Pengertian Pasar Monopoli: Ciri-ciri, Struktur, Contoh, Kelebihan dan Kekurangan

Diposting pada 1.473 views

Pengertian Pasar Monopoli: Ciri-ciri, Struktur, Contoh, Kelebihan dan Kekurangan – Jika dilihat dari penggunaannya, pasar menjadi salah satu tempat yang sangat penting dalam kehidupan. Melalui pasar, seseorang bisa memenuhi kebutuhan yang diinginkan. Pasar sendiri sebenarnya memiliki banyak jenis, yang paling jarang ditemui saat ini adalah pasar monopoli.

Karena jarang ditemui, sedikit sekali orang yang mengetahui pengertian pasar jenis monopoli. Padahal pengertian berbagai pasar bisa membantu mempermudah Anda dalam memilih jenis pasar yang tepat untuk menjual produk yang dimiliki.

Pasar persaingan tidak sempurna terdiri dari beberapa jenis pasar, yaitu yang pertama adalah pasar monopoli, yang kedua adalah pasar oligopoli dan terkhair adalah pasar persaingan monopolistik.  

Untuk kesempatan kali ini saya membahas pasar monopoli terlebih dahulu, setelah itu baru pasar-pasar yang lainnya. Oke, langsung saja berikut ini pengertian, ciri-ciri dan contoh pasar monopoli.  

Pengertian Pasar Monopoli

Pasar monopoli adalah suatu pasar yang didalamnya terdapat satu produsen atau penjual tetapi banyak pembelinya. Contohnya seperti pertamina, perusahaan listik negara (pln), perusahaan kereta api dan lain sebagainya.

Pasar monopoli merupakan pasar yang terdiri dari satu jenis penjual. Artinya, dalam sebuah proses transaksi antara penjual dan pembeli, hanya ada satu penjual yang menentukan harga pasar. Definisi ini diperoleh dari asal katanya yang terdiri dari kata mono dan poli.

Jumlah penjual yang hanya terdiri dari satu pihak ini disebabkan beberapa faktor. Salah satunya adalah jenis barang yang dijual tidak bisa diperoleh pada pedagang lain serta tidak memiliki pengganti. Akibatnya pembeli tetap membeli barang yang dibutuhkan meskipun harganya mahal.

Jika jumlah pembeli semakin banyak, pihak penjual monopoli ini bisa meraup banyak keuntungan dengan menaikkan harganya Sistem pasar jenis monopoli ini tidak akan berlaku jika produk yang dijual ternyata ada di penjual lain yang menawarkan harga berbeda. 

Dalam menaikkan dan menurunkan harga pasar, penguasa pasar menggunakan jumlah kesediaan barang sebagai pertimbangan. Jika jumlah barang sedikit, maka harga yang diminta akan jauh lebih mahal. Sebaliknya, perusahaan bisa menurunkan harga jika jumlahnya banyak.

Ciri-ciri Pasar Monopoli

Untuk mempermudah Anda dalam mengenali pasar monopoli, ada beberapa ciri-ciri khusus yang hanya dimiliki oleh jenis pasar ini dan tidak dimiliki pasar lainnya. Ciri-ciri tersebut bisa dilihat dari sudut pandang sistem penjualannya, ataupun jenis produk yang dijual seperti berikut ini.

1. Memiliki Seorang Penjual

Jumlah penjual dalam sistem monopoli hanya terdiri dari satu pihak. Beberapa penjual yang tersebar di daerah lain sifatnya hanya sebagai cabang saja. Sementara ketentuan harga tetap dipegang oleh satu perusahaan yang mengendalikannya.

2. Harga Barang di Seluruh Wilayah Sama

Karena produsennya hanya satu, maka penjualan barang harus dilakukan di berbagai daerah agar semua bisa menggunakannya. Namun, harga di berbagai daerah tetap sama. Walaupun rutenya berbeda, mulai dari daerah terpencil ataupun kota besar. 

3. Jumlah Pembeli Sangat Banyak

Barang yang dijual menggunakan sistem pasar monopoli, biasanya tergolong barang penting yang menjadi kebutuhan pokok semua orang. Oleh sebab itu, jumlah pembelinya tetap banyak meskipun harganya terus mengalami kenaikan yang tidak stabil.

