hasil penelitian
  6. Pembahasan
  7. Kesimpulan dan saran

 Bagian akhir

  1. Daftar pustaka
  2. Lampiran

Sama seperti skripsi dan tesis, disertasi pada masing-masing universitas biasanya memiliki pedoman masing-masing. Maka dari itu, setiap mahasiswa perlu memperhatikan pedoman yang sesuai pada masing-masing universitasnya.

6. Karya Ilmiah Kertas Kerja

Kertas kerja kurang lebih hampir seperti makalah tapi berbentuk seperti laporan dengan analisis mendalam. Kertas kerja biasanya digunakan untuk mencatat segala laporan perusahaan khususnya dalam keuangan.

Termasuk dalam karya tulis ilmiah karena bersifat lebih mendalam dengan menyajikan data lapangan dan kepustakaan yang bersifat empiris dan objektif.

Sistematika dalam kertas kerja adalah berikut ini:

Bagian awal:

  1. Halaman sampul
  2. Halam judul
  3. Lembar pengesahan
  4. Lembar persetujuan
  5. Kata pengantar
  6. Daftar tabel
  7. Daftar gambar
  8. Daftar isi

Bab 1 Bagian tubuh/inti

  1. Latar belakang
  2. Isu actual
  3. Lingkup bahasan

Bab 2 gambaran keadaaan sekarang

  1. Gambaran umum yang terkait dengan isu actual
  2. Visi dan misi
  3. Tugas pokok dan fungsi
  4. Tujuan dan sasaran

Bab 3 gambaran keadaan yang diinginkan

Gambaran dan tujuan sasaran

Kertas kerja biasanya lebih berhubungan pada bidang akuntansi yang mana berfungsi sebagai alat pencatatan segala rencana keuangan maupun sebagai jurnal penyesuaian dalam keuangan sebuah perusahaan.

Nah itulah beberapa pengertian karya ilmiah secara umum dan dari beberapa para ahli. Karya ilmiah memiliki beberapa jenis yaitu karya ilmiah seperti makalah, artikel ilmiah, skripsi, tesis, dan disertasi.

Masing-masing dari karya ilmiah tersebut memiliki karakteristik dan sistematika yang berbeda.

Teruntuk pada karya ilmiah jenis skripsi, tesis, dan disertasi, biasanya dibuat berdasarkan pedoman sistematika pada universitas masing-masing. Ulasan di atas merupakan informasi secara umum yang dapat memberikan wawasan tambahan. Semoga artikel ini bermanfaat ya.

Gambar Gravatar
Seorang Sarjana Bahasa dan Sastra yang suka menulis. Linked in