arti-kata-kas

Arti Kas: Ciri, Jenis dan Metode Pencatatannya dalam Laporan Keuangan

Diposting pada 3 views

Pengertian Kas adalah aktiva yang sifatnya paling likuid sebab terdiri dari benda-benda yang bisa diambil setiap saat untuk dijadikan sebagai alat pembayaran sah misal seperti uang. Berikut ini ada ulasan lengkap mengenai kas termasuk ciri, jenis dan metode pencatatannya dalam laporan keuangan.

Arti Kas Menurut Para Ahli

1. Rizal Effendi

Kas merupakan segala sesuatu (uang ataupun bukan) yang digunakan untuk pembayaran yang sah atau untuk melunasi sebuah kewajiban. Kas dalam perusahaan termasuk jenis harta paling lancar sehingga membuatnya ditempatkan di posisi kelompok paling atas dalam neraca keuangan.

Kas terdiri dari cash on hand yang merupakan uang kas di perusahaan dan cash in bank yang berupa rekening giro di bank. 

2. Dwi Martani

Kas adalah aset keuangan perusahaan yang bersifat paling likuid. Fungsi kas bukan hanya digunakan untuk segala kegiatan operasional suatu perusahaan namun juga sebagai alat pembayaran segala kewajiban perusahaan tersebut. 

3. Thomas Sumarsan

Pengertian kas menurut Thomas Sumarsan adalah aset lancar bersifat sangat likuid dan berfungsi secara langsung untuk memenuhi segala keperluan operasional dalam suatu perusahaan. 

4. Rudianto

Kas merupakan alat tukar milik perusahaan dan siap dipergunakan dalam berbagai transaksi yang diperlukan oleh perusahaan tersebut. 

5. Dwi Martani Dkk

Kas merupakan aset keuangan yang dimiliki oleh perusahaan untuk digunakan pada segala kegiatan operasional perusahaan tersebut. Kas secara bebas juga dijadikan sebagai alat pembayaran segala biaya kegiatan entitas. 

6. Munawir

Menurut Munawir kas adalah uang tunai yang dipergunakan sebagai alat pembiayaan operasi perusahaan. Kas perusahaan termasuk cek dari para pelanggan, simpanan perusahaan dalam bentuk deposit ataupun giro di bank.

7. Theodorus M. Tuanakotta, AK

Kas menurut pengertian ahli yang dikemukakan oleh Theodorus M Tuanakotta, AK meliputi uang tunai dan berbagai simpanan perusahaan di bank yang bisa langsung dijadikan uang tunai setiap saat. 

8. Zaki Baridwan

Kas adalah alat tukar dan dapat digunakan sebagai ukuran dalam akuntansi.

9. Standar Akuntansi Keuangan

Pengertian kas berdasarkan standar akuntansi keuangan adalah alat pembayaran yang sifatnya bebas dan siap digunakan sebagai pembiayaan semua kegiatan umum perusahaan. Kas di bank termasuk rekening giro yang juga bisa bebas digunakan sebagai alat pembiayaan kegiatan perusahaan. 

Ciri-Ciri Kas

Kas memiliki tiga macam ciri yang bisa membuat Anda lebih mudah dalam mengidentifikasi kas dalam sebuah laporan keuangan.

1. Aset Perusahaan yang Paling Lancar (Likuid)

Kas termasuk aset perusahaan yang bersifat paling lancar sehingga mudah untuk dicairkan ketika ada kegiatan perusahaan yang membutuhkan dana dari kas sewaktu-waktu. 

2. Standar Pertukaran Umum

Kas juga termasuk salah satu harta perusahaan yang paling umum dijadikan sebagai alat pembayaran sebab sifat kas yang memang sesuai dengan standar pertukaran umum dunia. 

3. Dasar Perhitungan Keuangan

Kas bisa pula dipergunakan sebagai dasar dari perhitungan dalam laporan keuangan dan akuntansi sebuah perusahaan

Jenis-Jenis Kas

Kas terdiri dari beberapa jenis, setidaknya ada 3 jenis kas yang perlu Anda ketahui, yaitu:

1. Kas Kecil (Petty Cash)

Pengertian kas kecil pada dasarnya adalah uang tunai yang dipergunakan perusahaan untuk dijadikan sebagai alat pembayaran beragam pengeluaran dari kegiatan perusahaan tersebut. Jenis kas ini sesuai namanya biasanya bernilai cukup kecil dan tidak ekonomis apabila dibayar dengan cek. 

2. Kas yang Disimpan di Bank

Kas yang disimpan di bank merupakan uang perusahaan yang tersimpan dalam jumlah yang lumayan besar dalam bentuk rekening bank. Jumlah uang yang cukup besar itu membutuhkan keamanan yang lebih baik sehingga sebaiknya memang disimpan di bank. 

Kas perusahaan yang tersimpan di bank akan selalu berkaitan dengan rekening koran perusahaan di bank tersebut. 

Baik kas kecil ataupun kas yang disimpan di bank sebenarnya sama-sama beresiko mengalami tindakan curang. Oleh sebab itu, Anda perlu mekanisme pengendalian internal. Apa saja pengendalian internal yang bisa dilakukan? Di antaranya Anda bisa melakukan beberapa hal di bawah ini:

  • Kas dikelola dengan cara memisahkan fungsi. Ada empat fungsi yang perlu dipisahkan yaitu, fungsi otoritas (persetujuan aliran masuk dan keluarnya uang) dan fungsi operasi (penggunaan uang), fungsi pencatatan dan fungsi penyimpanan.
  • Inventarisir dilakukan secara rutin lalu dilakukan perhitungan sekaligus pencocokan dengan catatan cek.
  • Pemeriksaan intern atau internal auditing juga perlu dilakukan secara rutin
  • Keluar masuknya uang sebaiknya lewat uang yang disimpan di bank, kecuali untuk kegiatan yang hanya membutuhkan penggunaan kas kecil (petty cash)
  • Segala dokumen ataupun kwitansi seharusnya menggunakan dokumen atau kwitansi tercetak dan bernomor resmi. Hal tersebut akan memudahkan pengawasan termasuk ketika ada pembatalan kwitansi. 
  • Kas sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan, hindari uang yang menganggur

3. Pelaporan Kas

Pelaporan kas dapat dilakukan secara langsung, hanya saja biasanya saat pelaksanaan laporan tersebut akan terjadi sejumlah masalah, di antaranya seperti berikut ini:

  • Cash Equivalents merupakan kelompok aset perusahaan yang memiliki kurun waktu kurang dari 3 bulan
  • Restricted Cash merupakan kas yang secara khusus memang sengaja dipisahkan agar bisa dijadikan sebagai alat pembayaran kewajiban dengan nilai yang cukup besar di masa mendatang
  • Bank Overdrafts merupakan rekening negatif. Masalah ini umumnya disebabkan karena nasabah yang menulis cek dalam jumlah yang lebih besar daripada dana yang tersimpan di rekening nasabah tersebut. Hal seperti ini akan dianggap sebagai hutang dan bisa dilaporkan sebagai ekspansi kredit.

Metode Pencatatan Kas

Arus keluar masuknya uang tunai dalam kas merupakan cara perusahaan untuk mencadangkan uang tunai sehingga bisa dijadikan sebagai alat pembiayaan segala kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan dalam jumlah nominal relatif kecil. Oleh sebab itu, diperlukan pencatatan kas yang rapi dan teliti,

Metode pencatatan kas dalam laporan keuangan sebuah perusahaan umumnya menggunakan dua jenis metode. Metode yang pertama dikenal dengan sebutan Imprest Fund (sistem dana tetap) sedangkan metode yang kedua adalah Fluctuation Fund (sistem dana berubah).

1. Imprest Fund (Sistem Dana Tetap)

Metode pencatatan kas ini dilakukan dengan menetapkan jumlah pencadangan kas kecil pada perusahaan. Umumnya, sifat penetapan jumlah cadangan dana dengan metode ini sifatnya final dan baru bisa diubah pada saat perusahaan merasa cadangan kas yang sudah ditentukan itu kurang.

2. Fluctuation Fund (Sistem Dana Berubah)

Metode pencatatan kas yang kedua adalah metode pencatatan yang tidak menetapkan jumlah kas secara langsung, namun disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan.

Penerapan metode fluctuation fund ini membuat perusahaan tidak menetapkan jumlah kas kecil sebab besaran nominal akan selalu berubah sesuai dengan kebutuhan perusahaan. 

Baca juga artikel lain terkait “Arti Kas” :

Memahami arti kas, ciri, jenis dan metode pencatatan kas akan membuat Anda bisa lebih akurat saat membuat laporan keuangan perusahaan. Laporan keuangan yang dibuat dengan lengkap dan rapi akan membuat harta perusahaan lebih aman sebab segala aktivitas bisnis terekam dengan baik.

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.