Alasan-Alasan Kegagalan dan Keberhasilan Bisnis Kecil

Alasan-Alasan Kegagalan dan Keberhasilan Bisnis Kecil - Dalam menjalankan bisnis tentunya ada gagal ada berhasil, dan semua itu ditentukan oleh berbagai faktor. Orang yang satu melakukan dengan cara A mungkin dapat berhasil, tapi orang yang kedua melakukan dengan cara A yang sama dengan orang pertama belum tentu berhasil. Lalu apa sajakah faktor-faktor yang bisa mendukung keberhasilan, dan faktor-faktor yang menyebabkan seseorang gagal dalam menjalankan bisnis kecil.

Nah, untuk yang pertama kami sebutkan beberapa faktor yang menyebabkan seseorang gagal dalam menjalankan bisnis kecilnya. Totalnya ada 4 faktor yang pertama berkaitan dengan manajerial, kurang fokus, kontrol yang lemah, dan terbatasnya modal bisnis yang dimiliki. Dan berikut adalah penjelasan dari masing-masing faktor.

1. Manajerial yang tidak kompeten atau tidak berpengalaman. 
Calon wirausahawan banyak ditemui memiliki pola pikir tentang keberhasilan hanya melalui penggunaan logika saja, terlalu yakin dengan keahlian manajerial yang dimilikinya juga dapat menyebabkan kegagalan. Makanya kita perlu belajar tentang manajerial kepada orang yang sudah ahli dalam bidangnya. Para calon wirausahawan terkadang juga berfikir bahwa mereka dapat sukses hanya apabila dia kerja keras, padahal kerja keras saja tidaklah cukup untuk suskes. Apabila manajer tidak tahu cara membuat keputusan dasar bisnis atau memahami konsep dan prinsip dasar manajemen, maka kecil kemungkinan mereka bisa berhasil dalam jangka panjang.

2. Kurang memberi perhatian
Sebab kegagalan berikutnya adalah kurangnya memberi perhatian. Kurang memberi perhatian dapat dikatakan wirausahawan tersebut tidak fokus menjalankan bisnis kecil yang dilakoninya. Walaupun hanya dibilang bisnis kecil, tapi untuk sukses harus dibutuhkan totalitas dan membutuhkan komitmen waktu yang sangat tinggi. Para wirausahawan yang tidak fokus dan totalitas, akan sulit bertahan pada bisnis kecilnya.

3. Sistem kontrol yang lemah
Sebab kegagalan bisnis kecil yang ketiga adalah sistem kontrol yang lemah. Sistem kontrol yang efektif berguna untuk membantu agar bisnis yang dijalani dapat tetap bertahan dan sistem ini juga berguna untuk membantu manajer mengatasi masalah-masalah yang mungkin timbul, dengan kata lain mencegah terjadinya masalah yang dapat membahayakan bisnis kecilnya. Jika sistem kontrol yang lemah, manajer mungkin tidak mengetahui adanya masalah-masalah yang berpotensi menggagalkan bisnisnya.

4. Kurangnya modal
Kegagalan bisnis kecil bisa juga disebabkan oleh kurangnya modal. Beberapa wirausahawan sangat optimis untuk mendapatkan laba sehingga bisa bali modal. Akan tetapi sebagian besar kasus diperlukan waktu yang lama bahkan sampai berbulan-bulan untuk bisa mendapatkan laba yang diharapkan. Nah, jika laba belum didapatkan, maka kita tetap membutuhkan modal untuk membayar para karyawannya. Banyak para ahli mengatakan bahwa suatu bisnis haruslah memiliki modal yang cukup, agar bisnisnya dapat beropersai setidaknya 6 bulan dengan laba yang pas-pasan. Beberapa diantaranya bahkan mengatakan harus memiliki modal yang bisa menjamin selama satu tahun. 

Alasan-alasan Keberhasilan

Kebalikan dari kegegalan adalah keberhasilan, nah bisnis kecil yang berhasil ini memiliki beberapa faktor yang mendukungnya. Sama juga seperti kegagalan, ada 4 faktor dasar yang dapat dikatakan sebagai dasar keberhasilan suatu bisnis kecil. Apa sajakah itu? Berikut ini kami sebutkan jdan jelaskan :

Alasan-Alasan Kegagalan dan Keberhasilan Bisnis Kecil
Alasan-Alasan Kegagalan dan Keberhasilan Bisnis Kecil


1. Kerja keras, dorongan dan dedikasi.
Para pemilik bisnis kecil harus berkomitmen dalam mencapai keberhasilan dan rela menghabiskan waktu (focus) dan usaha sebanyak mungkin, kerja keras dan pantang menyerah untuk dapat mewujudkannya. 

2. Permintaan pasar akan produk atau jasa yang disediakan
Mengetahui peluang pasar atau kebutuhan dari para konsumen menjadi salah satu kunci keberhasilan bisnis kecil. Ketika ada peluang yang baik, dan berhasil memanfaatkannya maka kemungkinan untuk suksesnya besar. 

3. Kompetensi manajerial
Para pemilik bisnis kecil yang berhasil mungkin mendapatkan kompetensi melalui pelatihan atau pengalaman, atau dengan belajar dari keahlian orang lain. Hanya sedikit wirausahawan berhasil yang dapat sukses sendiri atau langsung berhasil setelah lulus sekolah. Sebagian besar bekerja dulu di perusahaan besar atau bersekutu dengan teman-teman lain lain agar dapat memiliki lebih banyak keahlian dalam suatu bisnis baru.

4. Keburuntungan
Walaupun dengan cara yang sama, bisnis yang sama, teknik yang sama dengan bisnis kecil yang sudah sukses sekalipun belum tentu membuat bisnis tersebut bisa sukses. Karena adanya faktor keberuntungan, inilah faktor yang tidak bisa kita duga-duga. Tapi faktor ini memang ada di dalam diri setiap orang.

Mungkin itu beberapa alasan-alasan kegagalan dan keberhasilan bisnis kecil. Semoga bermanfaat dan terimakasih banyak. 
Read more

Definisi Sistem Hukum, Struktur Hukum, Subtansi Hukum dan Budaya Hukum

Definisi Sistem Hukum, Struktur Hukum dan Subtansi Hukum - Pada kesempatan ini kami akan membahas tentang definisi sistem hukum dan substansi hukum. Sistem dalam bahasa inggris adalah system yang dapat diartikan sebagai keseluruhan yang terdiri dari macam-macam bagian. Beberapa ahli mengemukakan tentang pengertian sistem diantaranya adalah sebagai berikut : 

  • Menurut Ludwig Von Bertalanffy, Systems are complexes of element standing in interaction
  • Menurut A.D. Hall dan R.E. Fagen, A system is a set of objects together with relathionship between the objects and between the attributers.


Jadi pengertian dari sistem itu sendiri adalah suatu kesatuan bagian-bagian yang saling  berinteraksi, bagian-bagian tersebut memiliki fungsi masing-masing dan merupakan suatu kesatuan yang utuh serta adanya sesuatu yang membatasi lingkungan internal dengan lingkungan eksternalnya.

Definisi Sistem Hukum, Struktur Hukum, Subtansi Hukum dan Budaya Hukum
Definisi Sistem Hukum, Struktur Hukum, Subtansi Hukum dan Budaya Hukum


Pengertian sistem hukum

Apabila kita mengartikan istilah sistem hokum, tidak berarti menggabungkan pengertian sistem dan pengertian hokum secara apa adanya. Istilah sistem hukum mengandungpengertian yang spesifik dalam ilmu hukum yang pejelasannya dapat diuraikan sebagai berikut :

a.       Menurut JH. Merryman dalam bukunya The Civil Law Tradition : An Introduction to the Legal
System of Western Europe and Latin America, halaman 1 mengatakan : Legal system is an operating set of legal institutions, procedures, and rules. (Sistem hukum adalah seperangkat lembaga (hukum), prosedur dan aturan-aturan hukum yang beroperasi).
b.      Menurut Friedman (seperti dikutip Ade Maman Suherman, 2004: 11-12), sistem hukum merupakan suatu sistem yang meliputi substansi, struktur dan budaya hukum.

1). Struktur hukum

Struktur hukum (legal structure) merupakan institusionalisasi dari entitas-entitas hukum. Sebagai contoh adalah struktur kekuasaan pengadilan (di Indonesia) yang terdiri dari Pengadilan Tingkat 1, Pengadilan Banding, dan Pengadilan Tingkat Kasasi, jumlah hakim serta intergrated justice system. Selain itu juga dikenal adanya Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Militer, Peradilan Tata Usaha Negara dan Peradilan Pajak. Selanjutnya Friedman menegaskan bahwa hukum memiliki elemen pertama dari sistem hukum, antara lain struktur hukum, tatanan kelembagaan dan kinerja lembaga.

2). Substansi Hukum
Adapun yang dimaksud dengan substansi hukum adalah aturan atau norma yang merupakan pola perilaku manusia dalam masyarakat yang berada dalam sistem hukum tersebut,  sebagai contoh :
a.       Pengemudi melebihi batas kecepatakan akan dikenakan denda
b.      Seseorang yng membeli barang-barang harus menyerahkan sejumlah uang kepada penjual barang tersebut.\

Di Indonesia dikenal adanya hukum materil (hukum perdata, hukum tata Negara, hukum pidana, hukum administrasi, dan hukum formil (hukum acara pidana, hukum acara perdata dan lain-lain).

3). Budaya Hukum
Budaya hukum (legal culture) adalah sikap dan nilai-nilai yang terkait, dengan tingkah laku bersama yang berhubungan dengan hukum dan lembaga-lembaganya.

Read more

Faktor Penyebab Inflasi dan Akibat Buruk Inflasi

Faktor Penyebab Inflasi dan Akibat Buruk Inflasi

Pada kesempatan kali ini kitapunya.net akan membahas tentang inflasi yang merupakan salah satu permasalah dalam perekonomian suatu negara. Definisi dari inflasi adalah suatu proses kenaikan harga-harga yang berlaku di dalam suatu perekonomian. Kenaikan harga yang terjadi adalah dari satu periode ke periode yang lain, selain itu juga dari suatu negera ke negara lain. 

Presentasi dari pertambahan kenaikan harga disebut dengan tingkat inflasi. Tingkat inflasi ini bervariasi, tingkat inflasi dapat dikatakan renah (normal) apabila tingkat inflasinya di bawah 2 atau 3 persen. Dan tingkat inflasi yang moderat dapat mencapai 4 - 10 persen. Sementara itu tingkat inflasi yang sangat parah, atau serius adalah mencapai beberapa puluh persen atau bahkan mencapai beberapa ratus persen selama setahun. 

Bahkan ada suatu negara yaitu Negara Zimbabwe tingkat inflasinya mencapai 200 juta persen. Sehingga disana pernah uang 100.000 dollar Zimbabwe setera dengan 1 US dollar. 

