Contoh-contoh Mobil SUV (Sport Utility Vehicle)

Contoh-contoh Mobil SUV (Sport Utility Vehicle) - Mungkin dulu kita kenal jenis-jenis mobil ada sedan, pick up, minibus, jeep dan lain sebagainya. Namun, beberapa tahun belakangan ini produsen-produsen mobil mulai menyebutnya dengan istilah-istilah dalam bahasa Inggris seperti Multi Purpose Vehicle (MPV), Sport Utility Vehicle (SUV), ada juga LCGC yang merupakan kepanjangan dari Low Cost Green Car.

SUV atau sport utility vehicle merupakan salah satu jenis kendaraan yang umumnya didesign untuk melewati jalan-jalan yang sulit (semua medan) dan dapat digunakan untuk olahraga seperti off road. Mulanya SUV memiliki di desain dengan struktur body on frame yang memiliki arti body mobil di atas rangka.

Tetapi kemudian produsen mobil tidak hanya mendesign mobil SUV untuk keperluan olahraga saja, mereka juga mendesign mobil SUV agar tetap nyaman dipakai di jalan-jalan kota. Jadi selain tangguh untuk melewati jalan-jalan berat dan sulit, juga sangat nyaman digunakan di jalan-jalan kota. Seperti mobil Nissan X-Trail, Mobil SUV yang paling tangguh dan nyaman ini. 

Mobil SUV ini tidak mengutamakan kenyamanan penumpang seperti pada mobil-mobil MPV. Mobil SUV ini mengedepankan kuat (tenaga yang besar) dan bisa menjelajah di segala medan. Para produsen mobil SUV biasa membuat mobil ini dengan 4 penggerak roda (Four Wheel Drive) agar memudahkan melewati jalan-jalan yang sulit dilalui

Contoh-contoh Mobil SUV (Sport Utility Vehicle)

Contoh-contoh Mobil SUV (Sport Utility Vehicle)
Contoh-contoh Mobil SUV (Sport Utility Vehicle)
Berikut ini adalah beberapa contoh mobil Suv :
  1. Toyota Fortuner
  2. Mitsubishi Pajero Sport
  3. Nissan X-Trail
  4. Toyota Land Cruiser
  5. Honda HRV
  6. Honda CRV
  7. Jeep Wrangler
  8. Mitsubishi Outlander
  9. Nissan Juke
  10. Suzuki Viitara
  11. Toyota Rush
Mungkin itu adalah 12 contoh mobil suv yang mudah kita jumpai di Indonesia. Dan masih banyak lagi contoh-contoh mobil SUV yang diproduksi. ,Sebagai pengetahuan saja, mobil SUV mulai populer di akhir tahun 90 dan awal tahun 2000 an. Sempat beberapa tahun penjualan SUV ini mengalami penurunan karena konsumen banyak yang beralih ke mobil-mobil MPV yang lebih murah dan irit bahan bakar. Namun beberapa tahun terakhir penjualan SUV meningkat lagi.


Read more

Teori Perilaku (Behavioral Theories) dalam Teori Kepemimpinan

Teori Perilaku (Behavioral Theories) dalam Teori Kepemimpinan - Sebelumnya kitapunya sudah membahas mengenai teori sifat pemimpin yang didalamnya terdapat 7 sifat pemimpin yang akan membuat pemimpin efektif. Sifat kepemimpinan tersebut antara lain penggerak, hasrat untuk memimpin, kejujuran dan integritas, kepercayaan diri, kecerdasan, pengetahuan yang sesuai dengan pekerjaan dan extraversion.

Teori perilaku ini diharapkan apat memberikan yang lebih pasti mengenai sifat dasar kepemimpinan daripada teori sifat. Terdapat empat kajian yang membahan mengenai teori perilaku ini, yaitu universitas lowa, negara bagian chio, universitas michigan, dan grid manajerial. Oke berikut ini kami jelaskan satu persatu secara singkat.

Teori Perilaku (Behavioral Theories) dalam Teori Kepemimpinan
Teori Perilaku (Behavioral Theories) dalam Teori Kepemimpinan

A. Universitas Lowa
Penelitian yang dilakukan oleh Universitas Lowa ini dilakukan di Amerika Serikat, Penelitian ini mencakup tiga gaya kepemimpinan yang efektif dilakukan oleh pemimpin. Gaya gaya kepemimpinan yang dimaksud yaitu gaya demokratis, autokrasi dan gaya laissez-faire.

1. Gaya demokratis
Gaya kepemimpinan yang pertama berdasarkan kajian dari universitas lowa adalah gaya demokratis. Merupakan model atau gaya kepemimpinan yang mana keputusan yang dibuat oleh seorang manajer atau pemimpin melibatkan karyawan, mendelegasikan kewenangan dan mendorong partisipasi dari para karyawan (bawahannya). Intinya, karyawan yang berada dibawahnya ikut berpartisipasi atau menyumbangkan suara/pendapat dalam pengambilan keputusan manajer.

2. Gaya autokrasi
Universitas lowa kemudian menyebutkan gaya kepemimpinan setelah gaya demokratis adalah gaya autokrasi yaitu gaya kepemimpinan yang mendikte metode kerja, membuat keputusan sepihak dan membatasi partisipasi dari karyawan atau bawahannya.

3. Gaya laissez faire
Gaya kepemimpinan yang terakhir berdasarkan kajian yang dilakukan oleh Universitas Lowa yaitu Gaya Laissez faire yaitu gaya kepemimpinan dengan memberikan kebebasan kepada kelompok untuk membuat keputusan dan menyelesaikan tugas.

B. Negara Bagian Ohio (Penelitian Ohio State)
Penelitian yang dilakukan oleh Ohio State ini diselenggarakan di Amerika Serikat, yang mana mengidentifikasi dua dimensi penting dalam perilaku seorang pemimpin. Awalnya terdapat 1000 dimensi perilaku pemimipin, yang kemudian dipersempit lagi sehingga hanya terdapat dua dimensi perilaku utama seorang pemimpin. Apa saja dua dimensi tersebut? Berikut adalah rangkumannya :

1. Inisiasi struktur (initiating structure)
Mengacu pada sejauh mana pemimpin menentukan perannya dan peran anggota kelompok dalam mencapai tujuan. Ini bertujuan untuk mencakup perilaku yang berusaha mengorganisasi pekerjaan,  hubungan kerja dan tujuan. 

2. Konsiderasi (consideration)
Sejauh mana pemimpin memiliki hubungan kerja dengan karakteristik saling percaya dan hormat terhadap gagasan dan perasaan anggota kelompok dengan masalah pribadinya, bersahabat dan mudah didekati dan memperlakukan seluruh anggota kelompok dengan setara.

C. Penelitian Universitas Michigan
Penelitian terkait gaya kepemimpinan dilakukan oleh Universitas Michigan, yang terlaetak di Amerika Serikat. Universitas Michigan juga melakkan penelitian perilaku pemimpin yang berkaitan dengan efektivitas kerja seorang pemimpin. Group michigan menyimpulkan ada 2 dimensi perilaku seorang pemimpin, yang pertama adalah pemimpin yang berorientasi kepada karyawan, dan yang kedua adalah berorientasi pada produksi.
1. Pemimpin yang berorientasi karyawan 
Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin menekankan pada hubungan interpersonal dan memenhi kebutuhan karyawan.
2. Pemimpin yang berorientasi pada produksi
Pada gaya kepemimpinan ini seorang pemimpin menekankan pada aspek tugas dan teknis kerja.

Tidak seperti penelitian lainnya, penilitian Michigan berkesimpulan bahwa pemimpin yang berorientasi pada karyawan mampu mencapai produktivitas dan kepuasan anggota kelompok yang tinggi.

D. Grid Manajerial

1. Perhatian terhadap orang
Gaya kepemimpinan berdasarkan kajian grid manajerial adalah perhatian terhadap orang, yaitu mengukur perhatian memimpin pada bawahannya dengan skala 1 sampai 9 (rendah ke tinggi)
2. Perhatian terhadap produksi
Setelah perhatian terhadap orang, Grid Manajerial menambahkan satu lagi yaitu perhatian terhadap produksi yaitu dengan mengukur perhatian pemimpin terhadap penyelesaian pekerjaan (rendah ke tinggi)

Demikian 4 Kajian tentang Teori Perilaku (Behavioral Theories) dalam Teori Kepemimpinan, semoga dapat bermanfaat dan terimakasih.
Read more

Teori Sifat (Trait Theories) - Teori Awal Kepemimpinan

Teori Sifat (Trait Theories) dalam teori awal kepemimpinan, definisi dari kepemimpinan adalah proses memimpin sebuah group dan mempengaruhi group tersebut untuk mencapai tujuan. Sedangkan orang yang melakukan proses memimpin disebut dengan pemimpin. Peneliti akhirnya meyimpulkan bahwa sifat-sifat kepemimpinan dibawah tidak cukup membantu dalam mengidentifikasi pemimpin yang efektif karena teori sifat ini mengesampingkan interaksi antara kelompoknya yang merupakan faktor situasional.

Namun apabila seorang pemimpin memiliki semua sifat kepemimpinan ini dengan sangat baik, maka ia dapat menjadi seorang pemimpin yang efektif. Lalu apa sajakah sifat-sifat pemimpin dalam teori kepemimpianan ini ? Berikut ini kami sebutkan dan jelaskan secara singkat.

Teori Sifat (Trait Theories) - Teori Awal Kepemimpinan
Teori Sifat (Trait Theories) - Teori Awal Kepemimpinan


1. Penggerak (drive)
Sifat pemimpin yang pertama adalah penggerak. Arti dari sifat ini yaitu pemimpin harus memberi teladan kepada karyawannya. Pemimpin harus bekerja keras dan pantang menyerah. Pemimpin memiliki keinginan yang kuat terhadap keberhasilan, ambisius, memiliki banyak energi, tidak kenal lelah dalam aktivitasnya, dan menujukan inisiatif. Pemimpin menggerakkan anggota di bawahnya, dapat juga diartikan mengendalikan anggotanya.

2. Hasrat untuk memimpin (desire to lead)
Sifat pemimpin yang kedua adalah memiliki hasrat untuk pemimpin. Artinya pemimpin memiliki keiningan yang kuat untuk mempengaruhi dan memimpin orang lain. Mereka menunjukan kemauan untuk menerima tanggung jawab, memberikan contoh, dan merasa dirinya pantas untuk memimpin yang lain.

3. Kejujuran dan Integritas (honesty and integrity)
Sifat pemimpin yang ketiga adalah kejujuran dan integritas. Maksudnya adalah seorang pemimipin yang baik harus memiliki kedua sifat ini yaitu membangun hubungan terpercaya dengan pengikutnya dengan cara jujur dan tidak berkhianat, dan dengan menjaga konsistensi antara kata-kata dan perbuatannya. Jujur apa adanya dan memiliki komitmen yang kuat.

4. Kepercayaan diri (self confidence)
Sifat pemimpin yang ke-empat adalah memiliki kepercayaan diri. Seorang pemimpin harus percaya diri, tidak minder dan juga tidak ragu-ragu. Para anggotanya akan ragu apabila pemimpinnya saja sudah ragu-ragu. Untuk itu pemimpin harus memiliki kepercayaan diri, dan dapat meyakinkan anak buahnya terhadap keputusan yang telah dibuat.

5. Kecerdasan
Kecerdasan adalah sifat kepemimpinan yang kelima. Artinya seorang pemimpin harus cukup cerdas dalam memimpin, tujuannya adalah supaya dapat mengumpulkan, menyatukan dan menafsirkan banyak iformasi, dan mereka harus dapat menciptakan visi, memecahkan persoalan dan mengambil keputusan yang tepat.

6. Pengetahuan yang relevan mengenai pekerjaannya
Selain kecerdasan, seorang pemimpin yang efektif juga harus memiliki pengetahuan yang relevan atau sesuai dengan yang dikerjakannya. Misalnya, pemimpin dalam industri pertanian maka ia harus memilliki pengetahuan tentang industri pertanian dan lian sebagainya. Pemimpin yang efektif memiliki pengetahuan tingkat tinggi mengenai perusahaan, industri dan permasalahan teknis. Dengan pengetahuan yang mendalam, ini diharapkan pemimpin tersebut  dapat membuat keputsan yang terbaik, tepat dan dapat memahami dampak atau implikasi dari keputusan tersebut. 


7. Extraversion
Sifat kepemimpinan yang ketujuh atau terakhir adalah extraversion. Artinya untuk menjadi seorang pemimpin maka harus memiliki semangat dan energik, agar memberikan energi positif kepada para bawahannya. Selain itu juga harus suka bergaul, tegas dan jarang sekali berdiam atau menarik diri (terbuka).

Demikian saja 7 sifat pemimpin dalam teori sifat pada teori awal kepemimpinan. Semoga bermanfaat dan terimakasih banyak.


Read more

Konsep Sistem Ekonomi - Pengertian dan Macam - Macam

Sistem Ekonomi - Warga negara memiliki kebutuhan yang sangat banyak, dan setiap negara akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kebutuhan warga negaranya. Nah, antara satu negara dengan negara lain memiliki tata cara yang berbeda-beda dalam hal memenuhi kebutuhan warga negaranya. Tata cara dalam mengelola sumber daya yang dimiliki  oleh suatu negara baik kepada individu maupun kelompok disebut dengan sistem ekonomi.

Pengertian Sistem Ekonomi
Definisi dari sistem itu sendiri adalah suatu organisasi yang besar dan menjalin berbagai subjek (objek) beserta perangkat kelembagaan yang berada di dalam sautu tatanan atau aturan tertentu.

Kemudian, apa sih yang dimaksud dengan sistem ekonomi? Sudah kami singgung dalam kalimat pembuka diatas.
Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang oleh suatu negara digunakan untuk mengatur pengalokasian sumber daya yang dimiliki, yang dilakukan oleh pemerintah ataupun swasta dan berdasar pada prinsip tertentu dan memiliki tujuan untuk mencapai kemakmuran/kesejahteraan.
Sistem ekonomi ini berkaitan dengan falsafah, pandangan dan juga pola hidup masyarakat. Sehingga di setiap negara akan memiliki sistem ekonomi yang berbeda satu sama lain.

Bagaimana definisi sistem ekonomi menurut para ahli? Ada beberapa ahli yang mengemukakan pendapatnya, dan berikut ini adalah penjabarannya :

1. McEacheru
Sistem ekonomi berdasarkan pendapat Mc Eacheru adalah suatu perangkat mekanisme dan institusi sebagai jawaban dari pertanyaan apa (what), bagaimana (how), dan untuk siapa (for whom) barang dan jasa di produksi.

2. Gregory Grossman dan M. Manu
Definisi sistem ekonomi dari Gregory Grossman dan  M. Manu, sekumpulan komponen dan unsur-unsur yang terdiri atas berbagai unit adan agen ekonomi, serta lembaga ekonomi kesemuanya yang saling berhubungan, berinteraksi, saling menopang dan juga saling mempengaruhi.

 3. Chester A Bemand
Chester A Bemand mengatakan bahwa pengertian dari sistem ekonomi yaitu suatu kesatuan yang terpadu yang seacara holestic (menyeluruh) di dalamnya terdapat bagian dan daris setiap bagian tersebut mempunyai karakteristik (ciri-ciri) dan batas-batas tersendiri.

4. Menurut M. Hatta
M. Hatta berpendapat bahwa sistem ekonomi yang baik diterapkan di negara kita (Indonesia) adalah sistem ekonomi yang berdasarkan pada asas-asas kekeluargaan.

5. Gilarso
Seorang ahli bernama Gilarso pernah mengemukakan pendapat tentang sistem ekonomi, menurutnya definisi dari sistem ekonomi adalah keseluruhan tata cara (aturan) untuk mengoordinasikan (mengatur) perilaku masyarakat (pemerintah, swasta, pengusaha, produsen, distributor, konsumen dan lain sebagainya) dalam menjalankan kegiatan ekonomi sehingga akan terbentuk suatu kesatuan yang teratur dan dinamis. Kegiatan ekonomi yang dilakukan di suatu negara meliputi konsummsi, produksi, distribusi

6. Dumatry (1996)
Menurut dumatry sistem ekonomi memiliki definisi yaitu sistem yang didalamnya terdapat aturan tentang hubungan ekonomi antara sesama manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu ketahanan.

Macam-macam Sistem Ekonomi

Seperti yang telah kami sebutkan diatas bahwa sistem ekonomi berkaitan dengan falsafah, pandangan dan juga pola hidup yang ada pada suatu masayarakat. Sehingga sistem ekonomi di setiap negara berbeda-beda, jadi terdapat bermacam-macam sistem ekonomi. Namun secara garis besar, sistem ekonomi dibagi menjadi 4 bagaian besar yaitu : tradisional, liberal/kapitalis/bebas/pasar, komando/etatisme/terpusat/sosialis/komunis dan juga Campuran.

