majas metafora

Jenis dan Contoh Majas Metafora : Pengertian, Fungsi dan Ciri-ciri

Diposting pada 251 views

MAJAS METAFORA : Pengertian, Fungsi, Ciri-ciri, Jenis dan Contohnya – Pada sebuah karya sastra, pasti membutuhkan majas perbandingan di dalamnya. Majas tersebut berguna sebagai pelengkap, agar karya tulis yang diciptakan dapat menjadi lebih menarik dan memiliki nilai seni di dalamnya. Namun tidak semua karya sastra harus dimasukkan majas di dalamnya. Ada beberapa karya sastra yang dapat Kamu tambahkan majas di dalamnya.

Pengertian Majas Metafora

Majas metafora adalah salah satu gaya bahasa yang digunakan pada penulisan karya sastra dengan makna kiasan sebagai bentuk perumpamaan secara tersirat. Seringkali majas ini digunakan untuk menjelaskan suatu makna sebagai penekanan terhadap kesan yang akan diciptakan.

Tidak hanya itu, penggunaan majas perumpamaan atau metafora digunakan untuk memberikan solusi terhadap keterbatasan bentuk ekspresi penulis dan juga pilihan kata yang akan digunakan dalam sebuah karya. Perlu Kamu ingat bahwa dalam majas ini, mengandung perumpamaan yang memiliki makna lain. Misalnya, Wajahmu cantik seperti artis.

Baca juga : Pengertian dan Macam macam majas perbandingan

Ciri – Ciri Majas Metafora

Bila Kamu hendak menggunakan majas perumpamaan atau metafora di dalam sebuah karya sastra, maka Kamu harus mengetahui ciri – cirinya terlebih dahulu. Hal ini bertujuan agar Kamu tidak salah menggunakan majas di dalam karya sastra tersebut. Bila Kamu salah dalam menggunakan majas, pastinya hasil dari karya sastra Kamu menjadi tidak maksimal.

  • Selalu menggunakan kata kiasan sebagai pembanding antara satu objek dengan objek lainnya.
  • Selalu menggunakan perbandingan keadaan atau suatu objek secara langsung, seperti kata bak, bagaikan, atau laksana.
  • Tidak perlu menggunakan konjungsi atau kata penghubung pada setiap kalimatnya.

Fungsi Majas Metafora

Majas perumpamaan atau metafora memiliki fungsi tersendiri di dalamnya. Majas ini biasa digunakan dalam sebuah karya sastra yang berfungsi untuk menghidupkan sebuah kata di dalamnya. Sehingga dengan menggunakan majas perumpamaan atau metafora ini, para pembaca lebih mudah memahami maksud dan tujuan Kamu dalam menulis karya sastra ini.

Misalnya Kamu ingin menjelaskan sebuah berita yang tergolong abstrak, hingga menjadi cerita yang konkret. Dari situ, para pembaca akan lebih memahami maksud dari karya sastra yang Kamu buat. Oleh sebab itu, Kamu harus tepat dalam menggunakan majas ini ke dalam karya sastra.

Jenis-Jenis Majas Metafora

Majas perumpamaan atau metafora terdiri dari beberapa jenis. Dalam setiap jenis majas ini, memiliki karakteristik yang berbeda – beda. Tidak hanya itu, dalam jenis metafora juga terdapat cara penggunaan yang berbeda – beda. Oleh sebab itu sebelum Kamu menggunakan majas perumpamaan ini, usahakan untuk memahami setiap jenisnya terlebih dahulu.

1. Metafora Mati

Jenis dan contoh metafora pertama adalah metafora mati. Biasanya metafora ini banyak dimanfaatkan dalam pembuatan karya puisi. Hal ini karena jenis metafora mati tergolong dalam majas yang paling mudah untuk dipahami.

Contohnya :

Kaulah yang bisa menerangi hidupku di masa depan.

Tanpamu hidupku menjadi tak berarti.

Kau adalah belahan jiwaku.

2.     Metafora Absolut

Jenis dan contoh atau metafora kedua adalah metafora absolut. Majas ini sering disebut anti metafor atau paralogis. Metafora absolut merupakan majas yang membandingkan dua objek dengan kata kiasan yang tidak jelas, dalam mengungkapkan makna tertentu. Sehingga banyak para pembaca yang bingung dan susah untuk memahami majas ini.

Contohnya :

Rudi menggunakan jalan tali untuk membuatnya nilai – nilainya di semester ini.

Ayah menggunakan alur tali ketika mudik ke kampung halaman.