Faktor-faktor Penyebab Inflasi

Faktor Penyebab Inflasi dan Akibat Buruk Inflasi
Faktor Penyebab Inflasi dan Akibat Buruk Inflasi

Kenaikan harga-harga yang berlaku di suatu negara atau berbagai negara, ditentukan atau disebabkan oleh berbagai macam faktor penyebab. Nah, berikut ini merupakan beberapa faktor penyebab terjadinya inflasi yang dapat membahayakan suatu perekonomian negara apabila tingkat inflasinya melebihi batas. Di bawah ini adalah faktor penyebab inflasi yang ada di negara-negara yang berbasis industri :

  1. Tingkat pengeluran agregat yang besarnya melampaui kemampuan perusahaan-perusahaan dalam menhasilkan barang dan juga jasa. Keinginan untuk mendapatkan barang-barang yang dibutuhkan oleh para konsumen, akan mendorong para konsumen tersebut meminta barang pada harga yang lebih tinggi. Sebaliknya, para pengusaha kemudian akan mencoba menahan barangnya dan hanya akan menjual barang-barang tersebut, kepada para pembeli yang mampu atau bersedia untuk membeli barang tersebt dengan harga yang lebih tinggi. 
  2. Para pekerja atau buruh di berbagai sektor ekonomi meminta kenaikan upah/gaji. Apabila para pekerja meminta kenaikan gaji, otomatis biaya produksi semakin mahal. Terlebih lagi apabila para pengusaha mulai kesukaran dalam mencari tambahan pekerja guna menambah jumlah produksi, maka para pekerja akan meminta agar para pengusaha menaikkan gaji mereka. Ketika tuntutan ini meluas ke perusahaan atau pengusaha yang lainnya, maka akan membuat kenaikan biaya produksi dari berbagai barang dan jasa. Naiknya biaya produksi ini tentunya akan memaksa perusahaan untuk menaikkan harga jual barang-barang produksi mereka
Kedua masalah yang saya sebutkan di atas, umumnya berlaku di negara-negara maju yang penggunaan tenaga kerjanya sudah sangat baik. Dengan begitu, masalah inflasi pada negara-negara yang sudah maju sangat erat kaitannya dengan tingkat penggunaan tenaga kerja. Nah, disamping dua hal penyebab inflasi diatas, masih ada beberapa penyebab lainnya seperti :

  1. Kenaikan harga-harga barang yang diimpor.
  2. Penambahan penawaran uang yang berlebihan tanpa diikuti oleh pertambahan produksi dan penawaran barang.
  3. Kekacauan politik dan ekonomi sebagai akibat pemerintahan yang kurang bertanggung jawab.

Akibat buruk Inflasi

Tidak hanya pengangguran saja yang memeberi dampak buruk terhadap individu, masyarakat dan juga  perekonomian secara menyeluruh. Maka dari itu tingkat inflasi harus dijaga agar berada di tingkat yang normal, tidak baik terlalu berlebihan atau bahkan sampai membuat terjadinya krisis ekonomi.

Lalu apa saja sih dampak buruk ataua akibat buruk dari terjadinya inflasi? Berikut ini kami papakarkan.

Salah satu akibat buruknya adalah menurunnya taraf kemakmuran/kesejahteraan segolongan masyarakat, hal ini dikarenakan harga terus melambung naik sementara pendapatan cenderung tetap (sama). Inflasi ini biasanya datang dengan waktu yang relatif cepat, sementara kenaikan gaji atau upah belum tentu ada.

Akibat selanjutnya yaitu prospek pembangunan ekonomi jangka panjang akan menjadi semakin memburut apabila inflasi tidak bisa dikendalikan. Inflasi akan semakin parah, apabila tidak segera ditangani. Inflasi yang semakin parah akan mengurangi investasi produktif, mengurangi ekspor dan menaikkan impor. Tentu dengan kondisi ini akan menghambat pertumbuhan ekonomi di suatu negara.

Mungkin ini sedikit artikel tentang faktor penyebab dan akibat buruk dari Infalasi, semoga dapat bermanfaat dan terimakasih. 
Read more

Bagaimana Seseorang Dapat Kehilangan Kewarganegaraan Di Indonesia

Bagaimana Seseorang Dapat Kehilangan Kewarganegaraan Di Indonesia - Untuk memperoleh status kewarganegaraan disebut dengan pewarganegaraan atau naturalisasi. Pada postingan sebelumnya kita sudah membahas tentang dua cara memperoleh kewarganegaraan di Indonesia (naturalisasi). 

Ada dua asas yang digunakan untuk menentukan kewarganegaraan seseorang, yaitu asas ius saunginis dan asas ius soli. Keduanya merupakan asas yang berguna untuk menentukan kewarganegaraan, yang satu berdasarkan keturunan dan yang satunya berdasarkan tempat dilahirkan. Untuk membedakan keduanya dapat membaca artikel kami sebelumnya yang berjudul : Asas-asas kewarganegaraan dan contohnya.

Dengan perbedaan asas yang ada di setiap negara ini, akan membuat kemungkinan seseorang memiliki dua kewarganegaraan (bipatride) dan tidak memiliki kewarganegaraan atau yang disebut dengan apatride. Baca postingan sebelumnya : Pengertian bipatride, apatride dan multipatride.

Pengertian Apatride dan Bipatride
Pengertian Apatride dan Bipatride


Nah, kalau kemarin kita membahas tentang cara memperoleh, sekarang kita membahas tentang bagaimana seseorang bisa kehilangan kewarganegaraan terutama di negara kita yaitu Indonesia. Kewarganegaraan ternyata bisa hilang, bagaimana kok bisa hilang? Berikut ini adalah beberapa penyebabnya :

1. Kawin dengan seorang laki-laki asing
2. Putusnya peprkawinan seseorang wanita asing dengan laki-laki warga negara Indonesia
3. Anak yang orang tuanya yang kehilangan kewarganegaraan Indonesia
4. Memperoleh kewarganegaraan lain karena kemauannya sendiri
5. Tidak menolah/melepaskan kewarganegaraan lain
6. Diakui oleh seseorang orang asing
7. Diangkat anak secara sah oleh orang asing
8. Dinyatakan hilang kewarganegaraannya oleh menteri kehakiman dan dengan persetujuan dewan menteri
9. Masuk dalam dinas asing tanpa izin terlebih dahulu dari menteri kehakiman RI
10. Mengangkat sumpah atau menyatakan janji setia kepada negara asing
11. Turut serta dalam pemilihan sesuatu yang bersifat ketatanegaraan untuk suatu negaraasing
12. Mempunyai paspor dari negara asing
13. Bertempat tinggal di luar negeri selama 5 tahun berturut-turut dengan tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi WNI, kecuali jika ia ada dalam dinas negara RI.

Jika kewarganegaraan Indonesia itu diperoleh dengan cara yang tidak sewajarnya, misalnya diperoleh atas keterangan-keterangan yang tidak benar, maka yang berwajib dapat mencabut kembali kewarganegaraan itu.
Read more

Dua Cara Memperoleh Kewarganegaraan (Naturalisasi) Di Indonesia

Dua Cara Memperoleh Kewarganegaraan (Naturalisasi) Di Indonesia - Pada kesempatan sebelumnya kita telah membahas mengenai asas-asas kewarganegaraan, yang mana membagi menjadi dua yaitu asas ius soli dan ius saunginis. Asas asas kewarganegaraan yang berbeda di setiap negara ini menyebabkan munculnya orang yang mempunyai kewarganegaraan ganda (bipatride) atau orang yang tidak memiliki kewarganegaraan (apatride). Sudah tahu apa itu pewarganegaraan atau naturalisasi kan? Berikut ini kami jelaskan terlebih dahulu, mengenai definisi dari naturalisasi atau pewarganegaraan.

Pewarganegaraa atau naturalisasi adalah suatu cara bagi orang untuk memperoleh kewarganegaraan suatu negara. Jika dipandang dari segi hukum, naturalisasi adalah perbuatan hukum yang menyebabkan seseorang memperoleh kewarganegaraan Indonesia, dengan jalan pewarganegaraan sebagaimana ditentukan dalam UU. No. 12 Tahun 2006 atau dengan jalan perkawinan.

Dua cara untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia yaitu dengan naturalisasi biasa dan naturalisasi istimewa. Apa yang dimaksud dengan dua cara memperoleh kewarganegaran tersebut? Berikut kami jelaskan masing-masing :

Apatride dan Bipatride
Apatride dan Bipatride

1. Naturalisasi biasa
Cara yang pertama untuk memperoleh kewarganegaraan adalah dengan jalan naturalisasi biasa. Naturalisasi biasa ini merupakan naturalisasi yang dilakukan melalui permohonan dan prosedur yang telah ditentukan. Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh permohonan kepada presiden lewat menteri dengan berbahasa Indonesia, syarat-syaratnya antara lain sebagai berikut :
a). Telah berusia minimal 18 tahun atau sudah kawin
b). Sudah bertempat tinggal di Indonesia 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut
c). Sehat jasmani dan rohani
d). Dapat berbahasa Indonesia dan mengakui dasar negara Pancasila dan UUD 1945
e). Tidak pernah dijatuhi pidana penjara 1 tahun atau lebih
f). Tidak memiliki kewarganegaraan ganda
g). Memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap
h). Membayar pewarganegaraan ke kas negara

2. Naturalisasi istimewa
Cara yang kedua dalam memperoleh kewarganegaraan yaitu naturalisasi istimewa. Definisi dari naturalisasi istimewa adalah pewarganegaraan yang diberikan oleh pemerintah (presiden) dengan persetujuan DPR dengan alasan kepentingan negara atau yang bersangkutan telah berjasa terhadap negara. Contohnya pewarganegaraan istimewa yang diberikan oleh Presiden Megawati kepada pemain bulu tangkis nasional Hendrawan.


Read more

Pengertian Bipatride, Apatride dan Multipatride

Pengertian Bipatride, Apatride dan Multipatride - Ketika warga negara asing ingin menjadi warga negara di suatu negara maka ia harus menjalani proses yang disebut dengan pewarganegaraan atau naturalisasi. Setiap negara memiliki aturan masing-masing dalam proses pewarganegaraan.. Dan pada umumnya terdapat dua asas yang dipakai oleh suatu negara, yaitu asas ius soli dan asas ius sanguinis.  

Sebelum artikel ini diterbitkan kami telah membuat artikel yang membahas tentang dua asas kewarganegaraan yaitu dalam artikel yang berjudul Asas-asas Kewarganegaraan dan Contohnya. Kita bahas sedikit tentang kedua asas ini.

Asas ius soli (law of the soil) yaitu yang menentukan seseorang memiliki kewarganegaraan menurut tempat di mama dia dilahirkan. Sebagai contoh apabila ia dilahirkan di negara C maka ia adalah warga negara C meskipun orangtuanya merupakan warga negara B. Contoh negara yang menggunakan asas ini antara lain, Amerika Serikat, Inggris, Brazil, Mesir, Prancis dan Indonesia.


Asas ius saunginis (law of theblood) adalah asas kewarganegaraan yang penentuan kewarganaannya didasarkan pada keturunan. Asas ini menetapkan kewarganegaraan seseorang berdasarkan kewarganegaraan orang-tuanya. Misalnya, kalau misalnya orangtuanya adalah warga negara D maka anaknya otomotis akan menjadi warga negara D. Contoh negara yang menggunakan asas ini antara lain : Brunai, Jordania, Malasya, Belanda dll.

Karena ada perbedaan asas kewarganegaraan yang digunakan ini, maka akan membuat beberapa kemungkinan yaitu seseorang tidak memiliki kewarganegaraan, atau seseorang memiliki dua kewarganegaraan (berkewarganegaraan ganda).

Pengertian Bipatride, Apatride dan Multipatride
Pengertian Bipatride, Apatride dan Multipatride

A. Pengertian Bipatride 

Bipatride adalah sebutan bagi seseorang yang memiliki dua kewarganegaraan (berkewarganegaraan ganda).
Ini terjadi apabila ia orangtuanya meruapakan warga di suatu negara yang menggunakan asas ius sanguinis, dan ia dilahirkan di negara yang menggunakan asas ius soli.

Sebagai contoh :
1. Seseorang warga ketururan RRC yang menggunakan asas ius saunginis, yang lahir di USA (ius soli). Seseorang tersebut memiliki kewarganegaraan ganda, ia dianggap sebagai warga negara RRC karena ia orangtuanya dari China yang menggunakan asas ius saunginis (berdasarkan keturunan). Kemudian ia juga merupakan warga negara USA karena ia dilahirkan di negara yang menggunakan asas ius soli (berdasarkan tempat dilahirkan). 

2. Seseorang keturunan RRC (ius saunginis) yang dilahirkan di Indonesia (ius soli-UU No. 3 / 1946).

Di Indonesia sendiri menggunakan asas ius soli, hal ini berdasarkan UU. No. 3 tahun 1945. Tanggal 22 April 1955 perjanjian Soenarjo-Chou (Mentri Luar Negeri Indonesia Seonajo dan Mentri Luar Negeri RRC Chou En Lai), yang kemudian dituangkan dalam UU No. 2/1958 (Dwi kewarganegaraan Indonesia-RRC), yang kemudian disahkan di Peking 20 Januari 1958.

Keadaan bipatride ini kurang disukai oleh negara-negara yang bersangkutan, karena apabila seseorang yang memiliki kewarganegaraan ganda tersebut melakukan kejahatan di salah satu negara yang bersangkutan, maka akan mendapatkan perlindungan hukum dari negara satunya yang bersangkutan.

B. Pengertian Apatride

Pengertian dari apatride adalah sebutan bagi seseorang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Kasihan banget ya, nggak memiliki kewarganegaraan :v.

Contoh :
Seseorang keturunan USA (ius soli) yang lahir di RCC (ius sanguinis)

Apatride ini tidak disukai oleh oleh orang yang bersangkutan, karena ia tidak mendapatkan perlindungan hukum dari kedua negara.

Untuk mencegah terjadinya berkewarganegaraan ganda dan tanpa kewarganegaraan maka suatu negara dapat menerapkan kedua asas kewarganaaraan dengan mengutamakan salah satunya.

Sebagai contoh adalah negara kita, berdasarkan UU No. 62/1958 menerapkan asas ius sanguinis dan ius soli dengan lebih mengutamakan asas ius saunginis.

1. Mencegah terjadinya Apatride (tanpa kewarganegaraan)
Anak yang lahir di negara RI selama kedua orang tuaya tidak diketahui, maka akan diakui sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). (Pasal 1 f UU No. 62/1958 tentang Kewarganegaraan Indonesia)

2. Mencegah terjadinya Bipatride (bekewarganegaraan ganda)
Seorang perempuan asing yang kawin dengan laki-laki berkewarganegaraan Indonesia dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia dengan melakukan pernyataan, dengan syarat perempuan tersebut harus meninggalkan kewarganegaraan asalnya (Pasal 7 UU No. 62/1958).

Lalu apa dong yang disebut dengan Multipatride, multi itu banyak. Jadi multipatride adalah sebutan bagi orang yang memiliki kewarganegaraan dua (ganda) atau lebih dari dua. Sebagai contoh adalah, seseorang bipatride yang menerima status kewarganegaraan baru setelah ia dewasa, tanpa melepas kewarganegaraan bipatride-nya.
Read more

Sifat Ekstensif dan Sifat Intensif Suatu Zat

Sifat Ekstensif dan Sifat Intensif Suatu Zat - Sebelumnya kitapunya.net sudah membahas tentang sifat-sifat materi. Yang mana sifat sifat materi ini dibagi menjadi dua bagian besar yaitu sifat ekstensif dan juga sifat intensif. Nah, walaupun pada artikel sebelumnya juga sudah dijelaskan mengenai apa itu sifat ekstensif dn sifat intensif. Namun kali ini kami ingin membahasnya lebih detail lagi, kita mulai dari apa sih itu sifat materi.

Sifat sifat yang ada pada suatu zat dapat membantu manusia dalam menentukan jenis atau macam dari zat tersebut. Misal saja apabila suatu serbuk, memiliki rasa manis maka kita dapat menduga bahwa serbuk tersebut adalah gula. Kemudian apabila serbuk itu rasanya asin maka, kita dapat menduga bahwa serbuk itu adalah garam. Rasa inilah yang merupakan salah satu sifat dari suatu zat. Dan rasa nantinya tergolong kedalam sifat intensif dan merupakan tergolong sebagai sifat-sifat fisika.

Sifat-sifat suatu zat tadi dibagi menjadi dua macam, yaitu sifat ekstensif dan juga sifat intensif. Lalu apa pengertian dari kedua macam sifat tersebut? Berikut ini adalah penjelasannya :

A. Sifat Ekstensif

Definisi dari sifat ekstensif adalah suatu sifat yang tergantung dengan jumlah atau ukuran suatu zat. Sifat yang termasuk kedalam sifat ekstensif adalah, berat dan juga volume.

1. Berat
Sifat ekstensif yang pertama adalah berat. Semakin banyak jumlah dari suatu zat maka semakin berat pula zat tersebut. Kemudian semakin besar ukuran suatu zat maka semakin berat pula zat tersebut. Sebagai contoh adalah mobil dengan motor, apabila kita bandingkan tentunya mobil akan memiliki berat yang lebih besar dibandingkan dengan motor. Hal ini karena mobil tersusun atas banyak komponen (zat) bila dibandingkan dengan motor, terlebih lagi ukuran dari mobil juga lebih besar dari motor.

2. Volume
Sifat ekstensif yang kedua adalah volume. Semakin besar jumlah zatnya, maka akan semakin besar volume yang ditempatinya. Namun terdapat pengecualian, yaitu gas. Sebagai contoh adalah apabila kita menimbang pasir dengan beras yang keduanya beratnya sama, maka dari kedua zat tersebut mana yang jumahlahnya lebih banyak? Coba aja sendiri..

B. Sifat Intensif Suatu Zat

Setelah membahas sifat ekstensif yang terdiri dari dua macam yaitu berat dan volume. Sekarang lanjut ke sifati Intensif. Pengertian dari sifat intensif adalah sifat yang tidak bergantung dengan jumlah atau ukuran zat. Jadi definisi dari sifat intensif merupakan kebalikan dari sifat ekstensif. Sifat intensif suatu zat ini dibagi menjadi dua yaitu sifat-sifat kimia dan sifat-sifat fisika.

1. Sifat-sifat Kimia
Definisi dari sifat kimia adalah sifat sifat yang ada hubungannya dengan interaksi antara zat yang satu dengan yang lainnya. Sifat0sifat kimia juga berhubungan dengan pembentukan zat baru dan didasarkan ada pengamatan serta pengukuran terhadap perubahan kimia. Sifat kimia dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :

1. Kestabilan
Sifat kimia yang pertama adalah kestabilan. Kestabilan merupakan sifat yang dimiliki suatu zat yang menyatakan bahwa zat tersebut mudah terurai atau tidak apabila mendapatkan pengaruh panas atau listrik.

2. Kereaktifan
Siat kimia yang kedua adalah adalah kereaktifan.  Kereaktifan merupakan suatu sifat zat yang menyatakan mudah tidaknya suatu zat bereaksi dengan zat lain.

3. Daya Ionisasi
Definisi dari ionisasi adalah mudah tidaknya suatu zat mengalami ionisasi menjadi partikel bermuatan listrik (ion) saat dilarutkan dalam air.

4. Keterbakaran
Yang dimaksud dengan keterbakaran adalah dapat tidaknya suatu zat tersebut terbakar.

Sifat Fisika dan Kimia
Sifat Fisika dan Kimia


2. Sifat-sifat Fisika
Setelah membahas tentang sifat kimia. Selanjutnya adalah sifat fisika, sifat fisika memiliki definisi yaitu sifat-sifat yang tidak ada hubungannya dengan pembentukan zat jenis lain. Sifat-sifat fisika tidak berhubungan dengan pembentukan zat baru dan didasarkan pada pengamatan serta pengukuran terhadap zat tanpa terjadi suatu perubahan kimia.

1. Berat jenis (Massa Jenis)
Definisi dari berat jenis adalah perbandingan kerapatan suatu terhadap kerapatan air

2. Kerapatan
Kerapatan yaitu besarnya massa pada satuan volume yang dinyatakan dengan kg/m3 atau g/ml atau g/cm3

3. Kekerasan
Kekerasan merupakan ukuran untuk menentukan keras lunaknya suatu zat yang dapat diukur dengan skala Mohs.

4. Kelarutan
Kelarutan adalah kemampuan suatu zat untuk melarut dalam suatu pelarut.

5. Daya hantar listrik
Daya hantar listrik adalah kemampuan suatu zat untuk menghantar atau meneruskan arus listrik atau panas.

6. Kemagnetan
Kemagnetan adalah kemampuan suatu zat (umumnya logam) untuk dipengaruhi oleh medan maget.

7. Wujud zat
Wujud zat adalah bentuk fisik dari zat tersebut, wujud zat dapat dibedakan menjadi tiga yaitu padat, cair dan gas.

8. Titik didih
Titik didih adalah suhu terendah ketika suatu zat mulai mendidih (cair berubah menjadi uap).

9. Titik leleh
Pengertian titik leleh adalah suhu terendah ketika suatu zat mulai meleleh (padat berubah menjadi cair).

10. Titik beku
Titik beku adalah suhu ketika suatu zat mulai membeku (cair berubah menjadi padat).

11. Warna
Warna berhubungan dengan besar panjang gelombang yang dipantulkan oleh permukaan zat itu ke mata kita. Contoh warna seperti merah, biru, kuning, hijau dan lain sebagainya.

12. Bau
Bau berhubungan dengan uap atau gas yang dikeluarkan oleh suatu zat tertentu.

13. Rasa
Rasa berhubungan dengan komposisi di dalam zat tersebut. Contoh rasa adalah : Asin, manis, pedas dll.

Demikian artikel yang berjudul tentang sifat ekstensif dan sifat intensif suatu zat, semoga dapat bermanfaat terimakasih.

Read more

Sikap Positif Terhadap Konstitusi

Sikap Positif Terhadap Konstitusi - Definisi konstitusi dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu dalam arti luas, menengah dan sempit. Dalam arti luas misalnya, konstitusi memiliki arti sebagai hukum tata negara yaitu keseluruhan aturan dan ketentuan (hukum) yang menggambarkan sistem ketatanegaraan suatu negara. Sedangkan dalam arti menengah, konstitusi dapat diartikan sebagai hukum dasar. Terakhir, bila dalam arti sempit maka konstitusi dapat diartikan sebagai Undang-Undang Dasar.

Baca lebih lanjut tentang definisi konstitusi dalam artikel : Pengertian Konstitusi

Berdasarkan paham konstitusionalisme, konstitusi mempunyai 2 buang fungsi utama yaitu yang pertama adalah untuk menentukan dan membatasi kekuasaan pemerintah. Fungsi yang kedua adalah untuk menjamin hak-hak asasi warga negara yang tinggal dinegara tersebut.

Untuk membahas tentang fungsi dari konstitusi dapat membaca artikel berikut ini : Sifat dan Fungsi Pokok Konstitusi Negara.

Oke lanjut ke pembahasan utama kita pada siang hari ini yaitu tentang Sikap Positif Terhadap Konstitusi, apa sajakah sikap positif yang dapat kita lakukan? Berikut ini kami sebutkan :

Konstitusi Negera Indonesia


1. Melaksanakan konstitusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
Sikap yang pertama adalah dengan patuh dan melaksanakan aturan-aturan yang terdapat di dalam konstitusi. Tentu sesuai dengan profesi yang dijalani. Tidak hanya masyarakat, tapi semuanya. Jadi pemerintah, lembaga negara, lembaga masyarakat serta warga negara harus berdasarkan UUD 1945.  Norma-norma, kaidah dan ketentuan dalam UUD 1945 harus dilaksanakan dan ditaati oleh semua orang. 

Kita juga harus malaksanakan bahwa UUD 1945 sebagai sumber hukum terhadap peraturan perundangan yang ada di bawahnya. Artinya dalam pembuatan peraturan seperti undang-undang, pereturan pemerintah, peraturan daerah dan peraturan yang berada dibawah UUD 1945 tidak boleh bertentangan dengan aturan yang ada pada UUD 1945.
2. Mengembangkan konstitusi sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman
Sikap positif yang kedua adalah melakukan pengembangan. Pengembangan yang dilakukan adalah dengan reformasi hukum yang ada di Indonesia. Pengembangan ini diperlukan agar negara kita mampu mengikuti perkembangan zaman. Pengembangan-pengembangan terhadap peraturan yang memang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

3. Menjaga pelaksanaan konstitusi
SIkap positif yang ketiga adalah dengan menjaga pelaksanaan konstitusi tersebut. Bagi kita yang merupakan masyarakat/warga negara, sikap yang baik dalam menjaga konstitusi adalah dengan mendorong berfungsinya demokrasi konstitusional yang sehat. Demokrasi harus ada hukum dan konstitusi, karena apa? Karena apabila tidak ada konstitusi dan aturan maka demokrasi tersebut akan menjadi anarki. Adapun cara atau sikap posistif yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut :
  • Menciptakan kultur taat hukum yang sehat dan aktif.
  • Ikut mendorong proses pembuatan hukum yang aspiratif.
  • Mendukung pembuatan materi-materi hukum yang responsif.
  • Ikut menciptakan aparat penegak hukum yang jujur dan bertanggung jawab, bisa dengan melakukan pengawasan atau pelaporan kepada pihak yang berwajib.
Mungkin itu ketiga sikap positif yang dapat kita lakukan terhadap konstitusi. Semoga dapat bermanfaat dan terimakasih.
Read more

Pengertian Fathul Makkah (Pembebasan Kota Makkah)

Pengertian Fathul Makkah (Pembebasan Kota Makkah) - Dalam bahasa Indonesia fathul memiliki arti pembebasan, sehingga fathul makkah artinya adalah pembebasan kota makkah. Fathul Makkah ini terjadi pada saat kaum muslimin menunaikan ibadah puasa, atau terjadi pada bulan Ramadhan tahun yang ke-8 Hijriah, atau apabila dalam kalender masehi tepat pada bulan Januari 630 M. 

Penghianatan yang dilakukan oleh kaum quaraisy pada perjanjian Hudaibiyah menjadi salah satu alasan terjadinya fathul mekkah ini. Penghianatan ini dillakukan kira-kira setelah satu tahun dilakukan perjanjian hudaibiyah. Untuk melihat isi dari perjanjian tersebut, dapat membaca artikel kami sebelumnya yang berjudul : Pengertian dan Isi Perjanjian Hudaibiyah.


Pengertian Fathul Makkah (Pembebasan Kota Makkah)
Pengertian Fathul Makkah (Pembebasan Kota Makkah)
Pengertian Fathul Makkah (Pembebasan Kota Makkah)


Satu tahun setelah perjanjian hudaibiyah itu dilakukan, Rasulullah beserta kaum muslimin pergi ke Mekkah untuk malakukan ibadah ziarah umrah, pada saat itu kaum Quraisy merasa panas hati karena kaum muslimin dan Rasulullah penuh dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan dapat beribadah dengan khusyuk dan tawadhuk. Diantara pemuka Quraisy yang merasa tidak senang adalah Abu Sofyan bin Harb bin Umayah, Ikrimah bin Abu Jahal dan Suhail bin Amr. Pemuka Quraisy tersebut memiliki niat untuk menghancurkan umat Islam, dan tidak senang apabila umat Islam dapat berjaya (banyak pengikutnya), akhirnya mereka melakukan pengkhianatan terhadap perjanjian hudaibiyah.

Karena pengkhianatan tersebut, kaum muslimin beserta Bani Khuzaah mengalami kerugian yang cukup besar, maka Rasul mengambil tindakan dengan mengirim pesan kepada kaum Quraisy untuk menerima salah satu dari ketiga sayarat, apa saja ketiga syarat tersebut? Berikut adalah syarat yang diberikan Rasulullah kepada kaum Quraisy :
  1. Membayar diyat atau denda
  2. Memutuskan persahabatan dengan Bani Bakar
  3. Menyatakan Perjanjian Hudaibiyah tidak berlaku
Dari ketiga hal yang ditawarkan oleh Rasulullah, ternyata kaum Quraisy memilih point yang ketiga. Dengan begitu perjanjian hudaibiyah sudah tidak berlaku. 

Rasulullah kemudian bersiap-siap dengan 1000 pasukan untuk membebaskan kota Makkah dari kaum Quraisy. Dan berikut ini adalah kebijakan yang dilakukan oleh Rasulullah dalam usaha membebasan kota Makkah :
  1. Menghindari pertumpahan darah. Yang dibebaskan adalah kota suci, sehingga Rasul sadar bahwa pertumpahan darah harus dihindari, sehingga kalau bisa membebaskan kota mekkah dengan strategi serangan tanpa perlawanan (perang).
  2. Rasulullah menggerakkan pasukannya lewat empat penjuru, namun penyerangan ini tetap berpegang pada prinsip perdamaian (tidak terjadi pertumpahan darah).
Rasulullah memberikan instruksi kepada para kaum muslimin untuk menhancurkan berhala-berhala yang masih berterbaran di sekitar Kabbah. Dengan disertai Takbir, tentanra kaum muslimin berhasil menghancurkan 360 berhala sampai bersih tanpa tersisa satu pun.

Rasulullah beserta kaum muslimin menetap di kota makkah beberapa hari. Kemudian para pemimpin Quraisy beserta warga yang lain bergegas menghadap ke Rasulullah saw, dan hebatnya mereka bukan mau menyerang melainkan menyatakan masuk Islam.

Pejuang muslimin juga mencari masing-masing anggota keluarganya yang ada di kota makkah, serta mengajak mereka untuk masuk kedalam agama Islam. Karena banyak warga mekkah yang kemudian masuk Islam, maka tugas Rasulullah untuk berdakwah kepada kaum Quraisy sudah berhasil.

Agama Islam adalah rahmatanlil 'alamin, dan merupakan agama pemaaf, maka agama Islam tidak pernah menyimpan dendam kepada mereka yang sebelumnya memusuhi Islam. Agama Islam menerima dengan senang hati mereka yang sebelumnya kafir untuk masuk kedalam agama Islam. Maka setelah Mekkah kalah dan jatuh di tangan Rasulullah, para pemimpin dan penduduknya berdatangan mohon ampun dan masuk ke agama Islam. Rasulullah beserta umat islam menerima dengan baik dan penuh rasa syukur atas kemenangan ini (kebebasan makkah dan masuknya kaum quraisy kedalam Islam).
Read more

Pengertian dan Isi Perjanjian Hudaibiyah

Pengertian dan Isi Perjanjian Hudaibiyah - Sebelum Islam datang, masyarakat makkah pada waktu itu masih dalam keadaan jahiliyah (bodoh) seperti patung-patung disembah, khamr dan judi dimana mana, pembunuhan dan masih banyak lagi. Tugas Rasul adalah menerima wahyu dan kemudian menyampaikannya kepada umatnya. Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul ketika umurnya 40 tahun, ia kemudian mendakwahkannya secara sembunyi-sembunyi. Namun, setelah itu dilakukan dakwah secara terang-terangan. Dakwah secara terang-terangan ini mendapatkan perlawanan yang keras dari pemuka-pemuka Quraisy. Jumlah orang yang masuk kedalam agama Islam pada waktu itu juga masih sedikit, sehingga belum mampu mewujudkan masyarakat Islam di Makkah. 

Karena adanya perlakuan yang semena-mena dari kaum Quaraisy kepada kaum muslimin, maka Rasul beserta para sahabat berhijrah dari Makkah ke Madinah. Tujuan yang lain juga adalah untuk menyebarkan agama Islam ke Madinah.

Setelah Nabi Muhammad saw beserta kaum muslimin menetap di madinah, di tahun ke enam mereka merasa rindu dengan keluarga yang berada di makkah dan memiliki keinginan untuk berkunjung ke Makkah. Di tambah lagi Nabi Muhammad saw beserta kaum muslimin juga ingin berziarah ke Baitullah (kabbah) yang letaknya berada di kota makkah.

Tepat pada tahun ke-6 H atau sekitar tahun 628 M, akhirnya Rasulullah saw beserta para sahabat yang waktu itu kira-kira jumlahnya 1.400 orang berkunjung ke kota Makkah. Mereka semua berangkan dengan mengenakan pakaian ihram, dan tidak membawa peralatan untuk perang. Kecuali pedang yang disarungkan sebagai alat pertahanan diri.

Kedatangan kaum muslimin yang jumlahnya sangat banyak tersebut, membuat kecurigaan dikalangan orang-orang kafir Arab. Akhirnya oleh pemuka Quraisy mengutus beberapa orang untuk menemui Rasulullah beserta kaum muslimin untuk menanyakan maksud dan tujuan mereka datang ke makkah. 

Rasul pun menjelaskan kepada utusan quraisy tersebut, bahwa maksud dan tujuannya datang ke makkah adalah ingin berziarah umrah. Mereka para utusan diperbolehkan untuk memeriksa bawaan yang dibawa oleh seluruh kaum muslimin. Walaupun sudah memeriksa semua bawaan, tetap saja mereka tidak percaya, akhirnya dikirim utusan kedua. Utusan keua ini berjumlah dua orang yaitu Urwan bin Masus as Saqifi dan Taif. Utusan kedua ini juga bertanya kepada Rasul dengan pertanyaan yang sama dengan utusan yang pertama, dan Rasul pun juga menjawab dengan jawaban yang pertama tadi. 

Karena Rasul khawatir terhadap keberanian para Quraisy untuk menyampaikan kenyataan yang mereka dengar dan lihat kepada pimpinan mereka, maka Rasul kemudian mengutus Usman bin Affan untuk melakukan perundingan dengan pihak Quraisy.. 

Perundingan tersebut dilakukan pada bulan Zulkaidah di tahun ke Enam, tempat perundingan adalah di desa Hudaibiyah makanya disebut dengan perjanjian Hudaibiyah. Perundingan hudaibiyah adalah perundingan yang dilakukan di desa Hudaibiyah dan perundingan antara kaum muslimin dengan pihak quraisy, yang mana pihak quraisy diwakili oleh Suhai bin Amr, dan kaum muslimin diwakili oleh Usman bin Affan, dan dilakukan pada tahun 6 H atau 628 tahun Masehi.

Isi Perjanjian Hudaibiyah

Pengertian dan Isi Perjanjian Hudaibiyah
Pengertian dan Isi Perjanjian Hudaibiyah

Isi dari perjanjian ini ada 4 point penting, diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Diadakan genjatan senjata selama 10 tahun.
  2. Nabi dan para pengikutnya tidak perkenankan memasuki kota Makkah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah tersebut, kecuali tahun berikutnya dan hanya diperbolehkan tinggal di Makkah selama 3 hari.
  3. Kaum Quraisy yang menyebrang kepada golongan muslim supaya dikembalikan, akan tetapi jika kaum muslimin yang datang kepada golongan Quraisy maka ia tidak boleh dikembalikan.
  4. Semua kabilah Arab bebas bersekutu dengan kaum muslim ataupun kaum Quraisy
Demikian artikel tentang pengertian dan isi perjanjian Hudaibiyah. Baca juga artikel yang lainnya :
Read more