Teori Tiga Kebutuhan Mccelland

Teori tiga kebutuhan ini disusulkan oleh David Mc Clelland bersama rekan-rekannya, mereka menyebutkan bahwa dalam pekerjaan terdapat motivator utama yaitu tiga kebutuhan yang didapatkan oleh seorang karyawan. Apa sajakah ketiga kebutuhan tersebut, berikut adalah teori tiga kebutuhan MC Clelland :
  1. Kebutuhan akan prestasi (nAch = Need Achievement)
  2. Kebutuhan akan kekuasaan (nPow = Need Power)
  3. Kebutuhan akan afilliasi (nAfi = Need Afiliasi)
Berikut adalah penjelasan dari masing-masing kebutuhan :
Memotivasi Karyawan
Memotivasi Karyawan

1. Kebutuhan akan prestasi

Merupakan pendorong untuk sukses dan unggul dalam kaitannya dengan serangkaian standar. Maksudnya adalah seorang karyawan dalam pekerjaannya, memiliki motivasi agar beprestasi, pendorong agar sukses dan unggul ini akan membuatnya lebih giat dan semangat dalam bekerja. Orang yang mempunyai n-ACC yang tinggi akan membuat seseorang karyawan bekerja lebih baik dan tidak mempengaruhi pekerjaan orang lain. Seseorang yang mempunyai n-Acc yang tinggi cocok sebagai wirausaha, atau sebagai pemimpin yang mengatur unit bebas dalam suatu perusahaan besar. Kebutuhan akan prestasi ini akan membuat seseorang termotivasi untuk bersaing dan menantang pekerjaan, mereka cari peluang yang ada. Prestasi yang baik langsung berkaitan dengan kinerja karyawan yang tinggi.

2. Kebutuhan akan kekuasaan (nPow)

Maksud dari kebutuhan akan kekuasaan adalah seseorang memiliki motivasi untuk mendapatkan kekuasaan, menjadi berpengaruh dan mengendalikan sebagai jabatan tertentu. Mereka yang termotivasi akan kekuasaan, memiliki pandangan dan ide-ide yang harus mendominasi dan ia termotivasi untuk memimpin demi reputasi dan harga dirinya. Seseorang yang memiliki motivasi akan kekuasan (n-Pow) lebih besar akan menjadi manajer yang lebih baik apabila dibandingkan dengan manajer yang memiliki kebutuhan akan kekuasaan yang seadanya saja. Mereka akan menjadi manajer yang sukses, tekun dan setiap pada perusahaan tempat mereka bekerja.

3. Kebutuhan akan affiliasi/hubungan (n-Aff)

Seseorang yang memiliki motivasi akan hubungan atau affilisia memiliki dorongan untuk lingkungan yang ramah dan mendukung. Ia akan memiliki kinerja yang baik apabila ia bekerja dalam suatu tim. Orang yang seperti ini, biasanya kurang baik apabila ditempatkan sebagai pemimpin. Seorang manajer apabila memiliki kebutuhan akan affiliasi yang tinggi maka hasilnya akan kurang baik, hal ini karena keputusannya terhambat karena mereka lebih memilih untuk diterima dan disukai oleh orang lain, buka untuk perusahaan yang dipimpinnya. 

Orang yang memiliki kebutuhan kekuasaan (n-Pow) yang tinggi dan kebutuhan akan affiliasi rendah (n-Aff) akan memiliki kemampuan manajerial yang baik. Orang yang memiliki kebutuhan akan kekuasaan (n-Pow) yang tinggi menandakan bahwa dia adalah seseorang yang tertarik dengan kepemimpinan.

Read more

Pengertian Teori Dua Faktor Herzebrg dalam Memotivasi Karyawan

Teori dua faktor Frederick Herzberg merupakan teori yang didalamnya terdapat dua faktor, faktor intrinsik dan ekstrinsik. Faktor intrinsik ini berkaitan dengan kepuasan kerja, sedangkan faktor ekstrinsik berkaitan dengan ketidakpuasan kerja. Teori dua faktor ini juga sering disebut dengan teori motivasi higienis. 

Sebelumnya kita sudah membahas tentang dua teori memotivasi karyawan, yang pertama dalah teori kebutuhan hierarki maslow, dan teori X dan Y McGregor. Silahkan klik link tersebut, apabila ingin mengetahui lebih lanjut tentang kedua materi tersebut. 

Memotivasi Karyawan
Memotivasi Karyawan


Frederick Herzberg menyimpulkan bahwa seorang karyawan apabila merasa puas atau nyaman maka akan berkaitan dengan faktor-faktor motivator, sedangkan apala karyawan tidak memperoleh kepuasan kerja maka hal itu berkaitan dengan faktor higieneis. 

Ketika seseorang merasa nyaman dengan pekerjaan yang dilakoni,  mereka akan cenderung menyebutkan faktor-faktor intrinsik yang muncul dari pekerjaan itu sendiri seperti pencapaian, pengakuan, tanggung jawab, kemajuan, dan prestasi.  Sedangkan apabila seorang karyawan tidak merasa nyaman atau puas dengan pekerjaannya, maka ia akan menyebutkan faktor-faktor ekstrinsik seperti pengawasan, kebijakan perusahaan, kondisi kerja, gaji, dan beberapa hal lainnya yang akan kami sebutkan dibawah.

Frederick menyebutkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan ketidakpuasan kerja adalah faktor-faktor higienis, ketika faktor-faktor ini terpenuhi maka seorang karyawan tidak akan tidak puas, tetapi mereka juga tidak merasa puas (atau termotivasi), artinya biasa-biasa saja netral.

Kemudian apabila ingin memotivasi karyawannya, maka harus ditambahi dengan motivator yang berkaitan dengan faktor-faktor intrinsik yang ada pada pekerjaan itu sendiri. 

Faktor Motivator agar karyawan termotivasi antara lain sebagai berikut :
  • Prestasi
  • Pengakuan
  • Pekerjaan itu sendiri
  • Kemajuan
  • Pertumbuhan
Faktor higienis yang apabila tidak terpenuhi karyawan akan merasa tidak puas, tetapi apabila terpenuhi mereka biasa-biasa saja (belum tentu termotivasi). Faktor-faktornya antara lain :
  • Pengawasan
  • Kebijakan Perusahaan
  • Hubungan dengan Penyelia
  • Kondisi kerja
  • Gaji
  • Hubungan dengan rekan kerja
  • Kehidupan pribadi
  • Hubungan dengan bawahan
  • Status 
  • Keamanan
Faktor-faktor higienis sangat berhubungan dengan lingkungan pekerjaan, lingkungan pekerjaan yang baik akan membuat seorang karyawan merasa nyaman. 

Teori dua faktor ini mulai meluas pada pertengahan tahun 1960-an sampai dengan awal tahun 1980-an. Teori ini juga mendapat kritik tentang metodologi dan prosedur Herzberg. Para kritikus menyampaikan bahwa teori ini terlalu disederhanakan.
Read more

Pengertian Teori X dan Y Mc Gregor untuk Memotivasi Karyawan

Teori Motivasi X dan Y Mc Gregor - Memotivasi Karyawan. Setelah membahas mengenai teori motivasi kebutuhan hierarki menurut Abraham Maslow, sekarang saatnya kita membahas ke teori memotivasi karyawan yang selanjutnya. Yaitu teori X dan Y yang dikemukakan oleh Douglas McGregor

Douglas McGregor menjadi terkenal setelah mengemukakan dua asumsi tentang dua sifat manusia, yaitu teori x dan y. Lalu, apa pengertian dari kedua teori ini? Berikut adalah penjelasan singkatnya :

Pengertian Teori X dan Y Mc Gregor untuk Memotivasi Karyawan
Pengertian Teori X dan Y Mc Gregor untuk Memotivasi Karyawan

a. Pengertian Teori X

Definisi dari teori x adalah suatu pandangan negatif orang-orang yang mengasumsikan bahwa para karyawan memiliki sifat-sifat yang jelek (negatif) seperti karyawan tidak menyukai pekerjaan, malas, menghindari tanggung jawab, dan perlu dikendalikan agar dapat bekerja.

b. Pengertian Teori Y

Definisi dari teori ini adalah suatu pandangan positif yang memiliki asumsi bahwa para karyawan memiliki sifat-sifat baik seperti kreatif, menikmati pekerjaannya, bertanggung jawab, rajin, ulet, percaya diri, dan berlatih mengarahkan diri. 

Berdasarkan ke dua teori tersebut, tentunya teori Y adalah teori yang sangat baik apabila dimiliki oleh para karyawan. Sayangnya, tidak semua orang memiliki sifat yang demikian, pasti ada saja satu atau beberapa karyawan yang memiliki sifat-sifat seperti pada teori X. 

Seorang manajer harus pandai dalam menilai karyawannya, seseorang yang memiliki teori Y harus dipertahankan agar memiliki sifat-sifat yang baik tersebut, bahkan kalau bisa ditingkatkan. Sementara untuk karyawan yang cenderung memiliki sifat-sifat seperti yang ada pada teori X maka harus diberikan motivasi agar dirinya berubah, dan menjadi karyawan yang lebih baik lagi, lebih rajin, bertanggung jawab, percaya diri, tidak malas dan lain sebagainya.


Read more

Terori Motivasi Karyawan Hierarki Kebutuhan Maslow

Teori Motivasi Karyawan Hierarki Kebutuhan Maslow - Memotivasi karyawan sangatlah penting bagi seorang manajer, selain motivasi seorang manajer juga perlu memberikan penghargaan kepada para karyawannya. Motivasi dan penghargaan ini memiliki tujuan agar para karyawannya melakukan kerja secara optimal. Motivasi sendiri memiliki pengertian sebagai proses dimana seseorang akan diberi suatu energi positif, diarahkan dan dilakukan berkelanjutan untuk menuju suatu tujuan. Energi bisa juga diartikan sebagai dorongan, dorongan agar seseorang menuju ke arah yang lebih baik.

Salah satu teori motivasi yang terkenal adalah teori hierarki kebutuhan maslow. Penggagas teori ini adalah Abraham Maslow yang merupakan seorang psikolog yang dibesarkan di keluarga Yahudi, ia juga tidak mengenyam pendidikan yang tinggi. Menurutnya setiap orang terdapat hierarki dari lima kebutuhan, yang mana lima kebutuhan ini mempunyai tingkatan atau hierarki, mulai dari yang paling rendah (dasar/fisiologis) sampai yang paling tinggi yang merupakan aktualisasi diri.[7] Adapun hierarki kebutuhan tersebut adalah sebagai berikutyang terkenal dengan Teori Hierarki Kebutuhan Maslow. Apa sajakah itu? Berikut adalah uraiannya :

Terori Hieararki Kebutuhan Maslow

Teori Hierarki Kebutuhan Maslow

1. Kebutuhan Fisiologis (Physiological Needs)

Pada tingkat level terendah ada kebutuhan fisiologis, yang merupakan kebutuhan dasar manusia seperti kebutuhan akan makanan, minuman, rumah, pakaian, seks dan juga kebutuhan-kebutuhan mendasar lainnya. Kebutuhan fisiologis ini juga disebut dengan kebutuhan dasar (basic needs). Seseorang karyawan akan menggunakan gajinya untuk memenuhi kebutuhan ini terlebih dahulu, baru setelah terpenuhi maka akan muncul kebutuhan yang levelnya lebih tinggi yaitu kebutuhan akan rasa aman.

2. Kebutuhan Rasa Aman/Keamanan (Safety Needs) 

Setelah kebutuhan dasar tercukupi, muncul teori kebutuhan rasa aman atau safety needs yang mempunyai pengertian sebagai kebutuhan seseorang akan rasa aman, perlindunga dari berbagai ancaman atau kejahatan baik yang fisik maupun emosinal, bebas dari rasa takut, cemas dsb. Teori ini juga menyangkut tentang kebutuhan akan jaminan bahwa kebutuhan fisik akan terus terpenuhi. Maka dari itu para manajer perlu memenuhi kebutuhan para karyawannya dengan memberikannya asuransi, perlindungan, pensiunan dan lain sebagainya.

3. Kebutuhan sosial (social needs)

Teori setelah teori kebutuhan rasa aman adalah teori kebutuhan sosial yang merupakan kebutuhan seseorang akan kasih sayang, rasa memiliki, penerimaan dan persahabatan. Seseorang tidak mungkin hidup sendirian, dia memerlukan teman, sahabat, dan orang-orang yang dekat lainnya, seseorang tersebut juga membutuhkan kasih sayang dari orang-orang terdekat tersebut.

4. Kebutuhan Penghargaan (Esteen Needs)

Teori ini menyatakan bahwa seseorang membutuhakan penghargaan. Penghargaan ini dibagi lagi menjadi dua yaitu penghargaa internal dan penghargaan eksternal. Penghargaan intenal antara lain seperti harga diri, otoomi dan prestasi. Sementara faktor penghargaan eksternal seperti stataus, ketenaran, pengakuan dan perhatian. Kebutuhan penghargaan ini juga disebut dengan penghargaan harga diri. Seseorang yang sudah terpenuhi esteen needsnya akan membuatnya percaya diri, dan siap untuk berkembang untuk meraih kebutuhan selanjutnya yaitu kebutuhann aktualisasi diri. 

5. Kebutuhan Aktualisasi Diri (Self Actualization Needs)

Teori menyatakan bahwa kebutuhan seseorang akan pertumbuhan, pencapaian potensi seseorang dan pemenuhan diri, dorongan atau motivasi agar mampu menjadi apa yang diinginkan. Kebutuhan aktualisasi diri terdapat 17 meta kebutuhan yang semuanya saling melengkapi (saling mengisi), artinya tidak tersusun secara tingkatan-tingkatan. Jika meta kebutuhan ini tidak terpenuhi, maka akan muncul meta patologi. Apa sajakah meta kebutuhan dan meta patologi, berikut ini meta kebutuhan dan petalogi yang juga dikemukakan oleh Abraham Maslow
  • Kebenaran
  • Kebaikan
  • Keindahan atau kecantikan
  • Keseluruhan (kesatuan)
  • Dikotomi-transedensi
  • Berkehidupan (berproses, berubah tetapi tetap pada esensinya)
  • Keadilan
  • Keteraturan
  • Kesederhanaan
  • Kekayaan
  • Tanpa susah payah (santai, tidak tegang)
  • Keunikan
  • Kesempurnaan
  • Keniscayaan
  • Penyelesaian
  • Bermain (fun, rekreasi, humor)
  • Mencukupi diri sendiri
Meta Patologi
  • Apatisme (acuh)
  • Kebosanan
  • Putus asa
  • Tidak punya rasa humor lagi
  • Keterasingan
  • Mementingkan diri sendiri
  • Kehilangan selera dan sebagainya
Menurut Abraham Maslow setiap tingkatan pada hierarki kebutuhan diatas, secara substansial atau pada intinya harus dipenuhi dulu sebelum kebutuhan berikutnya yang berada di level yang lebih tinggi dominan. Seseorang akan bergerak dari kebutuhan fisiologis, naik ke kebutuhan keamanan, sosial begitu seterusnya sampai dengan kebutuhan aktualisasi diri terpenuhi. 


Abraham Maslow juga mengelompokkan hierarki kebutuhan diatas menjadi dua bagian besar, bagian pertama yaitu kebutuhan fisiologis dan kebutuhan rasa aman merupakan kebutuhan yang lebih rendah dan semua orang pasti akan berusaha semaksimal mungkin untuk memenuhi kedua kebutuhan ini. Bagian kedua adalah kebutuhan sosial, penghargaan dan aktualisasi diri merupakan kebutuhan pada tingkatan yang lebih tinggi.

Lalu bagaimana caranya seorang manajer dalam memotivasi karyawannya dengan teori Hierarki Kebutuhan Maslow ini? 

Para manajer akan berusaha untuk memenuhi kebutuhan para karyawannya, ketika seorang karyawan sudah sampai tingkat ketiga, maka dia akan termotivasi apabila dipenuhi kebutuhan di tingkat 4. Teori ini juga menyebutkan bahwa apabila suatu kebutuhan sudah terpenuhi, maka ia tidak akan termotivasi lagi untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Artinya, seorang manajer perlu mengetahui, pada tingkatan mana karyawan tersebut sudah memenuhi kebutuhan, dan fokus pada kebutuhan itu atau kebutuhan yang berada di atasnya.


Read more

Pengertian Aset, Kewajiban dan Modal (Ekuitas) pada Akuntansi

Dalam akuntansi dikenal beberapa macam laporan keuangan, dari mulai neraca, laporan laba rugi, laporan perubahan modal dan juga laporan arus kas. Nah, dalam laporan neraca ada 3 elemen utama yang dilaporkan yaitu Aset yang berada di sisi kiri dan Kewajiban + Modal yang berada di sisi kanan. Antara sisi kiri dan kanan, keduanya jumlahnya harus seimbang alias sama.

Lalu apa sih yang disebut dengan aset, kewajiban dan modal dalam akuntansi ? Berikut adalah penjelasan dari kitapunya.net

A. Pengertian Aset (Harta)

Definisi dari aset (harta) adalah sumber-sumber ekonomi yang dimiliki perusahaan yang biasanya dinyatakan dalam satuan uang. Apa saja sih sumber-sumber ekonomi itu? Terdapat beberapa macam yang termasuk sumber-sumber ekonomi, yaitu ada kas, persediaan barang dagangan, tanah, gedung, dan mesin. Selain dari yang disebutkan tadi, masih ada sumber-sumber ekonomi yang tidak berwujud yaitu tagihan atau yang biasa disebut dengan piutang. Ditambah lagi ada berbagai bentuk pembayaran di muka (uang muka) atas jasa tertentu yang uangnya baru akan diterima nanti (tidak langsung), sebagai contoh adalah premi asuransi dibayar di muka.

Akuntansi
Akuntansi

B. Pengertian Kewajiban

Seperti yang telah saya sebutkan tadi, bahwa pada laporan neraca elemen yang berada di sisi kiri ada aset. Sementara elemen yang berada di sisi kanan ada kewajiban dan juga modal. Pengertian dari kewajiban adalah utang yang harus dibayar oleh perusahaan dalam bentuk uang atau jasa pada waktu tertentu di masa yang akan datang.

Kewajiban atau utang ini ada dua, yaitu kewajiban jangka panjang dan kewajiban jangkat pendek. Kewajiban pendek disebut juga dengan kewajiban lancar. Kewajiban panjang ada pembagiannya lagi, yang termasuk dalam utang/kewajiban jangka panjang antara lain utang hipotik dan utang obliganya. Biasanya dibayarkan seluruhnya di beberapa tahun mendatang.

C. Pengertian Modal (Ekuitas) 

Ekuitas atau yang lebih kita kenal sebagai modal merupakan hak pemilik perusahaan atas kekayaan (aset/harta) perusahaan tersebut. Besarnya hak pemilik akan sama dengan aset bersih perusahaan, yaitu selisih antara aset dan kewajiban. Dengan demikian jumlah modal merupakan sisa yaitu hak atas sisa aset setelah dikurangi kewajiban kepada para kreditur. 


Baca juga artikel kami sebelumnya : Bidang Spesialisasi dan Jabatan dalam Akuntansi
Read more

Beberapa Pemakai Informasi Akuntansi

Pada kesempatan sebelumnya kitapunya.net sudah membahas mengenai pengertian akuntansi sampai dengan bidang spesialisasi dan jabatan dalam bidang akuntansi. Nah, setelah itu baru kita memasuki bab selanjutnya yaitu tentang pemakai informasi akuntansi. Sudah tahukah apa pengertian dari informasi akuntansi? Oke, biar semakin paham dengan materi ini kami sampaikan definisi dari informasi akuntansi.

Informasi akuntansi adalah data transaksi keuangan suatu perusahan dalam periode tertentu yang dituangkan dalam bentuk laporan keuangan atau financial stetement. Pada dasarnya laporan keuangan yang terdapat di suatu perusahaan terdiri atas laporan neraca yang menginformasikan tentang posisi (kemampuan) keuangan perusahaan tersebut. Selain laporan neraca, laporan keuangan yang selanjutnya adalah laporan laba rugi, sudah jelas bahwa laporan ini menginformasikan tentang kegiatan perusahaan tersebut serta hasil (pendapatan) perusahaan tersebut apakah perusahaan mengalami laba (keuntungan) ataupun kerugian.

Maka dari itu fiancial statement yang di buat oleh suatu perusahaan adalah suatu media komunikasi antara kegiatan usaha perusahaan dengan pihak-pihak yang berkepentingan atas posisi keuangan dan perkembanngan usaha perusahaan tersebut.

Pihak-pihak yang berkepentingan terhadap informasi akuntansi tersebut merupakan pemakai dari informasi akuntansi. Siapa sajakah pihak-pihak yang merupakan pemakai informasi akuntansi tersebut, berikut ini adalah penjelasannya :

Beberapa Pemakai Informasi Akuntansi
Beberapa Pemakai Informasi Akuntansi


1. Pemimpin Perusahaan (manajemen)
Pemakai informasi akuntansi yang pertama adalah pemimpin perusahaan (manajemen). Bagi pemimpin informasi ini berguna untuk :
  • Sebagai bukti pertanggungjawaban terhadap pemilik perusahaan atas kepemimpinannya dalam mengelola perusahaan tersebut.
  • Sebagai alat penilaian atas pelaksanaan operasi perusahaan, bisa secara keseluruhan, sebagian, maupun individu-individu yang mempunyai wewenang dan juga tanggung jawab.
  • Sebagai alat untuk mengukur tingkat atau besarnya biaya kegiatan-kegiatan usaha yang dilakukan oleh perusahaan tersebut.
  • Sebagai dasar pembuatan pertimbangan-pertimbangan dalam membuat keputusan rencana kegiatan perusahaan untuk kedepannya.
2. Pemilik perusahaan
Perusahaan seperti PT (Perseroan Terbatas) pimpinan perusahaannya diserahkan kepada orang lain, laporan akuntansi bagi pemilik perusahaan memiliki fungsi sebagai berikut :
  • Sebagai alat pemantauan atau penilaian atas hasil yang berhasil dicapai oleh pimpinan perusahaannya.
  • Sebagai dasar penentuan taksiran atau perkiraan keuntungan yang didapat kedepannya dan juga perkiraan mengenai perkembangan harga saham perusahaan tersebut.
3. Kreditor dan calon kreditor
Kita sering mendengat kata kreditor, lalu apa sih itu kreditor. Definisi dari kreditor yaitu orang atau badan yang kegiatannya memberikan jasa pinjaman (utang) kepada perusahaan, pinjaman tersebut bisa berwujud uang maupun berbentuk barang. Laporan keuangan yang dilaporkan oleh akuntan akan memiliki kegunaan bagi para kreditor maupun calon kreditor, yaitu sebagai dasar pembuatan pertimbangan dan keputusan dalam pemberian kredit ataupun utang kepada perusahaan yang bersangkutan.
Kreditor atau calon kreditor akan menganalisa laporan keuangan tersebut, nah dari hasil analisa tersebut dapat diketahui apakah perusahaan yang bersangkutan nantinya mampu untuk mengembalikan pinjaman saat tiba waktunya (jatuh tempo) untuk membayar utang-utangnya kepada kreditor.

4. Instansi pemerintah
Instansi atau badan-badan pemerintah tertentu juga membutuhkan laporan keuangan suatu perusahaan. Misalnya Kantor Pelayanan Pajak yang menggunakan laporan keuangan untuk menentukan pajak penghasilan suatu perusahaan. Selain kantor pelayanan pajak ada juga Badan Pengembangan Pasar Modal (Bapepam). Laporan keuangan oleh Bapepam digunakan sebagai alat pengawasan keuangan perusahaan yang menjual sahamnya di pasar modal. Selain kedua badan tersebut, ada juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan yang menggunakannya untuk pengumpulan data statistik.

5. Karyawan
Tidak hanya pemilik perusahaan, pimpinan perusahaan dan manajemen saja yang membutuhkan laporan keuangan. Laporan keuangan ini ternyata juga berguna bagi para karyawan perusahaan tersebut. Untuk apakah laporan keuangan bagi para karyawan, berikut adalah fungsinya :
  • Oleh karyawan digunakan untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan tempat mereka bekerja dalam memberikan upah dan jaminan sosial lainnya.
  • Untuk menilai perkembangan serta prospek perusahaan, dalam rangka penentuan pilihan langkah yang harus dilakukan sehubungan dengan kelangsungan kerjanya.
  • Pada perusahaan yang biasa memberikan bonus akhir tahun kepada karyawannya, laporan keuangan digunakan oleh karyawan sebagai dasar penilaian tingkat kelayakan bonus (sesuai atau tidak) yang diterimanya dibanding dengan keuntungna perushaan pada periode yang bersangkutan.
Dari raian di atas, dapat disimpulkan bahwa informasi akuntansi oleh pihak manapun yang berkepentingan, digunakan sebagai dasar dalam embuatan pertimbangan-pertimbangan untuk mengambil sesuatu eputusan yang sesuai dengan kepentingannya.
Read more

Bidang Spesialisasi Akuntansi dan Jabatan dalam Bidang Akuntansi

Bidang Spesialisasi Akuntansi dan Jabatan dalam Bidang Akuntansi - Pengertian dari akuntansi berdasarkan American Accounting Association adalah suatu proses identifikasi, pengukuran dan komunikasi informasi ekonomi sehingga memungkinkan pembuatan pertimbangan-pertimbangan dan keputusan-keputusan oleh para pemakai informasi tersebut (informasi yang dilaporkan oleh seorang akuntan).

Sebelumnya kita punya juga sedikit menyinggung tentang hal ini, yaitu dalam artikel yang berjudul Definisi Akuntansi dan Macam-macam Bidang Akuntansi. Untuk membaca silahkan langsung klik tautan tersebut.
Perkembangan dunia usaha yang ada di dunia bisnis ini rasa-rasanya semakin pesat, pesatnya perkembangan ini membuat masalah-masalah yang dihadapi oleh manajemen semakin rumit dan kompleks. Maka dari itu pada bidang-bidang tertentu perlu penanganan khusus. Termasuk dalam bidang akuntansi, antara lain sebagai berikut :

Bidang Spesialisasi Akuntansi 

Bidang Spesialisasi Akuntansi dan Jabatan dalam Bidang Akuntansi
Bidang Spesialisasi Akuntansi dan Jabatan dalam Bidang Akuntansi

A. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Akuntansi keuangan disebut juga dengan General Accounting yang apabila diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia mempunyai arti Akuntansi Umum. Objek atau Sasaran kegiatan dari bidang akuntansi ini adalah transaksi keuangan yang dilakukan oleh suatu organisasi/perusahaan dan sudah terjadi (disebut juga data historis) yang menyangkut perubahan aktiva, kewajiban, dan ekuitas perusahaan.

B. Akuntansi Biaya (Cost Acoounting)
Cost accounting atau akuntansi biaya memiliki sasaran yaitu transaksi keuangan yang berhubungan dengan biaya, terutama biaya-biaya yang berhubungan dengan pengolahan bahan baku menjadi produk yang sudah jadi. Akuntansi biaya memiliki tujuan untuk memberikan informasi mengenai biaya yang digunakan untuk kepentingan dalam (intern) suatu peruahaan (manajemen), sebagai contohnya adalah informasi harga pokok produk yang dibutuhankan untuk menentukan harga jual dan juga penyusunan laporan keuangan perusahaan tersebut.

Cost accounting juga bisa memberi informasi kepada para manajer tentang produk mana yang lebih menguntungkan, dan produk mana yang sedikit menguntungkan. Hasil akhir dari bidang akuntansi ini adalah Laporan Harga Pokok Produksi  (Statement Of Cost Of Good Manufactured). Laporan tersebut akan digunakan oleh manajer untuk melihat dan menilai pelaksanaan rencana operasi perusahaan yang telah ditetapkan/diaksanakan dan menentukan/membentuk rencana operasi untuk kedepannya.

C. Akuntansi Manajemen (Management Accounting)
Management Accounting memiliki definisi yaitu suatu bidang dalam akuntansi yang di dalamnya bersisi kegiatan-kegiatan yang berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data historis (utamanya adalah berupa data biaya) dan data taksiran. Tujuan dari kegiatan akuntansi ini adalah untuk menyajikan data yang dibutuhkan manajer dalam menjalankan kegiatan sehari-hari, dan juga diperlukan dalam proses penyusunan rencana kegiatan operasi untuk masa yang akan datang.

Sebagai contohnya adalah untuk membantu para manajer keuangan dan menyusun rencana permodalan atau untuk membantu manajer penjualan dalam meenentukan harga jual dari suatu produk yang baru dirilis.

Setelah itu, dalam pengambilan keputusan yang bersifat khusus seperti menghentikan/mengembangkan suatu bagian yang berada dalam perusahaan tersebut, akuntansi manajemen kemudian akan mengumpulkan data kemudian mengolah data biaya yang berhubungan dengan keputusan yang akan diambil. Intinya, akuntansi jenis ini mempunyai tugas utama untuk membantu para manajer dalam penentuan alternatif tindakan yang terbaik.

D. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
Definisi dari akuntansi pemeriksaan (auditing) adalah suatu bidang dalam akuntansi yang kegiatannya dapat berupa pemeriksaan terhadap catatan hasil kegiatan (laporan) akuntansi keuangan. Kegiatan akuntansi pemeriksaan ini pada umumnya lebih bersifat pengujian atas kelayakan dari laporan keuangan suatu perusahaan. Pemeriksaan yang dilakukan adalah bersifat bebas (independen), walaupun bebas namun tidak sebebas-bebasnya, dan tidak berpihak kepada pihak-pihak tertentu sehingga hasil dari pemeriksaan dapat diperttanggung jawabkan dan dapat dijamin objektifitasnya. 

Laporan keuangan dapat dinyatakan layak, jika proses penyusunannnya sesuai dengan kaidah atau prinsip-prinsip akuntansi yang lazim yaitu sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan (SAK) yang telah berlaku secara umum.

E. Akuntansi Perpajakan (Tax Accounting)
Bidang akuntansi perp ajakan berhubungan dengan penentuan obyek pajak yang menjadi tanggungan perusahaan serta perhitungannya. Kegiatan akuntansi perpajakan adalah membantu manajemen dan menentukan pilihan-pilihan transaksi yang akan dilakukan, sehubungan dengan pertimbangan perpajakan. Oleh karena itu akuntan yang bekerja pada bidang ini harus mengetahui benar tentang undang-undang perpajakan yang berlaku.

F. Akuntansi Anggaran (Budgetary Accounting)
Definisi dari akuntangsi anggaran adalah suatu bidang kegiatan akuntansi yang berhubungan dengan pengumpulan dan pengolahan data-data operasi keuangan yang telah terjadi serta taksiran kemungkinan yang akan terjadi, untuk kepentingan penetapan rencana operasi keuangan perusahaan (anggaran) dalam suatu periode tertentu. Catatan-catatan mengenai perbandingan antara rencana operasi keuangan yang telah ditetapkan dengan pelaksanaannya merupakan alat bantu manajemen dalam melaksanakan fungsi pengawasan.

G. Akuntansi Pemerintahan (Governmental Accounting)
Definisi dari akuntansi akuntansi pemerintahan adalah suatu bidang dalam akuntansi yang mana kegiatannya memiliki hubungan dengan masalah pemeriksaan keuangan negara, sering juga disebut dengan istilah administrasi keuangan negara.

Jabatan dalam Bidang Akuntansi

Akuntan merupakan seseorang yang sangat penting di dalam suatu perusahaan karena menyajikan informasi-informasi yang sangat penting bagi perusahaannya. Di samping itu muncul berbagai persoalan-persoalan dalam bidang akuntansi, hal itu mendorong profesionalisme jabatan di bidang ini. Pekerjaan di bidang akuntansi ini tidak dikerjakan asal-asalan, mengingat betapa pentingnya informasi yang di laporkan oleh seorang akuntan, maka dari itu akuntansi harus dikerjakan oleh orang-orang yang memang sudah ahli di bidangnya dan bisa dibuktikan dengan sertifikat atau ijazah.

Dalam Undang-Undang Nomor 34 Tahun 1954, pasal 1 dan 2, dijelaskan bahwa yang disebut dengan akuntan (accountant) atau yang berhak memakai gelar akuntan adalah mereka yag mempunyai ijazah akuntan. Adapun ijazah akuntansi tidak sembarangan bisa didapat, dan berikut adalah beberapa hal tentang ijazah akuntansi :
a. Ijazah yang diberikan oleh suatu universitas negeri atau perguruan tinggi lain yang dibentuk menurut undang-undan, atau diakui oleh pemerintah yaitu sebagai tanda bahwa pendidikan akuntan pada perguruan tinggi yang bersangkutan telah diselesaikan dengan baik.
b. Ijazah yang diterima setelah lulus dalam suatu ujian lain yang menurut pendapat panitia ahli (diangkat loleh Menteri Pendidikan) guna menjalankan pekerjaan akuntan dapat disamakan dengan ijazah akuntan.

Bila dilihat dengan sudut pandang pekerjaannya, akuntan dapat dibedakan menjadi beberapa bidang yaitu akuntan publik, akuntan intern, akuntan pemerintah dan akuntan pendidik. Berikut ini kami jelaskan satu persatu mengenai 3 bidang akuntansi yang telah kami sebutkan diatas :

1. Akuntan publik
Pengertian dari akuntasi publik adalah akuntan swasta yang memberikan jasa pemeriksaan akunta kepada pihak lain. Bidang akuntansi ini termasuk dalam jenis akuntan ekstern yaitu ketika suatu perusahaan diperiksa oleh akuntan publik, maka pemeriksaan dilakukan oleh pihak yang dari luar perusahaan itu. Maka dari itu pemeriksaan yang dilakukan bersifat bebas (independen) namun tetap berpegang pada norma-norma pemeriksaan akuntan. 

Selain memberikan jasa pemeriksaan, akuntan publi juga menyediakan jasa jasa lainnya seperti jasa konsultasi perpajakan dan konsultasi manajemen.

2. Akuntan Intern
Pengertian dari akuntansi intern adalah akuntan yang bekerja pada perusahaan-perusahaan swasta. Akuntan bidang ini mendapatkan gaji dari perusahaan tempat mereka bekerja sehingga menjadi bagian dari perusahaan temapat ia bekerja. Jadi hasil pemeriksaan yang dilakukan oleh akuntan, akan digunakan untuk kepentingan dalam perusahaan tersebut.

3. Akuntan pemerintah
Definisi dari akuntan pemerintah adaah akuntan-akuntan yang bertugas pad perusahaan-perusahaan negara, bank-bank pemerintah, Direktoral Jenderal Pajak, Direktoral Jenderal Pengawas Keuangan Negara dan lain sebagainya.

Demikian artikel yang berjudul bidang spesialisasi akuntansi dan jabatan dalam bidang akuntansi, semoga dapat bermanfaat. Terimakasih banyak.
Read more