pengertian perilaku amanah

Pengertian Perilaku Amanah: Dalil, Macam, Hikmah dan Pengalaman Sehari-hari

Diposting pada 3.688 views

Perilaku Amanah – Kali ini kita akan berfokus tentang sebuah tema yaitu “sikap atau perilaku amanah”. Seringkali kita temui diluar sana banyak orang-orang yang tidak mengedepankan kejujuran, bahkan disekeliling kita juga demikian. Atau malah kita sendiri yang jarang mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.  

Ngomong tentang kejujuran, ada kaitannya dengan perilaku amanah. Ada orang bilang amanah itu sebagai tugas yang harus dijalankan sebaik-baiknya, seperti seroang pejabat yang menerima amanah dari rakyatnya maka ia mendapat tugas dari rakyatnya yang harus dijalankan dengan sebaik-baiknya.

Kalau misal kita disuruh oleh ibu untuk sekolah, yaa kita sebisanya untuk bersekolah. Jangan malah tidak masuk sekolah terus main ke PS an. Itu namanya tidak amanah, kalau orang amanah yaa kita melaksanakan sesuai dengan perintah. Misal diperintahkan oleh ibu untuk menyampaikan pesan, ya kita berusaha semaksimal mungkin untuk menyampaikan pesan tersebut.  

Nah, kita akan bahas itu dalam artikel sepanjang 1000 kata ini. Jadi terus pantengin dan share untuk support website kami.  


1. Pengertian Amanah

Seperti yang sudah saya singgung di atas, bahwa amanah memiliki arti “dapat dipercaya/terpercaya”, arti yang kedua adalah dapat melaksanakan tugas sesuai yang dititipkan/dibebankan.   

Amanah ini berkaitan erat dengan tanggung jawab, orang yang melaksanakan amanahnya dengan baik berarti ia termasuk orang yang bertanggung jawab. Sebaliknya orang yang tidak amanah berarti ia adalah sosok yang tidak bertanggung jawab.   

Menjaga amanah sangatlah penting, karena kita memegang kepercayaan orang lain. Ketika kita tidak amanah satu kali, maka orang lain akan lebih sulit untuk percaya lagi kepada kita.  

Maka dari itu amanah ini harus kita jaga, dan harus kita latih setiap harinya. Untuk berlatih manjadi pribadi seseorang yang amanah dapat dilakukan melalui kegiatan sehari-hari. Misal saja, sholat. Sholat adalah kewajiban semua umat muslim, maka dari itu jika kita mengaku sebagai seorang muslim maka kita wajib untuk sholat. Ketika kita sudah sholat, tidak ada yang bolong-bolong atau ditinggalkan maka sama saja kita sudah berlatih amanah.  

Kasus lain, misa saja pada saat ujian. Kita berusaha dengan kemampuan yang kita miliki, dan tidak mencontek atau bertindak curang maka kita sudah mengamalkan perilaku amanah.  

2. Dalil Tentang Amanah (Ayat Al-Quran dan Hadits)

Perintah untuk menjaga amanah dan bersikap jujur ada dalam hadits dan juga dalam Al-Qur’an. Berikut adalah dalil tentang pentingnya bersikap amanah :

“Dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah saw. bersabda: “Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang kepala negara adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya…” (H.R. Bukhari dan Muslim.  

Dalam hadits tersebut disebutkan bahwa setiap diri kita adalah pemimpin, kita adalah pemimpin dari diri kita sendiri. Kita yang menentukan hidup ini untuk apa, tangan ini digunakan untuk apa, mulut yang kita miliki digunakan untuk apa dan lain sebagainya. Dan kita akan diminta pertanggungjawaban atas apa yang kita perbuat.  

Demikian juga seorang pemimpin yang memimpin masyarakat, kalau di kehidupan kita ya ada pejabat, presiden, gubernur, walikota dan lain-lain. Mereka semua telah mencalonkan diri sebagai pemimpin, dan mendapatkan hak yang sepantasnya (gaji). Sehingga mereka harus amanah melaksanakan tugasnya.   

Lalu dalil dari Al-Qur’an? Dalil dalam AL-Qur’an langsung saya masukkan kedalam macam-macam perilaku amanah yaa :). Emang perilaku amanah ada berapa macam? Bila kita lihat dari sudut pandang subyeknya atau kepada siapa kita memagang amanah, maka setidaknya ada 3 macam amanah. Tentunya ini masih dapat dikembangkan lagi yaa.  

Dalil-dalil lain tentang Amanah

“Dan janganlah kamu campur adukkan kebenaran dengan kebatilan dan (janganlah) kamu sembunyikan kebenaran, sedangkan kamu mengetahuinya . ” (Q.S. al-Baqarah/2: 42)

”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Q.S. al-Anfal/8: 27)

“Sesungguhnya Allah Swt. menyuruh kamu untuk menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya… . ” (Q.S. an-Nisa’/4: 58)

“Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya . ”(Q.S. al-Mu’minμn/23: 8)

Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat  (Q.S. Al-Ahzab : 72).