Konsep Sistem Ekonomi - Pengertian dan Macam - Macam
Konsep Sistem Ekonomi - Pengertian dan Macam - Macam


1. Sistem ekonomi tradisional 
Definisi dari sistem ekonomi tradisional adalah suatu sistem ekonomi yang digunakan oleh sekolompok masyarakat tradisional dan diterapkan secara turun temurun dengan hanya mengandalkan alam (sumber daya alam) dan tenaga kerja saja. Pada sistem ekonomi tradisional ini, aturan yang diterapkan berdasarkan pola tradisi masyarakat setempat. Sebagian besar aturan yang ada adalah tentang kontrol atas tanah yang merupakan satu-satunya sumber terpenting dan sumber ekonomi.
Yang menerapkan sistem ekonomi tradisional, antara laina dalah suku-suku pedalaman. Sebagai contohnya :
  • Suku badui
  • Suku bugis
  • Suku sasak 
Ciri-ciri dari sistem tradisional ini adalah, belum adanya pembagian kerja yang jelas, teknologi yang digunakan untuk produksi (menghasilkan barang) masih sangat sederhana, produksinya pun masih terbatas dan jumlahnya menyesuaikan dengan kebutuhan. Distribusi berdasarkan tradisi. Alat pembayaran belum begitu familier, biasanya masih menggunakan sistem barter. Tergantung pada sistem agraris (pertanian, berkebun dsb.)

2. Sistem Ekonomi Kapitalis/Liberal
Definisi dari sistem ekonomi liberal atau kapitalis adalah suatu sistem ekonomi di mana seluruh kegiatan ekonomi mulai dari produksi, distribusi, dan konsumsi diserahkan sepenuhna kepada mekanisme pasar.  Ada juga yang mengatakan bahwa sistem ekonomi liberal adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan seluas-luasnya kepada individu atau pihak swasta dalam melakukan kegiatan ekonomi tanpa campur tangan dari pemerintah.
Sistem ini sesuai dengan ajaran Adam Smith, ada beberapa negara yang menerapkan sistem ekonomi liberal ini diantaranya adalah negara Amerika Serika, Swedia, Belanda dan Perancis. 

3. Sistem ekonomi komunis/terpusat
Sistem ekonomi komunis adalah suatu sistem ekonomi yang mana seluruh kegiatan ekonominya dipegang oleh pemerintah. Artinya pemerintah memegang kendali perekonomian. Pemerintah akan membuat peraturan-peraturan atau kebijakan untuk masyarakat dalam melakukan kegaitan ekonomi. Masyarakat atau pihak swasta tidak memiliki kebebasan yang banyak dalam hal melakukan produksi, distribusi, dan konsumsi.  

Sistem terpusat ini berdasar pada pandangan dari Karl Marx (Suroso, 1997, 15 - 16). Contoh negara yang menerapkan sistem ekonomi komunis adalah Rusia, China, Kuba Rumania dan kebanyaan dari negara-negara Eropa bagian Timur.

Ciri-ciri Sistem Ekonomi Terpusat yaitu :
1. Kegiatan ekonomi diatur oleh pemerintah, dari produksi, distribusi, konsumsi dan harga.
2. Sumber ekonomi dan alat-alat produksi dikuasi oleh pemerintah
3. Hak miliki perseorangan atau swasta tidak diakui

4. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan campuran dari sistem ekonomi pasar dan terpusat, di mana pemerintah dan swasta saling berinteraksi atau kerja sama dalam memecahkan masalah ekonomi. Sistem ini banyak dipakai di negara-negara yang baru berkembang seperti : Indonesia, Malaysia, Filiphina. Dalam sistem ini, kedua belah pihak baik itu swasta maupun pemerintah sama-sama diakui keberadaanya. 






