Penundaan Amal Ibadah

  • Whatsapp
Penundaan Amal Ibadah
“Penundaan
untuk beamal karena menanti waktu adalah timbul dari hati yang bodoh”
Adapaun
sifat hamba yng dungu, adalah orang yang suka mempermainkan waktu dan
bermain-main waktu, dengan cara menunda amal atau menomor duakan amal, sehingga
amal ibadahnya tertunda oleh waktu yang sempit. Atau menghabiskan waktu untuk
kepentingan lain sehingga waktu untuk beramal tertinggal.
            Orang
yang berjalan dengan menanti nanti waktu senggang, sama halnya dengan orang
yang dipermainkan oleh waktu. Waktu berjalan terus, sedangkan waktu luang belum
juga ada sehingga amal pun belum dilaksanakan. Apalagi jika waktu beramal
sangat kecil, sehingga peluang untukberamal tidak mencukupi.
            Waktu
manusia dikejar usianya, apabila banyak waktu yang terbuang untuk urusan dan
kesibukan duniawi, sudah tentu usia kita telah dihabiskan untuk kepentingan
yang bukan ukhrawi atau urusan akhirat. Usia bertambah sedangkan amal
berkurang.. ruginya kita sebagai manusia..
            Ingin
memperoleh kenikmatan didunia ini memang tak pernah habis dan tak pernah puas.
Kesibukan satu akan diikuti kesibukan lainnya. Waktu yang kejar mengejar itu
akan habis, tidak terasa bagi manusia. Ketika telah sampai pada batas, barulah
manusia itu sadar, namun saying waktu beramal telah terlambat..
            Jangan
terlalu mengejar dunia, jangan pula meninggalkan akhirat. Dunia akhirat sama
sama dikejar, namun demikian yang harus dimenangkan dan dilebihkan adalah hidup
akhirat. Sebap itulah tujuan manusia yang terakhir. Dunia yang dikejar kelak
akan ditinggalkan, sedang akhirat dikejar, karena sudah pasti kita akan
menemuinya. Akhirat adalah tempat yang kekal bagi orang orang yang beriman.
Disana ia akan mendapatkan jerih payahnya selama hidupnya.
            Perlu
diingat juga, bahwasannya kebahagiaan manusia di akhirat kelak bergantung pula
dengan cara hidupnya didunia. Bagusnya kehidupan dunia seseorang secara islami
menentukan pula hidupnya diakhirat. Allah SWT berfirman :”Akan tetapi kamu
lebih banyak memilih kehidupan duniawi, padahal kehidupan akhirat lebih baik
dan lebih kekal”.
            Dalam
mengatur waktu dalam kehidupan duniawi perlu diperhatikan hal-hal berikut:
1. Utamakan kehidupan akhirat dan jadikan hidup
didunia sebagai jembatan menuju akhirat yang baik lagi kekal
2. Berpaculah dengan waktu untuk beribadah kepada
Allah SWT
3. Mengejar dunia tidak ada habisnya
4. Hargailah waktu, jangan gunakan waktu hanya untuk
bersenang senang dan sia sia
5. Pergiatlah waktu beramal sebelum tibanya waktu
ajal
6. Perketat waktu ibadah sebelum datang waktu
berserah
7. Jangan menunda amanl bakti sebelum datang waktu
mati
8. Aturlah waktu untuk beramal agar kelak tidak
menyesal

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *