Pengertian Big Data | Credit: Openclipart

Pengertian Big Data dan Contoh Penerapannya

Diposting pada 28 views

Ngomongin dunia digital sekarang, Big Data sudah cukup familier. Di kalangan pebisnis, ilmuwan, peneliti, sampai pemerintahan, Big Data bukan hal baru lagi. Bahkan mereka berlomba-lomba untuk menerapkan temuan ini. Lantas, apa sih pengertian Big Data?

Walaupun ramai-ramai dibicarakan da makin tenar, belum banyak orang yang tahu tentang Big Data. Padahal, Big Data memiliki peran penting dalam kehidupan sehari-hari lo. Iya, serius deh. Kalau kamu bisa menerapkan Big Data, maka ibaratnya kamu bisa menguasai dunia.

Lalu, apa sih pentingnya Big Data dan bagaimana menerapkannya?


Pengertian Big Data

Big Data  merupakan istilah yang dipakai untuk menjelaskan kumpulan data ukuran besar dan kompleks. Saking besarnya, data itu tidak bisa diproses dengan menggunakan perangkat pengelola database konvensional.  Menukil tulisan Budi Maryanto dalam Jurnal Media Informatika Vol.16 No.2 (2017) 15, Big Data dan Pemanfaatannya dalam Berbagai Sektor, Big Data memiliki tiga karakteristik utama yang singkat 3V, yakni volume, velocity, dan variety. 

Penjelasan ini diambil dari pengertian Big Data menurut Gartner IT Glossary. Big Data adalah:

“Big Data is high-volume, high-velocity and/or high-variety information assets that demand cost effective, innovative forms of information processing that enable enhanced insight, decision making, and process automation.’

Selain itu, pengertian Big Data juga kerap disangkutpautkan dengan teknologi komputer. Pasalnya, teknologi informasi konvensional tidak mampu menampung Big Data dengan optimal. 

Menurut Sawant, Big Data adalah sekumpulan data yang besar, baik terstruktur maupun tidak terstruktur. Makanya, dibutuhkan perangkat yang lebih modern dan canggih untuk menampungnya. 

Sementara itu, menurut Investopedia, Big Data adalah sebagian data yang mempunyai kapasitas melebihi kuota normal. Lantaran perkembanganya cepat dan ukurannya terlampau besar, data itu tidak bisa dimasukkan ke dalam sistem penampung atau penyimpan. Untuk itu, dibutuhkan cara-cara khusus yang pastinya tidak mudah untuk memproses, memuat, sampai menyaring kumpulan data tersebut. Makanya, para ahli pun mengartikan Big Data sebagai suatu data yang terlalu besar untuk ditampung dan diserap value-nya secara konvensional, sehingga harus disaring dengan cara-cara alternatif.

Namun, pengertian Big Data masih jadi perdebatan. Sejumlah peneliti pun masih mencari definisi yang tepat. Kendati demikian, kita bisa menyimpulkan untuk sementara, kalau Big Data memuat banyak data dan ukurannya yang besar. 

Berkali-kali Big Data disebut sebagai data yang besar dan kompleks. Nah, sebenarnya berapa sih ukuran Big Data? Sejauh ini, belum ada satupun pakar yang bisa memastikan jumlahnya, sehingga kapasitas penyimpan atau penampung Big Data belum bisa ditentukan. Selama ini, beberapa pihak menyetujui bahwa data-data yang tidak bisa dimuat dalam tempat penyimpanan konvensional, disebut dengan Big Data. 

Karakteristik

Sebelumnya sudah disinggung bahwa Big Data memiliki karakteristik tertentu. Terdapat dua versi karakteristik ini. Versi pertama, karakteristik Big Data adalah 3V, terdiri dari volume, velocity, dan variety

  1. Volume berhubungan dengan besaran data yang harus dikelola Big Data mempunyai ukuran yang sangat besar. 
  2. Velocity berkaitan dengan kecepatan pemrosesan data yang harus mengimbangi pesatnya pertumbuhan jumlah data. 
  3. Variety berhubungan dengan karakteristik sumber data yang sangat beragam. Bisa jadi keberagaman terjadi karena data berasal dari basis data yang terstruktur maupun juga dari data-data yang tidak terstruktur.

Dalam versi kedua, Big Data memiliki 5 karakteristik. Sebenarnya tidak jauh beda dengan karakteristik versi pertama, hanya saja ditambah dua karakteristik lainnya. 

