dukung asian games 2018

Niti Laku Pesona Prambanan dan Kota Jogja, Yuk Dukung Asian Games 2018

Diposting pada

Hey guys, selamat datang di blog kitapunya.net yang berkarya untuk keabadian, apapun akan dibahas dalam blog ini. Tapi khusus hari ini yang akan kita bahas adalah suatu perhelatan akbar yang akan diselenggarakan di Indonesia. Apa lagi kalau bukan Asian Games 2018. Ini juga meruapakan edisi lanjutan dari postingan sebelumnya yang berjudul : Seruan Doa dan Harapan Sejauh 1124 KM, Kami Dukung Asian Games 2018 Dari Kota Jogja  

Bukan event ecek-ecekan, karena akan ada 45 negara yang menjadi peserta dalam ajang se-Asia ini. Indonesia yang di tahun 2014 kemarin mendapatkan peringkat 17, kini optimis akan mencapai target masuk 10 besar. Persiapanpun tidak hanya dari segi fisik dan latihan saja, tapi juga mental.   

Selain itu dibutuhkan juga doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, doa dan dukungan ini akan menjadi modal psikis para atlet dalam berkompetisi memberikan prestasi bagi negara kita. Sebelum pembukaan Asian Games 2018 tanggal 18 Agustus nanti, sebelumnya ada tourch relay atau pengarakan obor dari India. Akan ada 18 provinsi dan 54 kabupaten yang akan dilewati oleh pawai obor (tourch relay). Tourch relay tersebut akan diarak sepanjang 10 ribu kilometer dengan melibatkan 10 ribu orang.  

Api Asian Games 2018 Akan Disatukan di Yogyakarta

Kota jogja yang memiliki sejuta kenangan, ceilehh. Iyaa banyak kenangan dan cerita yang bisa didapat dari kota pelajar ini. Banyak spot-spot menarik yang menjadi incaran para wisatawan, kultur budayanya yang masih terjaga serta banyak kawasan bersejarah yang penuh cerita menjadi daya tarik tersendiri.   


Salah satunya adalah tempat penyatuan obor api Asian Games 2018. Ya, Candi Prambanan yang terletak di kabupaten Sleman, DIY. Pasti ada alasan khusus mengapa jogja dipilih sebagai tempat penyatuan api asian games 2018 dengan api abadi dari mrapen.  

Perlu diketahui api Asian Games 2018 akan diambil dari Stadion Dhyan Chand di New Delhi, India oleh Dewan Olimpiade Asia (OCA). Pemilihan tempat ini karena stadion ini adalah tempat pertama kalinya Asian Games 2018 digelar di tahun 1951.

Dari India kemudian dibawa menggunakan pesawat udara khusus, yang kemudian akan disatukan dengan api abadi mrapen. Penyatuan ini akan dilakukan oleh dua atlet legendaris asal Indonesia, api Asian Games 2018 akan dibawakan oleh master bulutangkis Susi Susanti, sedangkan api abadi
Mrapen akan dibawa oleh sang legenda dari cabor tenis 1978 & 1982,
Yustedjo Tarik. Simak video berikut yaa 🙂    

A post shared by 18th Asian Games 2018 (@asiangames2018) on Jul 13, 2018 at 5:16am PDT  

DJogjakarta Mantan Ibukota Indonesia

Lima bulan setelah Indonesia merdeka, ibukota Indonesia mengalami perpindahan dari Jakarta ke Indonesia. Pemindahan ibu kota ini terpaksa dilakukan karena Belanda melakukan Agresi Militer 1 dengan menggandeng sekutu yang membuat Jakarta berhasil diduduki pada tanggal 29 September 1946. Hingga pada 2 Januari 1946 Sultan HB IX menyarankan agar ibu kota Indonesia dipindahkan ke Djogjakarta.    

Bung Karno pun menerima tawaran yang diusulkan oleh Sultan HB IX, yang kemudian ibukota Indonesia benar-benar di pindah di kota Yogyakarta. Walaupun sempat berpindah ibukota lagi karena Agresi Militer Belanda II ke Sumatra Barat. Tapi beberapa bulan kemudian berpindah lagi ke jogjakarta, hingga di 17 Agustus 1950 Ibukota Indonesia kembali ke Jakarta hingga saat ini.  

Yogyakarta Kota Istimewa Yang Penuh Sejarah

Kota Jogja
Tugu Yoyakarta

  Tidak hanya pernah menjadi ibukota Indonesia, Yogyakarta memiliki sejarah yang panjang. Dimulai dari kerajaan mataram yang kemudian terbagi menjadi dua kerajaan, yaitu kerajaan di yogyakarta dan di solo.   Di era sebelum kemerdekaan jogja menjadi salah satu tempat yang siap

menerima Kemerdekaan. Bahkan Yogyakarta pernah diakui sebagai negara oleh Pemerintah dan Ratu Belanda yang waktu itu disebut dengan Negeri Ngayogyakarta.   

Hingga pada saat kemerdekaan, Yogyakarta memiliki pilihan apakah bergabung dengan NKRI atau membentuk negara sendiri yang berdaulat, meskipun pada waktu itu secara pemerintahan sebenarnya Yogyakarta sudah mampu untuk mendirikan sebuah negara.  

Tapi kemudian NKRI dan Yogyakarta mengikat dengan sebuah perjanjian, bahwa Yogyakarta akan bergabung dan menjadi bagian dari NKRI. Namun dengan syarat, Yogyakarta tetap mempertahankan sistem kerajaan yang dimilikinya. Maka dari itu kemudian Presiden Soekarno memberikan penghargaan istimewa untuk Yogyakarta, sehingga sampai sekarang provinsi ini disebut sebagai Daerah Istimewa Yogyakarta.   

Niti Laku Pesona Prambanan Sebagai Tempat Penyatuan Api Asian Games 2018

Yogyakarta adalah salah provinsi yang masih kaya dengan kearifan lokalnya, budayanya yang masih lestari menjadi daya tarik tersendiri kedua provinsi tersebut. Sebut saja tradisi sekaten, genduri, nyadran, tahlilan dan lain sebagainya.  

Tidak hanya tradisi yang masih lestari, peninggalan-peninggalan nenek moyang pun masih terjaga dengan baik. Sebagai contoh adalah candi yang merupakan peninggalan agama Hindu, sebut saja di kawasan Prambanan, Yogyakarta yang kaya akan candi-candinya seperti candi Prambanan, candi ijo, candi abang dan juga candi miri.  

Prambanan sebagai salah satu candi dari ketiga candi terpopuler di pulau jawa selain Candi Borobudur di Magelang dan Ratu Boko di Wonosobo. Candi Prambanan memang memiliki sejuta pesona. Pesona sebagai mahakarya perabadan dunia yang ada di Indonesia. Pesona yang tidak hanya memiliki keindahan tapi juga memiliki nilai kultural dan spiritual. Sehingga sudah menjadi barang wajib untuk tetap kita jaga dan kita lestarikan.

Candi Prambanan Sebagai Tempat Penyatuan Api Asian Games 2018

Langkah pemerintah dalam memilih candi prambanan memang sudah sangat pas, selain dalam rangka menjaga dan melestarikan salah satu kearifan lokal nusantara juga mengenalkan kepada dunia. Terlebih lagi api yang disatukan berasal dari India, yang mana notabene India adalah negara yang mayoritas beragama Hindu.  

Entah sengaja atau tidak, tapi pemilihan candi Prambanan semakin pas dengan menyatunya dua kultur budaya yang ada di Indonesia dengan yang ada di India. Yang juga dilambangkan dengan menyatukan api abadi di Mrapen dengan api Asian Games yang diambil dari India.   

Dukung Asian Games dari Kota Sejuta Kenangan (Jogja)

Di kotaku jogja dukungan untuk Indonesia di Asian Games 2018 sudah menggelora, seperti yang dilakukan oleh komunitas modifikasi mobil dan berbagai komunitas olahraga yang ada di jogja. Total ribuan tanda tangan telah terkumpul dalam aksi nyata Dukung Berasma Asian Games 2018. Banyak juga pamflet-pamflet yang menyerukan untuk #dukungbersama Asian Games 2018.

KARENA AKAN SELALU ADA CERITA DI KOTA JOGJA

Maka dari itu tidak ada pilihan lain selain mendukung dan mensukseskan Asian Games 2018.  Bagaimana caranya? 

Sumber : dukungbersama.id
Gambar Gravatar
Seorang praktisi Pemasaran, SEO dan Digital Marketing. Suka dengan kata dan cinta dengan karya. Turut memajukan dan mencerdaskan kehidupan bangsa melalui beragam artikel pendidikan di kitapunya.net.