Bentuk Penyelenggaraan Usaha Pembelaan Negara

Yogyakarta, 6 Agustus 2015 - Bentuk Penyelenggaraan Usaha Pembelaan Negara - Pada kesempatan sebelumnya Kita Punya sudah membahas mengenai pengertian upaya bela negara yang kemudian dilanjutkan dengan bentuk-bentuk ancaman terhadap negara. Nah, dan yang sekarang akan saya share adalah artikel dengan judul bentuk penyelenggaraan usaha pembelaan negara.

Berdasarkan ketentuan pasal 9 ayat 2 UU No. 3 tahun 2002 tentang pertahanan negara, disebutkan bahwa keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara, dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu sebagai berikut :

1. Pendidikan kewarganegaraan (PKn)
Dalam penjelasan pasal 37 ayat (1) UU No. 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (SISDIKNAS) dinyatakan bahwa pendidikan kewarganegaraan dimaksudkan untuk membentuk peserta didik menjadi manusia yang mempunyai rasa kebangsaan dan cinta yang besar dengan tanah air Indonesia Raya. Konsep nasionalisme (rasa kebangsaan), dan patriotisme (cinta tanah air), merupakan ciri kesadaran warga negara untuk membela negara. Hal ini berarti bahwa pemberian materi pendidikan kewarganegaraan di dalam kurikulum sekolah merupakan salah satu cara untuk membina kesadaran peserta didik agar ikut serta dalam upaya bela negara. Oleh karena itu PKn merupakan salah satu bahan ajar yang wajib dimuat dalam kurikulum pendidikan dasar (SD) dan menengah baik menengah pertama (smp/sederajat) atau menengah atas (sma/sederajat). Di dalam kurikulum pendidikan perguruan tinggi juga wajib ada pendidikan kewarganegaraan (PKn).

2. Pelatihan dasar kemiliteran secara wajib
Selain TNI, salah satu komponen warga negara yang mendapat pelatihan dasar kemiliteran adalah unsur mahasiswa yang tersusun dalam organisasi Resimen Mahasiswa (Menwa), atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Bela negara. Menurut data Departemen Pertahanan tahun 2003, jumlah Menwa sekitar 25.000 orang dan alumni menwa sekitar 62.000 orang. Anggota menwa merupakan komponen bangsa yang telah memiliki pemahaman dasar-dasar kemiliteran, sehingga dapat didayagunakan dalam kegiatan pembelaan terhadap negara.

3, Pengabdian sebagai prajurit TNI secara sukarela atau wajib

Dalam upaya bela negara, peran TNI sebagai alat pertahanan negara sangat penting dan strategis karena TNI memiliki tugas sebagai berikut :
  • Mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayah negara Indonesia
  • Melindungi kehormatan dan keselamatan bangsa dan negara
  • Melaksanakan operasi militer selain perang
  • Ikut serta secara aktif dalam tugas pemeliharaan perdamaian regional dan internasional (pasal 10 ayat 3 UU RI No. 3 tahun 2002).
Bentuk Penyelenggaraan Usaha Pembelaan Negara
Bentuk Penyelenggaraan Usaha Pembelaan Negara

4. Pengabdian sesuai dengan profesi
Pengertian dari pengabdian sesuai dengan profesi adalah pengabdian warga negara yang mempunyai profesi tertentu untuk kepentingan pertahanan negara, termasuk dalam menanggulangi dan/atau memperkecil akibat yang ditimbulkan oleh perang, bencana alam, atau bencana lainnya (penjelasan UU RI No 3 Tahun 2002).

Yang termasuk profesi tersebut antara lain para medis, tim SAR (Search and Rescue), PMI (Palang Merah Indonesia), POLRI (Polisi Republik Indonesia), petugas bantuan sosial dan LINMAS (Perlindungan Masyarakat).

Selain melalui empat jalur tersebut di atas, keikutsertaan warga negara dalam upaya bela negara juga perlu dilakukan dalam rangka menghadapi derasnya arus budaya asing yang tidak mungkin kita cegah di era globalisasi ini. Caranya antara lain dengan meningkatkan pengamalan Pancasila dan nilai-nilai luhur budaya bangsa Indonesia sendiri seperti sopan santun, kasih sayang, kerukunan, kekeluargaan, kegotongroyongan, kesederhanaan dan lain sebagainya.

Dengan begitu diharapkan kita bisa terhindar dari pengaruh negatif dari budaya asing yang masuk ke Indonesia. Upaya bela negara juga dapat dilakukan untuk mengharumkan nama Indonesia dikancah internasional misalnya melalui bidang olahraga, seni budaya, maupun ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) dengan meraih kejuaraan dan penghargaan baik di tingkat regional maupun internasional.

Setiap warga negara apapun profesinya mempunyai kewajiban untuk membela negara, karena membela negara adalah tanggung jawab bersamma untuk mencapai tujuan bangsa Indonesia yaitu tatanan masyarakat yang adil, sejahtera, makmur, aman dan sentosa.
Load disqus comments

0 comments