Dua Cara Memperoleh Kewarganegaraan (Naturalisasi) Di Indonesia

Dua Cara Memperoleh Kewarganegaraan (Naturalisasi) Di Indonesia - Pada kesempatan sebelumnya kita telah membahas mengenai asas-asas kewarganegaraan, yang mana membagi menjadi dua yaitu asas ius soli dan ius saunginis. Asas asas kewarganegaraan yang berbeda di setiap negara ini menyebabkan munculnya orang yang mempunyai kewarganegaraan ganda (bipatride) atau orang yang tidak memiliki kewarganegaraan (apatride). Sudah tahu apa itu pewarganegaraan atau naturalisasi kan? Berikut ini kami jelaskan terlebih dahulu, mengenai definisi dari naturalisasi atau pewarganegaraan.

Pewarganegaraa atau naturalisasi adalah suatu cara bagi orang untuk memperoleh kewarganegaraan suatu negara. Jika dipandang dari segi hukum, naturalisasi adalah perbuatan hukum yang menyebabkan seseorang memperoleh kewarganegaraan Indonesia, dengan jalan pewarganegaraan sebagaimana ditentukan dalam UU. No. 12 Tahun 2006 atau dengan jalan perkawinan.

Dua cara untuk memperoleh kewarganegaraan Indonesia yaitu dengan naturalisasi biasa dan naturalisasi istimewa. Apa yang dimaksud dengan dua cara memperoleh kewarganegaran tersebut? Berikut kami jelaskan masing-masing :

Apatride dan Bipatride
Apatride dan Bipatride

1. Naturalisasi biasa
Cara yang pertama untuk memperoleh kewarganegaraan adalah dengan jalan naturalisasi biasa. Naturalisasi biasa ini merupakan naturalisasi yang dilakukan melalui permohonan dan prosedur yang telah ditentukan. Permohonan pewarganegaraan dapat diajukan oleh permohonan kepada presiden lewat menteri dengan berbahasa Indonesia, syarat-syaratnya antara lain sebagai berikut :
a). Telah berusia minimal 18 tahun atau sudah kawin
b). Sudah bertempat tinggal di Indonesia 5 tahun berturut-turut atau 10 tahun tidak berturut
c). Sehat jasmani dan rohani
d). Dapat berbahasa Indonesia dan mengakui dasar negara Pancasila dan UUD 1945
e). Tidak pernah dijatuhi pidana penjara 1 tahun atau lebih
f). Tidak memiliki kewarganegaraan ganda
g). Memiliki pekerjaan atau penghasilan tetap
h). Membayar pewarganegaraan ke kas negara

2. Naturalisasi istimewa
Cara yang kedua dalam memperoleh kewarganegaraan yaitu naturalisasi istimewa. Definisi dari naturalisasi istimewa adalah pewarganegaraan yang diberikan oleh pemerintah (presiden) dengan persetujuan DPR dengan alasan kepentingan negara atau yang bersangkutan telah berjasa terhadap negara. Contohnya pewarganegaraan istimewa yang diberikan oleh Presiden Megawati kepada pemain bulu tangkis nasional Hendrawan.


Read more

Pengertian Bipatride, Apatride dan Multipatride

Pengertian Bipatride, Apatride dan Multipatride - Ketika warga negara asing ingin menjadi warga negara di suatu negara maka ia harus menjalani proses yang disebut dengan pewarganegaraan atau naturalisasi. Setiap negara memiliki aturan masing-masing dalam proses pewarganegaraan.. Dan pada umumnya terdapat dua asas yang dipakai oleh suatu negara, yaitu asas ius soli dan asas ius sanguinis.  

Sebelum artikel ini diterbitkan kami telah membuat artikel yang membahas tentang dua asas kewarganegaraan yaitu dalam artikel yang berjudul Asas-asas Kewarganegaraan dan Contohnya. Kita bahas sedikit tentang kedua asas ini.

Asas ius soli (law of the soil) yaitu yang menentukan seseorang memiliki kewarganegaraan menurut tempat di mama dia dilahirkan. Sebagai contoh apabila ia dilahirkan di negara C maka ia adalah warga negara C meskipun orangtuanya merupakan warga negara B. Contoh negara yang menggunakan asas ini antara lain, Amerika Serikat, Inggris, Brazil, Mesir, Prancis dan Indonesia.


Asas ius saunginis (law of theblood) adalah asas kewarganegaraan yang penentuan kewarganaannya didasarkan pada keturunan. Asas ini menetapkan kewarganegaraan seseorang berdasarkan kewarganegaraan orang-tuanya. Misalnya, kalau misalnya orangtuanya adalah warga negara D maka anaknya otomotis akan menjadi warga negara D. Contoh negara yang menggunakan asas ini antara lain : Brunai, Jordania, Malasya, Belanda dll.

Karena ada perbedaan asas kewarganegaraan yang digunakan ini, maka akan membuat beberapa kemungkinan yaitu seseorang tidak memiliki kewarganegaraan, atau seseorang memiliki dua kewarganegaraan (berkewarganegaraan ganda).

Pengertian Bipatride, Apatride dan Multipatride
Pengertian Bipatride, Apatride dan Multipatride

A. Pengertian Bipatride 

Bipatride adalah sebutan bagi seseorang yang memiliki dua kewarganegaraan (berkewarganegaraan ganda).
Ini terjadi apabila ia orangtuanya meruapakan warga di suatu negara yang menggunakan asas ius sanguinis, dan ia dilahirkan di negara yang menggunakan asas ius soli.

Sebagai contoh :
1. Seseorang warga ketururan RRC yang menggunakan asas ius saunginis, yang lahir di USA (ius soli). Seseorang tersebut memiliki kewarganegaraan ganda, ia dianggap sebagai warga negara RRC karena ia orangtuanya dari China yang menggunakan asas ius saunginis (berdasarkan keturunan). Kemudian ia juga merupakan warga negara USA karena ia dilahirkan di negara yang menggunakan asas ius soli (berdasarkan tempat dilahirkan). 

2. Seseorang keturunan RRC (ius saunginis) yang dilahirkan di Indonesia (ius soli-UU No. 3 / 1946).

Di Indonesia sendiri menggunakan asas ius soli, hal ini berdasarkan UU. No. 3 tahun 1945. Tanggal 22 April 1955 perjanjian Soenarjo-Chou (Mentri Luar Negeri Indonesia Seonajo dan Mentri Luar Negeri RRC Chou En Lai), yang kemudian dituangkan dalam UU No. 2/1958 (Dwi kewarganegaraan Indonesia-RRC), yang kemudian disahkan di Peking 20 Januari 1958.

Keadaan bipatride ini kurang disukai oleh negara-negara yang bersangkutan, karena apabila seseorang yang memiliki kewarganegaraan ganda tersebut melakukan kejahatan di salah satu negara yang bersangkutan, maka akan mendapatkan perlindungan hukum dari negara satunya yang bersangkutan.

B. Pengertian Apatride

Pengertian dari apatride adalah sebutan bagi seseorang yang tidak memiliki kewarganegaraan. Kasihan banget ya, nggak memiliki kewarganegaraan :v.

Contoh :
Seseorang keturunan USA (ius soli) yang lahir di RCC (ius sanguinis)

Apatride ini tidak disukai oleh oleh orang yang bersangkutan, karena ia tidak mendapatkan perlindungan hukum dari kedua negara.

Untuk mencegah terjadinya berkewarganegaraan ganda dan tanpa kewarganegaraan maka suatu negara dapat menerapkan kedua asas kewarganaaraan dengan mengutamakan salah satunya.

Sebagai contoh adalah negara kita, berdasarkan UU No. 62/1958 menerapkan asas ius sanguinis dan ius soli dengan lebih mengutamakan asas ius saunginis.

1. Mencegah terjadinya Apatride (tanpa kewarganegaraan)
Anak yang lahir di negara RI selama kedua orang tuaya tidak diketahui, maka akan diakui sebagai Warga Negara Indonesia (WNI). (Pasal 1 f UU No. 62/1958 tentang Kewarganegaraan Indonesia)

2. Mencegah terjadinya Bipatride (bekewarganegaraan ganda)
Seorang perempuan asing yang kawin dengan laki-laki berkewarganegaraan Indonesia dapat memperoleh kewarganegaraan Indonesia dengan melakukan pernyataan, dengan syarat perempuan tersebut harus meninggalkan kewarganegaraan asalnya (Pasal 7 UU No. 62/1958).

Lalu apa dong yang disebut dengan Multipatride, multi itu banyak. Jadi multipatride adalah sebutan bagi orang yang memiliki kewarganegaraan dua (ganda) atau lebih dari dua. Sebagai contoh adalah, seseorang bipatride yang menerima status kewarganegaraan baru setelah ia dewasa, tanpa melepas kewarganegaraan bipatride-nya.
Read more

Sifat Ekstensif dan Sifat Intensif Suatu Zat

Sifat Ekstensif dan Sifat Intensif Suatu Zat - Sebelumnya kitapunya.net sudah membahas tentang sifat-sifat materi. Yang mana sifat sifat materi ini dibagi menjadi dua bagian besar yaitu sifat ekstensif dan juga sifat intensif. Nah, walaupun pada artikel sebelumnya juga sudah dijelaskan mengenai apa itu sifat ekstensif dn sifat intensif. Namun kali ini kami ingin membahasnya lebih detail lagi, kita mulai dari apa sih itu sifat materi.

Sifat sifat yang ada pada suatu zat dapat membantu manusia dalam menentukan jenis atau macam dari zat tersebut. Misal saja apabila suatu serbuk, memiliki rasa manis maka kita dapat menduga bahwa serbuk tersebut adalah gula. Kemudian apabila serbuk itu rasanya asin maka, kita dapat menduga bahwa serbuk itu adalah garam. Rasa inilah yang merupakan salah satu sifat dari suatu zat. Dan rasa nantinya tergolong kedalam sifat intensif dan merupakan tergolong sebagai sifat-sifat fisika.

Sifat-sifat suatu zat tadi dibagi menjadi dua macam, yaitu sifat ekstensif dan juga sifat intensif. Lalu apa pengertian dari kedua macam sifat tersebut? Berikut ini adalah penjelasannya :

A. Sifat Ekstensif

Definisi dari sifat ekstensif adalah suatu sifat yang tergantung dengan jumlah atau ukuran suatu zat. Sifat yang termasuk kedalam sifat ekstensif adalah, berat dan juga volume.

1. Berat
Sifat ekstensif yang pertama adalah berat. Semakin banyak jumlah dari suatu zat maka semakin berat pula zat tersebut. Kemudian semakin besar ukuran suatu zat maka semakin berat pula zat tersebut. Sebagai contoh adalah mobil dengan motor, apabila kita bandingkan tentunya mobil akan memiliki berat yang lebih besar dibandingkan dengan motor. Hal ini karena mobil tersusun atas banyak komponen (zat) bila dibandingkan dengan motor, terlebih lagi ukuran dari mobil juga lebih besar dari motor.

2. Volume
Sifat ekstensif yang kedua adalah volume. Semakin besar jumlah zatnya, maka akan semakin besar volume yang ditempatinya. Namun terdapat pengecualian, yaitu gas. Sebagai contoh adalah apabila kita menimbang pasir dengan beras yang keduanya beratnya sama, maka dari kedua zat tersebut mana yang jumahlahnya lebih banyak? Coba aja sendiri..

B. Sifat Intensif Suatu Zat

Setelah membahas sifat ekstensif yang terdiri dari dua macam yaitu berat dan volume. Sekarang lanjut ke sifati Intensif. Pengertian dari sifat intensif adalah sifat yang tidak bergantung dengan jumlah atau ukuran zat. Jadi definisi dari sifat intensif merupakan kebalikan dari sifat ekstensif. Sifat intensif suatu zat ini dibagi menjadi dua yaitu sifat-sifat kimia dan sifat-sifat fisika.

1. Sifat-sifat Kimia
Definisi dari sifat kimia adalah sifat sifat yang ada hubungannya dengan interaksi antara zat yang satu dengan yang lainnya. Sifat0sifat kimia juga berhubungan dengan pembentukan zat baru dan didasarkan ada pengamatan serta pengukuran terhadap perubahan kimia. Sifat kimia dibagi menjadi beberapa macam, yaitu :

1. Kestabilan
Sifat kimia yang pertama adalah kestabilan. Kestabilan merupakan sifat yang dimiliki suatu zat yang menyatakan bahwa zat tersebut mudah terurai atau tidak apabila mendapatkan pengaruh panas atau listrik.

2. Kereaktifan
Siat kimia yang kedua adalah adalah kereaktifan.  Kereaktifan merupakan suatu sifat zat yang menyatakan mudah tidaknya suatu zat bereaksi dengan zat lain.

3. Daya Ionisasi
Definisi dari ionisasi adalah mudah tidaknya suatu zat mengalami ionisasi menjadi partikel bermuatan listrik (ion) saat dilarutkan dalam air.

4. Keterbakaran
Yang dimaksud dengan keterbakaran adalah dapat tidaknya suatu zat tersebut terbakar.

Sifat Fisika dan Kimia
Sifat Fisika dan Kimia


2. Sifat-sifat Fisika
Setelah membahas tentang sifat kimia. Selanjutnya adalah sifat fisika, sifat fisika memiliki definisi yaitu sifat-sifat yang tidak ada hubungannya dengan pembentukan zat jenis lain. Sifat-sifat fisika tidak berhubungan dengan pembentukan zat baru dan didasarkan pada pengamatan serta pengukuran terhadap zat tanpa terjadi suatu perubahan kimia.

1. Berat jenis (Massa Jenis)
Definisi dari berat jenis adalah perbandingan kerapatan suatu terhadap kerapatan air

2. Kerapatan
Kerapatan yaitu besarnya massa pada satuan volume yang dinyatakan dengan kg/m3 atau g/ml atau g/cm3

3. Kekerasan
Kekerasan merupakan ukuran untuk menentukan keras lunaknya suatu zat yang dapat diukur dengan skala Mohs.

4. Kelarutan
Kelarutan adalah kemampuan suatu zat untuk melarut dalam suatu pelarut.

5. Daya hantar listrik
Daya hantar listrik adalah kemampuan suatu zat untuk menghantar atau meneruskan arus listrik atau panas.

6. Kemagnetan
Kemagnetan adalah kemampuan suatu zat (umumnya logam) untuk dipengaruhi oleh medan maget.

7. Wujud zat
Wujud zat adalah bentuk fisik dari zat tersebut, wujud zat dapat dibedakan menjadi tiga yaitu padat, cair dan gas.

8. Titik didih
Titik didih adalah suhu terendah ketika suatu zat mulai mendidih (cair berubah menjadi uap).

9. Titik leleh
Pengertian titik leleh adalah suhu terendah ketika suatu zat mulai meleleh (padat berubah menjadi cair).

10. Titik beku
Titik beku adalah suhu ketika suatu zat mulai membeku (cair berubah menjadi padat).

11. Warna
Warna berhubungan dengan besar panjang gelombang yang dipantulkan oleh permukaan zat itu ke mata kita. Contoh warna seperti merah, biru, kuning, hijau dan lain sebagainya.

12. Bau
Bau berhubungan dengan uap atau gas yang dikeluarkan oleh suatu zat tertentu.

13. Rasa
Rasa berhubungan dengan komposisi di dalam zat tersebut. Contoh rasa adalah : Asin, manis, pedas dll.

Demikian artikel yang berjudul tentang sifat ekstensif dan sifat intensif suatu zat, semoga dapat bermanfaat terimakasih.

Read more

Sikap Positif Terhadap Konstitusi

Sikap Positif Terhadap Konstitusi - Definisi konstitusi dapat dibagi menjadi tiga bagian, yaitu dalam arti luas, menengah dan sempit. Dalam arti luas misalnya, konstitusi memiliki arti sebagai hukum tata negara yaitu keseluruhan aturan dan ketentuan (hukum) yang menggambarkan sistem ketatanegaraan suatu negara. Sedangkan dalam arti menengah, konstitusi dapat diartikan sebagai hukum dasar. Terakhir, bila dalam arti sempit maka konstitusi dapat diartikan sebagai Undang-Undang Dasar.

Baca lebih lanjut tentang definisi konstitusi dalam artikel : Pengertian Konstitusi

Berdasarkan paham konstitusionalisme, konstitusi mempunyai 2 buang fungsi utama yaitu yang pertama adalah untuk menentukan dan membatasi kekuasaan pemerintah. Fungsi yang kedua adalah untuk menjamin hak-hak asasi warga negara yang tinggal dinegara tersebut.

Untuk membahas tentang fungsi dari konstitusi dapat membaca artikel berikut ini : Sifat dan Fungsi Pokok Konstitusi Negara.

Oke lanjut ke pembahasan utama kita pada siang hari ini yaitu tentang Sikap Positif Terhadap Konstitusi, apa sajakah sikap positif yang dapat kita lakukan? Berikut ini kami sebutkan :

Konstitusi Negera Indonesia


1. Melaksanakan konstitusi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara
Sikap yang pertama adalah dengan patuh dan melaksanakan aturan-aturan yang terdapat di dalam konstitusi. Tentu sesuai dengan profesi yang dijalani. Tidak hanya masyarakat, tapi semuanya. Jadi pemerintah, lembaga negara, lembaga masyarakat serta warga negara harus berdasarkan UUD 1945.  Norma-norma, kaidah dan ketentuan dalam UUD 1945 harus dilaksanakan dan ditaati oleh semua orang. 

Kita juga harus malaksanakan bahwa UUD 1945 sebagai sumber hukum terhadap peraturan perundangan yang ada di bawahnya. Artinya dalam pembuatan peraturan seperti undang-undang, pereturan pemerintah, peraturan daerah dan peraturan yang berada dibawah UUD 1945 tidak boleh bertentangan dengan aturan yang ada pada UUD 1945.
2. Mengembangkan konstitusi sehingga mampu mengikuti perkembangan zaman
Sikap positif yang kedua adalah melakukan pengembangan. Pengembangan yang dilakukan adalah dengan reformasi hukum yang ada di Indonesia. Pengembangan ini diperlukan agar negara kita mampu mengikuti perkembangan zaman. Pengembangan-pengembangan terhadap peraturan yang memang sudah tidak sesuai dengan perkembangan zaman.

3. Menjaga pelaksanaan konstitusi
SIkap positif yang ketiga adalah dengan menjaga pelaksanaan konstitusi tersebut. Bagi kita yang merupakan masyarakat/warga negara, sikap yang baik dalam menjaga konstitusi adalah dengan mendorong berfungsinya demokrasi konstitusional yang sehat. Demokrasi harus ada hukum dan konstitusi, karena apa? Karena apabila tidak ada konstitusi dan aturan maka demokrasi tersebut akan menjadi anarki. Adapun cara atau sikap posistif yang dapat kita lakukan adalah sebagai berikut :
  • Menciptakan kultur taat hukum yang sehat dan aktif.
  • Ikut mendorong proses pembuatan hukum yang aspiratif.
  • Mendukung pembuatan materi-materi hukum yang responsif.
  • Ikut menciptakan aparat penegak hukum yang jujur dan bertanggung jawab, bisa dengan melakukan pengawasan atau pelaporan kepada pihak yang berwajib.
Mungkin itu ketiga sikap positif yang dapat kita lakukan terhadap konstitusi. Semoga dapat bermanfaat dan terimakasih.
Read more

Pengertian Fathul Makkah (Pembebasan Kota Makkah)

Pengertian Fathul Makkah (Pembebasan Kota Makkah) - Dalam bahasa Indonesia fathul memiliki arti pembebasan, sehingga fathul makkah artinya adalah pembebasan kota makkah. Fathul Makkah ini terjadi pada saat kaum muslimin menunaikan ibadah puasa, atau terjadi pada bulan Ramadhan tahun yang ke-8 Hijriah, atau apabila dalam kalender masehi tepat pada bulan Januari 630 M. 

Penghianatan yang dilakukan oleh kaum quaraisy pada perjanjian Hudaibiyah menjadi salah satu alasan terjadinya fathul mekkah ini. Penghianatan ini dillakukan kira-kira setelah satu tahun dilakukan perjanjian hudaibiyah. Untuk melihat isi dari perjanjian tersebut, dapat membaca artikel kami sebelumnya yang berjudul : Pengertian dan Isi Perjanjian Hudaibiyah.


Pengertian Fathul Makkah (Pembebasan Kota Makkah)
Pengertian Fathul Makkah (Pembebasan Kota Makkah)
Pengertian Fathul Makkah (Pembebasan Kota Makkah)


Satu tahun setelah perjanjian hudaibiyah itu dilakukan, Rasulullah beserta kaum muslimin pergi ke Mekkah untuk malakukan ibadah ziarah umrah, pada saat itu kaum Quraisy merasa panas hati karena kaum muslimin dan Rasulullah penuh dengan kebahagiaan, kebersamaan, dan dapat beribadah dengan khusyuk dan tawadhuk. Diantara pemuka Quraisy yang merasa tidak senang adalah Abu Sofyan bin Harb bin Umayah, Ikrimah bin Abu Jahal dan Suhail bin Amr. Pemuka Quraisy tersebut memiliki niat untuk menghancurkan umat Islam, dan tidak senang apabila umat Islam dapat berjaya (banyak pengikutnya), akhirnya mereka melakukan pengkhianatan terhadap perjanjian hudaibiyah.

Karena pengkhianatan tersebut, kaum muslimin beserta Bani Khuzaah mengalami kerugian yang cukup besar, maka Rasul mengambil tindakan dengan mengirim pesan kepada kaum Quraisy untuk menerima salah satu dari ketiga sayarat, apa saja ketiga syarat tersebut? Berikut adalah syarat yang diberikan Rasulullah kepada kaum Quraisy :
  1. Membayar diyat atau denda
  2. Memutuskan persahabatan dengan Bani Bakar
  3. Menyatakan Perjanjian Hudaibiyah tidak berlaku
Dari ketiga hal yang ditawarkan oleh Rasulullah, ternyata kaum Quraisy memilih point yang ketiga. Dengan begitu perjanjian hudaibiyah sudah tidak berlaku. 

Rasulullah kemudian bersiap-siap dengan 1000 pasukan untuk membebaskan kota Makkah dari kaum Quraisy. Dan berikut ini adalah kebijakan yang dilakukan oleh Rasulullah dalam usaha membebasan kota Makkah :
  1. Menghindari pertumpahan darah. Yang dibebaskan adalah kota suci, sehingga Rasul sadar bahwa pertumpahan darah harus dihindari, sehingga kalau bisa membebaskan kota mekkah dengan strategi serangan tanpa perlawanan (perang).
  2. Rasulullah menggerakkan pasukannya lewat empat penjuru, namun penyerangan ini tetap berpegang pada prinsip perdamaian (tidak terjadi pertumpahan darah).
Rasulullah memberikan instruksi kepada para kaum muslimin untuk menhancurkan berhala-berhala yang masih berterbaran di sekitar Kabbah. Dengan disertai Takbir, tentanra kaum muslimin berhasil menghancurkan 360 berhala sampai bersih tanpa tersisa satu pun.

Rasulullah beserta kaum muslimin menetap di kota makkah beberapa hari. Kemudian para pemimpin Quraisy beserta warga yang lain bergegas menghadap ke Rasulullah saw, dan hebatnya mereka bukan mau menyerang melainkan menyatakan masuk Islam.

Pejuang muslimin juga mencari masing-masing anggota keluarganya yang ada di kota makkah, serta mengajak mereka untuk masuk kedalam agama Islam. Karena banyak warga mekkah yang kemudian masuk Islam, maka tugas Rasulullah untuk berdakwah kepada kaum Quraisy sudah berhasil.

Agama Islam adalah rahmatanlil 'alamin, dan merupakan agama pemaaf, maka agama Islam tidak pernah menyimpan dendam kepada mereka yang sebelumnya memusuhi Islam. Agama Islam menerima dengan senang hati mereka yang sebelumnya kafir untuk masuk kedalam agama Islam. Maka setelah Mekkah kalah dan jatuh di tangan Rasulullah, para pemimpin dan penduduknya berdatangan mohon ampun dan masuk ke agama Islam. Rasulullah beserta umat islam menerima dengan baik dan penuh rasa syukur atas kemenangan ini (kebebasan makkah dan masuknya kaum quraisy kedalam Islam).
Read more

Pengertian dan Isi Perjanjian Hudaibiyah

Pengertian dan Isi Perjanjian Hudaibiyah - Sebelum Islam datang, masyarakat makkah pada waktu itu masih dalam keadaan jahiliyah (bodoh) seperti patung-patung disembah, khamr dan judi dimana mana, pembunuhan dan masih banyak lagi. Tugas Rasul adalah menerima wahyu dan kemudian menyampaikannya kepada umatnya. Nabi Muhammad diutus menjadi Rasul ketika umurnya 40 tahun, ia kemudian mendakwahkannya secara sembunyi-sembunyi. Namun, setelah itu dilakukan dakwah secara terang-terangan. Dakwah secara terang-terangan ini mendapatkan perlawanan yang keras dari pemuka-pemuka Quraisy. Jumlah orang yang masuk kedalam agama Islam pada waktu itu juga masih sedikit, sehingga belum mampu mewujudkan masyarakat Islam di Makkah. 

Karena adanya perlakuan yang semena-mena dari kaum Quaraisy kepada kaum muslimin, maka Rasul beserta para sahabat berhijrah dari Makkah ke Madinah. Tujuan yang lain juga adalah untuk menyebarkan agama Islam ke Madinah.

Setelah Nabi Muhammad saw beserta kaum muslimin menetap di madinah, di tahun ke enam mereka merasa rindu dengan keluarga yang berada di makkah dan memiliki keinginan untuk berkunjung ke Makkah. Di tambah lagi Nabi Muhammad saw beserta kaum muslimin juga ingin berziarah ke Baitullah (kabbah) yang letaknya berada di kota makkah.

Tepat pada tahun ke-6 H atau sekitar tahun 628 M, akhirnya Rasulullah saw beserta para sahabat yang waktu itu kira-kira jumlahnya 1.400 orang berkunjung ke kota Makkah. Mereka semua berangkan dengan mengenakan pakaian ihram, dan tidak membawa peralatan untuk perang. Kecuali pedang yang disarungkan sebagai alat pertahanan diri.

Kedatangan kaum muslimin yang jumlahnya sangat banyak tersebut, membuat kecurigaan dikalangan orang-orang kafir Arab. Akhirnya oleh pemuka Quraisy mengutus beberapa orang untuk menemui Rasulullah beserta kaum muslimin untuk menanyakan maksud dan tujuan mereka datang ke makkah. 

Rasul pun menjelaskan kepada utusan quraisy tersebut, bahwa maksud dan tujuannya datang ke makkah adalah ingin berziarah umrah. Mereka para utusan diperbolehkan untuk memeriksa bawaan yang dibawa oleh seluruh kaum muslimin. Walaupun sudah memeriksa semua bawaan, tetap saja mereka tidak percaya, akhirnya dikirim utusan kedua. Utusan keua ini berjumlah dua orang yaitu Urwan bin Masus as Saqifi dan Taif. Utusan kedua ini juga bertanya kepada Rasul dengan pertanyaan yang sama dengan utusan yang pertama, dan Rasul pun juga menjawab dengan jawaban yang pertama tadi. 

Karena Rasul khawatir terhadap keberanian para Quraisy untuk menyampaikan kenyataan yang mereka dengar dan lihat kepada pimpinan mereka, maka Rasul kemudian mengutus Usman bin Affan untuk melakukan perundingan dengan pihak Quraisy.. 

Perundingan tersebut dilakukan pada bulan Zulkaidah di tahun ke Enam, tempat perundingan adalah di desa Hudaibiyah makanya disebut dengan perjanjian Hudaibiyah. Perundingan hudaibiyah adalah perundingan yang dilakukan di desa Hudaibiyah dan perundingan antara kaum muslimin dengan pihak quraisy, yang mana pihak quraisy diwakili oleh Suhai bin Amr, dan kaum muslimin diwakili oleh Usman bin Affan, dan dilakukan pada tahun 6 H atau 628 tahun Masehi.

Isi Perjanjian Hudaibiyah

Pengertian dan Isi Perjanjian Hudaibiyah
Pengertian dan Isi Perjanjian Hudaibiyah

Isi dari perjanjian ini ada 4 point penting, diantaranya adalah sebagai berikut :
  1. Diadakan genjatan senjata selama 10 tahun.
  2. Nabi dan para pengikutnya tidak perkenankan memasuki kota Makkah untuk menunaikan ibadah haji dan umrah tersebut, kecuali tahun berikutnya dan hanya diperbolehkan tinggal di Makkah selama 3 hari.
  3. Kaum Quraisy yang menyebrang kepada golongan muslim supaya dikembalikan, akan tetapi jika kaum muslimin yang datang kepada golongan Quraisy maka ia tidak boleh dikembalikan.
  4. Semua kabilah Arab bebas bersekutu dengan kaum muslim ataupun kaum Quraisy
Demikian artikel tentang pengertian dan isi perjanjian Hudaibiyah. Baca juga artikel yang lainnya :
Read more

Hikmah Beriman Kepada Qadha dan Qadar

Hikmah Beriman Kepada Qadha dan Qadar - Qadha dan Qadar merupakan salah satu dari rukun iman yang wajib kita imani. Qadha dan Qadar ini merupakan rukun iman yang ke-enam atau yang terakhir. Qadha dan Qadar sering disebut juga dengan takdir. Takdir ada dua yaitu takdir yang dapat dirubah, dan takdir yang tidak dapat dirubah. Lebih jelas tentang qadha dan qadar ini dapat membaca artikel kami sebelumnya tentang : Pengertian qadha dan qadar.

Dengan beriman kepada qadha dan qadar ini terdapat berbagai hikmah yang dapat kita petik dan dapat kita jadikan sebagai pelajaran agar lebih baik dalam menjalani kehidupan di dunia ini ataupun kehidupan yang akan datang (akhirat). Apa sajakah hikmah-hikmahnya? Berikut ini kami sebutkan dan jelaskan :

Hikmah Beriman Kepada Qadha dan Qadar

Qadha dan Qadar
Qadha dan Qadar

1. Melatih diri untuk banyak bersyukur dan bersabar
Seseorang yang beriman kepada qadha dan qadar, akan meyakini bahwa yang ditakdirkan untuknya adalah yang terbaik. Ketika ia mendapatkankan suatu keberuntungan atau kebaikan maka ia akan bersyukur, sebaliknya apabila mendapatkan sesuatu musibah atau mendapatkan sesuatu yang tidak sesuai dengan yang diharapkan, maka ia akan bersabar, bertawakal dan menyerahkan semuanya kepada Allah. Ketika mendapatkan musibah, maka kepada Allah sajalah kita meminta pertolongan. Hal ini sesuai dengan firman Allah swt dalam Q.S. An-Nahl ayat 53 yang artinya :

“ dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah( datangnya), dan bila ditimpa oleh kemudratan, maka hanya kepada-Nya lah kamu meminta pertolongan. ”

2. Menjauhkan diri dari sombong
Dengan beriman kepada qadha dan qadar, maka seseorang akan menyadari bahwa hasil yang ia dapatkan adalah atas kehendak dari Allah swt. Sehingga tidak pantas ia membagakan diri sendiri dengan sombong kepada sesama makhluk. 

3. Menjauhkan diri dari putus asa dan bekerja keras
Seseorang yang beriman kepada qadha dan qadar akan meyakini bahwa semua yang terjadi pada dirinya adalah yang terbaik untuk dirinya. Sehingga apabila ia mengalami kegagalan maka ia tidak putus asa, dan terus berusaha untuk mencapai impiannya.

4. Bersikap optimis dan giat bekerja
Sebagai hamba yang beriman kepada-Nya, kita tidak tahu menahu tentang hari esok (masa depan). Hanya saja kita berharap bahwa kita memiliki nasib yang baik, namun hidup yang baik ini tidak akan kita dapatkan tanpa berusaha. Oleh sebab itu, orang yang beriman kepada qadha dan qadar maka ia akan berusaha, bekerja keras dan optimis dalam mencapai keberhasilan serta kebahagiaan dalam hidupnya.

Firman Allah dalam QS Al-Qashas ayat 77 yang artinya :

” Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan oleh Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan kebahagiaanmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan. ”

5. Menenangkan jiwa
Apabila seseorang beriman kepada qadha dan qadar, maka InshaAllah jiwanya akan tenang. Kenapa? Karena ia sudah yakin bahwa semuanya adalah ketentuan Allah swt, dan segala yang ada pada dirinya merupakan yang terbaik untuk dirinya. Tugasnya hanyalah berusaha, berdoa, bertawakal dan masalah hasil itu adalah Allah yang menentukan. Jika mendapat nikmat ia akan bersyukur, kemudian ketika mendapatkan musibah maka ia akan bersabar dan bersabar.
 

Read more

Perilaku Yang Mencerminkan Keimanan Kepada Qadha dan Qadar

Perilaku Yang Mencerminkan Keimanan Kepada Qadha dan Qadar - Jauh-jauh hari kami pernah memposting artikel yang membahas tentang definisi dari qadha dan qadhar. Dalam artikel tersebut dijelaskan bahwa qadha merupakan keputusan atau ketetapan yang sudah terlaksana dalam kenyataan. Sedangkan qadar adalah ketetapan Allah swt kepada semua mahkluk sejak zaman azali, yang mana ketetapan tersebut tidak dapat dirubah oleh manusia. Qadar seringkali disebut dengan takdir.

Nah, bila belum paham sepenuhnya tentang definisi dari qadha dan qadhar dapat membaca artikel yang berjudul Pengertian Qadha dan Qadar.

Salah satu dari rukun iman adalah iman kepada qadha dan qadar, dan setiap kita wajib mengimani adanya qadha dan qadar. Orang yang beriman kepada qadha dan qadar dapat diukur dengan cara mengamati perilakunya sehari-hari.

Saya pernah membaca sebuah buku, yang menyatakan bahwa kita harus mengimani qadha dan qadar, dan meyakini bahwa takdir kita dapat dirubah menjadi takdir Allah swt yang lebih baik dengan berusaha semaksimal mungkin, dan tidak menyerah atas nama takdir. Maksudnya, misalnya kita ditakdirkan menjadi Presiden. Maka untuk menjadi Presiden tersebut kita harus berusaha semaksimal mungkin, bukannya malah menyerah sambil berkata "Ngapai berusaha, kalau misalkan nanti ditakdirkan jadi Presiden juga jadi sendiri".

Keimanan tersebut nantinya berhubungan dengan ikhtiar (usaha) dan juga tawakal. Setelah berusaha maka tugas kita adalah bertawakal atau menyerahkan segala urusannya kepada Allah swt. Tawakal dilakukan setelah berikhtiar semaksimal mungkin. Oke, kita masuk ke pembahasan kita yang utama yaitu perilaku yang mencerminkan keimanan kepada qadha dan qadar :

Perilaku Yang Mencerminkan Keimanan Kepada Qadha dan Qadar

Beriman Kepada Qadha dan Qadar
Beriman Kepada Qadha dan Qadar

 

1. Ikhtiar semaksimal mungkin
Perilaku yang mencerminkan keimanan kepada qadha qadar adalah ikhtiar semaksimal mungkin atau berusaha dan bekerja keras. Karena dengan usahalah takdir menuju takdir Allah yang lebih baik akan terwujud. Tanpa adanya usaha, maka kemungkinannya sangat kecil kecuali benar-benar orang yang beruntung. Wkwk

2. Etos kerja yang tinggi
Usaha membutuhkan keseriusan, artinya tidak hanya dilakukan sekali dua kali tetapi berkali kali dan pantang menyerah. Apabila seseorang sudah terbiasa dengan kerja keras, maka akan menjadi kebiasaan dalam hidupnya dan karakter akan terbentuk dengan sendirinya. Karakter inilah yang disebut dengan etos kerja yang tinggi, yaitu karakter pantang menyerah, profesional dan tanggung jawab.

3. Selalu berdoa
Ikhtiar saja tidak cukup, harus dibarengi dengan doa agar memuluskan perjalanan. Tidak hanya doa kita saja, tetapi doa orang-orang tercinta seperti ibu, bapak, keluarga atau kerabat. Doa juga menyadarkan kita bahwa semua usaha yang kita lakukan, pada akhirnya adalah Allah yang menentukan. Sehingga kita harus memohon agar apa yang kita usahakan dapat tercapai.

4. Bersukur dan bersabar
Orang yang mengimani qadha dan qadhar hari-harinya dihiasi dengan rasa syukur dan kesabaran. Bersyukur ketika mendapatkan nikmat berupa keberhasilan, kemenangan atau sesuatu yang diinginkan tercapai. Selain bersyukur juga bersabar, yakni bersabar ketika mendapatkan musibah, kegagalan atau cobaan hidup yang lain.

5. Huznuzdzzon kepada Allah dan bersikap raja
Sebagai hamba-Nya kita diperintahkan untuk berperasangka baik kepada Allah swt, karena dalam sebuah hadits menyebutkan bahwa Allah swt adalah seperti yang hamba-Nya sangkakan. Jika kita berprasangka baik, InshaAllah Allah akan memberikan kita yang terbaik. Selain berprasangka baik kita juga harus bersikap raja' atau berharap, berharap yang terbaik untuk kita.


6. Bertawakal kepada Allah dan ridha dengan takdir Allah
Setelah berikhtiar dengan maksimal dan berdoa, kita selanjutnya bertawakal atau menyerahkan semuanya kepada Allah swt. Beriman kepada qadha dan qadar akan membuat orang tidak terpaku pada hasilnya saja, melainkan terhadap proses. Masalah hasil itu adalah urusan Allah swt. Kita harus ridho dengan hasil yang diperoleh, dan meyakini bahwa hasil tersebut merupakan yang terbaik buat kita.

Baca lebih lanjut : Pengertian Tawakal

Demikian beberapa perilaku yang mencerminkan keimanan kepada qadha dan qadar. Semoga bermanfaat dan terimakasih.
Read more

Contoh Pengamalan (Implementasi) QS Yunus 101 dan QS Al-Baqarah ayat 164

Pengamalan (Implementasi) QS Yunus 101 dan QS Al-Baqarah ayat 164 Sebagai Pelajar - Kemarin kita sudah membahas isi kandungan dari kedua ayat dalam postingan tersendiri. Yang mana dalam kedua ayat tersebut kita diperintahkan untuk berfikir dan merenungkan penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, hujan dan lain sebagainya.

Tujuan dari merenungkan tentang kebesaran Allah swt tersebut adalah agar bertambah iman kita kepada Allah swt, dan menyadari bahwa manusia hanyalah makhluk yang sangat lemah. Segala kekuatan hanya ada pada Allah swt.

Dengan merenungkan tanda-tanda kebesaran Allah tersebut, juga membuat kita semakin bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah swt. Sebagai contoh ketika terjadi hujan, maka kita selayaknya bersyukur karena dengan hujan bumi yang sebelumnya kering tandus bisa berubah menjadi subur hijau. Dengan hujan kebutuhan air manusia tercukupi, tumbuhan dapat tumbuh subur dan hewan-hewan pun tercukupi makanannya. 

Dalam pergantian malam dan siang juga demikian, Allah jadikan siang sebagai waktu kita untuk mencari Rahmat Allah dengan bekerja, mencari ilmu atau kegiatan yang lainnya. Dan menjadikan malam yang menyelimuti sehingga nyaman untuk kita beristirahat.

Tanda-tanda kebesaran Allah swt tersebut dapat dipahami bagi mereka yang beriman dan menggunakan akalnya untuk berfikir. Dan akan sia-sia bagi mereka yang tidak beriman. 

Al-Qur'an Pengembangan IPTEK
Al-Qur'an Pengembangan IPTEK


Lalu bagaimanakah implementasi dalam kehidupan sehari-hari dan pengamalam Q.S. Yunus 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164? Berikut adalah contoh pengamalannya :

 Contoh Pengamalan (Implementasi) Perilaku Yang Mencerminka QS Yunus 101 dan QS Al-Baqarah ayat 164


1. Mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi terutama yang berkaitan dengan alam semesta dengan dilandasi iman kepada Allah swt
2. Senang melakukan berbagai bentuk penelitian, taddabur alam dan wisata rohani
3. Meyakini adanya tanda-tanda akan kebesaran Allah yang terbentang di alam semesta
4. Beriman kepada Allah swt dan bertauhid kepada Allah swt (tidak menyekutukannya) karena yang berhak disembah hanyalah Allah swt pemilik dan pencipta alam semesta ini.
5. Selalu berkreasi dan berinovasi untuk memecahkan persoalan hidup dan untuk mencapai kemajuan atau menemukan berbagai teknologi baru yang mampu memudahkan pekerjaan kita
6. Selalu belajar dan berusaha dalam segala hal
7. Berfikir kritis dan peka terhadap kejadian-kejadian alam
8. Berdzikir dan memuji Allah ketika melihat keindahan ciptaannya dan kejadian-kejadian alam yang lainnya.
9. Menjaga dan melestarikan alam ini
10. Bersyukur ketika Allah swt beri nikmat yang banyak seperti hujan, tumbuhan yang tumbuh subur


Demikian contoh pengamalan dan implementasi dalam kehidupan sehari-hari Q.S. Yunus ayat 101 dan Q.S. Al-Baqarah ayat 164.
Read more

Isi Kandungan Q.S. Al-Baqarah Ayat 164 Pengembangan IPTEK

Tajwid dan Isi Kandungan Q.S. Al-Baqarah Ayat 164 - Masih sama dengan topik yang lalu yaitu ayat-ayat Al-Qur'an tentang Pengembangan IPTEK. Jika yang lalu kita sudah membahas tentang Q.S. Yunus ayat 101 yang mana memerintahkan kita untuk memperhatikan kebesaran Allah swt yang ada di langit dan bumi, kali ini kita akan mengkaji sedikit tentang isi kandungan dari Q.S. Al-Baqarah ayat 164.

Sebelum melangkah lebih jauh, kita baca dulu Ayat 164 dalam Q.S. Al-Baqarah yang merupakan surat ke dua dalam Al-Qur'an setelah Surat Al-Fatihah.

Allah swt berfirman :

اِنَّ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَاخْتِلَافِ الَّيْلِ وَالنَّهَارِ وَالْفُلْكِ الَّتِيْ تَجْرِيْ فِى الْبَحْرِ بِمَا يَنْفَعُ النَّاسَ وَمَآ اَنْزَلَ اللّٰهُ مِنَ السَّمَآءِ مِنْ مَّآءٍ فَاَحْيَا بِهِ الْاَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَا وَبَثَّ فِيْهَا مِنْ کُلِّ دَآ بَّةٍ ۖ  وَّتَصْرِيْفِ الرِّيٰحِ وَالسَّحَابِ الْمُسَخَّرِ بَيْنَ السَّمَآءِ وَالْاَرْضِ لَاٰيٰتٍ لِّقَوْمٍ يَّعْقِلُوْنَ

"Sesungguhnya pada penciptaan langit dan bumi, pergantian malam dan siang, kapal yang berlayar di laut dengan (muatan) yang bermanfaat bagi manusia, apa yang diturunkan Allah dari langit berupa air, lalu dengan itu dihidupkan-Nya bumi setelah mati (kering), dan Dia tebarkan di dalamnya bermacam-macam binatang, dan perkisaran angin dan awan yang dikendalikan antara langit dan bumi, (semua itu) sungguh, merupakan tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti."
(QS. Al-Baqarah: Ayat 164)

Hampir sama dengan postingan yang sebelumnya tentang pentingnya kita mempelajari ilmu pengetahuan dan teknologi. Dalam ayat ini Allah menegaskan bahwa dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian dari malam ke siang begitu juga sebaliknya, kapal bisa berlayar di laut, turunnya hujan dan seterusnya seperti ayat di atas terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti.

Maknanya kita diperintah untuk berfikir dan merenungkan berbagai macam kebesaran Allah swt, seperti :

1. Penciptaan langit dan bumi
Dalam ayat 164 menggunakan kata (Khalqi) yang memiliki arti "penciptaan", namun dapat juga diartikan dengan "pengukuran yang teliti" atau "pengaturan". Maka dari itu kita diperintahkan untuk berfikir ataupu meneliti tentang kebesaran Allah terkait penciptaan langit dan bumi termasuk proses kerjanya yang sangat teliti. Bumi merupakan planet yang kita huni saat ini, di dalam bumi terdapat berbagai jenis makhluk seperti hewan dan tumbuhan. Dan segala apa yang ada di dalam bumi termasuk tanda-tanda kebesaran Allah swt. Sedangkan langit terdiri dari benda-benda angkasa seperti bulan, bintang, matahari, planet, dan lain sebagainya. Semua yang ada di langit tersebut bergerak (beredar) dengan garis edarnya masing-masing dan beredarnya sangat sistematis dan teratur. MasyaAllah.. Sungguh Maha Besar Allah dengan segala yang diciptakan-Nya.

2. Merenungkan Pergantian Malam dan Siang
Bumi berevolusi mengelilingi matahari, disamping itu bumi juga mengalami rotasi atau berputar pada porosnya. Sehingga terjadilah siang dan malam. Di beberapa tempat ada perbedaan lamanya siang atau pun lamanya malam, tergantung letak geografisnya. Pergantian siang dan malam ini terdapat tanda kebesaran Allah swt bagi orang-orang yang mengerti.

3. Merenungkan bahtera-bahtera yang berlayar di laut
Bagaimana kapal-kapal bisa mengapung dan berlayar di laut, mengapat tidak tenggelam walaupun membaha barang-barang yang berguna bagi manusia. Dan bagaimana pesawat bisa terbang melintasi udara? Itu semua berhubungan dengan transportasi, mungkin dulu memanfaatkan angin untuk menggerakkan kapal. Tetapi sekarang sudah menggunakan teknologi canggih yang lebih modern. Namun, disamping itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yang berfikir.

4. Merenungkan Hujan, Angin dan Awan
Dalam ayat ini kita juga disuruh untuk merenungkan hujan, bagaimana hujan itu turun dan apa manfaatnya bagi makhluk hidup yang ada di bumi. Hujan merupakan siklus yang berulang-ulang, bermula dari air di bumi yang menguap dan berkumpul menjadi awan di langit dan membeku, kemudian turun sebagai hujan. Yang mana dengan adanya hujan tersebut, tumbuhan-tumbuhan dapat hidup dengan subur dan hewan-hewan pun dapat memakan rerumputan yang subur. Manusia pun juga merasakan nikmatnya turunnya hujan.

5. Merenungkan aneka binatang yang diciptakan Allah
Allah swt menciptakan binatang-binatang yang bermanfaat untuk manusia, sebagai sumber makanan ataupun sebagai alat transportasi dalam berperang seperti kuda dan unta. Dan itu terdapat tanda-tanda kebesaran Allah swt.

Isi Kandungan Q.S. Al-Baqarah Ayat 164 Pengembangan IPTEK
Isi Kandungan Q.S. Al-Baqarah Ayat 164 Pengembangan IPTEK

Isi kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164

Nah dari kelima point diatas, kita dapat menarik kesimpulan bahwa isi kandungan dari Q.S. Al-Baqarah ayat 164 adalah sebagai berikut :
  1. Allah swt menciptakan langit yang sangat indahdan bumi dengan segala isinya sebagai tanda kebesaran Allah swt. Apa yang ada di dalam bumi seperti tumbuhan, hewan, hutan, tambang, dsb adalah untuk manusia.
  2. Allah swt menundukkan laut kepada manusia yang dapat dimanfaatkan sebagai alat transportasi, dan dengan itu juga manusia bisa menggunakan laut sebagai tempat pencaharian. 
  3. Allah swt menjadikan di bumi waktu, pergantian siang dan malam dan perbedaan lamanya waktu siang dan malam. Semua itu dapat dirasakan manfaatnya oleh manusia. Seperti siang untuk bekerja dan malam untuk beristirahat.
  4. Allah swt menurunkan hujan sebagai keberkahan bagi seluruh makhluk hidup, menyuburkan tanah yang tandus dan tumbuh-tumbuhan dapat hidup dengan subur. Dengan tumbuhan hidup subur, kebutuhan makan hewan-hewan herbivora terpenuhi, dan begitu seterusnya berdasarkan jaring-jaring makanan.
  5. Allah swt menciptakan angin yang juga merupakan tanda kebesaran Allah swt. Adanya angin membuat orang bisa berlayar ke laut. Angin juga bisa dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik dan lain sebagainya.
  6. Air yang turun dari langit (hujan) dapat menghidupkan bumi yang kering (tanah yang tandus karena kekeringan), dan dengan adanya air tumbuh-tumbuhan dapat hidup dengan subur. Ini juga simbol bahwa iman dapat menghidupkan jiwa/hati yang keras. Jiwa yang hidup akan menumbuhkan amal kebaikan sebagaimana tanah yang subur yang dapat menumbuhkan bermacam-macam tumbuhan.
  7. Semua dari point 1 - 6 terdapat tanda-tanda kebesaran Allah swt. Jadi kita harus merenungkan dan berfikir tentang kejadian-kejadian alam dan apa yang kita temukan di bumi maupun alam semesta ini. Sehingga membuat kita sadar, bahwa semua itu adalah atas kehendak dan kebesaran Allah swt, yang dengan itu dapat mempertebal iman kita kepada Allah swt.
Demikian artikel tentang isi kandungan Q.S. Al-Baqarah ayat 164, baca juga artikel sebelumnya tentang Tajwid dan Isi kandungan Q.S. Yunus ayat 101 tentang Memperhatikan Kebesaran Allah

Read more