Sistem Starter Mobil

  • Whatsapp
Sistem Starter Mobil – Suatu mesin atau engine tidak dapat
mulai hidup (start) dengan sendirinya, maka mesin tersebut memerlukan tenaga
dari luar untuk memutarkan poros engkol dan membantu untuk menghidupkan. Dari
beberapa cara yang sudah ada pada saat ini, mobil pada umumnya menggunakan siatu motor listrik,
digabungkan dengan magnetic switch (solenoid) yang memindahkan gigi pinion yang berputar
ke ring gear yang dipasangkan pada bagian luar dari fly wheel (roda gila), sehingga ketika ring
gear dapat berputar maka secara otomatis poros engkol pun juga ikut berputar. Suatu motor starter harus dapat menghasilkan momen
yang besar dari tenaga yang kecil yang tersedia pada baterai atau aki,
Sistem Starter Mobil
Sistem Starter Mobil

Pengertian dan Fungsi Sistem Starter

Sistem
starter adalah bagian dari sistem pada kendaraan yang berfungsi untuk memberikan
putaran awal untuk engine agar dapat menjalankan siklus kerjanya. Dengan
memutar fly wheel, dan poros engkol dapat berputar, sehingga engine mendapat putaran awal dan selanjutnya dapat
bekerja memberikan putaran dengan sendirinya melalui siklus pembakaran
pada ruang bakar.

Komponen-komponen Sistem Start 
1. Kunci Kontak / Sarting Switch
Fungsi starting switch atau yang dikenal juga dengan istilah kunci kontak berfungsi untuk memutuskan dan menghubungkan baterai dengan komponen- komponen dalam sistem starter dan komponen kelistrikan lainnya.
2. Baterai (Aki)
Baterai atau aki pada mobil berfungsi untuk menyimpan energi listrik
dalam bentuk energi kimia, yang akan digunakan untuk mensuplai
(menyediakan) listik ke sistem starter, sistem pengapian, lampu-lampu
dan komponen komponen kelistrikan lainnya 
3. Motor Starter
Motor Starter berfungsi untuk merubah energi listrik menjadi energi gerak (mekanik), yang digunakan untuk memutar engine (melalui poros engkol) pertama kali, untuk membatu engine tersebut hidup. 
Sekering
(fuse) berfungsi sebagai pembatas arus (pengaman) agar tidak terjadi kelebihan tegangan yang akan menyebabkan kerusakan pada setiap komponen sistem kelistrikan. 
5. Kabel 
Kabel berfungsi sebagai penghubung komponen – komponen sistem kelistrikan pada mobil. Untuk penghubung pada sistem starter biasanya digunakan kabel yang cukup besar karena kabel tersebut juga dilewati arus yang cukup besar.
Pada sistem pengapian yang dilengkapi dengan ballast resistor, biasanya sistem starter juga dilengkapi dengan dioda atau dengan relay, yang berfungsi untuk mengalirkan arus dari baterai ke ignition coil tanpa melalui balast resistor ketika pada saat starter, dan mencegah agar arus tidak kembali ke motor starter setelah mesin hidup (posisi IG).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *