Apa sih pengertian IoT? | Credit: Pixabay

Pengertian IoT, Kecanggihan Teknologi yang Mulai Populer 

Diposting pada 6 views

Pernah nggak sih kamu melihat seseorang menyalakan lampu dengan memakai ponsel pintar? Ya, tanpa perlu menekan saklar, lampu sudah menyala. Itulah yang dinamakan dengan Internet of Things (IoT). Kamu sudah tahu belum pengertian IoT?

Pengertian IoT adalah bentuk kecanggihan teknologi komunikasi di masa sekarang. Meski belum familiar bagi banyak orang, IoT mulai populer karena kemudahan yang ditawarkannya. 

Selain menyalakan lampu tanpa menekan saklar, masih banyak contoh penerapan IoT dalam kehidupan sehari-hari. Tapi, sebelum membahasnya lebih jauh, yuk simak dulu penjelasan tentang pengertian IoT di bawah ini.


Pengertian IoT

Semua kegiatan itu dilakukan selama kita punya internet dan ponsel pintar. Nah, singkatnya, IoT (Internet of Things) adalah konsep sederhana yang berusaha menghubungkan semua objek fisik yang ada di kehidupan kita sehari-hari ke internet. Contohnya, kita mengendalikan barang-barang lewat telepon genggam. 

Jadi, IoT merupakan konsep tentang sebuah objek yang memiliki kemampuan untuk mengirimkan data melalui jaringan. Pengiriman ini dilakukan tanpa adanya interaksi antar manusia atau interaksi antara manusia dan perangkat komputer. 

Sejak ketersedian  teknologi nirkabel, microelectromechanical systems (MEMS), dan internet, perkembangan IoT pun melesat. Diidentifikasikan oleh RFID (Radio Frequency Identification), IoT bisa dibilang sebagai metode komunikasi yang mencakup teknologi sensor, nirkabel, sampai kode QR (Quick Response).

Seperti yang kita ketahui selama ini, koneksi internet merupakan penemuan yang luar biasa. Pasalnya, dengan internet, segala macam kegiatan bisa kita lakukan. Dengan satu perangkat ponsel saja, kita bisa terhubung dengan banyak orang. Mulai dari menelepon, mengirim pesan, mengirim email, membaca buku, menonton film, mendengarkan musik, mengerjakan tugas, membeli baju melalui online shop

Sejarah Pembentukan IoT

Setelah membahas pengertian IoT, mari kita beralih ke sejarahnya. Ketika bicara soal pembentukan IoT, maka kita nggak bisa jauh-jauh dengan sejarah internet itu sendiri. Soalnya, IoT merupakan teknologi canggih yang mampu melakukan transfer data lewat jaringan dengan interaksi yang mudah. Untuk itu, masa depan dari pengembangan IoT sangat menjanjikan. Dengan inovasi ini, kegiatan manusia sehari-harinya bisa dioptimalkan dan dipermudah dengan sensor cerdas dan peralatan pintar yang berbasis internet.

Internet sendiri muncul tahun 1989. Bertahun-tahun lalu, tepatnya tahun 1990, peneliti bernama John Romkey membuat suatu perangkat canggih. Perangkat itu adalah pemanggang roti yang bisa dinyalakan dan dimatikan lewat internet.

Kemajuan tak berhenti di situ saja. Tahun 1994, seseorang bernama Steve Mann ‘melahirkan’ WearCam. Kemudian, tahun 1997, Paul Saffo menerangkan soal penemuan teknologi sensor dan bagaimana kemajuan teknologi di masa depan. Nah, barulah di tahun 1999, konsep IoT dibuat oleh Kevin Ashton, Direktur Auto IDCentre dari MIT.

Dengan ditemukannya mesin yang berbasis Radio Frequency Identification (RFID) secara global tahun 1999, kepopuleran IoT semakin meningkat. Pakar teknologi berlomba-lomba mengembangkan teknologi yang sesuai dengan IoT.

Unsur Pembentuk IoT

Selanjutnya, kita akan belajar soal unsur pembentuk IoT. Terdapat lima unsur yang menjadi pembentuknya. Kira-kira apa saja, ya?

  • Artificial Intelligence

Unsur yang pertama adalah Artificial Intelligence (AI) atau dalam bahasa Indonesia berarti kecerdasan buatan. AI merupakan merupakan sebuah penemuan teknologi yang berfungsi memberikan kemampuan bagi setiap teknologi atau mesin agar berpikir dan menjadi cerdas. AI berperan mengumpulkan berbagai data, pemasangan jaringan, dan pengembangan algoritma dari kecerdasan buatan.

Awalnya, sebuah mesin hanya dapat melaksanakan perintah manusia langsun. Namun,  sekarang mesin dapat melakukan berbagai aktivitas sendiri tanpa menunggu instruksi dari manusia. Misalnya nih, teknologi AI yang diterapkan pada robot pelayan di restoran di Jepang. 

Robot tersebut dapat berpikir layaknya pelayan manusia. Dengan dilengkapi sistem kendali, robot dapat bergerak dengan  menggunakan bantuan AI. Di dalamnya terdapat berbagai sumber data dan informasi secara lengkap dan algoritma yang kompleks.

  • Konektivitas

Apa sih yang dimaksud dengan konektivitas?

Nah, unsur kedua ini disebut juga dengan hubungan koneksi antar jaringan. Di dalam sebuah sistem IoT yang terdiri dari perangkat kecil, setiap sistem akan saling terhubung dengan jaringan. Sehingga dapat menciptakan kinerja yang efektif dan efisien. Artinya, tanpa konektivitas, IoT tidak akan bekerja dengan optimal.

  • Perangkat ukuran kecil

Unsur pembentuk ketiga adalah perangkat ukuran kecil. Di dalam perkembangan teknologi masa kini, semakin kecil sebuah perangkat maka akan menghasilkan biaya yang lebih sedikit. Sementara itu, efektivitas dan skalabilitas menjadi tinggi. Alhasil. manusia lebih mudah menggunakan perangkat teknologi berbasis IoT dengan nyaman, tepat, dan efisien. Enak bukan?

  • Sensor

Unsur berikutnya mungkin sudah nggak asing lagi nih. Ya, sensor adalah unsur menjadi pembeda dari IoT dengan mesin canggih yang lain. Dengan adanya sensor, IoT mampu untuk mendefinisikan sebuah instrumen. Selain itu, sensor dapat  mengubah IoT dari jaringan yang cenderung pasif menjadi sistem aktif yang terintegrasi dengan dunia nyata. Keren, ya.

  • Metode keterlibatan aktif

Unsur pembentuk IoT yang terakhir adalah keterlibatan aktif. Jadi, banyak mesin modern yang masih menggunakan keterlibatan (engagement) secara pasif. Namun, berbeda dengan IoT yang telah menerapkan metode keterlibatan aktif dalam berbagai konten, produk, serta layanan yang tersedia.

Prinsip-prinsip IoT

Selain memiliki unsur pembentuk, IoT juga mempunyai prinsip-prinsip lo. Prinsip-pstinpi inilah mendasari kinerja IoT. Sehingga bisa memudahkan kehidupan manusia. 

Apa saja prinsip IoT? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini. 

  • Big Analog Data

Prinsip pertama adalah Big Analog Data yang bisa didapatkan dari berbagai macam sumber bersifat alami seperti cahaya, sinyal radio, getaran, suhu, dan sebagainya. Tak hanya itu, sumber ini juga dihasilkan oleh peralatan mekanis atau elektronik.

Big Analog Data adalah tipe big data yang terbesar dan tercepat jika dibandingkan dengan tipe-tipe big data lainnya. Makanya, Big Data Analog perlu diperlakukan secara khusus.

  • Perpetual Connectivity

Perpetual Connectivity adalah konektivitas yang terus-menerus menghubungkan perangkat ke Internet. Dalam prinsip ini, IoT yang selalu terhubung dan aktif dapat memberikan tiga manfaat utama seperti monitor, maintain, dan motivate

  1. Monitor adalah pemantauan berkelanjutan yang memberikan pengetahuan berisi informasi real time tentang penggunaan suatu produk atau pengguna di lingkungan industri.
  2. Maintain merupakan pemantauan berkelanjutan yang memungkinkan kita untuk melakukan peningkatan tertentu sesuai dengan kebutuhan.
  3. Motivate adalah konektivitas yang konstan dan berkelanjutan dengan konsumen yang memungkinkan pelaku usaha untuk memotivasi orang lain atau mengambil tindakan
  • Really Real Time

Definisi real time untuk IoT berbeda dari definisi real time pada umumnya. Real time  dalam IoT dimulai dari sensor atau saat data diperoleh. Jadi, real time untuk IoT tidak dimulai ketika data mengenai switch jaringan atau sistem komputer.

  • The Spectrum of Insight

Prinsip ini berkaitan dengan posisinya dalam lima fase data flow yaitu real time, in motion, early life, at rest (saat istirahat), dan arsip. Jadi, masih berhubungan dengan poin sebelumnya,, real time diperlukan untuk menentukan respons langsung dari sistem kontrol. Lalu, di ujung lain dari spektrum, data yang diarsipkan di pusat data dapat digunakan untuk analisis komparatif terhadap data yang lebih baru.

  • Immediacy Versus Depth

Dengan prinsip ini, seseorang bisa langsung mendapatkan “Time-to-Insight” pada analitik yang belum sempurna, misalnya perbandingan suhu atau transformasi Fourier cepat untuk menentukan apakah memutar roda pada trem akan menyebabkan kecelakaan.

Sedangkan, time dibutuhkan untuk mendapatkan insight (wawasan) yang mendalam tentang suatu data. Soalnya, data yang dikumpulkan membutuhkan waktu yang lama untuk dianalisis dan sejumlah besar perangkat komputer back-end.

  • Shift Left

Beberapa insinyur berhasil mengatasi kesulitan mendapatkan insight dengan cepat. Fenomena  ini disebut dengan “The Genius of the AND”. Drive untuk mendapatkan wawasan tersebut akan menghasilkan komputasi dan analisis data canggih yang biasanya disediakan untuk cloud atau pusat data.

  • The Next V

Big Data biasanya ditandai dengan “V” yaitu Volume, Velocity, Variety, dan Value. Nah, The next V yang dimaksud adalah Visibility yang menawarkan kemudahan. Selain itu, Visibility juga membuat pengguna tidak harus mentransfer sejumlah besar data ke orang atau lokasi yang jauh.

Contoh Penerapan IoT

Pada bagian ini kita akan membahas apa saja contoh dari penerapan IoT. 

Lingkungan

Aplikasi pemantauan lingkungan dari IoT biasanya pakai sensor dalam membantu terwujudnya perlindungan lingkungan. Misalnya dengan memantau kualitas udara atau air, kondisi atmosfer atau tanah. Di sisi lain, IoT bisa dipakai untuk memantau terhadap satwa liar dan habitatnya.

IoT juga bisa dimanfaatkan dalam penanggulangan bencana semacam sistem peringatan dini tsunami, longsor atau gempa bumi. Perangkat IoT dalam hal ini berarti punya jangkauan geografis yang sangat luas untuk mendeteksi bahaya alam.

Pertanian

Sebenarnya ada berbagai macam pengaplikasian IoT di sektor pertanian. Beberapa diantaranya seperti mengumpulkan data soal suhu, curah hujan, kelembaban, kecepatan angin, serangan hama, dan muatan tanah. Data-data tersebut bisa dipakai buat mengotomatisasi teknik pertanian.

Peran IoT dalam pertanian lainnya adalah dapat dipakai untuk mengambil keputusan berdasarkan informasi yang ada demi meningkatkan kualitas dan kuantitas, meminimalkan risiko dan limbah, serta mengurangi upaya yang diperlukan dalam mengelola tanaman. Contohnya, petani bisa memantau suhu dan kelembaban tanah dari jauh.

Energi

Sejumlah besar perangkat yang memakan energi seperti televisi lampu, dan sebagainya sudah sudah bisa terintegrasi dengan konektivitas internet. Integrasi ini memungkinkan mesin-mesin ataupun jaringan untuk berkomunikasi dalam menyeimbangkan pembangkitan listrik serta penggunaan energi yang lebih hemat dan efektif.

Otomatisasi Rumah

Perangkat IoT bisa dipakai untuk memantau dan mengontrol sistem mekanis, elektrik, dan elektronik. Biasanya, perangkat IoT juga digunakan di berbagai jenis bangunan, seperti rumah atau banguan perkantoran. Selain itu, perangkat ini pun bisa memantau penggunaan energi secara real-time untuk mengurangi konsumsi energi. Bahkan bisa juga dipakai untuk memantau para penghuninya.

Itu dia penjelasan lengkap mengenai IoT, mulai dari pengertian Iot sampai dengan contoh penerapannya. Kira-kira apa kamu tertarik menggunakannya? sebagai teknologi baru, IoT tentu memudahkanmu dalam banyak. Tak perlu diterapkan dalam seluruh keseharian, kamu mungkin bisa menerapkannya di rumah, seperti menyalakan dan mematikan lampu dengan memanfaatkan IoT. 

Di masa depan, IoT mungkin berkembang lebih pesat dibandingkan sekarang. Ketika masa itu datang, kamu bisa mempersiapkannya mulai sekarang, sehingga tidak kaget lagi menerima perubahan.