pengertian pasar oligopoli

Contoh Pasar Oligopoli: Pengertian, Ciri-ciri, Kelebihan dan Kekurangannya

Diposting pada 5,079 views

Pasar oligopoli adalah jenis pasar di mana hanya sedikit perusahaan yang menguasai pasar. Di pasar ini, perusahaan-perusahaan besar bersaing satu sama lain untuk mendapatkan pangsa pasar yang lebih besar. Pasar oligopoli sering ditemukan di industri yang memiliki biaya produksi yang tinggi atau memiliki hambatan masuk yang tinggi.

Salah satu contoh pasar oligopoli yang terkenal adalah industri teknologi, di mana hanya ada beberapa perusahaan besar seperti Apple, Microsoft, dan Google yang mendominasi pasar. Dalam industri ini, perusahaan-perusahaan ini memiliki pengaruh besar dalam menentukan harga produk mereka, dan persaingan di antara mereka sangat ketat.

Pengertian Pasar Oligopoli

Pasar oligopoli adalah salah satu bentuk persaingan pasar yang mana didominasi oleh beberapa produsen atau penjual dalam satu wilayah area dengan memiliki produk yang homogen atau terdiferensiasi jumlahnya sedikit.

Dalam buku Ekonomi Mikro karya Boediono, dijelaskan bahwa pengertian pasar oligopoli adalah suatu keadaan dimana hanya ada dua sampai sepuluh perusahaan yang menguasai pasar baik secara sendiri-sendiri (independen) atau secara bersama-sama yang mana perilaku antar perusahaan saling ketergantungan satu sama lain.

Contoh industri yang termasuk oligopoli adalah industri-industi yang membuat semen di Indonesia seperti Holcim, semen gresik dll. Selain itu juga ada industri mobil di Jepang dan lain-lain.  

Ciri-ciri Pasar Oligopoli

Kita dapat melihat karakteristik pasa Oligopoli melalui produk yang dijualnya, umumnya pasar oligopoli memperdagangkan barang-barang yang homogen (sama) seperti semen, bensin, rokok, minyak mentah dan air.

Pasar oligopoli memiliki beberapa ciri khas yang membedakannya dari pasar lainnya. Salah satu ciri utama pasar oligopoli adalah adanya kendala masuk yang tinggi, yang berarti bahwa sulit bagi perusahaan baru untuk masuk ke pasar dan bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang sudah mapan. Hal ini dapat disebabkan oleh tingginya biaya modal, hak paten, atau kendala regulasi yang menghambat persaingan.

Masing-masing barang yang bersifat homogen ini saling bergantung satu sama lain. Maka dari itu, apabila produsen yang mendominasi pasar melakukan kenaikan harga maka otomatis akan diikuti oleh pesaing yang lain, begitu juga sebaliknya. Ketergantungan satu sama lain ini dapat menyebabkan adanya kolusi atau kerjasama antara perusahaan-perusahaan ini untuk mempertahankan posisi dominasi mereka di pasar.

Meskipun pasar oligopoli dapat memberikan keuntungan bagi perusahaan-perusahaan yang mendominasi pasar, namun dapat pula merugikan konsumen karena adanya harga yang lebih tinggi dan kurangnya variasi produk. Oleh karena itu, diperlukan regulasi yang ketat untuk memastikan adanya persaingan yang sehat dan menguntungkan bagi semua pihak.

Berikut ini adalah ciri-ciri pasar oligopoli :

  1. Produk yang dijual memiliki harga yang hampir sama satu sama lin
  2. Para pelaku usaha biasanya bersaing dalam diferensiasi produk, iklan & pemberiaan layanan (Persaingan Non Harga)
  3. Pembedaan produk yang unggul merupakan kunci sukses dalam persaingan pasar oligopoli.
  4. Sulit masuk ke pasar karena butuh sumber daya yang besar
  5. Tindakan setiap perusahaan akan mempengaruhi perusahaan lain dalam industri
  6. Karena hanya memiliki sedikit penjual, maka tarik menarik antar perusahaan (persaingan)nya sangat kuat.

Macam dan Model Pasar Oligopoli

Salah satu sifat pasar oligopoli adalah saling ketergantungan antar pelaku usaha, hal ini membuat tindakan satu perusahaan yang mendominasi bakal diikuti oleh perusahaan yang lain. Namun, kita juga perlu tahu model-model pasar oligopoli untuk bisa mengetahui keadaan sebenarnya dari pasar ini.

Berikut ini adalah model pasar oligopoli :

1. Duopoli

Duopoli adalah bentuk sederhana dari oligopoli yang berarti suatu bentuk pasar dimana penawaran suatu jenis barang hanya dikuasai oleh 2 perusahaan.

2. Kartel

Model ini biasanya hanya untuk pasar oligopoli yang telah bergabung. kartel adalah suatu perjanjian atau kesepakatan yang bersifat resmi diantara beberapa perusahaan dalam oligopoli

Kelebihan Dan Kekurangan Pasar Oligopoli

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan pasar oligopoli:

Kelebihan pasar oligopoli:

  1. Tingkat persaingan yang cukup tinggi karena hanya ada beberapa perusahaan yang menguasai pasar. Hal ini mendorong perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas produk dan menawarkan harga yang lebih kompetitif.
  2. Adanya inovasi dan pengembangan produk yang lebih cepat karena setiap perusahaan berusaha untuk memperoleh keunggulan kompetitif dengan mengembangkan produk yang lebih baik dan lebih inovatif.
  3. Adanya kemungkinan untuk mendapatkan keuntungan besar karena perusahaan-perusahaan di pasar oligopoli memiliki kekuatan untuk menetapkan harga yang lebih tinggi.

Kekurangan pasar oligopoli:

  1. Terganggunya persaingan bebas karena hanya ada sedikit perusahaan yang menguasai pasar. Hal ini dapat mengakibatkan pengaturan harga dan penurunan kualitas produk.
  2. Adanya kemungkinan oligopoli mengurangi kesempatan bagi perusahaan kecil untuk masuk ke pasar dan bersaing dengan perusahaan besar.
  3. Adanya risiko kerugian besar jika salah satu perusahaan di pasar oligopoli mengalami kerugian atau kebangkrutan, hal ini dapat mengakibatkan kerugian besar bagi seluruh pasar.

Contoh Pasar Oligopoli di Indonesia Berbagai Industri

Sebagaimana kita ketahui bersama bahwa pasar oligopoli diartikan sebagai bentuk pasar yang didalamnya terdapat beberapa penjual dan produk yang dijual bisa sama persi atau bisa dibedakan menurut ciri khasnya. Sedangkan contoh pasar oligopoli dalam kehidupan sehari-hari banyak terdapat dalam masyarakat Indonesia.  

Beberapa contoh pasar oligopoli di Indonesia berdasarkan industrinya antara lain:

1. Industri telekomunikasi

Industri telekomunikasi di Indonesia didominasi oleh tiga perusahaan besar yaitu Telkomsel, XL Axiata, dan Indosat Ooredoo. Ketiga perusahaan ini menguasai sebagian besar pangsa pasar di Indonesia dan memiliki kekuatan dalam menentukan harga dan persaingan di pasar.

2. Industri perbankan

Industri perbankan di Indonesia juga merupakan contoh pasar oligopoli, di mana terdapat beberapa bank besar yang mendominasi pasar. Beberapa bank besar tersebut antara lain Bank Mandiri, BRI, BCA, dan CIMB Niaga. Bank-bank ini memiliki kekuatan besar dalam menentukan suku bunga dan persaingan di pasar.

3. Industri rokok

Industri rokok di Indonesia juga merupakan pasar oligopoli, di mana tiga perusahaan besar yaitu PT HM Sampoerna Tbk, PT Gudang Garam Tbk, dan PT Djarum mendominasi pasar. Ketiga perusahaan ini memiliki kekuatan besar dalam menentukan harga dan persaingan di pasar rokok di Indonesia.

4. Industri penerbangan

Industri penerbangan di Indonesia juga merupakan contoh pasar oligopoli, di mana beberapa maskapai besar seperti Garuda Indonesia, Lion Air, dan Citilink menguasai pasar. Ketiga maskapai ini memiliki pengaruh besar dalam menentukan harga tiket dan persaingan di pasar penerbangan di Indonesia.

Pada industri jasa penerbangan yang terjadi saat ini para oligopolis cenderung bersaing dalam hal harga (price competition), anda dapat melihat bagaimana ramainya perang tarif antar maskapai penerbangan.  

5. Industri Lain

Contoh pasar oligopoli pada industi yang lain seperti pada industri motor, semen dll

Untuk membedakan produk satu perusahaan dengan perusahaan lain, sering para oligopolis menerapkan strategi dalam menguasai dan menarik konsumen dengan membuat model serta memberikan merek tertentu pada produk yang dijual (strategi diferensiasi produk).

Model dan terutama merek ini biasanya dibuat agar berkesan di hati konsumen, agar konsumen menjadi loyal dan tertarik. Konsumen yang sudah terikat pada produk merek tertentu akan sulit berpindah ke produk yang lain.

FAQ tentang Pasar Oligopoli

Apa itu pasar oligopoli?

Pasar oligopoli adalah bentuk pasar di mana hanya ada sedikit perusahaan yang mendominasi industri tertentu.

Apa ciri khas pasar oligopoli?

Salah satu ciri utama pasar oligopoli adalah adanya kendala masuk yang tinggi, yang berarti bahwa sulit bagi perusahaan baru untuk masuk ke pasar dan bersaing dengan perusahaan-perusahaan yang sudah mapan.

Apa contoh pasar oligopoli di Indonesia?

Beberapa contoh pasar oligopoli di Indonesia antara lain industri telekomunikasi, industri perbankan, industri rokok, dan industri penerbangan.

Apa keuntungan dan kerugian dari pasar oligopoli?

Keuntungan pasar oligopoli adalah perusahaan-perusahaan yang mendominasi pasar dapat memperoleh keuntungan besar, sedangkan kerugian pasar oligopoli adalah konsumen dapat merasakan harga yang lebih tinggi dan kurangnya variasi produk.

Bagaimana cara mengatasi kerugian pasar oligopoli?

Regulasi yang ketat diperlukan untuk memastikan adanya persaingan yang sehat dan menguntungkan bagi semua pihak yang terlibat di pasar. Salah satunya dengan mendorong adanya pesaing baru agar dapat bersaing secara sehat dengan perusahaan-perusahaan yang sudah mapan.

Apa perbedaan antara pasar oligopoli dan pasar monopolistik?

Perbedaan utama antara pasar oligopoli dan pasar monopolistik adalah pada jumlah perusahaan yang dominan di pasar. Pada pasar oligopoli, hanya ada beberapa perusahaan yang dominan, sedangkan pada pasar monopolistik, terdapat banyak perusahaan yang bersaing di pasar dengan produk yang hampir sama.

Terimakasih sudah membaca artikel yang berjudul “Pengertian Pasar Oligopoli: Ciri-ciri dan Contohnya di Indonesia”, baca juga artikel berikut ini :

Sumber referensi :

  • Boediono, 2002, Ekonomi Mikro, Yogyakarta, BPFE-UGM
Gambar Gravatar
Tim Editorial KitaPunya.net adalah seorang profesional di bidang Manajemen, HR, dan Marketing dengan pengalaman lebih dari 10 tahun. KitaPunya.net saat ini menjadi situs pendidikan dan karir yang selalu berusaha memberikan inforamasi akurat, terpecaya dan terupdate.