Read more

Teori Tiga Kebutuhan Mccelland

Teori tiga kebutuhan ini disusulkan oleh David Mc Clelland bersama rekan-rekannya, mereka menyebutkan bahwa dalam pekerjaan terdapat motivator utama yaitu tiga kebutuhan yang didapatkan oleh seorang karyawan. Apa sajakah ketiga kebutuhan tersebut, berikut adalah teori tiga kebutuhan MC Clelland :
  1. Kebutuhan akan prestasi (nAch = Need Achievement)
  2. Kebutuhan akan kekuasaan (nPow = Need Power)
  3. Kebutuhan akan afilliasi (nAfi = Need Afiliasi)
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing kebutuhan :
Memotivasi Karyawan
Memotivasi Karyawan

1. Kebutuhan akan prestasi

Merupakan pendorong untuk sukses dan unggul dalam kaitannya dengan serangkaian standar. Maksudnya adalah seorang karyawan dalam pekerjaannya, memiliki motivasi agar beprestasi, pendorong agar sukses dan unggul ini akan membuatnya lebih giat dan semangat dalam bekerja. Orang yang mempunyai n-ACC yang tinggi akan membuat seseorang karyawan bekerja lebih baik dan tidak mempengaruhi pekerjaan orang lain. Seseorang yang mempunyai n-Acc yang tinggi cocok sebagai wirausaha, atau sebagai pemimpin yang mengatur unit bebas dalam suatu perusahaan besar. Kebutuhan akan prestasi ini akan membuat seseorang termotivasi untuk bersaing dan menantang pekerjaan, mereka cari peluang yang ada. Prestasi yang baik langsung berkaitan dengan kinerja karyawan yang tinggi.

2. Kebutuhan akan kekuasaan (nPow)

Maksud dari kebutuhan akan kekuasaan adalah seseorang memiliki motivasi untuk mendapatkan kekuasaan, menjadi berpengaruh dan mengendalikan sebagai jabatan tertentu. Mereka yang termotivasi akan kekuasaan, memiliki pandangan dan ide-ide yang harus mendominasi dan ia termotivasi untuk memimpin demi reputasi dan harga dirinya. Seseorang yang memiliki motivasi akan kekuasan (n-Pow) lebih besar akan menjadi manajer yang lebih baik apabila dibandingkan dengan manajer yang memiliki kebutuhan akan kekuasaan yang seadanya saja. Mereka akan menjadi manajer yang sukses, tekun dan setiap pada perusahaan tempat mereka bekerja.

3. Kebutuhan akan affiliasi/hubungan (n-Aff)

Seseorang yang memiliki motivasi akan hubungan atau affilisia memiliki dorongan untuk lingkungan yang ramah dan mendukung. Ia akan memiliki kinerja yang baik apabila ia bekerja dalam suatu tim. Orang yang seperti ini, biasanya kurang baik apabila ditempatkan sebagai pemimpin. Seorang manajer apabila memiliki kebutuhan akan affiliasi yang tinggi maka hasilnya akan kurang baik, hal ini karena keputusannya terhambat karena mereka lebih memilih untuk diterima dan disukai oleh orang lain, buka untuk perusahaan yang dipimpinnya. 

Orang yang memiliki kebutuhan kekuasaan (n-Pow) yang tinggi dan kebutuhan akan affiliasi rendah (n-Aff) akan memiliki kemampuan manajerial yang baik. Orang yang memiliki kebutuhan akan kekuasaan (n-Pow) yang tinggi menandakan bahwa dia adalah seseorang yang tertarik dengan kepemimpinan.

Read more

Pengertian Teori Dua Faktor Herzebrg dalam Memotivasi Karyawan

Teori dua faktor Frederick Herzberg merupakan teori yang didalamnya terdapat dua faktor, faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik ini berkaitan dengan kepuasan kerja, sedangkan faktor ekstrinsik berkaitan dengan ketidakpuasan kerja. Teori dua faktor ini juga sering disebut dengan teori motivasi higienis. 

Sebelumnya kita sudah membahas tentang dua teori memotivasi karyawan, yang pertama dalah teori kebutuhan hierarki maslow, dan teori X dan Y McGregor. Silahkan klik link tersebut, apabila ingin mengetahui lebih lanjut tentang kedua materi tersebut. 

Memotivasi Karyawan
Memotivasi Karyawan


Frederick Herzberg menyimpulkan bahwa seorang karyawan apabila merasa puas atau nyaman maka akan berkaitan dengan faktor-faktor motivator, sedangkan apala karyawan tidak memperoleh kepuasan kerja maka hal itu berkaitan dengan faktor higieneis. 

Ketika seseorang merasa nyaman dengan pekerjaan yang dilakoni,  mereka akan cenderung menyebutkan faktor-faktor intrinsik yang muncul dari pekerjaan itu sendiri seperti pencapaian, pengakuan, tanggung jawab, kemajuan, dan prestasi.  Sedangkan apabila seorang karyawan tidak merasa nyaman atau puas dengan pekerjaannya, maka ia akan menyebutkan faktor-faktor ekstrinsik seperti pengawasan, kebijakan perusahaan, kondisi kerja, gaji, dan beberapa hal lainnya yang akan kami sebutkan dibawah.

