cara membagi waktu kuliah dan bekerja

Cara Membagi Waktu Kuliah dan Bekerja

Diposting pada 393 views

Cara Membagi Waktu Kuliah dan Bekerja – Biaya untuk kuliah memang mahal, maka dari itu tak heran jika sebagian orang tidak melanjutkan ke jenjang kuliah. Setelah lulus SMA atau SMK, mereka memilih untuk bekerja guna mencukupi kebutuhan. Namun tetap saja, lulusan SMA atau SMK yang memilih untuk bekerja, kesempatan untuk menjadi tenaga ahli sangat tidak mungkin. Mereka harus melanjutkan pendidikannya ke jenjang kuliah.

Karena biaya kuliah cukup mahal, banyak orang yang memilih untuk bekerja sampingan sembari kuliah. Namun karena kerjaan sampingan inilah banyak diantara mereka yang keteteran dengan pelajaran kuliah. Sehingga tak jarang mereka malah membolos demi masuk kerja atau mengerjakan kerjaan.

Manfaat Bekerja Sambil Kuliah

Memang berkuliah sembari bekerja itu berat, namun ada beberapa dampak positif yang bisa anda dapatkan ketika memutuskan untuk kuliah sembari bekerja.

Dampak dampak positif tersebut ialah lebih handal dalam mengatur waktu, menambah pengalaman kerja di CV, soft skill dapat terasah, mendapat tambahan uang, lebih berhati hati ketika mengeluarkan uang karena tahu betapa susahnya mencari uang, dan lain sebagainnya.

Nah jika anda memutuskan untuk mencari pekerjaan ketika masih duduk di bangku kuliah, ada satu hal yang harus anda perhatikan betul. Apa itu? yaitu apakah anda sudah siap mental dan sudah siap dalam mengatur waktu? Jika jawabannya sudah, maka tak ada salahnya untuk mencobanya. Jika belum, dan merasa kesusahan dalam membagi waktu antara bekerja dan kuliah, maka perhatikan tips berikut ini.

Cara Membagi Waktu Kuliah dan Bekerja

1. Membuat Jadwal

Jika anda seorang freelancer, maka tips pertama ini sangat membantu. Mungkin terlihat mainstream, namun penulis akan membuatnya menjadi anti mainstream. Ada beberapa cara dalam membuat jadwal kapan anda waktunya bekerja, mengerjakan tugas, dan kuliah.

Sebelum anda membuat jadwal, ketahuilah terlebih dahulu, kapan anda kuliah dan kebiasaan dosen mengganti jam kuliah yang hilang. Tetapkan jadwal kuliah itu menjadi skala prioritas, karena anda seorang freelance. Jadi waktu kuliah tidak bisa diganggu gugat.

Setelah itu, anda harus mengetahui, kebiasaan dosen dalam mengganti mata kuliah. Karena dengan begini, anda bisa menyusun jadwal dengan baik.

2. Kerjakan Tugas Terlebih Dahulu

Melawan nafsu untuk tidak mengerjakan tugas memang sangat susah. Namun ada beberapa kiat yang harus anda jalani. Salah satu diantaranya ialah menetapkan prioritas. Apabila anda bekerja sebagai seorang freelance, maka anda bisa mengundur waktu pengerjaan anda. Setelah itu, anda bisa menggunakan waktu luang tersebut untuk mengerjakan tugas.

Waktu itu sangat mahal bagi mahasiswa yang sambil bekerja. Seakan akan tiap saat, mahasiswa tersebut sibuk dengan urusan tugas dan kerajaannya. Memang menjadi mahasiswa yang sibuk itu ada menyenangkannya. Mahasiswa yang seperti ini tidak akan pernah gabut. Sedangkan mahasiswa yang sibuk dan banyak kerjaan, akan keteteran ketika mengerjakan tugas.

Baca juga : 8 Tips Cepat Lulus Kuliah

3. Jangan Terlalu Banyak Mengikuti Organisasi

Resiko anda yang ingin bekerja sambil kuliah ialah anda harus mengikuti sedikit organisasi atau bahkan tidak sama sekali. Apakah tidak mengikuti organisasi tidaklah mengapa? sebenarnya tidak apa apa, karena di organisasi, anda cuman mengasah softskill dan membangun channel. Tapi apabila anda bisa mengikuti organisasi, itu lebih bagus.

Ikutilah organisasi atau UKM yang sekiranya anda menduduki posisi terpenting. Jangan sampai anda nantinya malah “diperbudak” atau orang lain mengandalkan anda seorang. Jika anda ahli dalam jurnalistik atau penulisan, maka anda bisa mengikuti Pers.

Atau jika anda tertarik dengan penelitian, maka anda bisa mengikuti UKM penelitian. Carilah organisasi atau UKM yang sekiranya tidak menyibukan anda, namun tetap dapat mengasah kemampuan anda.

4. Tolak Ajakan Teman dengan Kata “Sibuk!”

Menolak ajakan teman tidak selamanya buruk. Kadang kala anda harus menolak ajakan teman demi terselesaikannya tugas dan kerjaan anda. Ketika teman mengajak untuk hangout dan tugas atau kerjaan anda belum kelar, maka tolaklah dengan kata “sibuk!”

Kata “sibuk!” yang sering anda lontarkan dengan baik, secara tidak langsung teman anda akan mengerti dengan keadaan anda yang benar benar sibuk. Selain itu, dengan menolak ajakan teman, anda bisa lebih fokus dalam mengerjakan tugas kuliah serta nantinya anda memiliki waktu luang untuk mengerjakan kerjaan freelance anda.

Baca juga : Cara Cepat Lulus Kuliah di UT (Universitas Terbuka)

5. Gunakanlah Waktu Luang yang Lebih untuk Istirahat

Anda perlu mengosongkan waktu untuk istirahat anda. Jadi anda benar benar lepas dengan urusan kerjaan maupun urusan tugas kuliah. Ada banyak cara anda mengisi waktu istirahat ini, semisal dengan rebahan tanpa memegang HP, hangout sebentar, makan makan dan lain sebagainnya.

Hitung hitung, waktu luang ini sebagai penghargaan anda atas keberhasilan anda dalam mengerjakan tugas serta kerjaan dengan baik. Sehingga nantinya anda akan lebih termotivasi ketika menjalani hari hari sediakala. Mungkin frekuensi waktu istirahat ini bisa seminggu 48 jam. Yaitu bisa di hari sabtu atau minggu.

Baca juga : 10 Bisnis ini cocok buat kamu yang masih sekolah atau kuliah

6. Buatlah Diagram Prioritas

Terakhir yang bisa anda jadikan indikator atau alat bantu dalam membagi waktu ialah dengan membuat diagram prioritas. Mungkin diantara anda masih asing dengan diagram ini. Diagram ini berupa persegi yang dibagi 4 bagian. Masing masing bagian diisi dengan pekerjaan atau aktivitas sesuai dengan skala prioritasnya.

Cara membuatnya ialah, buatlah sebuah persegi, kemudian bagi menjadi 4 bagian. Dari persegi kiri atas, anda tulis skala “sangat penting”. Kemudian persegi kanan atas, anda tulis skala “sedang”. Kemudian persegi kiri bawah, anda tulis skala “penting”. Terakhir persegi kanan bawah, anda tulis skala “tidak penting”.

cara membagi waktu kuliah dan bekerja
Sumber : https://produktivitasdiri.co.id/

Nah, anda masukan aktivitas mana sesuai dengan skalanya. Masukan kegiatan bersifat mendesak dan penting di skala “sangat penting”. Masukan kegiatan bersifat tidak mendesak dan penting di skala “penting”. Masukan kegiatan bersifat tidak penting dan mendesak di skala “sedang”. Masukan kegiatan bersifat tidak penting dan tidak mendesak di skala “tidak penting”.

Baca juga : 5 Tips Cepat Dapat Kerja Setelah Lulus Kuliah

Plan, Do, Check, Act

Mengapa cara cara tersebut tidak biasa dijumpai di internet atau majalah? karena penulis memaparkan cara cara yang sedikit anti mainstream namun tetap masuk akal dan mudah untuk dilakukan. Cara cara diatas bisa dilakukan ketika anda sedikit mengeliminasi rasa malas yang ada pada diri anda.

Senjata utama dalam melakukan manajemen waktu ialah diagram prioritas. Diagram ini sangat membantu anda ketika anda membuat sebuah planning, apa yang harus anda lakukan setelah ini. Jadi sebisa mungkin, manfaatkanlah diagram prioritas ini guna mengatur waktu.

Memang tak ada salahnya anda kuliah sambil bekerja. Jika anda memang berminat kuliah sambil bekerja, carilah pekerjaan yang bersifat freelance. Ada banyak sekali jenis pekerjaan yang bersifat freelance. Semisal anda pintar membuat program, maka anda bisa bekerja sebagai seorang programer.

Atau jika anda pandai menulis artikel, maka anda bisa mengambil job freelance sebagai seorang penulis artikel. Lumayan pekerjaan tambahan ini bisa menjadi tambahan uang saku anda. Namun anda perlu tahu, bahwa tujuan sebenarnya Anda ialah kuliah.

Baca juga : 7 Tips memulai bisnis buat anda yang masih sekolah/kuliah

Gambar Gravatar
Suka dengan kata dan cinta dengan karya.