pengertian taharah

Pengertian Taharah: Macam-macam Bersuci dan Hikmah Taharah

Diposting pada

Pengertian Taharah: Macam-macam Bersuci dan Hikmah Taharah – Saya pernah membaca sebuah hadits yang isinya tentang kebersihan, kurang lebih sih isinya mengatakan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman.

Iyaa memang betul, kebersihan adalah hal yang harus kita jaga selalu, hal itu demi kesehatan dan kenyamanan dalam beraktifitas sehari-hari. Kan kalau lingkungan bersih itu banyak keuntungannya seperti : nyaman dipandang, nyaman tidak berbau, dan pastinya sehat.  

Itu kalau kebersihan lingkungan sekitar, ada juga kebersihan pribadi atau tubuh. Seperti mandi, gosok gigi, keramas dan lain sebagainya. Itu dilakukan juga dengan tujuan agar nyaman, aman dan sehat.

Nyaman berarti yang kita rasakan, kalau kita jarang mandi kan biasanya gatal-gatal, tentu ngga nyaman kan. Aman, berarti terhindar dari penyakit-penyakit seperti sakit gigi, ketombe dll. Dan pastinya sehat karena terhindar dari bakteri-bakteri jahat.  


Nah cara menjaga kebersihan tubuh atau pribadi disebut dengan taharah atau bersuci. Islam adalah agama yang utuh dan telah disempurnakan, sehingga semua sendi kehidupan pasti dibahas oleh Islam, tidak terkecuali taharah ini. Lantas, apa sih yang dimaksud dengan taharah itu? Sebentar lagi akan kita ketahui jawabannya :  

Baca juga : Pengertian dan Pentingnya Sikap Jujur

Pengertian Taharah

Taharah memiliki arti bersuci, bersuci dari najis dan hadas. Najis merupakan kotoran yang bisa menjadi penghalang untuk seseorang beribadah.

Artinya bila orang terkena najis diharuskan bersuci terlebih dahulu agar ibadahnya sah. Kemudian hadas adalah keadaan idak suci pada diri seseorang yang membuatnya tidak boleh melakukan shalat, tawaf dan lain sebagainya sebelum ia bersuci.  

Dari pengertian diatas, dapat mengambil point pentingnya yaitu taharah terdiri dari dua hal yaitu taharah/bersuci dari najis dan yang kedua adalah taharah/bersuci dari hadas. Oke sekarang kita mulai dari najis terlebih dahulu :    

Macam-macam Najis dan Hadas

Najis terdapat 3 macam diantaranya ada najis mukhaffafah, najis Mutawaasiah, dan najis mugaladah. Berikut ini adalah penjelasannya :  

1. Najis mukhaffafah

Definisi dari najis mukhaffafah adalah najis yang paling ringan dibandingkan dengan ketiga macam najis tersebut, artinya najis yang untuk membersihkannya hanya perlu dibilas air atau mengusapkan air yang suci ke tempat yang terkena najis, misal tangan, kaki dll.

Najis mukhaffafah ini contohnya adalah air seni bayi laki-laki yang belum berumur dua tahun dan belum makan apapun kecuali minum air susu ibu (ASI).  

2. Najis Mutawassiah

Najis ini adalah najis pertengahan, contohnya seperti darah, nanah, air seni, tinja, bangkai binatang dan lain sebagainya. Kemudian najis ini ada dua jenis, najis yang tidak nyata wujudnya disebut dengan najis hukmiyyah, dan najis yang tampak wujudnya (zatnya) disebut dengan najis ‘ainiyyah.

Keduanya dapat dihilangkan dengan cara mengalirkan air yang suci pada bagian yang terkena najis, hanya saja pada dajis ‘anniyah yang tampak wujudunya maka zat (bentuk, bau, rasa dll) nya harus dihilangkan/dibuang terlebih dahulu.    

3. Najis Mugaladah

Macam najis ini adalah najis yang berat, dan perlu penangangan khusus dalam mensucikannya.

Contohnya adalah najis dari anjing dan babi. Cara mensucikan najis mugaladah adalah dengan cara membasuh bagian yang terkena najis sebanyak 7 kali, satu kali dari ketujuh itu menggunakan air yang menggunakan tanah.   

Nah itu tadi adalah macam-macam najis beserta dengan cara mensucikannya. Lalu cara mensucikan dari hadas besar dan hadas kecil bagaimana? Ada dibawah ini nih penjelasannya :  

Cara Bersuci dari Hadas Kecil

Hadas kecil dapat berupa beberapa hal seperti :

a. Keluar sesautu dari qubul (kemaluan) dan dubur (kentut, bab dll)
b. Hilang akal (tidur)
c. Bersentuhan kulit antara laki-laki dan perempuan yang bukan mukhrim
d. dll

Cara membersihkannya adalah dengan cara berwudhu kembali, maka dengan berwudhu kita sudah suci dari hadas kecil dan siap untuk beribadah seperti sholat, baca AL-Qur;an dll.  

Cara Bersuci dari Hadas Besar

Hadas besar dapat berupa seperti :

a. berhubungan suami istri (setubuh), 
b. keluar mani, 
c. haid (menstruasi), 
d. melahirkan, 
e. nifas, dan 
f. meninggal dunia. 

Cara mensucikan dari hadas besar adalah dengan mandi wajib, yaitu membasahi seluruh tubuh dari ujung rambut sampai ujung kaki. Ada tuntunannya tersendiri terkait prosedur mandi wajib yang benar, kapan-kapan lah kita bahas. 

Hikmah Taharah / Bersuci

Berikut ini kitapunya.net rangkum beberapa hikmah dalam bersuci “TAHARAH” :

1. Orang yang suka hidup bersih akan lebih sehat, dan terhindar dari berbagai sumber penyakit maupun bakteri jahat.

2. Rasulullah saw. bersabda bahwa orangyang selalu menjaga wu«u akan bersinarwajahnya kelak saat dibangkitkan darikubur.

3. Dapat dijadikan sarana untuk leih mendekatkan diri kepada Allah Swt. Misal saja berwudhu, orang yang menjaga wudhunya akan terjaga dan dijaga oleh Allah.

4. Rasulullah saw. menegaskan bahwa kebersihan itu sebagian dari iman dan ada ungkapan bijak pula yang mengatakan ”kebersihan pangkal kesehatan”.

5. Kebersihan akan membuat hidup ini menjadi enak, nyaman dan aman. Nyaman berarti tidak terganggu dari bau, pemandanagan yang tidak sedap. Dan aman dari berbagai ancaman yang mengancam kesehatan kita.

Baca juga : Pengertian dan Makna Asmaul Husna  

Okeee, demikian artikel tentang pengertian taharah dan macam-macam bersuci dalam Islam, terimakasih.

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.