Mengungkap Sejarah Manusia Wajak (Homo Wajakensis)

Mengungkap Sejarah Manusia Wajak (Homo Wajakensis)

Diposting pada 366 views

Mengungkap Sejarah Manusia Wajak (Homo Wajakensis), Kitapunya.net – Pada kesempatan sebelumnya kita sudah membahas mengenai penggolongan manusia homo sapiens yang didalamnya juga disinggung sedikit mengenai manusia wajak (homo wajakensis). Nah, sebagai pelengkap artikel tersebut, kemudian kami dari tim kitapunya.net berusaha untuk membahasnya kembali secara lebih mendalam dan mendetail lagi.   Kali ini kita akan berfokus pada manusia wajak untuk menjawab berbagai pertanyaan yang datang seperti, siapa penemu manusia wajak? Kapan manusia wajak ditemukan? Dimana lokasi penemuan manusia wajak? Apa saja ciri-ciri manusia wajak dan lain sebagainya. Okee, langsng aja deh simak artikelnya dibawah ini :  

Siapa Penemu Manusia Wajak di Indonesia? dan Kapan Ditemukannya?

Penemu dari manusia Wajak adalah B.D. van Rietschoten. Rietschoten menemukan fosil dari manusia wajak ini di seuah curuk yang berada di kawasan lereng pegunungan karst di barat laut Campurdarat, lokasi tersebut dekat dengan kabupaten Tulungagung di Jawa Timur.  

Apa saja yang ditemukan manusia wajak pertama pada tahun 1889?

Berdasarkan buku yang ditulis oleh Kartodirjo, menyatakan bahwa penemuan manusia wajak tersebut antara lain menemukan fosil berupa tengkorak, rahang bawah dan beberapa buah ruas leher.  

Sebutkan ciri-ciri manusia wajak yang ditemukan pertama kali oleh B.D. van Rietschoten ! Manusia wajak pertama yang diketemukan memiliki ciri sebagai berikut : 

  • Muka datar dan lebar
  • Akar hidungnya lebar
  • Mulutnya menonjol sedikit
  • Dahinya miring
  • Di atas matanya ada busur kening nyata
  • Berjenis kelamin wanita
  • Usia sekitar 30 tahun
  • Dengan volume otak sekitar 1630 cc.

Berikut ini adalah gambar dari fosil manusia wajak :

Fosil Manusia Wajak

Kapan penemuan manusia wajak yang kedua?

Setelah penemuan manusia wajak yang pertama, penggalian dan penelitian di sekitar tempat tersebut terus dilakukan. Hingga peneliti bernama Dubois menemukan manusia wajak yang kedua pada tahun 1890. Manusia wajak kedua ini berjenis kelamin laki-laki, dengan bagian yang ditemukan antara lain fragmen-fragmen tulang tengkorak, rahang bawah, rahang atas, tulang kering dan tulang paha.   Manusia wajak yang berjenis kelamin laki-laki ini memiliki tinggi tubuh kira kira 173 cm bila dilihat dari ukuran tulang pahanya. Selain itu juga memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

  • Pada tengkoraknya, perlekatan otot sangat nyata
  • Rahang bawah besar
  • Gigi-giginya besar

Dari penemuan manusia wajak ini, dapat dikatakan bahwa manusia wajak memiliki postur tubuh tinggi dan isi tengkorak yang besar. Karena sudah termasuk homo sapiens, maka manusia wajak ciri-cirinya berbeda dengan Pithecanthropus.  

Berdasarkan analisa sejarah khususnya dari ciri-ciri tengkoraknya yang sedang atau agak lonjong itu berbentuk persegi di tengah-tengah atap tenkoraknya dari muka ke belakang, manusia jenis wajak inilah yang kemudian berevolusi menjadi sub-ras Melayu Indonesia dan menjadi Austromelanesoid sekarang.  

Muka cenderung lebih Mongoloid, oleh karena sangat datar dan pipinya sangat menonjol ke samping. Beberapa ciri lain juga memperlihatkan ciri-ciri ke dua ras di atas.    Berkat adanya penemuan manusia wajak ini, menunjukan bahwa sekitar 40.000 tahun yang lalu, Indonesia sudah didiami oleh Homo sapiens yang rasnya sulit dicocokkan dengan ras-ras pokok yang ada di zaman sekarang. Sehingga homo wajakensis dianggap mempunyai ras tersendiri.  

Manusia wajak tidak hanya bermukim di kepulauan Indonesia bagian barat saja, tapi juga bisa ditemukan di Indonesia bagian Timur. Ras wajak ini merupakan penduduk Homo sapiens yang kemudian menurunkan ras-ras yang kemudian kita kenal saat ini.   Melihat ciri-ciri Mongoloidnya lebih banyak, maka ia lebih dekat dengan sub-ras Melayu-Indonesia.

Hubungannya dengan ras Australoid dan Melanesoid sekarang lebih jauh, oleh karena kedua sub-ras ini baru mencapai bentuknya yang sekarang di tempatnya yang baru. tetapi memang mungkin juga bahwa ras Austromelanesoid yang dahulu berasal dari ras Wajak.  

Baca juga : Beberapa jenis manusia purba yang hidup di zaman pra-aksara  

Demikian artikel mengenai mengungkap sejarah manusia wajak (homo wajakensis), yang diambil dari berbagai sumber seperti buku dan makalah di internet. Terimakasih :).