Dan janganlah kamu merugikan manusia pada hak-haknya dan janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan membuat kerusakan; (Q.S. Asy-Syu’ara’ Ayat 183)

“Dari Ibnu Umar r.a., Rasulullah saw. bersabda:“Setiap kalian adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban atas kepemimpinannya. Seorang kepala negara adalah pemimpin dan akan diminta pertanggungjawaban perihal rakyat yang dipimpinnya…” (H.R. Bukhari dan Muslim)  

Macam-macam Perilaku Amanah

1. Amanah terhadap Allah SWT

Amanah yang pertama adalah amanah terhadap Allah swt, amanah ini berkaitan dengan kewajiban kita sebagai seorang hamba. Seorang hamba yang memiliki kewajiban di dunia ini yaitu untuk beribadah kepada Allah. Amanah sebagai seorang hamba juga dapat diartikan sebagai suatu ketaatan terhadap Allah SWT yang artinya melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi segala apa yang dilarangnya.  

Contoh orang yang amanah terhadap Allah swt antara lain tidak meninggalkan sholat dan selalu tertib sholatnya, membayar zakat, puasa ramadhan, dan lain sebagainya. Berikut adalah dalil tentang perilaku amanah terhadap Allah swt

”Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kalian mengkhianati amanat-amana yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui.” (Q.S. al-Anf±l/8: 27)  

2. Amanah terhadap sesama manusia

Macam-macam amanah yang kedua adalah amanah terhadap sesama manusia, ini bisa terjadi saat kita diberi amanah atau diberi titipan, ketika kita diberi amanah maka sudah menjadi barang wajib kita mengusahakan apa yang telah diamanahi kepada kita. Termasuk apabila kita dipercaya sebagai pemimpin, misal ketua kelas atau ketua pemuda. Maka kita harus semaksimal mungkin dalam menjalankan amanah tersebut. Dalil tentang amanah terhadap sesama manusia antara lain :

“Sesungguhnya Allah Swt. menyuruh kamu untuk menyampaika amanah kepada yang berhak menerimanya… . ” (Q.S. an-Nis±’/4: 58)  

3. Amanah terhadap diri sendiri

Tubuh kita juga memiliki hak yang harus kita penuhi, seperti makan, mandi, tidur dan lain sebagainya. Ketika kita tidak tidur dan menyiksa diri sendiri maka sama saja kita tidak amanah terhadap diri sendiri, karena tubuh kita itu butuh yang namanya istirahat, butuh yang namanya tidur. Dalil tentang amanah terhadap diri sendiri yaitu :

“Dan (sungguh beruntung) orang yang memelihara amanat-amanat dan janjinya . ”(Q.S. al-Mu’minμn/23: 8).

Hikmah Perilaku Amanah

a. Dipercaya orang lain : Orang yang selalu memegang amanah akan dipercaya oleh orang lain. Dan dipercaya orang lain ini adalah salah modal utama dalam bergaul dan berbisnis.
b. Mendapatkan simpati dari semua pihak, baik kawan maupun lawan.
c. Rizky lancar : Bila kita selalu amanah, maka akan banyak peluang dan penawaran dari teman, kerabat dkk.
d. Hidupnya akan sukses dan dimudahkan oleh Allah Swt.
e. Semua urusan terasa lebih mudah, iya bila kita amanah maka kita akan mudah bila bertanya, atau meminta tolong pada sesama. Bila kita kesulitan pun akan ditolong oleh Allah melalui orang yang disekitar kita.

Perilaku dan Penerapan Amanah dalam Kehidupan Sehari-hari

Dengan mengetahui berbagai hikmah diatas, maka sebisanya kita harus menerapkan perilaku amanah dalam kehidupan sehari-hari. Bagaimana caranya? Berikut ini contohnya, kamu masih bisa mengembangkannya sendiri :  

a. Menjaga titipan dan mengembalikannya seperti keadaan semula.

b. Menjaga rahasia. Bila ada orang yang curhat atau cerita dengan kita, maka kita harus pandai-pandai merahasiakannya. Apalagi jika ceritanya secara personal dan tidak pantas unduk dipublikasikan.

c. Tidak menyalahgunakan jabatan. Bila kita menjabat sebagai pegawai atau karyawan, harus bekerja sebaik-baiknya sesuai dengan jobs desknya. Dan jangan sampai menyalahgunakan untuk kepentingan pribadi, contoh bentuk penyalahgunaan adalah korupsi, tidak obyektif, suap dll.

d. Memelihara semua nikmat yang telah diberikan oleh Allah Swt. Nikmat yang kita dapatkan adalah amanah dari Allah swt, sebisanya kita menggunakan untuk kebaikan. Nikmatnya dapat berupa umur, kesehatan, anak, harta dll.

Demikian artikel tentang pengertian, dalil dan macam-macam perilaku amanah. Selanjutnya akan kita bahas mengenai hikmah dan contoh perilaku amanah. Thanks.

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.