Monday, August 29, 2016

Pengertian Biaya dan Penggolongan Biaya

Pengertian Biaya dan Penggolongan Biaya - Perusahaan manufaktur adalah perusahaan yang memiliki kegiatan  usaha mengolah bahan baku untuk menghasilkan produk, kemudian dijual untuk memperoleh laba atau keuntungan. Laba yang berasal dari penjualan barang pada dasarnya adalah selisih antara hasil penjualan dengan jumlah harga pokok barang yang dijual dan beban usaha lainnya. Harga pokok produk bergantung pada jenis dan besarnya biaya pembuatan. Pengumpulan dan pengikhtisaran biaya pembuatan produk, dilakukan dengan menerapkan suatu sistem pencatatan khusus yang merupakan bagian dari kegiatan akuntansi dalam perusahaan manufaktur.

Bidang kegiatan tersebut merupakan bidang khusus disebut Akuntas Biaya (Cost Accounting), bertujuan ini terutama mengenai konsep-konsep biaya yang mendasari penerapan metode penghitungan harga pokok produk, serta prosedur pencatatan dalam pengumpulan dan pengikhtisaran biaya produksi.

A. Pengertian Biaya

Pengertian Biaya dan Penggolongan Biaya
Pengertian Biaya dan Penggolongan Biaya

Secara sempit definisi biaya adalah pengorbanan sumber ekonomi yang diperlukan untuk memperoleh barang atau jasa yang secara langsung berhubungan dengan usaha memperoleh penghasilan. Dalam pengertian tersebut yang dimaksud sumber ekonomi adalah barang atau jasa yang memiliki manfaat atau yang mempunyai sifat langka.

Sebagai contoh, perusahaan memiliki persediaan bahan baku seharga 20 juta. Dari jumlah tersebut, seharga 15 juta diolah dalam proses produksi. Harga pokok bahan baku yang diproses seharga 15 juta merupakan sumber ekonomi dalam bentuk aktiva yang dikorbankan untuk memperoleh produk yang akan dijual. Pengorbanan sumber ekonomi tersebut, langsung berhubungan dengan usaha memperoleh penghasilan. Harga pokok bahan baku yang dikorbankan sebesar 15 juta disebut Biaya Bahan Baku. Dalam hubungannya dengan penghasilan yang diperoleh perusahaan dalam suatu periode, biaya dibedakan antara lain sebagai berikut :

a. Biaya yang manfaatnya habis digunakan untuk memperoleh penghasilan pada periode saat terjadinya. Biaya semacam ini digunakan istilah "bebas" (expense). Contoh, harga pokok produk yang dijual (harga pokok penjualan).

b. Biaya yang manfaatnya digunakan untuk memperoleh penghasilan pada periode yang akan datang, atau biaya yang manfaatnya belum dapat dinikmati pada periode terjadinya (unexpired cost). Biaya semacam ini diperlakukan sebagai aktiva. Contoh, persediaan produk jadi pada akhir periode.

2. Penggolongan biaya dalam perusahaan manufaktur

Data biaya merupakan alat bagi manajemen dalam melaksanakan fungsi perencanaan, pengawasan, dan pengambilan keputusan. Oleh karena itu, agar data biaya yang dihasilkan dari proses akuntansi relevan dengan kepentingan manajemmen, biaya sebagai sasaran akuntansi digolongkan menjadi golongan-golongan biaya. Beberapa cara penggolongan biaya, antara lain biaya digolongkan berdasarkan fungsi pokok dalam perusahaan, berdasarkan hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai dan berdasarkan hubungannya dengan volume kegiatan. 

a. Penggolongan biaya berdasarkan fungsi pokok dalam perusahaan

Fungsi pokok dalam perusahaan terdiri atas fungsi produksi, fungsi pemasaran dan fungsi adminitrasi umum. Penggolongan biaya berdasarkan fungsi pokok dalam perusahaan disebut penggolongan dasar, biaya digolongkan menjadi :
1). Biaya produksi adalah biaya yang terjadi dalam hubungannya dengan proses pengolahan bahan baku menjadi produksi yang siap dijual. Biaya produksi dikelompokkan lagi menjadi Biaya Bahan Baku, Biaya Tenaga Kerja, dan Biaya Overhead Pabrik. 
2). Biaya pemasaran adalah biaya yang terjadi dalam hubungannya dengan usaha memperoleh pesanan dan memenuhi pesanan. Misalnya biaya promosi, gaji karyawan bagian penjualan, komisi penjualan, biaya angkutan barang ke luar.
3). Biaya adminitrasi dan umum adalah biaya-biaya yang terjadi dalam hubungannya dengan pengaturan, pengawasan, dan tata usaha organisasi perusahaan. Misalnya gaji direksi, gaji pegawai bagian administrasi kantor, gaji pegawai bagian akuntansi, biaya perlengkapan kantor, penyusutan peralatan kantor, rekening listrik-telepon.

b. Penggolongan biaya berdasarkan hubungannya dengan sesuatu yang dibayai

Berdasarkan hubungannya dengan sesuatu yang dibiayai, biaya digolongkan menjadi biaya langsung dan biaya tidak langsung. Biaya langsung adalah biaya yang terjadi karena ada sesuatu yang dibiayai, misalnya biaya bahan baku dalam pembuatan produk. Biaya tersebut timbul karena ada yang dibiayai yaitu produk. Jika tidak ada proses pembuatan produk, tidak akan timbul biaya bahan baku. Adapan biaya tidak langsung adalah biaya yang terjadi tidak bergantung pada ada atau tidak adanya sesuatu yang dibiayai, misalnya biaya penyusutan mesin dan biaya asuransi pabrik. Biaya biaya tersebut akan tetap terjadi walaupun tidak ada proses pembuatan produk. Dalam hubungannya dengan produk sebagai sesuatu yang di biayai, biaya produksi dikelompokkan menjadi dua kelompok, yaitu :
1). Biaya produksi langsung
Biaya produksi secara langsung dapat dihitung sebagai harga pokok produk atau langsung dibebankan pada produk. Oleh karena itu biaya produksi langsung mudah ditelusuri melekatnya pada produk. Biaya produksi langsung terdiri atas berikut ini .
a). Biaya bahan langsung
Definisi dari biaya bahan langsung adalah semua bahan yang membentuk suatu kesatuan yang tidak terpisahkan dari produk. Harga pokok bahan yang bersangkutan dapat langsung diperlakukan sebagai bagian dari harga pokok produk. Contoh, bahan langsung di antaranya, papan kayu yang dipakai untuk membuat meja, pelat baja yang digunakan untuk membuat kerangka mobil, minyak mentah yang digunakan dalam pembuatan bensin, tanah liat yang digunakan untuk membuat genting, semen dan besi beton yang digunakan untuk membuat gedung. 
b). Biaya tenaga kerja langsung
Biaya tenaga kerja langsung adalah upah karyawan yang secara fisik berhubungan langsung dengan produk. Nilai jasa tenaga kerja yang bersangkutan dapat langsung diperlakukan sebagai bagian dari harga pokok produk. Contoh biaya tenaga kerja langsung, di antaranya upah seorang tukang pembuat meja, upah yang dibayarkan perusahaan konveksi kepada tukang jahit, upah yang dibayarkan kepada perakit pada perusahaan karasori. 

2). Biaya produksi tidak langsung
Biaya produksi tidak langsung disebut juga dengan Biaya Overhead Pabrik (BOP), yaitu biaya-biaya yang diperlukan dalam pembuatan produk, selain biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung. Termasuk ke dalam kelompok biaya produksi tidak langsung, adalah sebagai berikut :
a). Bahan penolong, adalah bahan bahan yang diperlukan dalam pembuatan produk, yang penggunaannya relatif kecil atau terlalu sulit untuk diperlakukan sebagai bahan langsung. Diperlakukan sebagai bahan penolong, antara lain perekat dan tinta koreksi pada perusahaan percetakan, lem perekat, paku kecil dan plitur pada perusahaan mebel.

b). Tenaga kerja tidak langsung adalah tenaga kerja yang secara fisik tidak berhubungan dengan pembuatan produk, misalnya gaji mandor atau pengawas karyawan bagian produksi, gaji manajer produksi dan gai penjaga pabrik.

c). Biaya produksi tidak langsung lainnya, seperti biaya penerangan pabrik, biaya pembangkit tenaga, biaya penyusutan mesin, biaya penyusutan gedung pabrik, biaya reparasi dan pemeliharaan mesin, biaya perlengkapan pabrik dan sebagainya.

Biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung, keduanya disebut Biaya Primer (Prime Cost). Sementara itu, biaya tenaga kerja langsung dan biaya overhead pabrik disebut Biaya Konversi (conversion cost).

c. Penggolongan biaya berdasarkan hubungannya dengan volume kegiatan

Penggolongan biaya berdasarkan hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, sebagai berikut :
1). Biaya tetap atau konstan, adalah biaya yang sampai tingkat kegiatan tertentu berjumlah tetap, tidak berpengaruh oleh perubahan volume kegiatan. Termasuk ke dalam golongan biaya tetap antara lain biaya penyusutan aktiva tetap, pajak bumi dan bangunan, amortisasi patent, biaya sewa dan asuransi.
2). Biaya variabel, adalah biaya yang jumlahnya berubah sebanding (proporsional) dengan perubahan volume kegiatan. Termasuk ke dalam golongan ini adalah biaya bahan langsung dan biaya tenaga kerja langsung, biaya bahan bakar tenaga listrik dan uang lembur.
3). Biaya semi variabel, adalah biaya yang memiliki unsur tetap dan variabel karenanya biaya ini sering disebut juga biaya campuran (mixed cost). Contoh kalkulasi, biaya pemeliharaan dan perbaikan mesin, biaya pemanasan dan penerangan. 

d. Penggolongan biaya berdasarkan jangka waktu manfaatnya

Untuk kepentingan penghitungan laba rugi dan penentuan harga pokok produk secara teliti, biaya digolongkan berdasarkan hubungannya dengan periode pembebanannya. Untuk kepentingan tersebut, pengeluaran untuk biaya diigolongkan sebagai berikut :
1). Pengeluaran modal (capital expenditure) adalah pengeluaran yang manfaatnya dinikmati lebih dari satu periode akuntansi. Pengeluaran modal, pada saat terjadinya dicatat sebagai aktiva dan dibebankan pada periode-periode akuntansi selama usia manfaatnya, dengan mengalokasikan sebagian dari harga perolehannya.  
2). Pengeluaran pendapatan (revenue expenditure), adalah pengeluaran yang manfaatnya hanya dinikmati dalam periode akuntasi saat terjadinya pengeluaran. Pengeluaran pendapatan pada periode terjadinya merupakan beban yang dipertemukan dengan penghasilan yang diperoleh pada periode yang bersangkutan.
Read more

Sunday, August 28, 2016

Definisi Akuntansi dan Macam macam Bidangi Akuntansi

Pengertian Akuntansi dan Pemakai Informasi Akuntansi - Seminggu lagi udah dimulai kegiatan perkuliahan, untuk mengawalinya saya ingin berbagi sedikit tentang akuntansi karena salah satu mata kuliah yang akan saya pelajari ada pengantar akuntansi.

Akuntansi memiliki peran yang sangat penting dalam sistem ekonomi kita. Kebijakan atau keputusan yang dilakukan oleh pemerintah, perusahaan, atau individu dan yang lainnya dapat tepat karena mengandalkan informasi yang diperoleh dari akuntansi. Maka dari itu akuntansi diperuntukan untuk mencatat, megikhtisarkan, melaporkan serta mengintreprestasikan data ekonomi oleh banyak kelompok dalam sistem ekonomi sosial.

Definisi Akuntansi

Definisi Akuntansi
Definisi Akuntansi

Apabila dilihat dari segi bahasa, akuntansi dalam bahasa inggris yaitu accounting yang asal katanya adalah to account. To account memiliki arti menghitung. Kemudian, istilah ini diterjemahkan dalam ke dalam bahasa kita (bhs Indonesia) menjadi "akun" ataupun "perkiraan"

Pengertian akuntansi menurut ahli yang bernama Warren Reeve F adalah suatu sistem informasi yang memberikan laporan kepada pihak-pihak berkepentigan mengenai kegiatan ekoomi dan kondisi suatu perusahaan.

Berdasarkan yang dikutip dalam wikipedia indonesia, definisi akuntansi adalah pengukuran, penjabaran atau pemberian kepastian tentang informasi-informasi yang bisa membantu seorang manajer, investor, otoritas pajak dan pembuat keputusan yang lain untuk membuat alokasi sumber daya keputusan yang tepat dalam pemerintah, suatu perusahaan atau organisasi tertentu.

Dapat juga dikatakan, bahwa definisi akuntansi adalaha suatu seni pencatatan, pengelompokan dan pengikhtisaran segala transaksi dan kejadian yang bersifat keuangan yang selanjutnya ditafsirkan hasil dari proses tersebut. 

Tujuan dari adanya akuntansi adalah untuk menyiapkan laporan keuangan yang tepat dan akurat, laporan ini selanjutnya digunakan oleh manajer, pengambil kebijakan dan pihak terkait laiinnya seperti pemilik saham, kreditur dll untuk mengambil keputusan untuk kebaikan perusahaan yang dimilikinya atau bisnisnya. Pembukuan, itulah sebutan untuk proses pencatatan yang dilakukan setiap harinya oleh seorang akuntan.

Salah satu cabang dari akuntasi adalah akuntansi keuangan, dalam akuntansi ini informasi keuangan pada suatu bisnis dicatat, diklasifikasi, diringkas, diinterpretasikan, serta dikomunikasikan. Auditing, merupakan suatu cabang ilmu yang berhubungan (terkait) namun tetap terpisah (berbeda) dari akuntansi.

Praktisi akuntansi atau orang yang pekerjaannya mengurusi masalah akuntansi (pencatatan dst) disebut dengan akuntan. Di beberapa negara, akuntan ada yang bersertifikat resmi. Tentunya di setiap negara berbeda-beda.


Mancam-macam Bidang Akuntansi 

Ada beberapa bidang dalam akuntansi, yang mana masing masing bidang tersebut menangani hal hal yang khusus yang berhubungan dengan akuntansi. Bidang bidang akuntansi antara lain ada akuntansi keuangan, akuntansi manajemen, akuntansi biaya, akuntansi pemeriksaan. Dan berikut adalah penjelasan singkat tentang bidang-bidang akuntansi tersebut.

1. Akuntansi Keuangan (Financial Accounting)
Financial Accounting adalah bidang akuntansi yang memiliki fungsi pokok untuk mencatat transaksi-transaksi usaha dan menyiapkan laporan-laporan tersebut secara berkala atas usaha tersebut, dalam bidang ini teknik dan prinsip akuntansi.

2. Management Accounting (Akuntansi Manajemen)
Akuntansi manajemen yaitu suatu bidang akuntansi yang memiliki fungsi untuk menyiapkan data historis maupun taksiran (estimated) untuk membantu pekerjaan manajemen sehari-hari dan juga untuk merencanakan operasi perusahaan seperti misalnya financial planning untuk melakukan marketing dsb. 

3. Akuntansi Biaya ( Cost Accounting)
4. Akuntansi Pemeriksaan (Auditing)
5. Akuntansi Perpajakan (Taxation)
6. Akuntansi Pemerintahan ( Governmental Accounting)
7. Akuntansi Anggaran (Budgeting) 
8. Sistem Akuntansi (Accounting System) 
9. Akuntansi Sosial (Social Accounting)

Untuk bidang akuntansi no 3 sampai 9 penjelasannya menyusul ya.. Nah, demikian saja artikel yang berjudul Definisi Akuntansi dan Macam macam bidang akuntansi. Terimakasih. 

Read more

Wednesday, August 10, 2016

Beberapa kebijakan Thomas Stamford Raffles di Indonesia (1811 - 1814)

Indonesia merupakan salah satu negara yang dijajah oleh Belanda dan juga Inggris, salah satu gubernur-letnal hindia belanda (Indonesia) pada tahun 1811 adalah Thomas Stamford Raffles, Rafles diangkat ketika kerajaan Inggris mengambil alih beberapa jajahan kerajaan belanda. selanjutnya ia mendapatkan dorongan untuk naik pangkat menjadi Gubernur Sumatera. Tokoh ini lahir pada 6 Juli 1781 dan meninggal pada tanggal 5 Juli 1826 di London, Inggris.

Dan kali ini kami akan membahas beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Raffles ketika menjabat di Hindia Belanda (Indonesia), berdasarkan bidang bidang tertentu seperti bidang pemerintaan dan birokrasi, bidang sosial, dan bidang ekonomi

Beberapa kebijakan Thomas Stamford Raffles di Indonesia (1811 - 1814)

Beberapa kebijakan Thomas Stamford Rafles di Indonesia (1811 - 1814)
Beberapa kebijakan Thomas Stamford Rafles di Indonesia (1811 - 1814)

1. Bidang Pemerintahan

Beberapa kebijakan Raffles dalam bidang pemerintahan
a. Pula jawa dibagi menjadi 18 keresidenan (sistem ini berlangsung sampai dengan tahun 1964)
b. Sistem pemerintahan dikuasai oleh pemerintahan kolonial yang bercorak barat, padahal sebelumnya masih dikuasai oleh orang-orang pribumi.
c. Bupati bupati atau penguasa pribumi dicopot dari jabatannya
d. Sistem juri digunakan dalam pengadilan

2. Bidang Ekonomi dan Keuangan

Rafles melakukan beberapa kebiijakan, khusunya pada bidang ekonomi dan keuangan antara lain sebagai berikut :
a. Petani diberi kebebasan untuk menana tanaman ekspor, dan pemerintah berkewajiban untuk membuat pasar untuk memancing petani agar menanam tanaman ekspor yang mana tanaman ekspor yang ditanam adalah tanaman yang banyak memberi keuntungan.
b.Pajak hasil bumi atau contingenten beserta sistem penyerahan wajib dihapus, pajak dan sistem ini sudah diterapkan sebelumnya mulai pemerintahan VOC.
c. Menerapkan sewa tanah (landrent), yang berdasarkan anggapan pemerintah kolonial. Pajak ditarik secara perorangan.

3. Bidang hukum


Dalam bidang hukum Rafles mengambil beberapa langkah dengan mengeluarkan beberapa kebijakan sebagai berikut :
a. Dibandingkan dengan sistem peradilan yang ada pada jaman Daendelels, sistem peradilan milik Rafles lebih baik. Alasannya adalah sistem peradilan daedels beroarientasi kepada ras atau warna kulit, sementara pada Rafles berorientasi pada besar kecilnya kesalahan (perbuatan).


4. Bidang Sosial

Beberapa kebijakan yang dilakukan oleh Rafles dalam bidang sosial antara lain :
a. Kerja rodi atau kerja paksa dihapuskan, perbudakan juga dihapus. Akan tetapi kenyataannya ia melanggar peraturan yang ia buat sendiri yaitu dengan melakukan kegiatan yang bisa dibilang sama dengan perbudakan.
b. Pynbank (disakiti) yang merupakan hukuman yang terbilang kejam yaitu melawan harimau. Pynbank ini dihapus pada zaman rafles.

5. Bidang Ilmu Pengetahuan

a. Pada tahun 1817 ditulis sebuah buku yang memiliki judul History of Java di London, buku ini dibagi menjadi dua jilid.
b. Pada tahun 1820 ditulis sebuah buku dengan judul History of the East Indian Arephipelago di Eidenburg, buku ini dibagi menjadi 3 jilid.
c. Rafles mendukung penuh sebuah perkumpulan kebudayaan dan ilmu pengetahuan yang pada waktu itu perkumpulan yang ia dukung adalah Bataviaach Genootschap.
d. Bunga Rafflesia Arnoldi ditemukan pertama kali
e. Kebun Raya Bogor dirintis pertama kali.
f/ Memindahkan Prasasti Airlangga ke CFalcutta, India. Hal ini membuat Prasasti tersebut sering disebut dengan Prasasti Calcuta

Read more

Wednesday, August 3, 2016

Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa

Selamat pagi cantik.. Kali ini kitapunya.net akan meneruskan postingan sebelumnya yang membahas tentang pers lebih detailnya tentang kebebasan media massa (pers). Judul yang kami pakai pada kali ini adalah dampak penyalahgunaan kebebasan media massa. Oke, berikut ini adalah penjelasan nya !!!

Media massa yang disalah gunakan oleh pihak pihak tetentu dapat berdampak negatif bagi kehidupan masyarakat. Dampak buruk atau dampak negatif tersetbut dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu dampak secara intern (dalam) dan dampak secara ekstern (luar).

Dampak Penyalahgunaan Kebebasan Media Massa

a. Secara intern
1). Pers tidak obyektif, menyampaikan berita bohong atau yang tidak benar, yang pada akhirnya menghebohkan di kalangan masyarakat. Intinya akan merugikan masyarakat. Bila masyarakat sering mendapat berita bohong dari media tertentu, maka lama kelamaan media yang menyampaikan berita bohong tersebut akan ditinggalkan oleh pembacanya (masyarakat)>

2). Masyarakat yang belum siap untuk menggunakan hak jawab akan menimbulkan kejengkelan pihak pihak yang merasa dirugikan oleh pemberitaan pers akan melakukan tindakan yang anarkhis.

b. Secara ekstern
Secara elstern dampak penyalahgunaan kebebasan media massa antara lain :
1). Mempercepat kerusakan akhlak dan moral bangsa
2). Menimbulkan ketegangan bisa juga kekhawatiran dalam masyarakat
3). Menimbulkan sikap antipati terhadap pers
4). Menimbulkan sikap saling curiga dan bahkan bisa menimbulkan perpecahan dalam masyarakat
5). Mempersulit dalam mendamaikan kembali kelompok masyarakat yang sedang terjadi konflik

Secara umum penyalahgunaan media massa dalam hal ini menyangkut penyampaian informasi yang salah berdampak luas dalam kehidupan pribadi, masyarakat, Bangsa dan Negara. Dan berikut kami jelaskan satu persatu.

Media Pers
Media Pers


a. Bagi kepentingan pribadi
Seseorang (pribadi) yang menggunakan pers dengan sebaik-baiknya tanpa ada penyalahgunaan maka bisa membuat seseorang tersebut mendapat citra positif dari masyarakat, namun sebaliknya bila seseorang menyalahgunakan media massa maka dapat menghancurkan citra dirinya (reputasinya), dan masyarakat pun akan sulit untuk kembali percaya seperti yang sebelumnya.

b. Bagi kepentingan masyarakat
Pemberitaan melalui pers yang tidak sesuai dengan kenyataan yang ada dapat menimbulkan kesan yang berbeda-beda dalam masyarakat. Masyarakat yang mendapatkan berita bohong tersebut bisa jadi menimbulkan keresahan, kekhawatiran ataupun kebingungan terkait suatu berita. Namun kadangkala berita bohong tersebut memang disengaja, dan diulang-ulang untuk mempengaruhi masyarakat. Salah satu yang sering terjadi adalah pada saat pemilu, banyak isu isu atau berita yang tidak sesuai kenyataan, yang tujuannya adalah agar masyarakat percaya pada salah satu pihak, dan berfikir negatif pada lawannya. 


c. Bagi kepentingan bangsa dan negara
Selain berdampak pada pribadi dan masyarakat, kebebasan pers yang disalah gunakan atau tidak bertanggung jawab juga dapat merugikan kepentingan bangsa dan negara. Hal ini terjadi jika berita yang disampaikan oleh media massa merupakan tulisan yang tidak berdasarkan fakta yang benar dan kurang mempertimbangkan kepentingan nasional. Bisa juga berita yang mempengaruhi masyarakat agar mempunyai pandangan negatif terhadap pemerintah. Nah, lebih jelasnya perhatikan point point berikut ini : 

Hal ini akan menimbulkan dampak sebagai berikut :
1). Tingkat kepercayaan terhadap pemerintah berkurang, karena ada berita bohong yang tidak sesuai atau berita yang menyesatkan bisa jadi membuat masyarakat bersikap apatis dan acuh tak acuh terhadap program pemerintah. Akibatnya partisipasi masyarakat dalam pembangunan menurun.
2). Kepercayaan luar negeri luntur
Kepercayaan negara lain terhadap suatu negara yang berkurang akan berakibatnya minat kerja sama dengan negara lain tersebut. Apa lagi jika sudah tidak ada lagi kepercayaan negara lain terhadap negara kita jauhlah harga diri Indonesia sebagai bangsa. Akibat lebih lanjut adalah negara kita akan mengalami kesulitan dalam bekerja sama dengan dunia internasional dan pembangunan ekonomi akan mengalami hambatan.
3). Akan menimbulkan gesekan hubungan antara pers dengan institusi tertentu. Bisa juga timbul suatu konflik. Hal ini akan membuat renggangnya hubungan antara instansi dengan pers karena adanya pemberitaan yang tidak seimbang.  

Selain dampak diatas, dampak penyalahgunaan media massa yang saat ini terjadi dalam masyarakat Indonesia adalah :
1. Ada kecenderungan perliaku negatif mudah terbentuk dalam diri seseorang dibandingkan perilaku positif. Misalnya, dorongan menjadi konsumerisme (boros) akibat menonton atau membaca iklan di media massa lebih kuat dibandingkan dorongan untuk menjadi produktif. Contoh lain inspirasi dan mengembangkan kreatifitas, ketika seseorang membaca media cetak atau melihat tayangan televisi.
2. Adanya penayangan film, pemberitaan/foto/cover dalam media massa yang menjurus pada pornografi dan jurnalistik premanisme. Hal ini dapat berdampak negatif bagi pembaca atau pemirsanya, terutama bagi mereka yang kurang dapat mengendalikan diri.

Jika terdapat suatu kekeliruan atau penyalahgunaan kebebasan pers yang berkaitan dengan pemberitaan suatu media massa antara seseorang atau badan hukum dengan media massa yang bersangkutan, diberikan kesempatan sesuai dengan aturan Undang-undang untuk menggunakan hak jawab dan hak tolak dalam mengajukan keberatan serta penolakan atas pemberitaan tersebut.

a. Hak jawab atas suatu berita
Definisi dari hak jawab yaitu hak yang dimiliki oleh seseorang atau badan hukum yang merasa dirugikan oleh tulisan pada sebuah atau beberapa penerbitan. Hak jawab itu ditujukan kepada media yang memuat berita yang merugikan seseorang agar memuat bantahan dari mereka yang dirugikan. Dengan kesadarannya sendiri wartawan Indonesia secepatnya mencabut atau meralat setiap pemberitaan yang kemudian ternyata tidak akurat dan memberi kesempatan hak jawab serta proporsional kepada sumber atau objek berita.

b. Hak tolak
Hak tolak sering disebut juga hak ingkar wartawan. Wartawan yang karena pekerjaanmu mempunyai kewajiban menyimpan rahasia, dalam hal itu nama, jabatan, alamat, atau identitas lainnya dari orang yang menjadi sumber informasinya. Hak tolak tidak berlaku dalam kaitannya dengan hal hal yang membahayakan kepentingan negara. Artinya, wartawan atau orang yang berprofesi lain dapat diminta keterangan dalam hal tertentu dan harus memberitahukannya apabila hal itu menyangkut kepentingan negara.

Read more

Tuesday, July 26, 2016

Pengertian, Konsep dan Manajemen Pemasaran

Alhamdulillah, tahun ini saya diterima di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dengan prodi D III Pemasaran, Nah, untuk memulainya maka saya akan membahas tentang pemasaran sebagai langkah awal dalam belajar. Kita mulai dari pengertian pemasaran, sebelumnya juga sudah saya bahas secara singkat dalam artikel  yang berjudul definisi pemasaran (marketing). Oke langsung saja, berikut adalah penjelasan secara singkat :

A. Pengertian Pemasaran

Pengertian, Konsep dan Manajemen Pemasaran
Pengertian, Konsep dan Manajemen Pemasaran
Pemasaran memiliki beberapa pengertian menurut beberapa ahli, dan berikut adalah pengertiann pemasaran yang dikemukakan oleh beberapa ahli :

a. Pengertian pemasaran menurut Philip Kotler dan Amstrong yaitu suatu proses sosial dan managerial yang akan membuat seseorang (individu) ataupun kelompok mendapatkan apa yang mereka inginkan ataupun yang mereka butuhkan melalui penciptaan dan pertukaran timbal balik produk dan nilai yang dilakukan dengan orang lain (baik individu atau kelompok).

b. Pengertian pemasaran atau marketing berdasarkan pendapat Philip Koler adalah suatu kegiatan atau aktivitas yang dilakukan oleh manusian yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan melalui suatu proses yang bernama pertukaran (tukar menukar).

c. Pemasaran menurut W Stanton adalah suatu sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang bertujuan untuk merencanakan, menentukan harga, mempromosikan dan mendistriusikan barang dan jasa sehingga dapata memenuhi kebutuhan pembeli maupun pembeli potensial.

d. Pengertian pemasaran secara umum yaitu suatu sistem total dari kegiatan bisnis ataupun usaha yang dibuat untuk merencanakan, menentukan harga, promosi dan mendistribusikan barang- barang yang dapat memberikan kepuasan / memenuhi kebutuhan dan mencapai pasar sasaran serta tujuan tertentu perusahaan.

Anda bisa membaca artikel yang lebih lengkap lagi tentang definisi pemasaran,

B. Konsep Pemasaran

Pemasaran memiliki beberapa konsep inti atau utama, diantaranya ada konsep keinginan, konsep kebutuhan, permintaan, produksi, utilitas, nilai dan juga kepuasan, pertukaran, transakasi dan hubungan pasar, pemasaran dan pasar. Mungkin lain kali akan kami jelaskan satu persatu dari konsep pemasaran yang telah kami sebutkan di atas. Konsep pemasaran menyebutkan bahwa kunci untuk mencapai tujuan organisasi atau perusahaan terdiri dari penentuan kebutuhan dan keinginan pasar sasaran serta memberikan kepuasaan yang diharapkan secara lebih efektif dan efisien dibandingkan para pesaing.

C. Manajemen Pemasaran

Manajemen pemasaran tersusun dari dua buah kata, kata yang pertama adalah manajemen, dan yang kedua adalah pemasaran. Definisi pemasaran dapat anda lihat di bagian atas artikel ini, sudah dijelaskan pengertiannya menurut beberapa ahli. 

Sedangakan manajemen memiliki pengertian yaitu suatu proses perencanaan (Planning), pengorganisasian (organizing) penggerakan (Actuating) dan pengawasan.

Dari kedua pengertian di atas, manajemen pemasaran memiliki pengertian yaitu sebagai analisis, perencanaan, penerapan dan pengendalian program yang dirancang untuk menciptakan, membangun, dan mempertahankan pertukaran yang menguntungkan dengan pasar sasaran dengan maksud untuk mencapai tujuan suatu organisasi atau perusahaan. 

Sedangkan secara umum manajemen pemasaran dapat diartikan sebagai suatu usaha/kegiatan yang direncanakan, dan diorganisasiknan yang meliputi pendistribusian barang, penetapan harga dan dilakukan pengawasan terhadap kebijakan-kebijakan yang telah dibua, semua itu dilakukan semata-mata untuk mendapatkan tempat dipasar segingga tujuan utama dari pemasaran dapat tercapai dengan baik.

Read more

Monday, July 25, 2016

Upaya Pemerintah dalam Mengendalikan Kebebasan Pers

Tadi mau menulis tentang perkembangan pers sebelum dan sesudah kemerdekaan, eh ternyata sudah pernah aku tulis beberapa bulan yang lalu. Maka dari itu, aku tulis saja kelanjutannya yang masih se tema dengan yang itu yaitu tentang Pers. Judul artikel yang akan saya pakai adalah upaya upaya pemerintah dalam mengendalikan kebebasan pers.

Dari waktu ke waktu pemerintah selalu mengupayakan untuk mengendalikan kebebasan pers agar tidak melewati batas, yaitu dengan mengeluarkan beberapa kebijakan (peraturan). Misalnya saja pada masa orde lama, pada waktu itu melalui pengadilan atau meja hijau pemerintah berupaya keras membredeli media massa yang memiliki pemahaman yang bertentangan dengan pemerintah.

Kemudian pada masa orde baru, pemerintah langsung mencabut SIUPP media cetak yang dianggap mengancam dan membahayakan pemerintah. Hal yang sebaliknya terjadi pada era reformasi, pemerintah mengeluarkan kebijakan yang memberikan ruang gerak pada dunia pers, dan SIUPPP dihapuskan.

Pada masa itu juga, departemen penerangan dilikuidasi, pernebitan media cetak dan pendirian stasiun penyiaran didorong masyarakat dalam beberapa hal sudah mengenal aspek-aspek pemerintah modern.


Di Indonesia, upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengendalikan kebebasan pers adalah sebagai berikut :

Upaya Pemerintah dalam Mengendalikan Kebebasan Pers

Upaya Pemerintah dalam Mengendalikan Kebebasan Pers
Upaya Pemerintah dalam Mengendalikan Kebebasan Pers

A. Pembuatan Undang-undang Pers
Dengan peraturan perundang-undangan tentang pers dan penyiaran yang dibuat oleh pemerintah bersama DPR, diharapkan dapat menjadi acuan bagi semua pihak yang terkait dengan pers dan media massa agar kehidupan pers dan gerak media massa tetap dapat berlangsung dengan bebas namun disertai dengan tanggung jawab.

Di negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila mensyaratkan kebebasan yang diikuti oleh tanggung jawab. Meskipun hak-hak asasi pribadi diakui dan dilindungi etapi dalam pelaksanaannya tidak dapat dilakukan tanpa batas. Hak hak orang lain sebagai pembatasnya, sehingga kewajiban untuk saling menghormati menjadi jati diri manusia, masyarakat, dan bangsa Indonesia.

Maka dari itu pers nasional sesuai pasal 2 UU pers berkewajiban untuk :
1). Mempertahankan, membela, mendukung dan melaksanakan Pancasila dan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
2). Memperjuangkan pelaksanaan amanat penderitaan rakyat berdasarkan Demokrasi Pancasila.
3). Memperjuangkan kebenaran dan keadilan atas dasar kebebasan pers
4). Membina persatuan dan kesatuan.
5). Menjadi penyalur pendapat umum yang bersifat kontraktif.

Pada awal reformasi dunia pers Indonesia reformasi dunia pers Indonesia mengalami perubahan yang mendasar dalam menuju kebebasan pers sebagai  salah satu pilar demokrasi. Menteri Penerangan RI dalam kabinet Reformasi Pembangunan pada tanggal 5 Juni 1998, telah mengeluarkan serangkaian peraturan penting di bidang pers, antara lain :

1). Mengeluarkan Peraturan Menteri Penerangan No. 01/MENPEN/1998 yang mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi Peraturan Menteri Penerangan No. 01/MENPEN/1984 tentang SIUP. Dalam peraturan yang baru itu selain menyederhanakan proses permohonan SIUP, juga menetapkan tidak ada lagi pembatalan SIUP.
2. SK No. 133/SK/MENPEN/1998 yang mencabut dan menyatakan tidak berlaku lagi SK Menteri Penerangan No. 47/KEP/MENPEN/1975 tentang pengukuhan PWI dan Serikat Penerbit Surat Kabar (SPSK) sebagai satu-satunya organisasi wartawan dan organisasi penerbit pers Indonesia.

B. Memfungsikan Dewan Pers sebagai Pembina Pers Nasional
Dewan pers memiliki peran sebagai lembaga mandiri yang tugas dan tanggung jawabnya adalah untuk membina kehidupan pers yang bebas dan bertanggung jawab. Walaupun dewan pers ini tidak bisa menilai apakah seorang wartawan atau pers telah melanggar sanksi kode etik jurnalistik atau belum dan apalagi menjatuhkan sanksinya, namun tugas dan kewajiban untuk membina kemajuan pers Indonesia sangat berarti.

C. Penegakan Supremasi Hukum
Semua aturan hukum ataupun peraturan perundang-undangan tidak akan berarti dan menghasilkan dampak positif apapun selagi tidak disosialisasikan dan ditegakkan pemberlakukannya secara efektif dalam kehidupan masyarakat. Dan agar masyarakat ikut menegakkan peraturan tersebut perlu dilakukan pemberdayaan, pemberdayaan ini diharapkan agar masyarakat dapat memahami hukum yang berlaku. Penegakan hukum yang didukung oleh seluruh lapisan masyarakat akan membawa pengaruh positif bagi semuanya, yang pada akhirnya kemampuan pemerintah untuk meneggakan supremasi hukum yang berkaitan dengan pers akan tercipta pers yang bebas dan bertanggung jawab. 

D. Sosialisasi dan peningkatan kesadaran rakyat akan Hak hak Asasi Manusia
Semakin tinggi kesadaran rakyat mengenai hak hak asasi manusia akan membuat terjadinya peningkatan kecerdasan insan pers untuk melayani kebutuhan rakyat. Pers yang tidak sejalan dengan penerapan kesadaran rakyat tentang hak asasi manusia akan semakin ditinggalkan pembacanya. Peningkatan kualitas pers menjadi keinginan pembacanya. Apabila isi informasi pers sering dan banyak menyesatkan maka kredibilitas pers di mata pembaca semakin menurun.

Informasi yang benar disampaikan secara santun dan menarik menjadi kebutuhan masyarakat yang semakin maju dan berperadaban. Jenis berita yang bersifat provokatif cenderung memihak kepentingan tertentu, mudah menimbulkan hasutan diantara golongan dan kelompok dalam masyarakat bukan lagi jamannya pers modern sekarang.

Upaya pemerintah dalam mengendalikan kebebasan pers apabila dimaksudkan untuk mendorong berkembangnya pers yang independen, sehingga bisa bersifat objektif dalam pemberitaannya, perlu disikapi secara positif (didukung). Sikap positif juga perlu dikembangkan ketika pemerintah mengendalikan pers untuk mencegah pers dikelola untuk kepentingan bisnis saja, pengendalian pers ketika yang dilakukan adalah untuk mencegah berkembangnya pemberitaan foto/film yang didomisili oleh kekerasan, sadisme dan pornografi.
Read more

Monday, July 18, 2016

Akibat Kelonggaran Pemerintah Orde Baru terhadap Masuknya Budaya Asing

Akibat Kelonggaran Pemerintah Orde Baru terhadap Masuknya Budaya Asing - Pada malam hari ni kami admin kitapunya.net ingin share tentang sejarah dari negara kita, yaitu tentang Orde Baru.1966 - 1998. Orde baru merupakan masa pemerintahan Presiden Soeharto yaitu dari tahun 1966 sampai dengan 1998. Orde baru merupakan masa setelah orde lama atau setelah pemerintahan Presiden Soekarno. 


Kami juga sudah membahas tentang orde baru ini, judul artikelnya adalah Sistem Pemerintahan Indonesia pada Masa Orde Baru. Oke kembali ke topik pembahasan utama kita pada malam ini, apa sajakah akibat dari kelonggaran pemeritntah orde baru terhadap masuknya budaya asing yaitu :

Sistem Pemerintahan Indonesia Masa Orde Baru (1966 - 1998)
Sistem Pemerintahan Indonesia Masa Orde Baru (1966 - 1998)


1. Penurunan apresiasi masyarakat terhadap budaya nasional. Masyarakat lebih tertarik dengan budaya asing yang lebih praktis.

