pengertian kalimat majemuk

Pengertian dan Ciri-ciri Kalimat Majemuk

Diposting pada 932 views

Pengertian dan Ciri-ciri Kalimat Majemuk – Pada kesempatan ini Kita Punya akan berbagi tentang kalimat majemuk, ini kalau tidak salah merupakan pelajaran ketika smp (sekolah menengah pertama). Oke langsung saja, semoga bermanfaat.

Pengertian Kalimat Majemuk

Kalimat Majemuk adalah hasil penggabungan atau perluasan kalimat tunggal sehingga membentuk satu pila atau lebih pola kalimat baru.  

Ciri-ciri Kalimat majemuk

1. Ada perluasan atau penggabungan dari kalimat inti
2. Perluasan menghasilkan pola kalimat baru
3. Mempunyai subjek atau predikat lebih dari satu.  

Contoh : 

  • Nenek makan pisang ambon kakek tertidur lelap
  • Kami sedang menonton televisi ketika bom meledak
  • Saya sedang mandi ketika ia datang
  • Andi tidak pergi ke Jakarta tetapi ke Bandung

Macam-macam Kalimat Majemuk

Kalimat majemuk dapat dibagi menjadi 3 yaitu :

1. Kalimat Majemuk Setara

Kalimat majemuk setara adalah suatu bentuk kalimat yang pola-polanya memiliki kedudukan yang sederajat.

Jenis-jenis Kalimat Setara

Beberapa jenis kalimat majemuk setara :

a. Setara menggabungkan, ditandai dengan kata hubung “lalu, lagi, kemudian, dan” Contoh kalimat :

  • Ayah makan pagi kemudian mandi di sungai
  • Tono menonton TV dan Jesica membaca buku belajar otomotif

b. Setara memilih, ditandai dengan kata penghubung “atau”  Contoh kalimat :

  • Kamu pilih mangga atau pisang?
  • Kamu mau bekerja di Toyota atau di Daihatsu?

c. Setara memertentangkan, ditandai dengan kata hubung “tetapi, padahal, melainkan” Contoh kalimat :

  • Kamu memang tidak cantik tetapi saya suka kamu
  • Ayah tidak pergi ke Sawah tetapi pergi ke Supermarket

d. Setara menguatkan ditandai dengan kata hubung “bahkan” Contoh kalimat :

  • Dia tidak hanya punya 1 mobil bahkan sampai 5 mobil
  • Narji tidak hanya menjadi pekerja saja bahkan menjadi pengusaha di rumahnya.

e. Setara dirapatkan, bagian-bagiannya ada yang dirapatkan Contoh :

  • Ayah dan Ibu makan kue cucur
  • Ando dan Rangga mengidolakan Bruno Mars 

Ketiga macam yang telah saya sebutkan diatas akan saya perinci lagi dalam postingan selanjutnya. 

2. Kalimat Majemuk Bertingkat

Yaitu kalimat yang terdiri dari dua pola kalimat atau lebih yang tidak sederajat yaitu terdiri dari induk kalimat dan anak kalimat. Untuk lebih jelasnya perhatikan contoh contoh dibawah ini :  

Jenis-jenis kalimat majemuk bertingkat

a. Kalimat majemuk hubungan pengandaian, ditandai dengan kata penghubung “jika, seandainya, andaikan”. Contoh :

  • Jika tidak hujan, saya akan pergi ke pantai
  • Seandainya saya punya uang banyak, kamu akan saya belikan mobil
  • Andaikan aku jadi kekasihmu, pasti aku bahagia

b. Kalimat majemuk hubungan perbandingan ditandai dengan sambung “ibarat, seperti, bagaikan, daripada, laksana.” Contoh :

  • Kamu seperti matahari yang selalu menyinari hari-hari ku
  • Saya lebih suka berenang daripada memancing
  • Baumu harum bagaikan bungan bangkai

c. Kalimat majemuk hubungan penyebap, ditandai dengan kata sambung “sebab, karena, oleh karena” Contoh :

  • Dika tidak masuk sekolah karena sakit pusing
  • Saya suka kamu sebab kamu baik dan cantik

d. Kalimat majemuk hubungan akibat, ditandai dengan kata sambung “sehingga, sampai-sampai, maka”. Contoh :

  • Tadi pagi Joko kehujanan sehingga ia jatuh sakit
  • Karena terlalu asyik bermain game sampai-sampai lupa makan

e. Kalimat majemuk hubungan cara, ditandai dengan kata sambung “dengan”. Contoh :

  • Novi pergi ke sekolah dengan menaiki sepeda motor yang rusak

f. Kalimat majemuk hubungan kerjasama, ditandai dengan kata sambung “bahwa”. Contoh :

  • Ayahku selalu mengingatkanku bahwa laki-laki harus kuat

g. Kalimat majemuk hubungan waktu, ditandai dengan kata sambung ketika, sewaktu, semasa, saat, sebelum, setelah, sesudah”. Contoh :

  • Ayah pulang dari kantor ketika saya makan
  • Saya selalu minum susu sebelum tidur 

3. Kalimat Majemuk Campuran

Kalimat majemuk campuran adalah gabungan dari kalimat majemuk setara dan kalimat majemuk bertingkat. Kalimat majemuk campuran dibentuk sekurang-kurangnya oleh tiga kalimat tunggal.

Contoh :  

Kakak seleseai mengerjakan PR ketika ayah datang dari pasar dan ibu selesai mandi. Contoh diatas berasal dari 3 kalimat tunggal yaitu :

  • Kakak selesai mengerjakan PR
  • Ayah datang dari pasar
  • Ibu selesai mandi

Adik sedih sehingga kakanya tidak jadi pergi dan Bapak juga sedih Contoh yang kedua juga berasal dari 3 kalimat tungga yaitu:

  • Adik sedih
  • Kakaknya tidak jadi pergi
  • Bapak juga sedih

Baca juga : Contoh Kalimat Perintah

Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.