Frederick menyebutkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpuasan kerja adalah faktor-faktor higienis, ketika faktor-faktor ini terpenuhi maka seorang karyawan tidak akan tidak puas, tetapi mereka juga tidak merasa puas (atau termotivasi), artinya biasa-biasa saja netral.

Kemudian apabila ingin memotivasi karyawannya, maka harus ditambahi dengan motivator yang berkaitan dengan faktor-faktor intrinsik yang ada pada pekerjaan itu sendiri. 

Faktor Motivator agar karyawan termotivasi antara lain sebagai berikut :
  • Prestasi
  • Pengakuan
  • Pekerjaan itu sendiri
  • Kemajuan
  • Pertumbuhan
Faktor higienis yang apabila tidak terpenuhi karyawan akan merasa tidak puas, tetapi apabila terpenuhi mereka biasa-biasa saja (belum tentu termotivasi). Faktor-faktornya antara lain :
  • Pengawasan
  • Kebijakan Perusahaan
  • Hubungan dengan Penyelia
  • Kondisi kerja
  • Gaji
  • Hubungan dengan rekan kerja
  • Kehidupan pribadi
  • Hubungan dengan bawahan
  • Status 
  • Keamanan
Faktor-faktor higienis sangat berhubungan dengan lingkungan pekerjaan, lingkungan pekerjaan yang baik akan membuat seorang karyawan merasa nyaman. 

Teori dua faktor ini mulai meluas pada pertengahan tahun 1960-an sampai dengan awal tahun 1980-an. Teori ini juga mendapat kritik tentang metodologi dan prosedur Herzberg. Para kritikus menyampaikan bahwa teori ini terlalu disederhanakan.
Read more

Pengertian Teori X dan Y Mc Gregor untuk Memotivasi Karyawan

Teori Motivasi X dan Y Mc Gregor - Memotivasi Karyawan. Setelah membahas mengenai teori motivasi kebutuhan hierarki menurut Abraham Maslow, sekarang saatnya kita membahas ke teori memotivasi karyawan yang selanjutnya. Yaitu teori X dan Y yang dikemukakan oleh Douglas McGregor

Douglas McGregor menjadi terkenal setelah mengemukakan dua asumsi tentang dua sifat manusia, yaitu teori x dan y. Lalu, apa pengertian dari kedua teori ini? Berikut adalah penjelasan singkatnya :

Pengertian Teori X dan Y Mc Gregor untuk Memotivasi Karyawan
Pengertian Teori X dan Y Mc Gregor untuk Memotivasi Karyawan

a. Pengertian Teori X

Definisi dari teori x adalah suatu pandangan negatif orang-orang yang mengasumsikan bahwa para karyawan memiliki sifat-sifat yang jelek (negatif) seperti karyawan tidak menyukai pekerjaan, malas, menghindari tanggung jawab, dan perlu dikendalikan agar dapat bekerja.

b. Pengertian Teori Y

Definisi dari teori ini adalah suatu pandangan positif yang memiliki asumsi bahwa para karyawan memiliki sifat-sifat baik seperti kreatif, menikmati pekerjaannya, bertanggung jawab, rajin, ulet, percaya diri, dan berlatih mengarahkan diri. 

Berdasarkan ke dua teori tersebut, tentunya teori Y adalah teori yang sangat baik apabila dimiliki oleh para karyawan. Sayangnya, tidak semua orang memiliki sifat yang demikian, pasti ada saja satu atau beberapa karyawan yang memiliki sifat-sifat seperti pada teori X. 

Seorang manajer harus pandai dalam menilai karyawannya, seseorang yang memiliki teori Y harus dipertahankan agar memiliki sifat-sifat yang baik tersebut, bahkan kalau bisa ditingkatkan. Sementara untuk karyawan yang cenderung memiliki sifat-sifat seperti yang ada pada teori X maka harus diberikan motivasi agar dirinya berubah, dan menjadi karyawan yang lebih baik lagi, lebih rajin, bertanggung jawab, percaya diri, tidak malas dan lain sebagainya.


Read more