4. Tidak Ada Barang Pengganti yang Dijual

Selain kebutuhan pokok, barang yang diproduksi oleh perusahaan biasanya tergolong sangat langka dan sulit ditemukan di daerah lainnya. Bahkan pengusaha lain tidak bisa membuat produk yang mirip sebagai penggantinya untuk dijual.

5. Barang yang Dijual Sangat Dibutuhkan

Jenis barang yang menggunakan sistem pasar monopoli termasuk barang pokok yang sangat dibutuhkan semua orang. Jika sifat barang ini tidak penting, sistem monopoli tidak akan bisa dijalankan karena pembeli bisa memilih untuk tidak membeli barang yang diproduksi.

6. Terdapat Hambatan Besar untuk Masuk Pasar

Jika seseorang ingin masuk pasar ini dan menciptakan produk serupa untuk dijual, akan banyak hambatan besar yang harus dilewati. Hambatan ini bisa berkaitan dengan izin dan status kelegalan produk tersebut. Jika tidak melalui prosedur yang benar, seseorang tidak bisa menjual sembarangan.

7. Penjual Bisa Menentukan Harga sesuai Keinginan

Harga jual dari produk yang dihasilkan bisa berubah sesuai keinginan dari penjual. Hak untuk menaikkan dan menurunkan harga sepenuhnya ada di tangan penjual. Jika jumlah produksi barang sedang terbatas, harga bisa dinaikkan saat itu juga.

8. Sebagian Besar Bahan Baku Produk Sulit Diperoleh

Banyaknya keuntungan dari pasar monopoli di pihak penjual, tidak lepas dari kemampuan produsen dalam menemukan bahan baku  yang langka. Pihak yang lebih dahulu menemukan bahan baku dan proses pengolahannya, dialah yang akan mendapatkan hak cipta dan dilindungi pemerintah.

Oleh sebab itu, perusahaan yang menemukan produk terlebih dahulu harus segera meresmikan hak cipta yang ditemukan sebelum dijiplak dan didahului pihak lain.

Jadi dapat disimpulkan bahwa ciri-ciri pasar monopoli adalah : 

  • Hanya terdapat satu penjual atau satu produsen
  • Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan.
  • Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak.
  • Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan (tidak ada substitusi produk).
  • Pada pasar monopoli tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses.

Struktur Pasar Monopoli

Struktur pasar ini memiliki perbedaan yang menonjol pada jumlah keuntungan dan kestabilan jumlah pembeli yang dimiliki. Semakin tinggi harga yang ditawarkan penjual, jumlah pembeli tetap banyak dan tidak berkurang. 

Sementara itu, jika harga jual diturunkan tentu jumlah pembeli akan semakin banyak dari biasanya.  Struktur ini jauh berbeda dengan pasar pada umumnya yang mengalami penurunan pembeli saat harga dinaikkan.

Dengan struktur ini, maka jumlah keuntungan yang diperoleh perusahaan tetap stabil. Semakin tinggi harga yang ditawarkan, semakin besar pula keuntungan yang diperoleh tanpa khawatir mengalami penurunan pelanggan.

Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopoli

Jika dilihat sekilas dari ciri dan strukturnya, kelebihan pasar jenis ini lebih banyak dirasakan oleh pihak penjual. Sementara kekurangannya dirasakan oleh pihak pembeli. Tetapi jika dilihat secara lebih rinci, dapat ditemukan kelebihan dan kekurangan sebagai berikut.

No.KelebihanKekurangan
1Tidak ada persaingan pasar yang memicu konflik, karena jumlah penjualnya tunggal.Penjual bisa bertindak semena-mena dalam menentukan harga terlalu tinggi.
2Menjadi faktor pendorong perusahaan untuk terus melakukan inovasi produk tanpa khawatir ditiru perusahaan lain.Menjadi pemicu terciptanya penjualan produk serupa secara ilegal.
3Membantu produsen dalam melindungi hasil cipta yang dijual.Produsen bisa melakukan eksploitasi bahan baku ataupun sumber daya manusia secara berlebihan.
4Membantu Membantu pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan rakyatnya dengan melindungi sumber daya alam yang langka.Pembeli tidak memiliki pilihan lain selain membeli. 
5Tidak membutuhkan biaya besar untuk melakukan promosi produk.Mengurangi kesejahteraan masyarakat sebagai konsumen.
6Memberi peluang untuk membuka cabang yang luas di berbagai daerah.Naik dan turunnya harga barang tidak bisa diprediksi dengan mudah.

Walaupun dinilai lebih menguntungkan produsen, sistem pasar monopoli masih tetap diterapkan. Namun, di Indonesia pasar ini hanya boleh digunakan dan dikendalikan oleh pemerintah demi kepentingan hajat masyarakat. Jadi, tidak ada pihak yang dirugikan atas keberadaannya.

Contoh pasar monopoli

Walaupun jumlahnya terbatas, Anda masih bisa menemukan beberapa contoh pasar monopoli saat ini ataupun di masa lalu. Kalau melihat dari sejarah penjajahan Belanda, di masa itu juga terjadi sistem perdagangan monopoli oleh pemerintah Belanda, khususnya pada bahan dapur dan rempah.

Penguasa dan penentu pasar saat itu mutlak pemerintahan Belanda. Akibatnya, masyarakat mengalami banyak kerugian karena tidak bisa menjual dengan harga yang sesuai kondisi dan ketersediaan barang.

Saat ini juga masih terdapat beberapa pasar jenis monopoli yang bisa ditemui. Sebagian besar perusahaan yang menggunakan pasar ini adalah milik pemerintah. Beberapa contoh perusahaan yang menggunakan sistem pasar jenis ini adalah:

1. Perusahaan Negara

  • Perusahaan Listrik Negara
  • PT Telekomunikasi Indonesia
  • Perusahaan Pertambangan Minyak Negara atau disebut Pertamina
  • PT Kereta Api Indonesia
  • Perusahaan Daerah Air Minum
  • Badan Urusan Logistik
  • Jasa Marga

2. Perusahaan Swasta

  • PT Petrochem Indonesia Tbk
  • Facebook
  • Instagram

Seperti pada pasar persaingan sempurna maka pada pasar monopili juga sulit ditemukan sebuah perusahan yang benar-benar seratus persen bersifat monopoli. Yang bisa kita temui hanyalah perusahaan-perusahaan yang hampir mendekati monopoli.

Beberapa produk (barang atau jasa) yang pasarnya dapat dikatakan mendekati monopoli, antara lain : Telkom, PLN, PT KAI, Pertamina, PDAM.

Namun perlu kita ketahui bersama bahwa perusahaan-perusahaan yang saya sebutkan di atas dapat dikatakan sebagai contoh perusahaan monopoli disebabkan karena adanya regulasi atau undang-undang yang diberikan pemerintah.

Bentuk monopoli lain, yaitu hak paten yang merupakan bentuk khusus dan monopoli undang-undang untuk memasuki suatu industri. Hak paten ini diberikan oleh pemerintah dengan tujuan untuk merangsang adanya penemuan-penemuan baru terutama bagi perusahaan kecil dan individu.  

Contoh Lain Pasar Monopoli

Contoh lain misalnya, perusahaan marmer yang berada di daerah Tulungagung atau perusahaan intan yang berada di daerah Martapura juga dapat dikatakan sebagai monopili tetapi monopoli dalam kasus ini terjadi secara alamiah dikarenakan penguanaan bahan baku.

Bahan baku yang khas yang tidak dapat digantikan dengan bahan baku di daerah lain menjadikan suatu produk menjadi suatu monopoli dari daerah tertentu.

Penentuan Harga & Output Jangka Pendek Pasar Monopoli

Pada pasar monopoli, perusahaan yang berkuasa dalam hal ini memonopoli produk merupakan penentu harga. Tidak seperti para pasar biasa yang harganya ditentukan berdasarkan hukum permintaan dan penawaran atau karena persaingan dengan produsen yang lain.

Di pasar ini karena hanya ada penjual tunggal dan tidak ada produk subtitusi maka kurva permintaanya memiliki kemiringan negatif.

Semoga artikel tentang pengertian, ciri-ciri dan contoh pasar monopoli di atas bermanfaat untuk kalian ya. Baca juga artikel yang berkaitan dengan pasar monopoli :

  1. Pengertian, Contoh dan Ciri-ciri Pasar Oligopoli
  2. Pasar Persaingan Sempurna : Pengertian, Ciri-ciri dan Contoh
  3. Macam – Macam Pasar dan Contohnya Lengkap
  4. Proses Terbentuknya Harga Pasar
  5. Pengertian, Contoh dan Ciri-ciri Pasar Monopolistis
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.