  1. Volume

Sesuai dengan namanya, ukuran Big Data berjumlah besar dan bertambah setiap harinya, sehingga akan melebihi kapasitas perangkat penampung. Makanya, Big Data membutuhkan komputer dengan daya tampung yang super besar. 

  1. Velocity

Sementara itu, velocity menitikberatkan pada pemrosesan data yang cepat agar dapat menghasilkan data aktual. Kecepatan ini dibutuhkan supaya tindakan untuk mengelola ini bisa dilakukan segera setelah informasi didapatkan.

  1. Variety

Karakteristik yang ketiga, keberagaman (variety). data yang terorganisir atau tidak harus dipilah. Tujuannya agar proses analisis lebih mudah. 

  1. Veracity

Selain 3 V di atas, Big Data juga memiliki karakteristik veracity, yakni kualitas data dari ragam data yang diambil. Karakteristik ini berhubungan dengan kebenaran suatu data sehingga dapat dijadikan tolak ukur. Jadi, kita bisa tahu apakah data ini bisa dipercaya atau tidak.  Kebenaran data diperlukan untuk menghindari kesalahan dalam memproses informasi, sehingga hasilnya pun tepat. 

  1. Value

Karakteristik yang terakhir adalah value (nilai). Jadi, karakteristik ini berkaitan dengan nilai yang bisa ditemukan pada Big Data. Nilai suatu data menentukan suatu tindakan untuk mengambil keputusan setelah memproses seluruh data yang ada.

Jenis-jenis

Nah, Big Data beragam jenisnya. Ada tiga jenis Big Data. Apa saja?

  • Structured

Jenis pertama ini adalah jenis data yang bisa diakses, ditampung, dan diproses dalam format tetap. Untuk itu, jenis Big Data disebut dengan data terstruktur (structured). Selama beberapa waktu, para pakar dalam ilmu data science telah mencapai kesuksesan dalam mengembangkan teknik kerja untuk jenis data ini. 

Namun, sayangnya, pemgembangan data ini masih terkendala masalah, seperti  ditemukannya structured big data dengan ukuran yang sangat besar, dengan kapasitas menyentuh angka zettabyte.

  • Unstructured

Jenis Big Data kedua adalah unstructured big data. Data ini merujuk pada kumpulan data yang tidak memiliki bentuk atau struktur tertentu. Gara-gara struktur yang tidak jelas inilah, unstructured big data menjadi sangat sulit untuk diproses. Pun, waktu untuk menganalisis data yang terdapat di dalamnya juga akan memakan waktu yang lama.

Contoh unstructured data adalah email. Kok bisa? Ya, karena di mana dalam kotak pesan masuk bisa ditemukan berbagai data, tetapi waktu penyaringannya tidak akan sebentar.

  • Semi-structured

Jenis yang terakhir adalah semi-structured yang merupakan data dengan kandungan jenis dua data sebelumnya. Semi-structured dapat dianggap sebagai kumpulan data yang terstruktur, tetapi, informasi di dalamnya tidak didefinisikan dengan tabel dalam DBMS relasional. Contoh data semi-structured adalah kumpulan data yang direpresentasikan dalam file XML.

Apa pentingnya Big Data?

Meskipun kita tahu dan paham betul pengertian Big Data, tapi tidak dibarengi dengan pemahaman soal manfaat dan penerapannya, maka akan sia-sia. Selain paham, kita juga perlu mengetahui apa saja sih manfaatnya sehingga kita tahu pentingnya Big Data. Jika kita bisa menerapkan dengan tepat dan baik, Big Data menjadi solusi untuk masalah-masalah yang muncul, seperti masalah dalam perusahaan. 