3. Metafora Kompleks

Jenis dan contoh majas metafora ketiga adalah jenis kompleks. Majas ini sering digunakan ketika akan membandingkan subjek yang terdiri dari dua atau lebih.

Contohnya :

Kehidupan ini tidak lebih dari panci seorang juru masak yang penuh dengan masakan.

Nyawa seseorang tidak seperti air sungai yang mengalir sampai ke lautan.

Rasa cintaku seperti lautan yang penuh dengan air di dalamnya.

4. Metafora Diperpanjang

Jenis dan majas perumpamaan yang keempat adalah jenis diperpanjang. Penggunaan majas ini bertujuan untuk membuat suatu perumpamaan yang artinya mendalam. Biasanya metafora yang diperpanjang ini, sering digunakan dalam karya sastra dongeng.

Contohnya :

Lihatlah, cahaya matahari menembus jendela di rumah tua itu!

Bangkitlah dari keterpurukanmu, buat mereka iri dengan keberhasilanmu!

5. Metafora Tersirat

Jenis dan contoh metafora kelima adalah metafora tersirat. Dalam majas ini dilakukan untuk membandingkan sebuah objek, tanpa menggunakan kata kiasan tertentu. Dengan begitu, akan mudah dipahami secara langsung.

Contohnya :

Menghabiskan hari – hari seorang diri, lebih buruk dari tersesat di hutan belantara.

Melupakanmu lebih berat dari berjalan kaki dari Jawa menuju ke Sulawesi.

Mencintai dirimu, lebih bahagia dibandingkan dengan mendapatkan harta karun di dalam laut.

6. Metafora Campuran

Jenis majas perumpamaan yang keenam adalah metafora campuran. Dalam majas ini, menggunakan perumpamaan yang memiliki makna tidak masuk akal. Sehingga terkadang para pembaca bingung untuk mengartikannya.

Contohnya :

Ketika musim dingin seperti hari ini, Lusi akan menjadi air dan sibuk dengan dunianya sendiri.

7. Metafora Root

Jenis dan contoh metafora ketujuh adalah metafora root. Majas ini seringkali digunakan di kehidupan Kamu sehari – hari. Pastinya Kamu tidak akan menyangka bila sering menggunakan majas ini setiap harinya.

Contohnya :

Laura sudah menghancurkan harapanku.

Hidup adalah petualangan yang tidak akan tahu ujungnya.

Indahnya mentari pagi.

8. Metafora Konseptual

Jenis dan contoh majas perumpamaan yang kedelapan adalah metafora konseptual. Majas ini sering dikenal sebagai pengganti. Dalam majas ini, menggunakan satu kata kiasan yang menggambarkannya dengan makna yang berbeda.

Contohnya :

Ketika menikah di usia dini, aku harus kehilangan teman bermainku.

Aku kehilangan waktu bersama orang tuaku karena kabur dari rumah.

9. Metafora Kreatif

Jenis majas metafora kesembilan adalah kreatif. Usahakan jangan menggunakan majas ini untuk mengganti majas perbandingan jenis mati. Namun agar tulisan Kamu dipahami banyak pembaca, maka tulis dengan kata kiasan yang mudah dipahami.

Contohnya :

Ketika pintu mobil terbuka, Toni langsung mengambil semangkuk bakso lebih cepat dari memarkirkan kendaraannya.

Contoh Majas Metafora

Ada banyak contoh majas metafora yang bisa Kamu gunakan dalam karya sastra. Perhatikan setiap kata kiasan yang digunakan dalam majas tersebut.

  • Lion terkenal dengan laki – laki buaya darat di kampusnya.
  • Para penjahat kerah putih, selalu mencari kambing hitam untuk menutupi kesalahannya.
  • Sepanjang apapun Kamu merajut kasih, belum tentu bermuara pada janji pernikahan.
  • Abigail kini telah bahagia, ketika diberikan buah hati di tengah keluarga kecilnya.
  • Alya seringkali mengunjungi perpustakaan, sehingga banyak yang menjulukinya sebagai kutu buku.
  • Adi kini seorang tulang punggung sejak ayahnya meninggal.
  • Jangan menjadi seseorang yang bermulut harimau, bila tidak ingin dijauhi banyak orang.

Penggunaan majas metafora dalam sebuah karya sastra, sangatlah penting. Hal ini karena dengan menggunakan majas tersebut, maka para pembaca akan memahami maksud dari karya sastra tersebut. Oleh sebab itu, usahakan jangan sampai keliru dalam menggunakan majas perumpamaan atau metafora ini.

Baca juga :Pengertian dan contoh majas personifikasi

Gambar Gravatar
Suka dengan kata dan cinta dengan karya.