2. Berkembangnya kebudayaan kontemporer dan popular. Kebudayaan tradisional yang sarat cerita dan estetika semakin ditinggalkan oleh masyarakat terutama kalangan generasi muda.
3. Budayawan sulit mengembangkan budaya tradisional. Hal ini disebabkan oleh animo generasi muda terhadap kebudayaan tradisional semakin berkurang.
4. Masyarakat cenderung menjadi konsumen kebudayaan asing. Hal ini terlihat dari maraknya budaya asing terutama lagu-lagu dari barat dan amerika latin yang membanjiri industri musik dalam negri. Maka berkembang pesar musik Rock, Jazz, dan lain sebagainya.

Pada zaman pemerintahan Presiden Soeharto musik pop romantis yang sarat dengan lagu2 cinta ini dilarang beredar di Indonesia. Hal ini disebabkan karena pemerintah pada saat itu menganggap bahwa musik bergenre pop romantis tersebut merupakan budaya yang kurang baik bagi Indonesia, tidak membangnun semangat nasionalisme dan patriotisme bangsa Indonesia. Bukti pelarangan musik bergenre ini adalah Band Koes Bersaudara pernah dijebloskan penjara oleh rezim orde baru.

Namun lama kelamaan musik bergenre pop romantis beredar dengan luas, dan peminatnya sangat banyak di Indonesia. Dan pada akhirnya larangan tersebut sudah tidak berlaku lagi..
Read more

Alasan Indonesia Ditinggalkannya Bentuk Negara RIS dan kembali ke Negara Kesatuan

Seperti yang kita ketahui bahwa dulunya negara kita pernah menggunakan konstitusi RIS atau Republik Indonesia Serikat yang mana bentuk negaranya adalah serikat. Awal mulanya konstitusi RIS mulai diberlakukan 27 Desember 1949 berdasarkan konferensi meja bundar. Konstitusi RIS berlaku hanya sekitar 1 tahun, yaitu sampai 17 Agustus 1950. Lalu apa sajakah yang membuat konstitusi RIS ini ditinggalkan oleh negara kita apakah karena bentuk negara serikat tidak cocok dengan negara kita, dan apakah alasan utamanya negara kita beralih kembali menjadi negara yang berbentuk kesatuan.

1. RIS lebih banyak mewakili kepentingan belanda. Hal ini dikarenakan dalam RIS terdapat adanya negara-negara bagian (BFO) yang merupakan negara-negara boneka yang dibuat oleh negara belanda.

2. Rakyat di daerah tidak puas dengan hasil dari KMB. Hasil KMB tidak mencerminkan cita-cita perjuangan bangsa Indonesia. Namun bangsa Indonesia mau menerima hasil KMB saat itu semata-mata demi mendapatkan pengakuan kedaulatan dari pemerintah Belanda.

Berdirinya negara RIS tidak mempunyai dasar ideologi yang kuat. Negara RIS juga tidak sama dengan cita-cita bangsa Indonesia yaitu Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Gambar nggak jelas : Follow ig : rahmadhidyt1
Rahmad Ganteng Banget
Rahmad Ganteng

Read more

Sunday, July 10, 2016

Pengertian Tertib Sosial (Social Order) adalah

Pengertian Tertib Sosial (Social Order) adalah suatu kondisi yang mana anggota masyarakat yang berada di dalamnya berperilaku sesuai dengan status dan perannya dalam masyarakat dengan kata lain semua masyarakat tertib menjalankan peran dan tugasnya di dalam masyarakat. Tertib sosial meruapakan salah satu usaha dalam menciptakan keteraturan di dalam suatu masyarakat tertentu.

Nah, untuk sekalian saja kita bahas tentang cara untuk menciptakan keteraturan dalam masyarakat selain dari tertib sosial. Apa sajakah cara atau usahanya? Berikut ini kami sebutkan secara singkat :

1. Tertib sosial
2. Order, definisi dari order adalah suatu sistem atau suatu tatanan nilai dan norma sosial yang diakui, dipatuhi oleh warga masyarakat.
3. Keajega, pengertiannya yaitu sesuatu yang telah, sedang dan akan dilaksanakan sesuai dengan nilai dan norma yang berlaku dalam masyarakat.
4. Pola, definisinya yaitu berkaitan dengan bentuk interaksi sosial sebagai pencerminan dari suatu keijakan yang telah di terima oleh semua pihak..

Read more

Sunday, June 19, 2016

Prinsip dalam Birokrasi Modern Menurut Max Weber

Definisi dari birokrasi adalah suatu organisasi yang memiliki sifat hierarkis yang ditetapkan secara rasional untuk megkoordinasi pekerjaan orang untuk kepentingan pelaksanaan tugas-tugas administratif. 

Prinsip dalam birokrasi modern menurut Max Weber yaitu :
  1. Terdapat ketentuan yang tegas dan resmi mengenai kewenangan yang didasarkan pada peraturan. Peraturan umum, yaitu ketentuan-ketentua hukum dan adminitrasi.
  2. Prinsip hierarki dan derajat wewenang merupakan sistem yang tegas perilaku hubungan antara atasan dan juga bawahan
  3. Kata terlaksanakan suatu birokrasi modern didasarkan pada dokumen tertulis
  4. Pelaksanaan birokrasi dalam bidang-bidang tertentu membutuhkan atau memerlukan suatu latihan dan keahlian khusus
  5. Birokrasi yang modern memerlukan kemanmpuan yang maksimal
  6. Pelaksanaan yang didasarkan pada ketentuan umum yang lenggang maupun tidak lenggang, sempurna atau kurang sempurna.

Read more