Kalau perusahaan menerapkan Big Data, kira-kira apa saja yang manfaat yang didapatkannya, ya? Dinukil dari SAS (https://www.sas.com/en_id/insights/big-data/what-is-big-data.html), Kira-kira beginilah gambaran umum manfaatnya yang membuktikan betapa pentingnya Big Data

  • membantu perusahaan dalam menentukan akar penyebab kegagalan, masalah, dan kesalahan secara real-time
  • memberikan insight-insight baru yang dapat mendorong angka penjualan
  • membantu perusahaan dalam menghitung ulang seluruh portofolio risiko dalam waktu yang singkat, hitungan menit saja
  • mendeteksi tindakan dan strategi berbahaya yang bisa mempengaruhi kestabilan perusahaan

Contoh Pemanfaatan Big Data

Big data menawarkan data yang super besar dan kompleks. Bila perusahaan memiliki data semacam ini, maka perusahaan dapat mengambil banyak keputusan dan merumuskan strategi yang tepat demi mencapai laba tinggi. Mengutip tulisan Budi Maryanto, berbagai informasi penting dapat dihasilkan dari Big Data yang dapat mendukung proses pengambilan keputusan bagi pimpinan perusahaan diantaranya sebagai berikut:

a. Mengetahui respons masyarakat terhadap produk-produk yang dikeluarkan melalui analisis sentimen di media sosial. 

b. Membantu perusahaan mengambil keputusan secara lebih tepat dan akurat berdasarkan data 

c. Membantu meningkatkan citra perusahaan di mata pelanggan. 

d. Membantu perencanaan usaha dengan mengetahui perilaku pelanggan. Biasanya cara diterapkan pada perusahaan telekomunikasi dan perbankan. 

e. Mengetahui tren pasar dan keinginan konsumen

Selain penerapan dalam lingkungan bisnis, Big Data juga bisa diaplikasikan di perusahaan atau institusi yang bergerak di bidang layanan publik. Sumber data Big Data dapat dipakai untuk menyajikan informasi yang dibutuhkan. Tujuannya untuk mencapai kepuasan klien atau pelanggan. 

Manfaat yang didapatkan oleh perusahaan layanan publik bila menerapkan Big Data adalah:

a. Mengetahui respons masyarakat, sehingga bisa dijadikan sebagai bahan penyusunan kebijakan dan perbaikan pelayanan publik. Respons dini dapat diperoleh dari sistem informasi layanan pemerintah maupun dari media sosial. 

b. Membuat layanan terpadu secara khusus agar layanan bisa lebih efektif dan efisien. 

c. Data yang didapatkan bisa dipakai untuk bahan mencari solusi atas permasalahan yang ada

Contoh penerapannya adalah Big Data dapat digunakan untuk menganalisis informasi cuaca dan informasi pertanian. Data yang diperoleh berupa tingkat kesuburan tanah. Kemudian, pemerintah dapat menetapkan atau menghimbau jenis varietas tanaman yang ditanam oleh petani pada daerah dan waktu tertentu. 

Contoh Perusahaan yang Menerapkan Big Data

Mengingat manfaat dan pentingnya Big Data, satu per satu perusahaan pun menerapkannya. Contohnya adalah tiga perusahaan ini.

  • OVO

Head of Business Insight & Analytics Product OVO, Riki Pribadi pernah mengungkapkan pada awak media, bahwa OVO kerap menggunakan Big Data untuk keperluan riset customer. Menurut Riki, Big Data sangat bermanfaat, apalagi bila perusahaan ingin mengenal lebih dalam seluk beluk konsumennya. 

  • Traveloka

Perusahaan ini disebut-sebut sebagai perusahaan pertama yang menerapkan Big Data di Indonesia. Perusahaan yang bergerak di sektor jasa ini memakai Big Data untuk kepentingan dan kepuasan pelanggan.

Menurut Busyro Oryza (Communication excecutive Traveloka), Big Data telah mampu membantu Traveloka untuk mengetahui kebutuhan para pelanggan. Cara yang Traveloka pakai adalah dengan menganalisis kumpulan data yang diterima secara mendalam.

Lantas, Traveloka bisa mendapat gambaran seputar hal-hal yang berhubungan dengan pelanggan, seperti pola konsumsi, tren yang mereka ikuti, hingga kebiasaan mereka. Hal-hal tersebut menjadi tolok ukur Traveloka untuk membuat layanan yang dapat memuaskan konsumen.

  • PegiPegi

Perusahaan lokal lain yang menerapkan Big Data adalah PegiPegi. Sama halnya dengan Traveloka, perusahaan yang bergerak di bidang jasa ini menggunakan Big Data untuk hal-hal yang berhubungan dengan kebutuhan dan kepentingan pelanggan mereka. Jadi, data-data yang berhasil disaring PegiPegi kerap digunakan untuk keperluan strategi pemasaran.

Nah, itu dia pengertian Big Data dan contoh penerapannya. Kira-kira kamu tertarik mencoba menerapkannya juga?