Sumber-sumber Hukum Internasional

  • Whatsapp
Sumber-sumber
Hukum Internasional

Sumber-sumber hukum internasional diperuntukan bagi
masyarakat internasional. Sumber-sumber hukum internasional adalah
sumber-sumber hukum yang digunakan oleh makhamah internasional dalam memutuskan
masalah-masalah yang timbul di dalam hubungan internasional.
Sumber hukum internasional dalam arti formal adalah
sumber hukum dari mana kita mendapatkan atau menemukan ketentuan-ketentuan
hukum internasional. Menurut Brierly, sumber hukum internasional dalam arti
formal merupakan sumber hukum paling utama dan memiliki otoritas tertinggi dan
otentik yang dapat dipergunakan oleh Mahkamah Internasional.
Menurut riset Piagam Mahkamah Internasional Permanen
disebutkan sumber-sumber hukum internasional dalam arti formal yang terdiri
dari:
a.    
Perjanjian Internasional.
b.   
Kebiasaan-kebiasaan internasional yang terbukti
dalam praktik umum dan diterima sebagai hukum.
c.    
Asas-asas umum hukum yang diakui oleh
bangsa-bangsa beradab.
d.   
Keputusan-keputusan hakim dan ajaran-ajaran
pakar hukum internasional dari berbagai negara sebagai sarana perlengkap
menetapkan hukum.
e.   
Pendapat-pendapat para ahli hukum yang
terkemuka.
Sumber-sumber hukum internasional
dalam arti formal di atas dapat diklasifikasikan ke dalam dua golongan.
Pertama, sumber hukum utama (primer) yang terdiri dari perjanjian
internasional, kebiasaan-kebiasaan internasional dan asas-asas hukum umum.
Kedua, sumber hukum tambahan (subsider) yang terdiri dari keputusan-keputusan
hakim dan pendapat para ahli hukum terkemuka.
Menurut pasal 38 Piagam Mahkamah
Internasional Permanen tertanggal 16 Desember 1920, ada empat macam sumber
hukum internasional, yaitu:
a.    Perjanjian
Internasional baik yang bersifat umum maupun khusus, yang mengandung ketentuan
hukum yang diakui secara tegas oleh negara-negara yang bersengketa.
b.    Kebiasaan
internasional yang tebukti sebagai kebiasaan umum yang telah diterima sebagai
hukum.
c.     Prinsip
hukum umum yang diakui oleh bangsa-bangsa beradab.
d.    Keputusan
peradilan internasional dan ajaran pakar hukum dari berbagai negara sebagai
sarana pelengkap menetapkan hukum.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *